Media Sergap -->




Headline

Bupati Toba Dorong OPD Perkuat Budaya Keamanan Informasi

BALIGE (Toba) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat keamanan informasi dan penyelenggaraan persandian dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penyediaan Layanan Keamanan Informasi dan Persandian Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba, Rabu (23/09/2026), dengan melibatkan operator dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kesiapsiagaan aparatur terhadap keamanan informasi sekaligus memperkuat penyelenggaraan persandian di lingkungan pemerintah daerah.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengatakan, kegiatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menyamakan pemahaman seluruh operator OPD dan kecamatan mengenai pentingnya keamanan informasi dan persandian.

“Kegiatan hari ini harus benar-benar kita maksimalkan. Mungkin selama ini masih banyak pemahaman yang berbeda dari seluruh operator di masing-masing OPD dan kecamatan. Harapan kami melalui kegiatan ini kita punya rule model yang sama dan pemahaman yang sama,” ujar Bupati.

Seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan, Bupati meminta seluruh pimpinan OPD beserta jajarannya untuk memperkuat peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan informasi dan data pemerintahan.

“Dengan kondisi kita saat ini yang sudah berbasis teknologi, teman-teman harus bisa berinovasi dan bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman sekarang. Saya tidak ingin kegiatan hari ini menjadi seremonial saja,” katanya.

Menurut Bupati, keamanan data dan informasi pemerintah daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang solid antarperangkat daerah dalam menjaga data serta informasi pemerintahan.

Ia juga menekankan bahwa pengamanan sistem elektronik tidak semata-mata bergantung pada perangkat teknologi, tetapi turut ditentukan oleh kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab setiap aparatur dalam menggunakan dan mengelola informasi.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang aman dan terpercaya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Toba Tumpal Panjaitan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap urusan persandian sekaligus membangun budaya keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.

“Kegiatan ini kita laksanakan guna mendapat pemahaman akan urusan persandian dan mendorong penguatan budaya keamanan informasi serta kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi berbagai ancaman maupun insiden siber,” sebutnya.

Tumpal menyampaikan, pelaksanaan kegiatan berpedoman pada Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Persandian untuk Pengamanan Informasi di Pemerintah Daerah serta Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.

Untuk memperkuat materi dan pemahaman peserta, kegiatan tersebut menghadirkan Analis Kebijakan Ahli Muda Diskominfo Provinsi Sumatera Utara Imron Pribadi dan Franky Sihaloho, serta Ketua Pusat Studi Cybersecurity DEL Gerry Italiano W sebagai narasumber.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Toba diharapkan semakin memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan yang sama dalam menghadapi berbagai risiko keamanan informasi. Penguatan kapasitas aparatur juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital pemerintahan yang aman, tertib, dan terpercaya. (Ds)

Konten Kreator Diajak Hasilkan Materi Positif, Dinas Perpustakaan Toba Matangkan Lomba Literasi

BALIGE (Toba) mediasergap.com Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba terus mendorong peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya dengan menyelenggarakan Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pesan-pesan literasi melalui media digital.

Dalam rangka mematangkan pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba menggelar rapat persiapan di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Soposurung, Balige, Rabu (23/09/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai persiapan, termasuk petunjuk teknis, materi lomba, mekanisme penilaian, serta sejumlah ketentuan yang menjadi pedoman bagi peserta dan tim juri.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Almen Hutagalung, menyampaikan bahwa lomba video konten literasi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan salah satu upaya memperluas penyebarluasan informasi mengenai program perpustakaan sekaligus mendorong pengembangan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat.

“Salah satu sasarannya untuk menumbuhkan kreativitas dan peran generasi muda dalam mengembangkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat,” ujar Almen dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Toba Sahat Manullang, yang hadir mewakili Bupati Toba, menyoroti pentingnya mengarahkan kreativitas para konten kreator agar menghasilkan materi yang memberikan manfaat dan memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap masih adanya konten di media sosial yang mengedepankan materi negatif demi mendapatkan perhatian dan jumlah penonton.

“Saya berharap konten kreator ini dapat diarahkan. Selama ini jika konten itu berisi wisdom tidak viral, tetapi kalau isinya kotor selalu viral,” kata Sahat saat membuka rapat.

Menurutnya, lomba tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong lahirnya konten-konten yang lebih positif, edukatif dan memiliki pesan yang jelas.

Sahat juga meminta agar materi yang mengandung hal-hal negatif, terutama dalam narasi maupun ucapan, dapat disaring sejak tahap awal sehingga tidak perlu diteruskan kepada tim juri untuk dinilai.

“Jadi konten kreator harus punya topik. Materinya harus jelas, lebih spesifik. Tujuan dan sasarannya harus tercapai,” lanjutnya.

Dalam rapat tersebut, panitia bersama para juri dan pemateri juga melakukan pembahasan secara lebih rinci mengenai petunjuk teknis, bobot penilaian, materi inti, kriteria konten, serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pelaksanaan lomba.

Hingga pelaksanaan rapat tersebut, panitia telah menerima 37 video dari para peserta yang mengikuti lomba.

Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba telah melakukan sosialisasi kegiatan melalui berbagai media, termasuk menyampaikan informasi kepada pihak sekolah untuk menjangkau peserta dari tingkat SMA.

Melalui lomba video konten literasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba mendorong pemanfaatan kreativitas dan media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya baca secara lebih menarik, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan konten yang informatif, edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. (Ds)

Pemkab Toba Matangkan Persiapan Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten

BALIGE (Toba) mediasergap.com Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Toba menggelar rapat persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 tingkat Kabupaten Toba. Rapat digelar di Ruang Rapat Mini Bupati Toba, Rabu (23/09/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Toba mematangkan berbagai persiapan teknis dan koordinasi lintas instansi menjelang pelaksanaan upacara yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Toba, Harrizon Hutabarat, mengatakan rapat dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian persiapan, mulai dari teknis pelaksanaan hingga keterlibatan para petugas, dapat dipersiapkan dengan baik.

“Pada dasarnya rangkaian kegiatan mengikuti panduan upacara yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Upacara akan dilaksanakan di kompleks Monumen Tugu D.I. Panjaitan Balige,” ujar Harrizon.

Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan Kabupaten Toba Eston Sihotang dan dihadiri Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Kasintel Kejari Toba Tommy Eko, Danramil 17 Balige Kapten Inf. S. Samosir, perwakilan Polres Toba AKP Rudi Sitorus, Kepala Kesbangpol Toba Harrizon Hutabarat, Camat Balige Partogi Tambunan, Kabid Dikdas Disdikpora Toba Paul Sagala, serta Kepala SMK Negeri 1 Balige Budi Marpaung mewakili Cabdisdik Provsu.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas sejumlah hal penting terkait pelaksanaan upacara, termasuk susunan dan urutan acara, kesiapan petugas, ketentuan pakaian, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Toba, Eston Sihotang, menyampaikan bahwa koordinasi dan masukan dari seluruh unsur terkait diperlukan untuk menyempurnakan persiapan pelaksanaan upacara.

“Semua sumbangsih pemikiran dari kita, baik dari urutan upacara, petugas sampai pakaian, dengan harapan kita menyempurnakan pelaksanaan upacara nantinya,” sebut Eston.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan dapat memastikan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Toba berjalan tertib, khidmat dan lancar.

Koordinasi lintas sektor yang difasilitasi Kesbangpol sebagai pelaksana teknis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Toba. Selain memastikan aspek teknis, koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antarinstansi dalam menyukseskan kegiatan kenegaraan tersebut.

“Tentunya apa yang kita bicarakan ini dapat berjalan dengan baik jika kita tetap berkoordinasi dan saling bahu membahu, karena inilah bentuk penghargaan kita terhadap Pahlawan Revolusi,” pungkas Eston.

Dengan persiapan yang dilakukan secara matang dan melibatkan berbagai unsur terkait, Pemerintah Kabupaten Toba berharap Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 dapat terlaksana dengan tertib dan penuh khidmat sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa serta nilai-nilai Pancasila. (Ds)

Proyek Drainase Rp.8 Miliar di Jalan Gaperta Dipertanyakan, Volume Tak Dicantumkan, Pengerjaan Dinilai Amburadul

MEDAN (Sumut) mediasergap.comProyek pembangunan drainase di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, dengan nilai kontrak/pagu anggaran mencapai Rp.8.008.822.117, menuai pertanyaan serius. Proyek yang dikerjakan CV Amanda Putra tersebut menjadi perhatian lantaran papan informasi proyek di lokasi tidak mencantumkan volume pekerjaan secara jelas, sementara kondisi pengerjaan di lapangan berdasarkan pantauan awak media juga terlihat tidak rapi dan menimbulkan pertanyaan terhadap kualitas pelaksanaannya.

Persoalannya bukan hanya mengenai informasi volume yang tidak dicantumkan. Kondisi fisik pengerjaan pun patut dipertanyakan. Pada sejumlah bagian, hasil pekerjaan terlihat kurang rapi sehingga memunculkan pertanyaan apakah pelaksanaan proyek telah dikerjakan sesuai standar teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Dengan anggaran menembus Rp.8 miliar, pekerjaan drainase semestinya tidak dikerjakan secara asal-asalan. Setiap bagian pekerjaan harus memenuhi ukuran, mutu, spesifikasi dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Uang negara yang besar harus menghasilkan pekerjaan yang jelas, terukur dan berkualitas.

Tanpa informasi volume pekerjaan, masyarakat kesulitan mencocokkan antara besarnya anggaran dengan pekerjaan fisik yang benar-benar dilaksanakan. Berapa panjang drainase yang dibangun? Berapa dimensinya? Berapa volume pekerjaan yang menjadi kewajiban kontraktor? Pertanyaan tersebut semakin penting ketika kondisi fisik pekerjaan di lapangan juga terlihat tidak maksimal.

Papan informasi proyek seharusnya bukan sekadar formalitas. Informasi yang dipasang harus mampu memberikan gambaran yang cukup kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan. Terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran publik dalam jumlah besar.

Pantauan awak media di lokasi juga menemukan kondisi pengerjaan yang terlihat amburadul di sejumlah bagian. Kerapian pekerjaan, penyelesaian bagian-bagian drainase dan kondisi hasil pekerjaan patut diuji dengan spesifikasi teknis yang menjadi dasar kontrak. Jangan sampai proyek bernilai miliaran rupiah hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi mengabaikan mutu dan kualitas pekerjaan.

Jika kualitas pekerjaan memang tidak sesuai spesifikasi, persoalannya tidak lagi sebatas papan informasi yang tidak lengkap. Hal tersebut harus diperiksa dengan mengukur pekerjaan secara langsung dan membandingkannya dengan dokumen kontrak, RAB serta spesifikasi teknis.

Kondisi tersebut juga memunculkan tanda tanya terhadap sistem pengawasan proyek. Siapa yang mengawasi pekerjaan? Sejauh mana pemeriksaan dilakukan terhadap volume dan kualitas pekerjaan? Pertanyaan ini penting dijawab karena setiap progres pekerjaan pada akhirnya berkaitan dengan pembayaran yang bersumber dari uang negara.

Munculnya dugaan adanya praktik KKN juga harus ditempatkan secara proporsional. Minimnya informasi volume dan kondisi pekerjaan yang terlihat amburadul belum dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi KKN. Namun, kedua persoalan tersebut cukup menjadi alasan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.

Pemeriksaan tidak boleh hanya melihat pekerjaan dari permukaan. Dokumen kontrak, RAB, volume, harga satuan, spesifikasi material, metode pengerjaan, progres fisik hingga pembayaran perlu dicocokkan dengan kondisi nyata di lapangan. Dari pemeriksaan itulah dapat diketahui apakah proyek tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak atau terdapat penyimpangan.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, persoalan tidak dicantumkannya volume pekerjaan sekaligus kondisi fisik yang terlihat kurang rapi patut mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Pengawasan harus dilakukan secara nyata dengan mengukur volume fisik dan memeriksa mutu pekerjaan, bukan sekadar menerima laporan progres dari pelaksana.

CV Amanda Putra selaku pelaksana proyek maupun pejabat terkait harus terbuka menjelaskan nilai kontrak Rp.8.008.822.117, volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak, spesifikasi teknis serta alasan volume tersebut tidak ditampilkan pada papan informasi proyek. Jika hasil pemeriksaan menemukan pekerjaan tidak sesuai kontrak, kekurangan volume, mutu yang tidak memenuhi spesifikasi atau indikasi kerugian keuangan negara, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (M)

Pererat Silaturahmi Kanit Binmas Polsek Padang Hilir Lakukan Kunjungan Ke Rumah Aspirasi di Kelurahan Tambangan

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Kanit Binmas Ipda Krisman Napitupulu dan Bhabinkamtibmas polsek padang hilir Aipda Mhd Hartono melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Rumah Aspirasi jalan mutiara lingkungan II Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Selasa (22/09/2026) pukul 10.30 Wib sampai dengan selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan  silaturahmi antara pihak kepolisian terhadap tokoh agama,tokoh masyarakat dan juga tokoh Adat guna untuk mendukung Harkamtibmas di wilayah hukum polsek padang hilir agar tetap aman dan kondusif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas polsek padang hilir Ipda Krisman Napitupulu, Bhabinkamtibmas Aipda Mhd. Hartono, lurah Tambangan Genta Lutfi Djaingsastro, SE, kepling II Ahmad Jafar Siddik, dan Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh Adat yang ada di lingkungan II kelurahan tambangan. 

Kanit Binmas Ipda Krisman Napitupulu menyampaikan  kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh Adat yang hadir agar tetap menghidupkan kembali semangat dan  kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Kanit Binmas Ipda Krisman Napitupulu menghimbau kepada semua tokoh tokoh yang ada di lingkungan II agar dapat mengaktifkan Rumah Aspirasi yang sudah terbentuk di setiap lingkungan dan apa bila ada permasalahan yang ada di lingkungan warga dapat melaporkan nya ke Rumah Aspirasi agar dapat di mediasi ataupun di selesai kan dan harus juga tetap berkoordinasi dengan kepala lingkungan dan juga Bhabinkamtibmas kelurahan. (Ajs)

Pemkab Toba Dorong Pembelajaran Kontekstual, Pelajar Diajak Kenali PLTA INALUM

TOBA (Sumut) mediasergap.com Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, mendorong penguatan pembelajaran di luar kelas sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan pengalaman peserta didik.

Hal tersebut diwujudkan dengan mengajak puluhan pelajar UPTD SD Negeri Silamosik 1 mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM di Paritohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Selasa (22/09/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para siswa didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, kepala sekolah serta para guru. Para siswa mendapat kesempatan melihat secara langsung lingkungan pembangkit sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya air dalam proses pembangkitan energi listrik.

Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus mengatakan, proses pembelajaran tidak semata-mata berlangsung di dalam ruang kelas. Menurutnya, kunjungan ke objek pembelajaran dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa sehingga mereka lebih mudah menghubungkan materi yang dipelajari dengan kondisi di lapangan.

“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kunjungan seperti ini, anak-anak dapat melihat dan memahami secara langsung apa yang mereka pelajari,” ujar Audi Murphy.

Ia juga mendorong para siswa untuk aktif bertanya dan menggali informasi selama mengikuti kunjungan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan motivasi belajar.

Spesialis Departemen Hubungan Pemerintah dan Eksternal PLTA PT INALUM (Persero), Togap Sihotang, menyambut baik kunjungan para pelajar UPTD SD Negeri Silamosik 1.

Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai pertemuan awal yang diharapkan dapat menjadi bagian dari hubungan yang semakin baik antara INALUM dan masyarakat Silamosik.

“Pertemuan pertama ini saya pikir menjadi awal yang baik bagi kita. Lima puluh persen darah saya ini dari Silamosik. Saya berkomitmen ikut menjadi bagian daripada Silamosik. Setiap saat, apapun kegiatannya, saya akan berusaha mendukung hal-hal yang baik,” katanya.

Togap juga memotivasi para siswa agar terus belajar dan mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, kesempatan untuk mengabdi kepada negara dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk dengan berkontribusi melalui perusahaan seperti INALUM.

“Untuk adik-adik, mengabdi kepada negara bisa melalui apa saja, termasuk melalui INALUM, dengan tekad dan pengetahuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini perhatian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) INALUM diarahkan pada pembangunan infrastruktur. Namun demikian, INALUM juga terbuka terhadap dukungan bagi peningkatan sumber daya manusia.

“Kami juga siap mendukung dalam peningkatan SDM,” katanya.

Kepala UPTD SD Negeri Silamosik 1, Normaida Sirait, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para siswa. Kesempatan melihat langsung fasilitas pembangkit diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Normaida juga menjelaskan kepada rombongan bahwa listrik yang digunakan masyarakat setempat tidak secara langsung berasal dari pembangkit INALUM yang dikunjungi.

Salah seorang siswa kelas IV, Calvin Bancin (9), mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti kunjungan tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak karena sudah membawa kami jalan-jalan ke INALUM ini, Pak,” ucap Calvin.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Wakil Bupati Toba yang dinilai memberikan manfaat bagi para siswa.

Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pengalaman langsung sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia kerja, teknologi, serta pemanfaatan sumber daya alam.

Donny berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan dunia usaha. Ia juga berharap pihak INALUM dapat memberikan kesempatan kunjungan kepada sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Toba.

“Dengan adanya kesempatan seperti ini, semakin banyak pelajar dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan. Hal ini tentunya dapat menambah wawasan dan memotivasi mereka untuk terus belajar serta mengembangkan potensi dan kompetensinya,” ujar Donny.

Kegiatan kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan peserta didik dengan lingkungan kerja dan teknologi secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki gambaran mengenai berbagai peluang pengembangan diri dan profesi di masa depan. (Ds)

Kolaborasi Pemkab Samosir dan Inalum Perkuat Masyarakat sebagai Garda Awal Pencegahan Karhutla

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Samosir bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa sekaligus pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pemadaman Karhutla yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa-Rabu (22-23/9/2026).

Lima desa yang menjadi lokasi pembentukan MPA yakni Desa Turpuk Limbong, Siparmahan dan Dolok Raja di Kecamatan Harian, serta Desa Aek Sipitudai dan Siboro di Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Selain pembentukan dan peningkatan kapasitas masyarakat, PT Inalum juga menyerahkan bantuan peralatan pemadaman Karhutla sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan MPA di masing-masing desa.

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum, Arfan I. Harahap, dan diterima Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi lima unit APAR, lima unit gepyok, lima pasang sepatu boot dan lima unit garpu untuk masing-masing desa, serta 75 set pakaian standar pemadam dan sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengapresiasi dukungan PT Inalum dalam memperkuat pencegahan Karhutla di Kabupaten Samosir.

Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat secara langsung.

“Karhutla membutuhkan kesadaran masyarakat. Melalui Masyarakat Peduli Api, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Ariston.

Ia menegaskan bahwa keberadaan MPA diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam melakukan antisipasi sekaligus penanganan awal apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Ariston juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, khususnya karena Kabupaten Samosir merupakan bagian dari kawasan Danau Toba yang memiliki nilai ekologis, ekonomi dan pariwisata.

“Menjelang musim kemarau, berbagai pengalaman yang sudah terjadi perlu kita evaluasi sebagai bahan untuk melakukan langkah-langkah ke depan. Dengan adanya sosialisasi dan penguatan kapasitas ini, kita berharap Karhutla dapat dicegah seminimal mungkin,” katanya.

Ia meminta para camat dan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam upaya pencegahan Karhutla.

Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk mengapresiasi inisiatif PT Inalum dalam mendukung pembentukan MPA dan pelaksanaan sosialisasi serta pelatihan Karhutla.

Menurutnya, pembentukan MPA merupakan langkah nyata dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari sistem pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Namun demikian, ia berharap keberadaan MPA tidak berhenti pada pembentukan semata, melainkan terus diberdayakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap jangan hanya pembentukan, tetapi pemberdayaan yang berkelanjutan dengan pemberian insentif agar masyarakat merasa bertanggung jawab untuk membantu,” ujar Sarimpol.

Ia menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, masyarakat hingga pihak swasta.

Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap mengatakan, kawasan Danau Toba sebagai warisan dunia memiliki potensi besar yang harus dijaga keberlangsungannya dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Karena itu, upaya pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan Danau Toba.

“MPA memiliki peran aktif mulai dari pencegahan hingga pemadaman awal. Kami menginisiasi keterlibatan masyarakat melalui pembentukan MPA dengan memberikan bantuan dan pelatihan. Bantuan ini menjadi semangat bersama untuk menjaga kelestarian Danau Toba bagi generasi mendatang,” ungkap Arfan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan dan penanganan Karhutla dari sejumlah narasumber dan instansi terkait.

Materi disampaikan oleh UPT KPH XIII Dolok Sanggul Janly F. Bancin, Kada Ops Manggala Agni Sumatera II Maralo Tambunan, perwakilan Divisi Jasa ASA WS Toba Asahan Gede Santika, Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus, Pabung Samosir T. Siringo-ringo, BPBD Kabupaten Samosir serta Satpol PP Damkar Kabupaten Samosir.

Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus mengajak anggota MPA untuk meningkatkan kesadaran dan membangun kerja sama dalam mencegah Karhutla.

Ia mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata yang pada akhirnya turut berpengaruh terhadap aktivitas dan usaha masyarakat.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta memahami konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Sementara itu, Pabung Samosir T. Siringo-ringo mengajak anggota MPA meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan pencegahan sejak awal, termasuk dalam aktivitas pembukaan lahan.

“Saya yakin saudara dipilih karena memang peduli lingkungan. Apa yang dibicarakan dalam sosialisasi ini harus dapat kita terapkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Pada hari kedua, anggota MPA mengikuti pelatihan praktik penggunaan peralatan pemadaman Karhutla yang dipandu Manggala Agni.

Pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami penggunaan peralatan secara langsung sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan PT Inalum melalui pembentukan MPA, pemberian bantuan peralatan serta peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan Karhutla berbasis masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk, pada penutupan kegiatan, kembali menegaskan pentingnya menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, potensi Karhutla di Kabupaten Samosir masih perlu diwaspadai sehingga peran MPA menjadi penting dalam mendukung upaya pencegahan sejak dini.

Ia juga meminta seluruh bantuan peralatan yang telah diterima agar dijaga, dirawat dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan.

“Mencegah lebih baik daripada mengatasi. Mari kita jaga bersama lingkungan Kabupaten Samosir agar semakin baik,” ujar Sarimpol.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, aparat dan masyarakat, upaya pencegahan Karhutla diharapkan semakin kuat sekaligus memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan kawasan Danau Toba. (D/Smart)

Dari Bangku SD Menuju Wakil Bupati, Audi Murphy Bagikan Motivasi kepada Siswa

TOBA (Sumut) mediasergap.com Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus kembali mengunjungi sekolah dasar yang pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu. Kunjungan tersebut menjadi momentum bernostalgia sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar, berdisiplin dan berani mengejar cita-cita.

Kunjungan berlangsung di UPTD SD Negeri Silamosik 1, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Selasa (22/09/2026). Dalam kesempatan itu, Audi Murphy bertemu dan berdialog dengan para siswa serta guru.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba Donny Raymond Simamora, Wakil Bupati Toba menceritakan pengalaman masa sekolahnya di tempat tersebut hingga perjalanan pendidikan yang kemudian mengantarkannya mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Toba.

“Dulu bapak sekolah di sini kelas 1, 2, 3 dan kelas 4 pindah dari sini. Hari ini dengan kerinduan dan kebanggaan akan sekolah ini, saya dan Pak Bupati Effendi Napitupulu berencana bagaimana sekolah ini bisa maju. Kemajuan sekolah adalah kesuksesan anak didiknya, alumninya,” ujar Audi Murphy di hadapan para siswa.

Ia kemudian mengajak para siswa menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan masa depan. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan proses, kerja keras dan kemauan untuk terus belajar.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Yang terpenting adalah rajin belajar, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta terus berusaha,” pesannya.

Audi Murphy juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Ia mendorong para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kalau sukses alumninya, maka sekolah itu maju. Oleh karena itu, ada satu rencana kita yaitu melihat kemajuan teknologi, bagaimana energi air menjadi energi listrik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana membawa para siswa untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran di luar kelas dengan mengunjungi PLTA Siguragura dan Bendungan Siguragura.

Ia berharap melalui kunjungan tersebut para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi diterapkan untuk menghasilkan energi listrik.

“Bagaimana nanti anak-anak kami membuat seperti itu. Itu bisa dibuat oleh orang-orang pandai. Dengan karya mereka kita bisa menikmati arus listrik. Dengan karyamu, orang nanti bisa menikmati yang lebih baik. Kalian harus lebih baik lagi,” katanya.

Rencana pembelajaran di luar kelas tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan minat mereka terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Bagi Audi Murphy, kemajuan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari sarana dan prasarana, tetapi juga dari keberhasilan para siswa dan alumninya dalam mengembangkan potensi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan antusias dari pihak sekolah dan para siswa. Kehadiran Wakil Bupati Toba yang pernah menjadi bagian dari sekolah tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa untuk terus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta berani bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita. (Ds)

Bekali Generasi Muda, 25 Pencari Kerja Toba Ikuti Pelatihan Bahasa Jepang

TOBA (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba terus mendorong peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja daerah agar mampu memanfaatkan peluang kerja, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Bahasa Jepang Tahun 2026 yang diikuti 25 pencari kerja Kabupaten Toba. Kegiatan dibuka di Balai Data Kantor Bupati Toba, Selasa (22/09/2026).

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan kemampuan bahasa asing sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja, khususnya peluang kerja di Jepang.

Para peserta merupakan pencari kerja berusia 18 hingga 26 tahun. Pelatihan berlangsung selama tiga bulan, mulai 22 September hingga 21 Desember 2026, bertempat di Gedung LPK International Partnership Toba, Jalan Balige Bypass, Desa Sianipar Sihailhail, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan, kompetensi dan keterampilan berbahasa Jepang sebagai salah satu modal dalam memasuki dunia kerja.

Tidak hanya kemampuan bahasa, peserta juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab dan sikap profesional, serta memahami budaya dan lingkungan kerja di Jepang.

Ketua Tim Penyelenggaraan Pemagangan Luar Negeri Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Syikhab Adrie, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

“Kami atas nama Kementerian Ketenagakerjaan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan bahasa Jepang ini. Mudah-mudahan hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan suatu kompetensi dalam bahasa Jepang, minimal level M5,” ujar Muhammad Syikhab Adrie.

Sementara itu, Bupati Toba Effendi Napitupulu melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu menyampaikan bahwa pelatihan bahasa Jepang merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Toba dalam meningkatkan keterampilan, kompetensi dan daya saing pencari kerja.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda dalam memperluas akses terhadap kesempatan kerja.

“Kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Jepang, merupakan modal penting dalam membuka peluang kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Paber membacakan pesan Bupati Toba.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga membentuk karakter kerja yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga membentuk kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab, sikap profesional, serta pemahaman lebih mendalam terhadap budaya dan lingkungan kerja di Jepang,” katanya.

Pemkab Toba berharap program peningkatan kompetensi seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Dengan bekal bahasa, keterampilan dan pemahaman budaya kerja yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan mampu mempersiapkan diri secara lebih matang untuk mengikuti tahapan seleksi dan peluang kerja yang tersedia.

Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA dan Aset Kabupaten Toba Darwin Sianipar; Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Rustam Wanri Josua Napitupulu; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Sumatera Utara Samron Simanjuntak; Penanggung Jawab LPK International Partnership Toba David Sinaga; para peserta pelatihan serta orang tua pendamping. (Ds)

TP Posyandu Toba Paparkan Implementasi 6 SPM kepada Tim Evaluasi Posyandu Sumut

TOBA (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba melalui Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Toba terus memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Narumonda I, Kecamatan Siantar Narumonda.

Desa Narumonda I ditetapkan sebagai Desa Binaan TP Posyandu Kabupaten Toba dalam pelaksanaan Posyandu 6 SPM tingkat Provinsi Sumatera Utara. Pada Selasa (22/09/2026), Tim Evaluasi TP Posyandu Provinsi Sumatera Utara hadir melakukan evaluasi di desa tersebut. Kegiatan turut didampingi Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, TP Posyandu Kabupaten Toba serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Toba.

Dalam sambutan Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang dibacakan Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus, disampaikan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi yang sangat penting.

Posyandu tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi dengan berbagai bidang pelayanan.

“Enam Standar Pelayanan Minimal meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar secara lebih dekat dan terpadu,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong penguatan kelembagaan Posyandu, peningkatan kapasitas kader, tertib administrasi, penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pembina TP Posyandu Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu melalui sambutan yang dibacakan Wakil Ketua Pembina I TP Posyandu Kabupaten Toba Ny. Riama Audi Murphy Sitorus menegaskan bahwa penguatan Posyandu 6 SPM tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan administrasi dan kelengkapan dokumen.

Menurutnya, hal yang paling utama adalah memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi, mudah diakses serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengarahkan agar seluruh unsur yang terlibat meningkatkan kesiapan dan kekompakan, menyampaikan data serta pelaksanaan kegiatan secara objektif, menjadikan Desa Narumonda I sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran, serta terus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Pelaksanaan Posyandu 6 SPM membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh perangkat daerah serta unsur masyarakat. Mari kita pastikan setiap sektor berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya demi terwujudnya pelayanan dasar yang terpadu bagi masyarakat Kabupaten Toba,” pesannya.

Dari TP Posyandu Provinsi Sumatera Utara, Ketua TP Posyandu Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution melalui sambutan tertulis yang dibacakan Bustami Rangkuti menyampaikan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam pemenuhan 6 SPM yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Posyandu bukan lagi hanya tentang kesehatan. Posyandu telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam memenuhi 6 Standar Pelayanan Minimal yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan evaluasi tersebut menjadi ruang pembinaan dan motivasi untuk melihat sejauh mana kualitas serta integrasi pelayanan publik dasar telah berjalan di tingkat desa dan kelurahan.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program Posyandu 6 SPM oleh Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Toba, Mangapul Pardede.

Dalam pemaparannya, Mangapul menjelaskan bahwa enam bidang pelayanan dasar yang menjadi fokus Posyandu 6 SPM meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibunlinmas), dan sosial.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, TP Posyandu Kabupaten Toba menerapkan sejumlah strategi, mulai dari penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui penerbitan SK pengurus, pembagian tugas setiap bidang, penyusunan diagram alur pelaksanaan Posyandu hingga penguatan registrasi Posyandu.

Strategi berikutnya adalah peningkatan kapasitas pengurus dan kader melalui pelatihan berjenjang mengenai 6 SPM. Pelayanan juga diarahkan berbasis siklus hidup, mulai dari bayi, balita, anak sekolah, remaja, usia produktif, ibu hamil, lanjut usia hingga penyandang disabilitas.

Penguatan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian, antara lain melalui pemenuhan meja dan kursi, alat ukur, media edukasi, pojok baca, ruang layanan, sanitasi, akses air bersih serta berbagai sarana pendukung sesuai kebutuhan masing-masing bidang.

Dalam aspek pembiayaan dan kemitraan, TP Posyandu Kabupaten Toba mendorong agar kebutuhan Posyandu diintegrasikan dalam perencanaan desa dan kelurahan melalui dukungan APBDes maupun APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, kemitraan terus dikembangkan dengan perguruan tinggi, dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan. Pembinaan, pendampingan dan evaluasi juga dilakukan secara berjenjang melalui kunjungan lapangan, coaching serta evaluasi indikator pelaksanaan.

Pada bidang pendidikan, pelaksanaan program diarahkan pada pembinaan dan pengembangan perpustakaan desa, peningkatan literasi anak PPAUD serta pengenalan minat baca sejak usia dini.

Di bidang kesehatan, program mencakup peningkatan kapasitas kader melalui asesmen kader, pembinaan sarana dan prasarana serta penguatan layanan Posyandu, termasuk pelayanan imunisasi dan pemberian vitamin A.

Sementara bidang sosial diarahkan pada pembinaan pendataan kelompok rentan, pelatihan pengisian data, pembinaan bantuan sosial serta pembekalan pengecekan desil.

Untuk bidang pekerjaan umum, pembinaan mencakup sanitasi dan pengelolaan limbah rumah tangga, peningkatan akses air bersih, pengelolaan sampah serta identifikasi kebutuhan pembangunan jalan.

Pada bidang perumahan rakyat, dilakukan pembinaan pendataan rumah tidak layak huni serta pengusulan program bedah rumah melalui Toba Digital.

Sedangkan bidang Trantibunlinmas meliputi pembinaan kesiapsiagaan menghadapi bencana, perlindungan masyarakat, keamanan desa serta penguatan data perlindungan masyarakat.

Melalui penerapan Posyandu 6 SPM tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba bersama TP Posyandu berkomitmen memperkuat pelayanan dasar agar semakin dekat, terpadu dan mudah diakses masyarakat.

Desa Narumonda I diharapkan tidak hanya menjadi lokasi evaluasi, tetapi juga menjadi contoh praktik pelayanan Posyandu 6 SPM yang dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Toba. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport