mediasergap.com | SERGAI - Sejak dari awal pembangunan Gudang Instalasi Farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Sergai, yang dibangun di areal parkir perkantoran Bupati Sergai di Sei Rampah banyak bermasalah.
Pemborong atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut yakni, CV Action New Corporation, yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2019 senilai Rp 3.922.216.000.
Demikian dikatakan oleh Direktur Eksekutif Economy Social Control (ECOSOC) Indonesia, Drs. Tua Pangaribuan di salah satu kantin di parkiran kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (27/1/21) sore WIB.
"Dari awal pengerjaan ini kita terus memantaunya, kenapa harus di lokasi ini yang tentunya mengorbankan proyek PL (Penunjukan Langsung) dari Dinas Perkim Sergai, sekalipun cuma puluhan juta rupiah saja. Alasan klasik dari Kadiskes Sergai dr. Bulan Simanungkalit M. Kes yang mengatakan tidak ada biaya Pemkab untuk membeli lahan lain, sementara jika dana DAK tersebut tidak cepat dipergunakan maka harus dikembalikan ke Kas Negara. Artinya, belum tentu tahun berikutnya akan dapat lagi," jelas Pangaribuan.
Dengan dalih tersebut, lanjut Pangaribuan akhirnya Bupati H. Soekirman dan Wabup H. Darma Wijaya menyetujui usul pembangunan proyek senilai hampir Rp.4 milyar tersebut.
"Soal pembangunan areal parkir paving blok dari proyek PL Dinas Perkim, sesuai aturan sampai sekarang juga tak jelas. Nah, dari awal saja sudah nampak tak beresnya, dan ternyata memang benar dan sampai akhir Tahun Anggaran (TA) 2019, proyek tersebut tak juga selesai. Ketika hal ini kami pertanyakan, berbagai dalih diungkapkan oleh Kadiskes Sergai selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), salah satunya mengatakan kalau Dinkes tidak akan membayar penuh, tetapi melihat presentase kerja dan akan mengenakan denda kepada rekanan yang tidak mengerjakan tepat waktu," papar Pangaribuan.
Nah, tambah Pangaribuan secara diam-diam pada tahun berikutnya (2020) proyek dikerjakan dan dinyatakan siap jelang akhir tahun 2020.
"Ironisnya, Kadiskes Sergai selaku KPA atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini, juga terkesan tertutup. Hingga gudang ini secara tiba-tiba dinyatakan siap pakai, padahal siapapun bisa melihat kalau gudang ini masih amburadul dan banyak yang hanya "dibedaki" saja. Lihat, bagian sisi kanan dari gedung itu yang selalu "kebanjiran" dari air yang mengalir ke water tank untuk gedung tersebut. Jelas, pemandangan ini sangat "menyemak" dan terkesan jorok, apalagi jalan menuju ke Mesjid di komplek kantor Bupati. Untuk itu kita minta Jaksa atau Polisi untuk memeriksa PPK Dinkes Sergai kabarnya berinisial M atau F, jika memang ada penyalahgunaan dan terindikasi merugikan keuangan negara, kenapa tidak segera diproses hukum," pungkas Direktur Eksekutif ECOSOC Indonesia tersebut.
Ketika hal ini hendak dikonfirmasi ke kantor Dinkes Sergai di komplek kantor Bupati, Rabu (27/1/21) sore diperoleh informasi kalau Kadiskes Sergai dr. Bulan Simanungkalit sejak Senin (25/1/21) malam berangkat ke Jakarta.
"Infonya anak Ibu Kadis lagi sakit mendadak disana, jadi berangkatnya juga malam," ucap sumber tersebut.
Sedangkan para pejabat lain di kantor Dinkes Sergai ketika dikonfirmasi soal ini,satupun tak ada berani berkomentar terkait proyek gudang instalasi farmasi. (andy/red)

No comments:
Post a Comment