SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Suasana kawasan Segmen V Waterfront Pangururan tampak semakin semarak pada pelaksanaan hari pertama Trail of The Kings (TOTK) 2026, Jumat (12/6/2026). Deretan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tertata rapi di tepian Danau Toba menjadi pusat perhatian para pelari, wisatawan, dan masyarakat yang datang menikmati berbagai produk unggulan daerah.
Aroma kopi khas Samosir, kuliner tradisional, hingga beragam kerajinan tangan lokal menyatu dengan antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Kawasan Waterfront Pangururan pun menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif sekaligus ruang promosi budaya selama berlangsungnya ajang lari internasional tersebut.
Di tengah ramainya kunjungan wisatawan dan peserta lomba, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung meninjau stan-stan UMKM. Ia menyapa para pelaku usaha, berdialog mengenai produk yang dipasarkan, serta memastikan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu yang hadir.
Menurut Vandiko, penyelenggaraan TOTK 2026 bukan hanya menjadi ajang olahraga bertaraf internasional, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
"Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh pelaku UMKM memberikan pelayanan terbaik, menjaga kualitas produk, dan tetap mempertahankan harga yang wajar," ujar Vandiko saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan pelari dan wisatawan merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Samosir kepada pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Pameran UMKM TOTK 2026 tidak hanya diikuti pelaku usaha dari Kabupaten Samosir. Sejumlah UMKM dari Kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga UMKM binaan Bank Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Keberagaman produk yang ditampilkan menjadikan kawasan UMKM TOTK sebagai salah satu destinasi favorit pengunjung. Banyak peserta lomba memanfaatkan waktu luang untuk berburu cendera mata khas kawasan Danau Toba serta menikmati aneka kuliner lokal yang tersedia.
Salah seorang pelaku UMKM mengaku optimistis kegiatan TOTK mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan promosi produk lokal karena menghadirkan pasar yang jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.
Selain menjadi sarana promosi ekonomi masyarakat, hari pertama TOTK 2026 juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya yang memukau. Panggung utama Waterfront Pangururan dipenuhi penampilan seni dari berbagai daerah di Indonesia yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian pengunjung adalah tarian dari Papua yang mengangkat pesan persatuan, kebersamaan, dan penguatan generasi muda. Gerakan energik para penari berhasil membangun suasana meriah sekaligus menyampaikan nilai persaudaraan lintas budaya.
Bupati Vandiko bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak berbaur dengan masyarakat menikmati setiap pertunjukan yang disajikan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah.
Panggung budaya juga semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional Batak serta Tari Kolosal Etnik Nusantara yang dibawakan oleh perwakilan berbagai provinsi melalui Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).
Perpaduan kostum warna-warni, musik tradisional, dan ragam budaya Nusantara menjadikan Opening Ceremony TOTK 2026 berlangsung meriah dan berkesan. Penampilan tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam Danau Toba, tetapi juga kekayaan budaya yang terus hidup dan berkembang.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Singapura, Aditya, mengaku terkesan selama berada di Samosir. Bersama rekannya, ia menikmati suasana kawasan Waterfront Pangururan sambil mencicipi kuliner lokal.
"Kami akan tinggal di Samosir selama lima hari. Kami senang berada di sini. Masyarakatnya ramah dan makanannya enak-enak," ungkap Aditya.
Melalui penyelenggaraan Trail of The Kings 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, sekaligus memperkuat citra Samosir sebagai destinasi sport tourism kelas dunia di kawasan Danau Toba.
Naskah ini sudah disusun dengan format rilis media yang lebih profesional, alur lebih rapi, dan menonjolkan dampak positif terhadap UMKM, pariwisata, serta promosi budaya Kabupaten Samosir. (D/Smart)