JAKARTA, mediasergap.com – Sebanyak sepuluh asosiasi desa dari berbagai organisasi pemerintah desa di Indonesia menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) sebagai bagian dari Program Strategis Nasional yang bertujuan memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Forum Organisasi Desa Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Kesepuluh organisasi yang menyatakan dukungan antara lain APDESI Merah Putih, APDESI, PAPDESI, DPN PPDI, PP PPDI, PP PABPDSI, ABPEDNAS, KOMPAKDESI, Gema Desa Nuswantoro, serta satu asosiasi desa lainnya yang tergabung dalam forum.
Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, mengatakan bahwa seluruh organisasi desa berkomitmen mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi yang dimulai dari desa dan kelurahan.
"Kami pada dasarnya mendukung penuh percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan mampu menjadi instrumen dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Anwar.
Menurutnya, organisasi desa siap berkontribusi melalui pendampingan, pengawasan, serta penyampaian masukan yang konstruktif agar implementasi program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Apabila terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaannya, kami akan menyampaikan masukan secara baik dan sistematis sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan program ini," tambahnya.
Forum Organisasi Desa Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar dapat terealisasi di seluruh desa dan kelurahan sesuai target pemerintah.
Selain itu, Anwar menilai perkembangan teknologi digital akan menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan koperasi desa. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta usaha produktif lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan koperasi secara utuh dan objektif, mengingat berbagai informasi yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Yang terpenting bukan hanya lokasi fisik koperasi, tetapi bagaimana sistem usaha dan pelayanannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan partisipasi seluruh elemen desa, kami optimistis koperasi akan menjadi penggerak ekonomi lokal," jelasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, pemerintah desa, organisasi desa, dan masyarakat, pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi penguatan kelembagaan ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pelayanan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (Rel)
(Sumber: detiknews.com)





