Media Sergap -->

Headline

Korve Akan Jadi Agenda Rutin di Toba

 Korve Akan Jadi Agenda Rutin di Toba


Balige, mediasergap.com Pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah yang berlangsung pada 2 Februari lalu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Presiden Prabowo mangkampanyekan korve di semua lingkungan sipil. Kata korve terbilang baru di lingkungan sipil karena selama ini hanya jamak digunakan di lingkungan militer. 

Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus dalam arahannya saat memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemkab Toba pada Senin (23/2/2026) pagi menjelaskan bahwa korve adalah melaksanakan tugas tambahan di luar tugas pokok. "Ini trend di dunia militer, tetapi sekarang juga sudah trend di dunia sipil. 

Sasaran utama dari curve adalah kebersihan," kata Wakil Bupati menjelaskan. 

Wakil Bupati menyebut bahwa perintah yang disampaikan oleh Presiden Prabowo tidak hanya untuk militer, tetapi juga untuk sipil mulai dari pemerintah propinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa. Mantan Sekda Toba ini menjelaskan bahwa kurve menjadi hal yang sangat penting mengingat kondisi lingkungan Indonesia saat ini sudah semakin kotor. 

"Latar belakangnya adalah adanya penilaian dunia internasional yang menyebut Indonesia sangat kotor saat ini," lanjut Wakil Bupati. 

Beliau menceritakan, pada suatu kesempatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung, Made Rae Warasthuti pernah berdiskusi  dengan beliau dan menyebut sudah nyaris menyerah untuk mengurus sampah. "Beliau bilang sudah hampir menyerah. Padahal beliau sudah sering diundang oleh negara lain untuk dilatih bagaimana cara mengolah sampah. Korea Selatan, Jepang, Cina dan Vietnam sudah pernah mengundang beliau," lanjut Wakil Bupati. 

Dari informasi itu Wakil Bupati Toba menyebut bahwa negara luar turut berpartisipasi untuk menjaga lingkungan Indonesia meski mereka hanya sekali atau dua kali datang ke Indonesia. "Nah kita, yang setiap hari melihat sampah itu, apakah kita tidak terganggu?" ujar Wakil Bupati mengingatkan. 

Untuk menjaga kebersihan lingkungan, Wakil Bupati memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba menjadi kordinator untuk menggelar kurve dan menjadikan kegiatan tersebut menjadi rutinitas dan melibatkan masyarakat. "Nanti Pak Sekda dan Asisten 2 bantu dalam pembuatan konsep. Ini harus menjadi kegiatan rutin," perintah Wakil Bupati. 

Selain persoalan sampah, Wakil Bupati juga menyinggung pelaksanaan berbagai kegiatan dalam menyambut perayaan HUT Kabupaten Toba pada Maret mendatang. Beliau mengingatkan agar setiap kegiatan yang dilakukan tidak sekadar seremonial tetapi harus ada pesan moral dan pesan positif lainnya. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Anggota DPD RI Reses ke Toba, Serap Aspirasi Pengembangan Pariwisata

Anggota DPD RI Reses ke Toba, Serap Aspirasi Pengembangan Pariwisata


Porsea, mediasergap.comAnggota DPD/MPR RI, K.H. Muhammad Nuh dari daerah pemilihan Sumatera Utara menggelar reses ke beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, salah satunya ke Kabupaten Toba. Beliau hadir di Desa Patane IV, Kecamatan Porsea pada  Senin (23/2/2026). 

Pada kesempatan itu, sejumlah warga maupun komunitas menyampaikan aspirasi terkait dengan pengembangan pariwisata di Kabupaten Toba terkhusus di Kecamatan Porsea dan Kecamatan Uluan. 

Edison Manurung, Ketua KMDT (Komunitas Masyarakat Danau Toba) pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pariwisata di Kecamatan Porsea dan Kecamatan Uluan akan teritegrasi. Beliau sangat berharap agar pengembangan tersebut dapat didukung penuh oleh K.H. Muhammad Nuh. 

Secara pribadi, K.H. Muhammad Nuh mengagumi keindahan Danau Toba, beliau menyampaikan bahwa Danau Toba jauh lebih indah dari Bali yang selama ini menjadi ikon pariwisata di Indonesia. "Kita harus menjaga Danau Toba secara bersama-sama. Sebelumnya kita sudah pernah mendapat kartu kuning dari UNESCO, semoga itu yang pertama dan yang terakhir," kata beliau. 

Sementara Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus yang turut hadir pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas kehadiran K.H. Muhammad Nuh di Kabupaten Toba. 

"Kami sangat bangga atas kehadiran Bapak di tempat ini. Kami yakin dengan kewenangan yang ada pada Pak Nuh, pasti akan bisa membuat tempat ini berkembang," kata Wakil Bupati. 

Wakil Bupati juga mengajak semua warga Toba, termasuk para perantau yang telah sukses untuk berinvestasi di Kabupaten Toba. "Mari kita sampaikan kepada semua warga Toba, khususnya para perantau yang telah sukses agar berinvestasi di Kabupaten Toba. Jika bukan kita yang berinvestasi di sini, maka nanti ini akan menjadi milik orang lain, orang yang tidak kita kenal," kata beliau mengajak. 

Usai pertemuan, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Wakil Bupati Toba menyematkan ulos kepaada Anggota DPD/MPR RI yang hadir sebagai cenderamata. Turut hadir para pengurus KMDT, Praeses HKBP Pdt. Epsan Hutabarat, sejumlah pimpinan OPD dari Pemkab Toba, kepolisian, TNI dan para warga. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Indahnya Kebersamaan Punguan PPRS Sektor Helvetia, Dalam Bona Taon di Pangururan Pulau Samosir

Pangururan, mediasergap.com - Kebersamaan erat dalam perkumpulan keluarga besar "PUNGUAN POMPARAN RAJA SIGALINGGING (PPRS) Sektor Medan Helvetia sungguh terjalin semakin kokoh, kebersamaan erat ini salah satunya terbukti saat perkumpulan PPRS melakukan kunjungan ke daerah "Pangururan Kabupaten Samosir" dalam agenda kegiatan "Bona Taon (Awal Tahun) sekaligus melaksanakan Acara Kebaktian Partangiangan (Ibadah Padang), pada "Minggu (22/02/2026). 

Pelaksanaan kegiatan ini jauh sebelumnya telah direncanakan dengan tempat tujuan adalah Pangururan Samosir dan untuk tempat persinggahan penginapan adalah "Rumah Bolon" di Tanjungbunga Huta Sigalingging, hanya saja tempat pelaksanaan kebaktian dilaksanakan di aula bangunan "Tugu Oppu Raja Sigalingging" di Sait Nihuta Pangururan Samosir.

Tepat pada Sabtu sore Pukul. 17.00 Wib rombongan PPRS telah sampai di Pangururan dalam keadaan baik dan tidak kekurangan satu apapun, tampak seluruhnya bersukacita dari orang dewasa maupun anak-anak, tentu semua itu berkat terjalinnya kebersamaan yang erat di dalam punguan PPRS Medan Helvetia yang telah dibangun selama ini dalam bingkai persatuan tali silaturahmi. 

"Kebersamaan erat ini juga sangat tercermin dalam khotbah kebaktian Ibadah Padang melalui Renungan Firman Tuhan (Pilippi 2 Ayat 2) "Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini "hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan melalui nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi.

Kuatnya satu kebarsamaan di punguan PPRS ini juga dibungkus dalam rasa persaudaraan yang saling mengasihi, menghormati dan menghargai perbedaan demi terwudnya persatuan dan kesatuan terlebih yang tercermin dalam adat Batak "yaitu Somba Marhula-hula, Manat Mardongan Tubu dan Elek Marboru. 

"Nilai ini menekankan kesetaraan, saling berbagi, saling membantu dan keikhlasan dalam mencapai tujuan bersama baik di tanah kelahiran maupun perantauan, dan kedepannya semoga harapan ini terus terwujud didalam bingkai tali silaturahmi keluarga besar perkumpulan "Punguan Pomparan Raja Sigalingging (PPRS) Sektor Medan Helvetia melalui kasih dan karunia Tuhan. (Oliver S)

Gotong Royong Tingkatkan Kebersihan Lingkungan, Camat Silaen Pimpin Langsung

Gotong Royong Tingkatkan Kebersihan Lingkungan, Camat Silaen Pimpin Langsung

Silaen, mediasergap.comPemerintah Kecamatan Silaen melaksanakan kegiatan gotong royong pada Senin (23/2/2026) untuk meningkatkan kenyamanan dan keindahan lingkungan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Silaen Lambok Tiurma Silaen, SE sebagai tindak lanjut arahan Bupati Toba.

Gotong royong dilaksanakan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Silaen, meliputi pembersihan badan jalan, pemangkasan rumput liar, serta pengangkutan sampah yang menumpuk di akses jalan menuju Desa Pintu Batu dan Desa Lumban Dolok. Sebagai informasi Desa Lumban Dolok turut dalam Lomba Kebersihan Desa Tingkat Kabupaten dalam rangka HUT Kabupaten Toba. Aparatur kecamatan dan pelajar SMP Negeri 2 Silaen serta masyarakat setempat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Camat Silaen yang baru menjabat beberapa hari ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kecamatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Bupati Toba agar seluruh kecamatan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama,” ujar Camat Silaen di sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah dan pemotongan rumput dengan mesin babat, peserta gotong royong juga mengumpulkan dan mengangkat sampah  dengan goni plastik agar terlihat lebih rapi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Warga Dolok Merawan Sergai Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Di Kusen Pintu Dapur Rumahnya

Warga Dolok Merawan Sergai Akhiri Hidup dengan Gantung Diri Di Kusen Pintu Dapur Rumahnya

Keterangan Foto : Jasad Korban saat Tergantung di Pintu Dapur Rumahnya

Sergai, mediasergap.comWarga Dusun lV Kampung Rebah, Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) digegerkan  dengan penemuan jasad Suarman, 42 tahun yang tergantung di kusen pintu dapur rumahnya, Minggu (22/2/2026) pagi, Jasad Suarman awalnya diketahui oleh rekan korban bernama Diki. 

"Awalnya teman korban yang menemukan jasad Korban gantung diri di kusen pintu dapur rumahnya. Kemudian Diki memanggil manggil tetangganya untuk memberitahukan bahwa Suarman gantung diri. Jasad korban diturunkan dari kusen pintu setelah polisi datang sekitar pukul 08.30.WIB"ungkap br Nasution tetangga korban. 

Dijelaskannya lagi, saat kejadian istri korban tidak berada dirumah. 

"Istri korban sekitar dari hari Rabu sudah tidak ada dirumah. Korban dan istrinya ini pun baru sekitar empat bulan tinggal dirumah itu" sambungnya. 

Sementara itu, Warga lainnya menyebutkan, Korban dan istrinya sering terlibat cekcok mulut dalam rumah tangga. 

"Korban ini sudah pernah menikah. Sekarang ini istri keduanya. Mereka sering cekcok rumah tangga. Kalau cekcok mulut tetangga pun dengar. Kalau informasinya Korban ini pensiun dini dari Kebun Gunung Para"sebut warga lainnya. 

Sementara itu, Putra Nasution Kadus l Dolok Merawan, mengatakan, Insiden Gantung Diri ini awalnya diketahui dari grup whatsapp Kaur Desa Dolok Merawan. 

"Ia benar ada gantung diri. Saya juga ke lokasi kejadian. Saat ini jenazah korban dibawa tim Inafis Polres Tebingtinggi. Kemungkinan jenazah dibawa ke Pamela karena keluarga korban disana," ungkapnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Muliyono saat dikonfirmasi via seluler belum memberikan keterangan. (Ajs)

Satreskrim Polrestabes Medan di Nilai Lamban, Satu Tahun Kasus Penganiayaan Hingga Perampokan Tak Terungkap

Satreskrim Polrestabes Medan di Nilai Lamban, Satu Tahun Kasus Penganiayaan Hingga Perampokan Tak Terungkap

Medan, mediasergap.com - Sudah satu tahun lamanya kasus penganiayaan disertai perampokan yang telah dilaporkan korban Adiguna Winata warga Pasar I LR II, Kec. Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang, ke Satreskrim Polrestabes Medan tetapi hingga saat ini masih tak jelas tindak lanjutnya terkesan jalan ditempat. ironinya terduga para pelaku yakni JS Cs masih bebas berkeliaran.

Laporan korban tertuang dalam laporan Polisi Nomor : STTLP/B/220/I/2025/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut, pada Rabu 22 Januari 2025 tahun lalu.

Belakangan korban mengungkapkan, pihak Polrestabes Medan bukannya mengamankan para pelaku, malahan dirinya selaku korban yang bolak balik dipanggil untuk memberi keterangan. 

"Kemarin saya kembali dipanggil pada hari Rabu 18 Februari 2026, alasannya ganti juper. Dan saya kembali dimintai keterangan oleh juper baru terkait peristiwa yang saya alami. Padahal kepada juper awal sudah saya jelaskan sejelas-jelasnya. Bahkan foto pelaku dan alamat pelaku sudah saya berikan", ujar Adiguna Winata kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu menanggapi lambannya penanganan laporan kasus tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak dan Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto, yang dikonfirmasi wartawan lewat whatsapp telpon selulernya, Sabtu (21/2/2026), keduanya tidak menjawab sama sekali konfirmasi wartawan.

Orang nomor satu di Mapolrestabes Medan dan di Satuan Reskrim tersebut terkesan memilih bungkam.

Pemberitaan sebelumnya, diungkapkan korban, peristiwa naas yang dialaminya tersebut, berawal, ketika korban sedang berada dirumah temannya, di Jl. Pancing Medan, pada Selasa (21/1/2025). Namun karena hari sudah mulai larut malam sekira pukul 23.30 Wib, korban berinisiatif pamit pulang. Naasnya ketika ditengah perjalanan, tepatnya di Jl. Pancing II, Budi Utomo, Medan Tembung, mobil yang dikendarai korban distop dan dipalang oleh mobil pelaku yakni inova reborn.

"Secara tiba-tiba mobil yang saya kendarai distop dan dipalang oleh mobil inova reborn, spontan saya berhenti. Kemudian saya lihat Joko pemilik mobil rental yang saya sewa turun, dan langsung menghampiri saya dengan menarik pakaian serta menyikut wajah saya", ungkap Korban.

Kemudian, pelaku (terlapor) yang bernama Joko menarik paksa korban untuk turun dari mobil Xenia BK.1180 AEM yang dirental oleh korban. Selanjutnya korban dipaksa masuk kedalam mobil inova Reborn tersebut, kemudian mobil rental yang dikendarai korban dibawa oleh pelaku lainnya.

Didalam mobil inova Reborn tersebut, korban melihat ada sebanyak enam orang, dua orang diantaranya dikenal korban yakni Joko dan Arya. Korban diintrogasi oleh pelaku Joko yang menanyakan tentang pembayaran uang sewa rental mobil. Namun korban mengatakan perjanjian waktu rental mobil belum selesai, jadi seperti perjanjian biasanya, besok setelah selesai waktunya korban berjanji akan membayar sekaligus memulangkan mobil tersebut kepada Joko.

"Malam itu, betapa terkejutnya saya, Joko memaksa meminta saya membayar uang sewa rental mobil, padahal waktunya belum selesai, biasanya setelah waktunya selesai pasti saya bayar sekaligus memulangkan mobil. Karena memang bukan satu kali ini saya merental mobil Joko, tapi sudah ada beberapa kali", ungkap Korban.

Tidak hanya diintrogasi dan dipukuli, malam itu, Joko bersama teman-temannya langsung mengambil paksa dompet dan barang berharga milik korban. Tidak hanya itu saja, pelaku Joko juga memaksa korban mentransfer uang kerekeningnya. "Kebetulan uang tabungan direkening saya ada sebesar Rp.400 ribu, jadi langsung saya teransfer kerekening yang diperintahkan Joko sebesar Rp.400 ribu", jelas korban.

Malam itu, karena pelaku Joko terus memaksa korban harus membayar uang rental mobil, korban membawa Joko Cs kerumah neneknya, kebetulan saat itu nenek korban tak berada dirumah.

Setelah melihat nenek korban tak berada dirumah, kemudian para pelaku kembali membawa korban kedaerah Sampali tepatnya di samping sekolah PAB 8 Sampali. Disitu giliran pelaku Arya mengintrogasi korban dan dipaksa harus segera membayar uang rental mobil, seraya dipukuli dan ditunjangi.

Diduga karena merasa pemaksaan pembayaran uang rental mobil belum membuahkan hasil, kemudian para pelaku kembali membawa korban ke daerah Medan Johor yakni warung kopi Tiga Dara, di Jl. Karya Jaya.

Setelah sampai diwarung kopi tersebut korban kembali diseret turun, kemudian dihadapkan kepada salah seorang lelaki yang berumur sudah paroh baya yang dipanggil dengan panggilan Mbah oleh para pelaku.

Lelaki paroh baya itu kemudian menampari korban sembari mengintrogasi dan dipaksa harus membayar uang sewa rental mobil. Peristiwa itu disaksikan pemilik dan pekerja di warung kopi tersebut. Distu korban menjadi bulan-bulanan para pelaku, dipukuli, ditampari dan ditunjangi secara bergantian. Korban juga dipaksa memakan cabai dan mencuci piring, namun dilarang oleh pemilik kafe.

Tidak puas sampai disitu saja, pelaku Joko Cs kembali memasukan korban ke dalam mobil dan membawa korban ke Jalan Ringroad, tepatnya diseputaran Kel. Tanjung Rejo, Kec.Medan Sunggal.

Kemudian korban diseret kesalah satu rumah. Dirumah tersebut korban kembali dianiaya para pelaku. Dan setelah puas, korban dimasukan kedalam kamar kosong yang lumayan gelap, lalu dikunci dari luar. "Dikamar kosong itu, saya dikurung, dan saya mendengar perkataan mereka ingin membunuh dan membuang saya, mendengar itu saya sangat ketakutan", ungkap Korban.

Kemudian dengan perlahan-lahan korban mengamati seputar kamar tempatnya disekap, dan berangsur dapat melihat ada sebatang kawat bekas las terletak dilantai. Korban kemudian mengambil kawat tersebut dan berusaha mencongkel engsel kunci pintu yang hanya menggunakan kayu.

Setelah beberapa saat berusaha mencongkel engsel tersebut, korban berhasil membuka pintu, kemudian korban melihat keruangan tengah hanya tinggal ada dua pelaku sedang tertidur pulas. Merasa ada kesempatan, kemudian korban melarikan diri. "Saya bersyukur, karena Tuhan masih melindungi saya saat ini, saya berhasil lolos dari tempat saya disekap para pelaku", ungkap Korban.

"Selain mendapat penyiksaan, Handpone merk Vivo Y 21 Blue, dompet yang berisi uang tunai sebesar Rp.200 Ribu, serta dokumen berharga lainnya, jam tangan merk Alba, kalung titanium gold, dan uang direkening saya sebesar Rp.400 Ribu diambil paksa pelaku", tambahnya. (Rel)

Bappelitbangda Toba Gelar Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Tetapkan Enam Prioritas Pembangunan

Bappelitbangda Toba Gelar Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Tetapkan Enam Prioritas Pembangunan

TOBA, mediasergap.comBadan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Toba menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Toba Tahun 2027 di Ruang Balai Data Kantor Bupati Toba, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan menghimpun aspirasi, masukan, dan saran dari para pemangku kepentingan guna menyempurnakan rumusan Ranwal RKPD Tahun 2027. Selain itu, forum ini menjadi wadah penyelarasan prioritas pembangunan dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan transparansi, serta memastikan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program.

Konsultasi publik tersebut melibatkan pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah se-Kabupaten Toba, instansi vertikal, BUMN, BUMD, lembaga perbankan, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan perempuan, insan pers, LSM, penyandang disabilitas, serta Forum Anak.

Dalam arahan Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang dibacakan Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, ditegaskan bahwa dokumen RKPD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis yang menentukan arah pembangunan daerah serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat.

Mengacu pada RPJMD Kabupaten Toba 2025–2029, tema pembangunan tahun 2027 adalah:

“Penguatan landasan pembangunan melalui optimalisasi potensi daerah, peningkatan kualitas layanan publik, pemerataan infrastruktur dasar, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Tema tersebut menekankan pentingnya pembangunan berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan infrastruktur, serta pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan.

Bupati melalui Wakil Bupati menyampaikan bahwa tantangan utama pembangunan Kabupaten Toba masih mencakup keterbatasan dan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM yang adaptif, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, dinamika global dan nasional, termasuk ketidakpastian ekonomi serta potensi bencana, juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara matang.

Untuk itu, isu strategis pembangunan tahun 2027 difokuskan pada:

  • Peningkatan ekonomi daerah yang berdaya saing
  • Penguatan kapasitas penanggulangan bencana
  • Peningkatan pendapatan daerah sebagai fondasi kemandirian fiskal

Sebagai penjabaran isu strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba menetapkan enam prioritas pembangunan daerah tahun 2027, yaitu:

  1. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia serta meningkatkan penanganan masalah kesejahteraan sosial.
  2. Mengembangkan infrastruktur yang berkualitas dan merata guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
  3. Mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata, membangun desa, serta memperkuat peran usaha mikro secara berkelanjutan.
  4. Memperkuat reformasi tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan bersih, termasuk peningkatan pelayanan publik dan pemanfaatan teknologi informasi.
  5. Memantapkan keamanan dan ketertiban umum serta pemberdayaan Linmas.
  6. Memperkuat lembaga adat dan sanggar budaya sebagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal.

“Melalui konsultasi publik ini, saya mengajak seluruh peserta menyampaikan masukan, saran, dan rekomendasi secara terbuka, objektif, dan konstruktif,” ujar Bupati melalui Wakil Bupati.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Kepala Bappelitbangda Sofian Sitorus, Kepala BPS Toba Sabar Alberto Harianja, Kepala BPKAD Fernando Samosir, dan Kepala Bappenda Harlen Simarmata.

Turut hadir Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Kapolres Toba AKBP Vinsensius J. Parapaga, Kajari Toba Muslih, Dandim 0210/TU yang diwakili Kasdim Mayor AS Butarbutar, Sekda Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Ketua TP PKK Ny. Astita Effendi Napitupulu, Ketua DWP Ny. Martha Paber Napitupulu, Para Staf Ahli, Asisten, serta Pimpinan OPD dan Undangan lainnya.

Konsultasi publik ini diharapkan menjadi landasan kuat dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Toba Tahun 2027 yang partisipatif, terukur, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Bupati Toba Lantik 98 Pejabat, Perkuat Langkah Wujudkan Toba Mantap 2029

Bupati Toba Lantik 98 Pejabat, Perkuat Langkah Wujudkan Toba Mantap 2029

TOBA, mediasergap.comBupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melantik dan mengambil sumpah/janji 98 Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, Kamis (19/2/2026), di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat struktur birokrasi guna mewujudkan visi-misi Toba Mantap 2029.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pejabat yang dilantik, khususnya pejabat manajerial, memiliki peran kunci dalam memastikan tercapainya target pembangunan daerah.

“Terutama bagi saudara pejabat manajerial, saudara merupakan kunci sukses dari pencapaian visi dan misi tersebut,” ujar Bupati.

Secara khusus, Bupati berpesan kepada Para Camat yang baru dilantik agar Peka dan Responsif terhadap kebutuhan serta keluhan masyarakat. Camat diminta mampu menggerakkan potensi sumber daya manusia di wilayah masing-masing guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.

“Jalin sinergitas, koordinasi, dan kerja sama dengan Pimpinan OPD dalam menghasilkan program Pemerintah,” tegasnya.

Adapun 14 Camat yang dilantik yakni:

  1. Lambok Tiurma Silaen (Camat Silaen)
  2. Robert Manurung (Camat Parmaksian)
  3. Freddy Napitupulu (Camat Porsea)
  4. Herta Simanjuntak (Camat Lumbanjulu)
  5. Robinson Siagian (Camat Sigumpar)
  6. Herwin Simangunsong (Camat Pintupohan Meranti)
  7. Muhammad Yamin Lubis (Camat Bonatua Lunasi)
  8. Lindawati Simangunsong (Camat Laguboti)
  9. Juni Hanmas Butarbutar (Camat Uluan)
  10. Ramli Marpaung (Camat Tampahan)
  11. Samuel Dongan Pangihutan Napitupulu (Camat Habinsaran)
  12. Sabam Pardosi (Camat Nassau)
  13. Mangapul Roha Manurung (Camat Ajibata)
  14. Mahar Marpaung (Camat Siantar Narumonda)

Selain Para Camat, turut dilantik Pejabat Administrator, Pejabat Pelaksana, serta satu Pejabat Fungsional Ahli Madya pada BKPSDM Kabupaten Toba.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Rohaniawan, Insan Pers, serta Undangan lainnya.

Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Toba diharapkan semakin solid dan profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan daerah. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Tarif Parkir Rp5.000 Diminta Ditinjau Ulang, Dishub Medan Siap Evaluasi

Tarif Parkir Rp5.000 Diminta Ditinjau Ulang, Dishub Medan Siap Evaluasi

MEDAN, mediasergap.comDinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan diminta meninjau ulang tarif retribusi parkir sebesar Rp5.000. Permintaan tersebut mengemuka dalam Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar secara daring di Gedung ITS Kota Medan, Kamis (12/2).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Medan, Suriono, mengatakan forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi kebijakan transportasi sekaligus pembangunan sarana dan prasarana kota. Sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga penguatan tata kelola pendapatan daerah.

DPRD Kota Medan turut menyoroti tarif retribusi parkir Rp5.000 untuk mobil dan Rp3.000 untuk sepeda motor yang dinilai memberatkan masyarakat.

“Memang ada aspirasi dari masyarakat. Kami akan melakukan peninjauan ulang setelah mendengar seluruh masukan dalam rapat,” ujar Suriono.

Evaluasi Menyeluruh

Selain tarif parkir, aspek teknis lain yang menjadi perhatian meliputi pengaturan traffic light dan sistem perawatan halte agar fasilitas yang telah dibangun tetap terjaga serta tidak membingungkan pengguna jalan.

Menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, Suriono menegaskan pihaknya akan menjadikannya sebagai prioritas kerja. Dishub segera melakukan validasi database parkir dan memperketat pengawasan di lapangan guna menekan potensi penyimpangan tarif.

“Terkait infrastruktur, tim teknis akan kami turunkan untuk mengkalibrasi ulang sistem lampu jalan dan lalu lintas, serta menyusun skema perawatan halte secara berkala,” jelasnya.

Ia juga memastikan evaluasi terhadap efektivitas armada operasional serta kebijakan tarif parkir akan dilakukan secara menyeluruh. Langkah tersebut, katanya, tetap mempertimbangkan keseimbangan antara peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kepentingan masyarakat.

Warga Keluhkan Tarif dan Pelayanan

Di sisi lain, sejumlah warga berharap tarif parkir dapat diturunkan. Mereka menilai biaya Rp5.000 untuk mobil terasa membebani, terutama bagi warga yang setiap hari beraktivitas di pusat kota.

“Rp5.000 tapi pelayanannya belum maksimal. Di lapangan masih banyak parkir liar dan jukir ilegal. Tarifnya kadang tidak jelas,” ujar Ichsan Muslimin (34), warga Medan Labuhan.

Hal senada disampaikan Siti (41). Ia mengaku kerap merasa tidak nyaman saat memarkirkan kendaraan karena praktik perparkiran di sejumlah titik dinilai masih semrawut.

“Harapan kami tarifnya diturunkan dan penertiban benar-benar dilakukan. Jangan sampai masyarakat sudah bayar mahal, tapi pelayanan tidak ada dan masih banyak pungutan liar,” katanya.

Aspirasi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan agar pembenahan sektor transportasi dan perparkiran tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (Roni K)

Dishub Medan Siap Modernisasi Fasilitas Jalan, Tarif Parkir Rp5.000 Akan Dikaji Ulang

Dishub Medan Siap Modernisasi Fasilitas Jalan, Tarif Parkir Rp5.000 Akan Dikaji Ulang

MEDAN, mediasergap.comDinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan merencanakan modernisasi fasilitas jalan sekaligus membuka peluang peninjauan ulang tarif retribusi parkir yang saat ini menuai sorotan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar secara daring di Gedung ITS Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Medan, Suriono, mengatakan forum tersebut menjadi wadah sinkronisasi kebijakan transportasi, termasuk pembenahan sarana dan prasarana kota.

“Mulai dari kebutuhan pembenahan infrastruktur hingga tata kelola pendapatan daerah yang dinilai perlu diperkuat,” ujar Suriono.

Modernisasi Infrastruktur Jadi Prioritas

Dalam rapat tersebut, peserta menekankan pentingnya modernisasi fasilitas jalan, seperti perbaikan zebra cross, penambahan rambu lalu lintas hingga tingkat kecamatan, serta pemasangan papan penunjuk arah destinasi wisata guna mendukung aksesibilitas kota.

Komisi IV DPRD Kota Medan turut mendorong peningkatan pelayanan publik, khususnya percepatan penanganan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Dewan meminta akses pelaporan LPJU dibuat lebih responsif, disertai evaluasi efektivitas armada operasional.

Selain itu, pengaturan traffic light dan sistem perawatan halte juga menjadi perhatian agar aset yang telah dibangun tetap terjaga dan tidak membingungkan pengguna jalan.

Tarif dan Layanan Parkir Jadi Sorotan

Sektor perparkiran menjadi isu krusial dalam rapat tersebut. Dishub diminta menyusun database parkir yang transparan dan terintegrasi, serta memperkuat penindakan terhadap praktik pungutan liar, termasuk pada bus wisata.

Penegakan Peraturan Daerah (Perda) terhadap juru parkir yang mematok tarif di atas ketentuan resmi juga diminta diperketat.

Tak hanya itu, DPRD Kota Medan meminta peninjauan ulang tarif retribusi parkir sebesar Rp5.000 untuk mobil dan Rp3.000 untuk sepeda motor yang dinilai memberatkan sebagian warga.

“Ya, itu ada aspirasi dari masyarakat. Jadi kami akan melakukan peninjauan ulang setelah mendengar aspirasi dan masukan dalam rapat,” ungkap Suriono.

Ia menegaskan pihaknya segera melakukan validasi database parkir, memperketat pengawasan lapangan, serta mengevaluasi kebijakan tarif agar tetap selaras dengan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

Keluhan Warga: Tarif Tinggi, Layanan Belum Maksimal

Sejumlah warga berharap tarif parkir dapat diturunkan dan penertiban dilakukan secara nyata.

Ichsan Muslimin (34), warga Medan Labuhan, mengaku pelayanan parkir di lapangan belum sebanding dengan tarif yang dipatok.

“Lima ribu rupiah, tapi pelayanannya belum maksimal. Di lapangan masih banyak parkir liar dan jukir ilegal. Tarifnya kadang tidak jelas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti (41), yang menilai praktik perparkiran di sejumlah titik masih semrawut dan terkesan memaksa.

“Harapan kami tarif diturunkan dan penertiban benar-benar dilakukan. Jangan sampai masyarakat sudah bayar mahal tapi pelayanan tidak ada,” katanya.

Aspirasi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan agar pembenahan sektor transportasi dan perparkiran tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (Roni K)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport