Media Sergap -->

Headline

Pemkab Samosir dan Kahiyang Ayu Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Posyandu


Samosir (Sumut) mediasergap.com - Selama dua hari berada di Kabupaten Samosir, Ketua Pembina Posyandu Sumatera Utara Kahiyang Ayu aktif meninjau langsung pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) guna memastikan layanan kesehatan masyarakat berjalan optimal hingga ke pelosok desa.

Setelah sebelumnya mengunjungi Posyandu di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kamis (21/5/2026), Kahiyang Ayu bersama rombongan kembali meninjau pelayanan Posyandu di Desa Pamutaran yang dipusatkan di SD Negeri 5 Pamutaran, Kecamatan Palipi. Kehadiran rombongan disambut antusias masyarakat setempat.

Kunjungan tersebut turut disambut Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir sekaligus Pembina Posyandu Kabupaten Samosir Kennauli A. Sidauruk, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir. Hadir pula Kadis Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Asisten I Sekdakab Samosir Tunggul Sinaga, Kadis Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, Kadis Kesehatan Dina Hutapea, Plt Kadis Sosial PMD Dumosch Pandiangan, Kadis PP3AKB Friska Situmorang dan sejumlah perwakilan OPD lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh siswa dan guru SD Negeri 5 Pamutaran, dilanjutkan sarapan sehat bersama. Sebelumnya, sebanyak 15 siswa telah mengikuti pelatihan dokter kecil dan pada kesempatan tersebut resmi dilantik sebagai dokter kecil SD Negeri 5 Pamutaran. Para siswa menerima perlengkapan berupa seragam dokter kecil dan selempang.

Selain itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Mogang juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 66 siswa sekolah dasar.

Suasana hangat terlihat saat Kahiyang Ayu menyapa anak-anak sekolah, masyarakat serta kader Posyandu yang tengah melakukan pelayanan. Dengan penuh keakraban, ia berdialog langsung dengan warga sekaligus membagikan bingkisan dan jajanan kepada anak-anak. Keceriaan semakin terasa ketika dua anak beruntung menerima hadiah sepeda dari Kahiyang Ayu.

Dalam kesempatan tersebut, Kahiyang Ayu juga menyematkan selendang dokter kecil kepada siswa SD Negeri 5 Pamutaran. Program dokter kecil menjadi salah satu upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini agar anak-anak mampu menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Pemerintah Kabupaten Samosir juga membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik “Peka Tilik” sebagai bentuk edukasi dini pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kehadiran kader cilik ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap kebersihan lingkungan serta pencegahan demam berdarah di tengah masyarakat.

Tidak hanya memberikan motivasi, Kahiyang Ayu turut menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, kaus kaki dan seragam sekolah bagi siswa SD. Bantuan juga diberikan kepada anak-anak PAUD di Desa Pamutaran sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Ketua TP PKK Kabupaten Samosir, Kennauli A. Sidauruk, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Ketua Pembina Posyandu Sumut kepada masyarakat Samosir.

“Terima kasih kepada Ibu Kahiyang Ayu. Masyarakat dan anak-anak sangat senang atas kunjungan dan perhatian yang diberikan. Semoga Posyandu di Samosir terus berkembang dan meningkatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa kehadiran Ketua Pembina Posyandu Sumut menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Kahiyang Ayu di Kabupaten Samosir. Kehadiran ini menjadi kehormatan dan motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan Posyandu,” kata Ariston.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, perlindungan sosial hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjut Ariston, terus mendorong pembentukan dan penguatan Posyandu di seluruh desa melalui pelatihan kader, pendampingan berkelanjutan serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.

“Kami berkomitmen agar Posyandu benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya bersifat administratif. Posyandu juga kami dorong berkembang menjadi pusat layanan masyarakat terpadu yang responsif melalui penerapan enam standar pelayanan minimal,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh desa, kecamatan dan perangkat daerah teknis memberikan dukungan penuh kepada kader Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aktif dan berkelanjutan.

“Dedikasi para kader Posyandu merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas di Kabupaten Samosir,” pungkasnya. (D/Smart)

Dinas Sosial Toba Perkuat Pelayanan Publik Melalui Konsultasi Bersama Masyarakat

Toba (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Toba terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang sosial, melalui pelaksanaan konsultasi publik yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Toba di Aula HKBP Soposurung Balige, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat guna menyerap berbagai saran, kritik, serta masukan demi mewujudkan pelayanan sosial yang semakin responsif, transparan, dan tepat sasaran.

Konsultasi publik tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah serta elemen masyarakat, di antaranya Rumah Harapan Toba, PK Hephata HKBP Laguboti, Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Toba, Karang Taruna, Sekolah Tinggi Diakones HKBP Balige, GAMKI Cabang Toba, IPSM Kabupaten Toba, PEBITO Kabupaten Toba, Boru Toba Marsada, Insan Pers, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui Asisten Pemerintahan Sekdakab Toba, Eston Sihotang, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konsultasi publik yang dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah sebagai penyelenggara layanan dengan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Menurutnya, konsultasi publik yang berfokus pada pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Toba diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan konstruktif guna mendukung peningkatan mutu pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Melalui forum ini diharapkan seluruh peserta dapat memberikan saran, masukan, dan pemikiran yang membangun sehingga kualitas pelayanan Dinas Sosial semakin baik dan mampu meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Toba juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memperkaya pembahasan dan memperkuat sinergi antar lembaga. Mereka di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Freddy Sibarani, Kabag Orta Setdakab Toba Sarman Marbun, Kepala BPS Toba Sabar Harianja, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Toba Lalo Hartono Simanjuntak.

Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap pelayanan sosial kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok PPKS, dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi, partisipasi aktif masyarakat, serta penguatan sinergi lintas sektor. (Ds)

Semangat Literasi Bergema di Toba, Pelajar SD/MI Tampil Penuh Percaya Diri di Lomba Bertutur

Toba (Sumut) mediasergap.comSemangat literasi dan kecintaan terhadap budaya daerah tampak begitu kuat dalam ajang Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Sederajat Negeri maupun Swasta Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba di Gedung Sentra Pemuda Soposurung Balige, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda Toba untuk mengembangkan kemampuan bertutur sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter melalui cerita rakyat serta kisah kepahlawanan nasional asal Sumatera Utara.

Sebanyak 50 peserta terbaik tampil memukau setelah berhasil lolos dari seleksi ketat yang diikuti 122 pelajar SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Toba. Dengan penuh penghayatan, para peserta membawakan cerita melalui intonasi, ekspresi, dan gestur yang menarik perhatian para hadirin dan dewan juri.

Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba yang dinilai mampu membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan minat baca anak-anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini sangat positif untuk mendorong anak-anak Toba semakin kreatif dan percaya diri dalam mengekspresikan diri. Melalui lomba bertutur, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan kembali pesan dari cerita yang mereka baca. Ini menjadi bagian penting dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan literasi,” ujar Bupati Toba.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Toba sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Astita Effendi Sintong P. Napitupulu, menegaskan bahwa kemampuan bertutur merupakan seni menyampaikan pesan secara hidup dan bermakna.

“Lomba bertutur bukan sekadar membaca cerita, tetapi bagaimana anak-anak mampu menghidupkan cerita melalui suara, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh sehingga pesan moral dapat tersampaikan dengan baik. Saya bangga melihat anak-anak Toba yang hebat, berani, dan memiliki semangat kompetitif yang positif,” ungkapnya.

Ajang tersebut turut menghadirkan dewan juri dari kalangan akademisi dan pegiat bahasa, yakni Riama Audi Murphy O. Sitorus, Agus Bambang Hermanto, serta Halomoan Marpaung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba Almen Hutagalung, Kepala Badan Kesbangpol Harrizon Hutabarat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Natalia Silitonga, para guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, keberanian tampil di depan umum, serta kecintaan terhadap budaya dan warisan cerita rakyat Sumatera Utara. (Ds)

Sat Binmas Polres Binjai Perkuat Sinergitas Kamtibmas Bersama Kecamatan Sei Bingai

Binjai (Sumut) mediasergap.comDalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Binmas Polres Binjai melaksanakan kegiatan sambang dan dialog bersama pemerintah Kecamatan Sei Bingai di Kantor Camat Namu Ukur Selatan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Binjai, AKP Christin Mahalayati Simanjuntak, S.S., M.H., didampingi personel Sat Binmas, dan disambut Camat Namu Ukur Selatan Thomas Sitepu, S.E. beserta jajaran Perangkat Kecamatan.

Melalui kegiatan ini, Polres Binjai menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Binjai.

AKP Christin Mahalayati Simanjuntak menyampaikan bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik antar unsur Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat daerah, menjadi kunci utama dalam mendeteksi serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat sejak dini.

“Kami ingin memastikan hubungan antara Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat tetap harmonis. Dengan sinergitas yang kuat, setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan kekeluargaan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, pihak kecamatan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait maraknya kasus pencurian buah sawit yang meresahkan warga. Menanggapi hal itu, Sat Binmas Polres Binjai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).

Selain membahas situasi keamanan, Pihak Kecamatan juga memberikan apresiasi terhadap kinerja personel Bhabinkamtibmas yang dinilai aktif, responsif, dan mampu menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat daerah serta Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pada kesempatan itu, Sat Binmas Polres Binjai turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai layanan pengaduan cepat tanggap yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam.

Kegiatan sambang ini diharapkan semakin mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga keamanan lingkungan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan maju menuju Indonesia Emas. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Momentum Harkitnas, Bupati Samosir Ajak Pemuda Jaga Identitas dan Kuasai Teknologi

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar upacara di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, jajaran ASN, TNI/Polri, serta pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.

Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom bertindak sebagai Inspektur Upacara didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk. Hadir pula Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, para pimpinan OPD, serta berbagai elemen masyarakat.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan bangsa di era digital, di mana perjuangan tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia, informasi, dan masa depan generasi muda.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakannya, Bupati Vandiko menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk mengenang lahirnya semangat persatuan bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908.

“Semangat kebangkitan nasional harus terus kita hidupkan melalui penguatan pendidikan, literasi digital, karakter generasi muda, dan kemampuan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, memasuki era transformasi digital, generasi muda memiliki peran penting sebagai pelaku perubahan dan pembangunan bangsa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Vandiko juga menyampaikan sejumlah program prioritas nasional yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan gratis, serta penguatan ekonomi desa.

Selain itu, perhatian terhadap perlindungan anak di ruang digital juga menjadi sorotan melalui penerapan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Bupati Vandiko mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Samosir, untuk menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai semangat bersama dalam membangun daerah yang maju, unggul, dan berdaya saing.

“Kita ingin generasi muda Samosir tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan nilai budaya dan semangat gotong royong,” tegasnya.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan. Kehadiran para pelajar menjadi simbol bahwa nilai persatuan, nasionalisme, dan semangat kebangkitan terus diwariskan lintas generasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (D/Smart)

Pemkab Samosir Ajukan Penguatan Sinyal Telekomunikasi di 15 Titik Wilayah

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, melakukan kunjungan kerja ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi di Centennial Tower, Jakarta, Senin (19/5/2026). Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar bersama Plt. Direktur Infrastruktur, Darien Aldiano.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan usulan penanganan blankspot dan penguatan kualitas sinyal telekomunikasi di 15 titik wilayah Kabupaten Samosir yang masih mengalami kendala jaringan.

Bupati Vandiko menjelaskan bahwa peningkatan layanan telekomunikasi sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Samosir sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba. Tingginya kunjungan wisatawan, yang mencapai sekitar 2,4 juta kunjungan pada tahun lalu, membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang stabil dan berkualitas.

“Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata nasional membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang baik untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Kami berharap BAKTI Komdigi dapat mendukung percepatan penanganan blankspot dan sinyal tidak stabil di wilayah kami,” ujar Vandiko.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menyambut baik usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Samosir. Ia menyatakan dukungan terhadap upaya peningkatan akses telekomunikasi di wilayah Samosir dan meminta agar tim teknis kedua pihak segera melakukan koordinasi lanjutan.

“Kami menerima usulan ini dengan baik dan siap mendukung penanganan blankspot di Kabupaten Samosir. Apalagi Samosir merupakan daerah yang aktif menyelenggarakan event nasional maupun internasional,” ungkap Fadhilah.

Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendukung pemerataan akses telekomunikasi dan pengembangan sektor pariwisata daerah. (D/Smart)

Harkitnas 2026 Jadi Momentum Menyalakan Kembali Semangat “Boedi Oetomo” di Kabupaten Toba

Balige (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan penuh khidmat melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Toba, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi utama masa depan bangsa di tengah perkembangan zaman dan transformasi digital.

Dalam pidato Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan Bupati Toba, disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum bersejarah yang merujuk pada lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Organisasi tersebut menjadi tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional dan semangat persatuan bangsa Indonesia.

Semangat kebangkitan itu dinilai tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan baru berupa kedaulatan informasi dan transformasi digital. Kebangkitan nasional tidak lagi sekadar perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan membangun kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta menjaga karakter bangsa.

“Tema Harkitnas tahun ini mencerminkan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan terhadap para tunas bangsa agar Indonesia semakin maju, mandiri, dan berdaulat,” demikian kutipan pidato yang dibacakan Bupati Toba.

Dalam pidato tersebut juga dijelaskan berbagai program strategis nasional yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat perekonomian desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Di bidang digital, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi generasi muda melalui penerapan PP TUNAS atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Kebijakan tersebut antara lain mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Bupati Toba menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi bersama untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan mendukung pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati menutup amanat Menteri Komunikasi dan Digital.

Peringatan Harkitnas 2026 di Kabupaten Toba diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menyalakan semangat “Boedi Oetomo” dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing di era digital. (Ds)

Pemkab Toba Tertibkan Pedagang Demi Penataan Kota Balige yang Lebih Rapi dan Nyaman

Balige (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan tata kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Melalui kegiatan penertiban pedagang di Jalan Gereja, tepatnya di depan RS HKBP Balige, Rabu (20/5/2026), Pemkab Toba melakukan penataan kawasan yang selama ini digunakan sebagai tempat berjualan di Daerah Milik Jalan (Damija).

Kegiatan penertiban tersebut dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Toba bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta didukung unsur TNI dan Polri. Para pedagang dibantu membongkar kios maupun lapak yang berdiri di area Damija sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi jalan dan fasilitas umum.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Toba, Saut MT. Sihombing, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mendukung penataan Kota Balige agar semakin tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.

“Penertiban ini merupakan bagian dari penataan kota. Sebelumnya pemerintah telah menyampaikan surat imbauan kepada para pedagang sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Saut di sela kegiatan.

Ia menyebutkan, sekitar 17 hingga 20 lapak pedagang berhasil dipindahkan secara humanis tanpa adanya penolakan. Bahkan sejumlah pedagang secara sukarela membongkar lapak mereka sendiri, sementara petugas turut membantu proses pembongkaran.

“Syukurnya seluruh proses berlangsung kondusif. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mendukung penataan kota yang lebih baik,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Toba juga memastikan akan melakukan pengawasan dan peninjauan rutin guna menjaga kawasan tersebut tetap tertib serta mencegah penggunaan kembali area Damija secara tidak semestinya.

Usai penertiban, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba akan melanjutkan penanganan dengan melakukan normalisasi parit yang selama ini mengalami penyumbatan.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, mengatakan bahwa area Damija nantinya akan dikembalikan sesuai fungsi utamanya, baik sebagai badan jalan, saluran drainase, maupun fasilitas pejalan kaki.

“Setelah ini kita akan melakukan normalisasi parit agar aliran air kembali lancar. Selanjutnya area Daerah Milik Jalan akan dikembalikan sesuai peruntukannya demi kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Melalui langkah ini, Pemkab Toba berharap wajah Kota Balige semakin tertata, aman, bersih, dan mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat sehari-hari. (Ds)

Pemkab Toba Fasilitasi Usulan Legalitas Tambang Rakyat di Uluan

Toba (Sumut) mediasergap.com - Harapan masyarakat di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, untuk memperoleh kepastian hukum terhadap aktivitas tambang rakyat mulai mendapat perhatian pemerintah. Warga dari empat desa, yakni Desa Sigaol Timur, Sigaol Barat, Siregar Aek Nalas, dan Sampuara, menyampaikan permohonan legalitas penambangan batu rakyat yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus melakukan peninjauan lapangan ke lokasi yang diusulkan, Selasa (19/05/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi dan titik lokasi penambangan yang akan diajukan dalam usulan legalitas kepada pemerintah provinsi.

“Atas usulan warga, kita turun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana kondisi sebenarnya. Dalam peninjauan ini, kita juga melibatkan KPH Wilayah IV Balige,” ujar Wakil Bupati.

Dalam kegiatan tersebut, warga turut mendampingi rombongan dan menunjukkan lokasi penambangan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah berharap, apabila usulan legalitas nantinya mendapat persetujuan dari pemerintah provinsi, aktivitas tambang rakyat dapat dikelola lebih tertib, terarah, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Ke depan, penambangan rakyat direncanakan difokuskan pada satu titik tertentu sehingga tidak lagi dilakukan secara sporadis di berbagai lokasi. Selain itu, aktivitas penambangan juga diharapkan tetap menggunakan metode manual tanpa alat berat agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalisir.

“Kita berharap jika usulan ini dikabulkan, maka penambangan dilakukan di satu titik dan tidak lagi tersebar secara sporadis. Penambangan juga dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat,” tambahnya.

Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.

“Kita hanya menyampaikan usulan masyarakat,” tegas Wakil Bupati.

Langkah peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membuka ruang dialog bersama masyarakat sekaligus mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan ekonomi warga dan aspek legalitas serta kelestarian lingkungan. Diharapkan, melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah, aktivitas tambang rakyat di Kecamatan Uluan dapat berjalan lebih tertata, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. (Ds)

Pemkab Samosir Tegaskan Komitmen Pengadaan Bersih dan Berkualitas

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Mitigasi Risiko Hukum Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang digelar di Hotel Labersa, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pelaku pengadaan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta Aparat Penegak Hukum (APH).

FGD diikuti para SAB, Asisten II Hotraja Sitanggang, pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir, Plt. Kepala UKPBJ Ronny Sirait, hingga para pelaku pengadaan yang terdiri dari pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, pokja pemilihan, dan pejabat pengadaan UKPBJ.

Sejumlah narasumber turut hadir memberikan penguatan materi dan pemahaman, di antaranya Tenaga Ahli Pengadaan Barang/Jasa Benny Rojeston Nainggolan, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Samosir Maulita Sary, Kasat Reskrim Polres Samosir Edward Sidauruk, Plt. Inspektorat Kabupaten Samosir Mantun Sinaga, serta Tenaga Ahli LKPP.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu sektor strategis yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh proses pengadaan harus dijalankan secara profesional, tepat sasaran, dan sesuai regulasi yang berlaku.

“Mitigasi risiko bukan lagi sesuatu yang opsional, tetapi wajib dilakukan secara proaktif sejak dini. Tujuannya untuk mencegah potensi kerugian negara sekaligus memastikan hasil pengadaan benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ariston.

Ia menekankan bahwa paradigma pengadaan saat ini tidak boleh hanya berorientasi pada rasa takut terhadap risiko hukum, melainkan harus mengedepankan kemampuan dalam memetakan, mengelola, dan meminimalisir risiko sejak tahap perencanaan.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara pelaku pengadaan, APIP, dan APH menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang bersih dan terpercaya. Forum seperti ini diharapkan menjadi ruang konsultasi yang sehat dan terbuka sehingga setiap kendala dapat diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

“Dengan komunikasi yang baik, kita dapat memahami bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian pekerjaan dilakukan secara benar. Mari berhati-hati dan patuh terhadap aturan administrasi agar tidak tersandung masalah hukum,” tambahnya.

FGD ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun budaya kerja yang lebih profesional, edukatif, dan preventif dalam tata kelola pemerintahan. Pendekatan pengawasan kini diarahkan tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku pengadaan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, APIP, dan APH, diharapkan tercipta sistem pengadaan barang dan jasa yang semakin berkualitas, transparan, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport