Media Sergap -->


Headline

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya keselamatan masyarakat di sejumlah perlintasan sebidang kereta api. Guna meminimalkan resiko kecelakaan, Pemko Tebing Tinggi menyiapkan langkah konkret melalui tiga aspek utama, yakni penguatan regulasi, pembenahan infrastruktur, dan pendekatan sosial.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, saat memimpin Rapat Evaluasi dan Pemantapan Petugas Perlintasan Kereta Api di Kota Tebing Tinggi, Rabu (3/6/2026) bertempat di Aula Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi.

"Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya pembahasan regulasi, tetapi tindak lanjut nyata untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api," tegas Sekdako Erwin Suheri Damanik di hadapan peserta rapat.

Pada aspek regulasi, Pemko Tebing Tinggi akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Balai Teknik Perkeretaapian guna memperjelas tindak lanjut pengelolaan perlintasan sebidang yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu, Pemko juga akan mendorong pembangunan pos penjagaan di sejumlah titik perlintasan yang dinilai masih membutuhkan fasilitas pendukung keselamatan.

Dari sisi infrastruktur dan personel, Sekdako mengungkapkan bahwa Pemko Tebing Tinggi saat ini telah menempatkan petugas penjaga palang kereta api di tujuh titik perlintasan sebidang. Sebagai langkah evaluasi dari keterbatasan personel sebelumnya, Pemko akan menambah jumlah petugas sehingga setiap titik dijaga oleh dua orang secara bergantian.

"Kami akan menugaskan BKPSDM untuk menambah personel sehingga setiap titik perlintasan memiliki petugas cadangan. Ini penting agar pengawasan tetap berjalan apabila salah satu petugas berhalangan," tambah Sekdako.

Selain penguatan personel, Pemko juga akan mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, dunia usaha, perbankan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu melengkapi fasilitas keselamatan petugas dan relawan, seperti seragam dan rompi reflektif maupun fasilitas pendukung lainnya.

Sementara pada aspek sosial, Sekdako menyampaikan bahwa Pemko Tebing Tinggi akan mengkaji peluang pemberian bantuan sosial bagi korban kecelakaan lalu lintas perkeretaapian. Kajian ini akan dilakukan bersama Dinas Sosial dan DPRD Kota Tebing Tinggi guna merumuskan regulasi daerah yang memberikan perlindungan lebih baik kepada masyarakat.

Sekdako juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas di perlintasan kereta api. Pemko akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memasang papan informasi jadwal perjalanan kereta api, meningkatkan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar rel, serta memastikan tidak ada tanaman atau bangunan yang menghalangi jarak pandang pengguna jalan.

Selain itu, Pemko juga berencana menjajaki kerja sama akademik dengan institusi pendidikan transportasi untuk menjadikan perlintasan di Tebing Tinggi sebagai objek studi keselamatan berbasis riset.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi Yustin Bernat Hutapea dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ia menjelaskan, saat ini telah terpasang tujuh palang perlintasan kereta api di Kota Tebing Tinggi yang berasal dari bantuan Balai Teknik Perkeretaapian dan PT Jasa Raharja. Ketujuh titik tersebut berada di Jalan Abdul Hamid, Jalan Gunung Arjuna, Jalan Gunung Semeru, Jalan Pulau Belitung, Jalan Danau Meninjau, Jalan Danau Singkarak, dan Jalan Lama.

Dalam kesempatan tersebut, Dishub juga melaporkan bahwa Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi untuk meninjau sejumlah titik perlintasan sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, Camat Padang Hilir Melly Rahmayanti Harahap, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf, perwakilan PT KAI, PT Jasa Raharja, serta para lurah, kepala lingkungan, dan relawan penjaga perlintasan kereta api. (Ajs)

Biaya Perawatan Bak Pemancar dan Pengolahan Bahan Kimia Perumda Tirtanadi Tak Standar

Medan (Sumut) mediasergap.com - Lembaga Information Corruption Watch Republik Indonesia (ICW RI), bakal membongkar habis berbagai penyimpangan yang terjadi di lingkungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut), yang dinilai merugikan hajat orang banyak.

Dugaan penyimpangan itu di antaranya terjadi pada perawatan sejumlah bak pemancar yang diduga kondisinya tidak terawat, namun biaya untuk perawatannya diduga terus mengalir. Selain itu, pencampuran maupun pengolahan bahan kimia di bak pemancar yang tak standar juga menjadi bahan pembahasan publik.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Information Corruption Watch Republik Indonesia (ICW RI), Jokly Sihotang SE kepada media, Selasa (02/06/2026).

"Perumda Tirtanadi diduga belum memproduksi dan mendistribusikan air bersih kepada pelanggan dengan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sesuai standar," ujar Jokly.

Padahal, tujuan pendirian Perumda Tirtanadi adalah menyelenggarakan kemanfaatan umum untuk penyediaan air minum dalam rangka pemenuhan hajat hidup orang banyak.

Kegiatan usaha yang dilakukan Perumda Tirtanadi dalam penyediaan air minum tersebut, adalah dengan mengelola dan mendistribusikan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan secara merata, tertib dan teratur.

Dalam kinerjanya, Perumda Tirtanadi membagi wilayah pemasaran pada Zona I dan Zona II. Wilayah pemasaran Zona I mencakup daerah Kota Medan, Kecamatan Sibolangit, Berastagi di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan untuk wilayah Zona II mencakup daerah Kabupaten Tapsel, Toba, Samosir, Nisel, dan Nias Utara. 

Kata Jokly, untuk memenuhi kuantitas air pada Zona I dan Zona II, Perumda Tirtanadi memiliki 20 sumber pengolahan air yang berasal dari IPA, sumur bor, dan rumah pompa yang terdapat pada Zona II, serta sumber dari SPAM kerja sama Business to Business dengan pihak ketiga.

Menurut Jokly, untuk memastikan seluruh pelanggan dapat menerima air secara kontinyu, Perumda Tirtanadi memiliki 14 Booster Pump yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan air sampai dengan pelanggan. "Booster Pump tersebut hanya berada di Zona I," ujar Jokly.

Sementara, Perumda Tirtanadi juga diduga belum memiliki data dan potensi pelanggan yang digunakan dalam perencanaan peningkatan/pengembangan produksi dan jaringan distribusi.

Dalam penambahan pelanggan sambungan baru, kata Jokly, target sambungan baru yang diusulkan dan ditetapkan dalam RKA untuk meningkatkan pengembangan produksi dan jaringan distribusi diduga tidak berdasarkan data potensi dan tidak realistis.

"Perumda Tirtanadi diduga belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kelancaran produksi dan distribusi air," kata Jokly.

IPA Deli Tua, memiliki 4 clarifeir berbentuk tabung yang memiliki fungsi untuk memisahkan partikel padat dari air. Proses pemisahan partikel padat dari air dilakukan dengan mencampurkan dan mengaduk air baku dengan bahan kimia Poly Aluminum Chloride (PAC). 

Setelah proses pencampuran PAC dengan air baku, kata Jokly, maka partikel padat akan terpisah dengan air. Partikel padat tersebut akan turun ke bagian bawah clarifeir dengan sistem gravitasi. 

Sedangkan, untuk partikel padat yang masih mengambang akan menempel pada tube settler yang terpasang pada tengah dalam clarifeir, dan satu clarifeir memiliki 16 kolom tube settler. 

Sementara, beberapa tube settler diduga mengalami kerusakan pada seluruh clarifeir. Pada clarifeir I diduga terdapat 10 kolom yang rusak, clarifeir II diduga terdapat 13 kolom yang rusak, clarifeir III diduga terdapat 10 kolom yang rusak, dan clarifeir IV diduga terdapat 14 kolom yang rusak.

Atas hal tersebut, proses pemisahan partikel padat mengambang, yang seharusnya menempel pada tube settler menjadi tidak optimal karena rusak. Bahkan, hal tersebut menimbulkan risiko partikel padat mengambang masuk ke dalam filter dan mengakibatkan filter tidak berfungsi secara optimal dan dapat berpengaruh pada kualitas air yang masuk ke dalam reservoir.

Selain itu, lanjut Jokly, IPA Sibolangit memiliki sistem pengolahan air bersih yang menggunakan gravitasi. Sumber air yang dikelola oleh IPA Sibolangit berasal dari mata air yang ditangkap dengan menggunakan bron, yaitu bangunan atau kontruksi yang dirancang untuk melindungi, menangkap, dan menampung air baku yang berasal dari mata air.

Air yang ditangkap pada bron kemudian dialirkan pada bak pemancar yang merupakan bangunan yang berfungsi sebagai penampung air tangkapan dari bron. Air dari bron dialirkan ke bak pemancar melalui pipa yang terpasang springkle/pemercik. Hal tersebut dilakukan agar proses aerasi terjadi, yaitu proses penambahan oksigen dari udara ke dalam air dengan tujuan menaikan tingkat pH air. 

Kata Jokly, IPA Sibolangit memiliki 3 bak pemancar yang lokasinya berbeda-beda. Namun, bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar IV Puang Adja, diduga terdapat springkle yang tidak terpasang sebanyak 10 unit dan 39 unit. Hal tersebut mengakibatkan, air yang mengalir dari pipa langsung ke bak pemancar tanpa melewati springkle yang mengakibatkan kadar pH air beresiko di bawah standar.

Bak pemancar I Rumah Sumbul dan bak pemancar II Lau Bengklewang. Dalam proses penambahan bahan kimia di IPA Sibolangit, soda ash digunakan untuk meningkatkan kadar pH air dan kalsium hipoklorit digunakan untuk membunuh bakteri. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut diduga hanya dilakukan di bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang.

"Mesin pengaduk soda ash yang berada pada gedung bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang diduga rusak, sehingga proses pelarutan soda ash dilakukan secara manual oleh operator. Proses pelarutan kalsium hipoklorit juga dilakukan manual karena mesin pengaduk diduga tidak ada," ungkap Jokly.

Bukan hanya itu, gedung bak pemancar II Lau Bengklewang, gedung pengolahan bahan kimia, dan pipa air dari bron diduga tidak terawat dengan kondisi penuh karat. Selain itu, pipa yang berfungsi untuk mengalirkan larutan bahan kimia soda ash dan kalsium hipoklorit juga diduga kondisinya berkarat, terbuka, dan tersumbat yang mengakibatkan air larutan bahan kimia tidak seluruhnya masuk ke bak pemancar II Lau Bengklewang.

Hal yang hampir serupa juga terjadi pada Rumah Pompa Lumban Silintong, bak filter SPL diduga berkarat dan terdapat besi berkarat yang jatuh ke dalam filter serta kondisi bak filter yang sudah bocor, yang mengakibatkan air dari filter terbuang keluar dari bak. 

"Bak filter tak bisa menampung air sesuai kapasitasnya, dan air pada bak filter beresiko tercemar zat berbahaya dari logam berkarat," kata Jokly.

Rumah Pompa Lumban Silintong menggunakan kalsium hipoklorit untuk melakukan desinfektan air. Namun proses pengolahan serta penuangannya dilakukan secara manual karena tidak memiliki alat pengolahan bahan kimia. 

Hingga berita ini diturunkan, Selasa (02/06/2026), namun Direktur Utama Perumda Tirtanadi belum bersedia memberikan klarifikasi untuk perimbangan berita. (M)

Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Medan (Sumut) mediasergap.comKepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi membuka Pekan Olahraga dan Rohani (POR) Tahun 2026 dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bola Mapolda Sumut, Selasa (2/6/2026), dibuka langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi seluruh insan Bhayangkara untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," ujar Kapolda.

Pekan Olahraga dan Rohani Polda Sumut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat solidaritas, membangun sportivitas, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di lingkungan Polda Sumut dan jajarannya.

Sebanyak 2.768 personel dari 32 satuan kerja Polda Sumut dan 29 Polres jajaran ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka akan mengikuti berbagai pertandingan dan perlombaan yang telah dipersiapkan panitia.

Lima cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, tenis lapangan, bulu tangkis, dan uji kesamaptaan jasmani. Selain itu, juga digelar dua perlombaan di bidang rohani, yakni Tilawatil Qur'an dan Vocal Group Rohani.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Polda Sumut juga telah melakukan renovasi sejumlah sarana olahraga, antara lain lapangan sepak bola, GOR Bola Voli Brimo Presisi, GOR Bulutangkis Mandiri Presisi, Lapangan Tenis Tunggal Panaluan, serta jogging track dan fasilitas kebugaran.

Kapolda menegaskan bahwa pembenahan fasilitas tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung pembinaan fisik dan kesehatan personel. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia sekaligus menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab.

"Partisipasi aktif seluruh personel dalam berbagai cabang olahraga dan kegiatan rohani ini mencerminkan semangat untuk membangun keseimbangan antara ketangguhan fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik kesatuan masing-masing," tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan panitia, juri, dan wasit agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta menjunjung prinsip fair play demi terciptanya pertandingan yang tertib, aman, dan lancar.

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kapolda Sumut secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Rohani Polda Sumatera Utara Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani personel, serta memperkuat soliditas jajaran Polda Sumut dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. (Rn)

Wabup Samosir: Data Berkualitas Jadi Fondasi Pembangunan, Dukung Sukses Sensus Ekonomi 2026

Samosir (Sumut) mediasergap.comWakil Bupati Kabupaten Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan pentingnya data yang berkualitas sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Samosir yang digelar oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Samosir di Hotel JTS Parbaba, Senin (02/06/2026).

Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Gelombang I pada 2–5 Juni 2026 dan Gelombang II pada 8–11 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh calon petugas pendataan yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Samosir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata, KBO Binmas Polres Samosir Horas L. Situmorang, Kepala BPS Kabupaten Samosir Devita Norani Saragih, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Apri Tantri Hutagaol.

Dalam sambutannya, Ariston menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang diselenggarakan oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka enam. Menurutnya, sensus ini tidak hanya menghasilkan data dasar mengenai seluruh unit usaha, tetapi juga menyediakan informasi sosial ekonomi keluarga yang akan memperkuat integrasi basis data ekonomi dan sosial secara nasional.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan,” ujar Ariston.

Bagi Kabupaten Samosir yang telah memasuki usia 22 tahun, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi kesempatan strategis untuk memotret potensi ekonomi daerah secara lebih akurat dan komprehensif. Ariston menjelaskan bahwa sektor pariwisata, perdagangan, jasa, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan penggerak utama perekonomian masyarakat Samosir yang membutuhkan dukungan data yang lengkap dan terpercaya.

“Karena itu, kualitas data menjadi sangat penting. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Ariston menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kualitas para petugas lapangan sebagai ujung tombak pengumpulan data. Oleh sebab itu, peserta pelatihan diminta mengikuti seluruh materi dengan serius agar memiliki pemahaman yang sama terkait konsep, metodologi, serta tata cara pendataan.

“Ketelitian, integritas, dan profesionalisme petugas menjadi faktor penting agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga proses pendataan dapat berlangsung dengan baik, akurat, dan tepat waktu.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Samosir, Devita Norani Saragih, menjelaskan bahwa sebanyak 150 peserta mengikuti pelatihan petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026. Seluruh peserta merupakan masyarakat Kabupaten Samosir yang telah melalui berbagai tahapan seleksi dan diharapkan menjadi mitra BPS yang kompeten dalam pelaksanaan sensus.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap SOP pendataan, konsep dan definisi statistik, serta teknis pelaksanaan pendataan di lapangan,” jelas Devita.

Ia optimistis, melalui pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut, para peserta akan memiliki kemampuan yang memadai untuk mengumpulkan data secara akurat, objektif, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Samosir dapat menjadi sumber data yang berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (D/Smart)

Polres Binjai Bersama Stakeholder Perkuat Langkah Preventif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Binjai (Sumut) mediasergap.comSebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Binjai bersama unsur TNI, BNN, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli dan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kota Binjai.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan serta respons cepat terhadap berbagai informasi dan aspirasi masyarakat terkait potensi penyalahgunaan narkoba dan gangguan keamanan. Sebanyak 127 personel diterjunkan dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Binjai Kompol Kusnadi dan Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane.

Melalui pendekatan yang humanis dan profesional, petugas melakukan pemeriksaan identitas pengunjung, pengecekan kelengkapan perizinan usaha, pemeriksaan kesehatan, serta tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif narkoba. Hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa upaya pencegahan, sosialisasi, dan edukasi yang selama ini dilaksanakan oleh berbagai pihak mulai menunjukkan hasil yang baik di tengah masyarakat.

Meski demikian, Polres Binjai menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah preventif ini bertujuan memastikan lingkungan masyarakat tetap aman, kondusif, dan terbebas dari berbagai bentuk tindak kejahatan, khususnya peredaran gelap narkotika.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Setiap informasi yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian kami. Polres Binjai akan terus melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan secara tegas serta terukur guna menjaga Kota Binjai tetap aman, kondusif, dan terbebas dari ancaman peredaran narkoba," tegas Kapolres.

Polres Binjai juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait situasi Kamtibmas. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala guna memastikan setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Binjai Kompol Kusnadi mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat yang mengetahui atau mengalami gangguan Kamtibmas diimbau segera melaporkannya melalui Call Center Polres Binjai di nomor 110.

"Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat," ujarnya. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Polres Binjai)



Tiga Kajati Sumut Tak Mampu Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Medan

Medan (Sumut) mediasergap.com - Pemberantasan korupsi di Indonesia masih terjadi pilih kasih. Hal itu terlihat dari salah satu penanganan kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Medan, yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), meski sudah terlalu lama namun hingga saat ini belum terungkap ke publik. 

Padahal, dalam penanganan kasus ini sudah tiga kali gonta-ganti Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), mulai dari Idianto, Harli Siregar, hingga Mahibuddin, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, data yang dilaporkan lembaga Republik Corruption Watch (RCW) pada tanggal 21 April 2025 itu, kasusnya berlaku terang.

Sebelumnya, RCW sudah dua kali menerima surat pemberitahuan dari Kejati Sumut, terkait tindak lanjut atas laporan pengaduannya tersebut. Namun untuk selanjutnya, hingga saat ini belum diketahui proses penyelidikan kasusnya tersangkut di mana.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Analisa Data dan Pelaporan RCW, Sunaryo kepada media, Selasa (02/06/2016). 

Dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Medan tahun 2023 temuan BPK itu, kata Sunaryo, sebesar Rp7.625.329.928. Namun, Ali Sipahutar selaku Sekretaris DPRD Medan belum sepenuhnya menyetorkan dana kelebihan bayar perjalanan dinas tersebut ke kas daerah.

Ali Sipahutar yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Sumut itu, diduga masih menyetorkan sebesar Rp3.177.653.100 dari temuan BPK sebesar Rp7.625.329.928. Sedangkan sisanya, kata Sunaryo, sebesar Rp4.431.673.699, belum diketahui keberadaannya.

“Prosesnya sudah cukup lama, namun hingga saat ini masih di tahap penyelidikan. Padahal, hingga hasil audit BPK tahun 2024, yang dirilis pada Mei 2025, masih terlihat belum ada pengembalian dana kelebihan bayar itu ke kas daerah,” ujar Sunaryo.

Bahkan, informasi yang diterima pihaknya, kasus tersebut telah dikembalikan ke Inspektorat Kota Medan untuk dilakukan audit. Sementara, kasus yang dilaporkan lembaga RCW tersebut, adalah hasil audit BPK RI Perwakilan Sumut.

Selain itu, pihaknya juga mendesak penyidik baik dari Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK, untuk melakukan pengusutan atas dugaan korupsi pada kegiatan lain yang terjadi di Sekretariat DPRD Medan tersebut. (M)

Pangdam I/BB Terima Audiensi SAR Sumut, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana

Medan (Sumut) mediasergap.comPanglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa menerima audiensi jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Medan di Ruang Kerja Pangdam I/BB Lantai II Makodam I/BB, Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kodam I/BB dan SAR Sumut dalam mendukung penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Pangdam I/BB mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kantor SAR Medan beserta rombongan. Pangdam menegaskan bahwa kerja sama yang selama ini terjalin antara TNI dan SAR merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan keadaan darurat yang membutuhkan respons cepat serta koordinasi yang efektif.

Kepala Kantor SAR Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan Kodam I/BB dalam berbagai kegiatan pencarian, pertolongan, dan penanganan bencana. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara kedua institusi telah memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.

Salah satu agenda utama audiensi tersebut adalah penyerahan penghargaan kepada Pangdam I/BB atas dukungan dan kontribusi dalam penanganan bencana banjir tahun 2025. Selain itu, Kepala Kantor SAR Medan juga menyampaikan undangan kepada Pangdam I/BB untuk menghadiri pembukaan kegiatan pelatihan SAR yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Turut mendampingi Pangdam I/BB dalam kegiatan tersebut Asisten Operasi (Asops) Kasdam I/BB. Sementara rombongan SAR Medan yang hadir terdiri dari Kasi Sumber Daya Torang M. Hutahaean, S.Si., M.M., Kasubbag Umum Riza Fahlevi, S.Kom., Kasi Operasi dan Siaga Kamellia, S.H., Pranata Humas Ahli Muda Sariman S. Sitorus, S.I.Kom., serta Protokol Pimpinan Ady Pandawa, S.T. (Rel)

(Sumber: ©Humas Pendam I/BB)

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 Desa Bajok Berlangsung Lancar

Lebong (Bengkulu) mediasergap.comPemerintah Desa Bajok, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, telah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 untuk periode Januari sampai Juni 2026.

Kegiatan penyaluran BLT-DD Miskin Ekstrem dilaksanakan di Kantor Desa Bajok dan berlangsung dengan tertib serta lancar. Pada tahap ini, bantuan disalurkan kepada 7 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah memenuhi kriteria sesuai ketentuan yang berlaku.

Acara penyaluran bantuan tersebut dihadiri oleh Camat Rimbo Pengadang, Edi Hariono, S.T, Kepala Desa Bajok, Faisal Arosi, BPD Desa Bajok, Tenaga Pendamping Profesional, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh Perangkat Desa Bajok.

Dalam sambutannya, Camat Rimbo Pengadang, Edi Hariono mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Sementara itu, Kepala Desa Bajok menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus menyalurkan bantuan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai aturan yang berlaku.

Melalui program BLT Dana Desa ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan.

Kegiatan penyaluran berlangsung aman, tertib, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak yang hadir. (Darmadi S)

Polisi dan Warga Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Melenyu

Muara Wahau (Kaltim) mediasergap.comUpaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Melenyu 2, Afdeling LA PT DAN DSN Group, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, terus dilakukan oleh tim gabungan pada hari kedua pencarian, Senin (1/6/2026).

Korban diketahui bernama Rifki (22), seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai pemanen di lingkungan PT DAN DSN Group. Hingga hari kedua pencarian, korban yang dilaporkan hanyut terbawa arus sungai masih belum ditemukan.

Sejak pagi personel Polsek Muara Wahau bersama unsur keamanan perusahaan, penyelam tradisional, dan masyarakat setempat kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, melalui Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Melenyu. Seluruh personel telah berupaya melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Kami juga mengimbau seluruh tim agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA ketika korban bersama tiga rekannya, yakni Arman, Darman, dan Januar, pergi ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.

Setelah menikmati waktu bersama dan makan bekal yang dibawa, sekitar pukul 16.40 WITA mereka berenang menyeberangi sungai menuju daratan di seberang sungai. Arus sungai yang cukup deras membuat mereka kelelahan setelah berhasil mencapai seberang.

Sekitar pukul 17.00 WITA, korban bersama dua rekannya kembali berenang menuju lokasi tenda mereka. Namun saat berada di tengah sungai, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus dan akhirnya hanyut terbawa aliran sungai.

Rekan-rekan korban yang juga mengalami kelelahan tidak dapat memberikan pertolongan sehingga korban hilang dari pandangan dan tidak berhasil diselamatkan.

Dalam operasi pencarian hari kedua, tim gabungan melibatkan lima personel Polri, 15 personel keamanan PT DSN Group, empat penyelam tradisional, serta sekitar 10 warga yang turut membantu proses pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Istri korban, Musdalifah, yang datang dari Tenggarong bersama anggota keluarga lainnya, saat ini berada di posko pencarian untuk menunggu perkembangan proses pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Kapolres Kutai Timur juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban dan keluarganya serta berharap korban dapat segera ditemukan.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban dapat segera ditemukan sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada lokasi yang memiliki arus deras dan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Apabila hingga pukul 18.00 WITA korban belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/6/2026) dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Melenyu.

Situasi selama pelaksanaan pencarian berlangsung aman, tertib, dan kondusif, dengan seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memaksimalkan upaya pencarian korban. (Muh Fahrul Ikhsan)

PERTEMUAN GURU SEKAMI SE-PAROKI ST. YOSEF BALIGE PERKUAT SPIRITUALITAS DAN PELAYANAN IMAN ANAK

Balige (Toba) mediasergap.comPertemuan Guru SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) Se-Paroki St. Yosef Balige yang dilaksanakan pada tanggal 30–31 Mei 2026 di Aula Paroki berlangsung dengan penuh semangat, sukacita, dan semangat misioner.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru, animator, dan animatris SEKAMI dari berbagai stasi dan lingkungan dalam wilayah Paroki St. Yosef Balige. Pertemuan tersebut menjadi wadah pembinaan, penguatan spiritualitas, serta sarana berbagi pengalaman dalam pelayanan iman anak-anak.

Mengusung semangat “Guru SEKAMI yang mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan dalam pelayanan iman anak”, para peserta diajak untuk semakin memahami dan menghayati pilar-pilar Spiritualitas Misioner, yaitu:

  • Semangat doa dan keintiman dengan Tuhan;
  • Kasih dan dedikasi terhadap anak-anak;
  • Semangat misioner;
  • Kerendahan hati dan semangat pelayanan.

Melalui berbagai sesi pembinaan, refleksi, diskusi, dan doa bersama, para peserta memperoleh bekal yang semakin memperkuat komitmen mereka dalam mendampingi anak-anak bertumbuh dalam iman Katolik.

Gereja Katolik Stasi Hutahaean menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Pertemuan tersebut diharapkan mampu melahirkan para pelayan SEKAMI yang semakin tangguh, kreatif, dan setia dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

“Semoga para Guru SEKAMI terus menjadi saksi Kristus yang hidup melalui pelayanan yang tulus, serta senantiasa menghidupi semangat 2D2K, yaitu Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian dalam kehidupan sehari-hari,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dengan semangat persaudaraan dan pelayanan, para animator dan animatris diharapkan semakin mampu mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan iman kepada anak-anak sebagai generasi penerus Gereja dan Bangsa.

Tuhan Yesus memberkati seluruh karya pelayanan SEKAMI.


Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport