Media Sergap -->

Headline

Sentuhan Humanis Polres Samosir, Kapolres Jadi Orang Tua Asuh Anak Korban KDRT

Sentuhan Humanis Polres Samosir, Kapolres Jadi Orang Tua Asuh Anak Korban KDRT

Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, berbincang hangat dengan anak korban penganiayaan saat kunjungan ke Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Sabtu, 11/04/2026 (Foto: IST)

SAMOSIR, mediasergap.comKepolisian Resor Samosir kembali menunjukkan komitmennya dalam perlindungan anak. Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, resmi menjadi orang tua asuh bagi seorang anak korban penganiayaan yang terjadi di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Sabtu (11/4/2026).

Kunjungan yang dilakukan sekitar pukul 09.40 WIB tersebut tidak sekadar silaturahmi, melainkan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab moral kepolisian dalam menjamin masa depan korban. Dalam kegiatan ini, Kapolres didampingi sejumlah pejabat jajaran, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Pamobvit, Kapolsek Simanindo, serta Kanit Reskrim Polsek Simanindo.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh keluarga korban, Pihak Sekolah SD Negeri 4 Marlumba, Perangkat Desa, serta Masyarakat setempat. Suasana yang semula diliputi rasa duka perlahan berubah menjadi penuh kehangatan melalui pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyempatkan diri berbincang langsung dengan korban guna memberikan dukungan moril serta memastikan kondisi psikologisnya. Dari keterangan korban, tindakan kekerasan yang dialaminya terjadi berulang kali dan telah melampaui batas kewajaran.

Peristiwa tersebut kerap terjadi saat ayah korban tidak berada di rumah. Menyikapi hal ini, Kapolres menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perlindungan dan pengawasan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi anak.

Sebagai bentuk kepedulian yang lebih mendalam, Kapolres Samosir menyatakan kesediaannya untuk menjadi orang tua asuh bagi korban. Langkah ini disambut haru oleh keluarga dan masyarakat.

“Saya akan menjadi orang tua asuh untuk memastikan masa depan anak ini tetap terjaga,” ujar Kapolres Samosir.

Ia juga memberikan motivasi kepada korban agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan, sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan Polres Samosir, serta menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pemulihan mental korban melalui pendampingan di lingkungan sekolah.

Terkait penanganan kasus, Kapolres menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak merupakan tindak pidana serius yang tidak dapat diselesaikan melalui jalur damai semata. Proses hukum akan tetap dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku guna memberikan efek jera dan menjamin keadilan bagi korban.

“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara profesional. Kekerasan terhadap anak tidak bisa ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut kepedulian sosial, Polres Samosir juga berencana memberikan bantuan berupa sepatu dan alat tulis kepada siswa SD Negeri 4 Marlumba.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama serta ungkapan terima kasih dari keluarga korban, yang kini kembali memiliki harapan baru untuk masa depan anak mereka. (D/Smart)

Lapas Kelas I Medan Ikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator

Lapas Kelas I Medan Ikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator

Medan, mediasergap.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan mengikuti kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi serta peningkatan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung kinerja yang lebih optimal dan berintegritas.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara hybrid, yang diikuti secara langsung oleh jajaran pejabat struktural di Ruang Kalapas Lapas Kelas I Medan serta secara virtual melalui platform Zoom Meeting.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk komitmen dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalitas, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai aparatur negara.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk komitmen moral dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Kami berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujar Fonika.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas I Medan semakin meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berdaya guna. (Roni K)

Hari Kedua Mangase Taon, Ritual Sakral Mangalahat Horbo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak

Hari Kedua Mangase Taon, Ritual Sakral Mangalahat Horbo Tampilkan Kekayaan Budaya Batak 

Samosir, mediasergap.com - Hari kedua perhelatan Mangase Taon di Bius Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, diwarnai dengan penampilan tradisi sakral Batak, Mangalahat Horbo, yang digelar di Toguan Salaon Tongatonga, Sabtu (11/04/2026).

Ritual adat ini menjadi daya tarik utama karena sarat makna spiritual dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Mangalahat Horbo merupakan upacara persembahan kerbau pilihan sebagai simbol syukur dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, kerbau ditambatkan di tengah lapangan pada kayu yang telah dihiasi. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh simbol, dimulai dari mangakarihiri, panakkok pargocci, manogu lahatan, hingga mamona ulaon yang dipimpin Bius Salaon sebagai tuan rumah.

Keunikan lain terlihat saat rombongan pakkarihiri menggiring kerbau menuju tambatan. Prosesi harus diakhiri dengan langkah kanan, yang dipercaya sebagai pertanda kesuksesan dan pembawa berkah bagi daerah.

Seluruh rangkaian acara semakin semarak dengan iringan gondang serta tortor yang menggunakan ulos tali-tali, memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Batak yang masih terjaga hingga kini.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir bersama Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, para asisten, serta pimpinan OPD, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam melestarikan budaya.

Menurutnya, kegiatan seperti Mangase Taon bukan hanya sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan.

“Kapan lagi kita bersatu kalau tidak sekarang. Inilah hikmah dari kegiatan ini, bagaimana perbedaan dapat disatukan dan persoalan diselesaikan dengan damai. Dengan kebersamaan, Samosir akan semakin maju dan kuat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyatukan nilai adat dan spiritual sebagai kekuatan dalam mempromosikan Kabupaten Samosir, khususnya di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, Asisten II Hotraja Sitanggang berharap masyarakat, khususnya Raja Bius di Kecamatan Ronggur Nihuta, tetap menjaga nilai Dalihan Natolu sebagai fondasi kehidupan sosial.

Pemerintah Kabupaten Samosir juga mendorong peran aktif tokoh adat sebagai mitra dalam pembangunan, termasuk dalam penyelesaian persoalan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal sejalan dengan semangat restorative justice yang sudah ditetapkan didaerah tersebut. 

Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB), Pantas M. Sinaga, turut mengapresiasi kehadiran Pemerintah Daerah dan berharap komitmen pelestarian budaya terus diperkuat.

Sebagai bentuk penghormatan, Raja Bius Salaon bersama LAB memberikan ulos kepada Wakil Bupati Samosir dalam prosesi mangulosi.

Salah satu anggota Bius Salaon, Esman Simbolon, mengaku bangga atas dukungan Pemerintah sehingga masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur,” ujarnya. Perhelatan Mangase Taon di Samosir ini pun tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas dan jati diri melalui warisan adat Batak yang kaya makna. (Ds)

Meski Sudah Berulang Kali Dipublikasikan di Media Judi Dadu Putar Warung Pak Kulit terus beroperasi dan Semakin Merajalela

Medan, mediasergap.comMeski sudah berulang kali dipublikasiksn di media aktivitas perjudian jenis dadu putar diduga beroperasi terang-terangan dan semakin menggila di sebuah warung milik warga yang dikenal sebagai “Pak Kulit” di Jalan Pertahanan Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak. Praktik ilegal ini bukan lagi sekadar kabar, melainkan sudah menjadi pemandangan yang nyaris rutin terjadi di tengah masyarakat.

Beroperasinya judi daduputar tersebut tanpa ada tindakan tegas dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Patumbak Polrestabes Medan Polda Sumut diduga pihak pengelola ada memberi setoran ataupun upeti kepada APH tersebut untuk memperlancar bisnis haramnya. 

Berdasarkan informasi warga, aktivitas tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kerumunan pemain, suara riuh, hingga keluar masuknya orang tanpa henti menjadi bukti bahwa praktik ini berjalan terbuka, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

“Sudah lama kali bang, tiap hari jalan terus. Ramai, tapi gak pernah ada tindakan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Dari penelusuran di lapangan, pengelolaan lokasi tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Sumber menyebutkan, aktivitas ini dikendalikan oleh lingkaran keluarga pemilik warung. Seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan “Onces”, yang merupakan istri dari pemilik warung, disebut-sebut turut berperan dalam mengatur jalannya aktivitas perjudian tersebut.

Meski dugaan itu semakin menguat di tengah masyarakat, hingga kini praktik tersebut tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya rasa gentar, seolah lokasi tersebut berada di luar jangkauan hukum.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Patumbak justru menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di lokasi tersebut.

“Sudah kita cek dan kegiatan dimaksud tidak ada. Namun setiap mendapat informasi akan kita tindak lanjuti dengan tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai publik tak lebih dari sekadar formalitas bahkan terkesan sebagai sandiwara penegakan hukum. Di saat aktivitas berlangsung terang-terangan dan menjadi konsumsi harian masyarakat, jawaban “tidak ada” justru memperlihatkan adanya jurang besar antara fakta lapangan dan respons aparat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran yang sulit diterima akal sehat.

Alih-alih meredam keresahan, pernyataan tersebut justru memantik kemarahan warga. Sebab, apa yang mereka lihat setiap hari seolah dianggap tidak pernah terjadi. Fakta di depan mata dibantah, sementara aktivitas ilegal terus berjalan tanpa hambatan.

Janji penindakan tegas serta kerja sama dengan tokoh agama dan adat kini terdengar tak lebih dari omong kosong yang diulang-ulang tanpa realisasi. Di lapangan, praktik perjudian tetap hidup, tetap ramai, dan tetap berjalan seolah hukum hanya pajangan. Tidak ada efek jera, tidak ada tindakan nyata yang ada hanya pembiaran yang makin terang benderang.

Situasi ini bukan lagi sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada dugaan pembiaran yang disengaja. Ketika aktivitas ilegal berlangsung terbuka namun dianggap “tidak ada”, publik berhak curiga: ada apa sebenarnya di balik diamnya aparat? Siapa yang sedang dilindungi? Dan sampai kapan sandiwara ini terus dipertontonkan?

Hal ini menjadi sorotan publik terhadap integritas di institusi kepolisian yang dianggap telah runtuh, ditandai dengan tercorengnya keadilan, kebenaran, dan kejujuran yang semestinya menjadi pondasi utama penegakan hukum.

Terpisah prihal tersebut,jika kondisi ini terus dibiarkan maka ini bukan lagi soal lemahnya penegakan hukum ini adalah kegagalan total. Hukum dipermainkan, kepercayaan publik dihancurkan, dan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan justru dipertanyakan keberpihakannya. Jangan salahkan masyarakat jika pada akhirnya menilai: hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas dan di Patumbak, hukum seolah benar-benar kehilangan taringnya.

Meski sudah berulang kali dipublikasikan dimedia ktivitas perjudian jenis dadu putar  beroperasi semakin menggila dan terang-terangan di sebuah warung milik warga yang dikenal sebagai “Pak Kulit” di Jalan Pertahanan Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak. Praktik ilegal ini bukan lagi sekadar kabar, melainkan sudah menjadi pemandangan yang nyaris rutin terjadi di tengah masyarakat.

Menggilanya pengoperasian jidi daduputar ada dugaan pihak pengelola sudah ada memberi setoran kepihak Aparat Penegak Hukum (APH) Polsek Patumbak Polrestabes Medan Polda Sumut. 

Berdasarkan informasi warga, aktivitas tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kerumunan pemain, suara riuh, hingga keluar masuknya orang tanpa henti menjadi bukti bahwa praktik ini berjalan terbuka, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

“Sudah lama kali bang, tiap hari jalan terus. Ramai, tapi gak pernah ada tindakan,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Dari penelusuran di lapangan, pengelolaan lokasi tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Sumber menyebutkan, aktivitas ini dikendalikan oleh lingkaran keluarga pemilik warung. Seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan “Onces”, yang merupakan istri dari pemilik warung, disebut-sebut turut berperan dalam mengatur jalannya aktivitas perjudian tersebut.

Meski dugaan itu semakin menguat di tengah masyarakat, hingga kini praktik tersebut tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya rasa gentar, seolah lokasi tersebut berada di luar jangkauan hukum.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Patumbak justru menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di lokasi tersebut.

“Sudah kita cek dan kegiatan dimaksud tidak ada. Namun setiap mendapat informasi akan kita tindak lanjuti dengan tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai publik tak lebih dari sekadar formalitas bahkan terkesan sebagai sandiwara penegakan hukum. Di saat aktivitas berlangsung terang-terangan dan menjadi konsumsi harian masyarakat, jawaban “tidak ada” justru memperlihatkan adanya jurang besar antara fakta lapangan dan respons aparat. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran yang sulit diterima akal sehat.

Alih-alih meredam keresahan, pernyataan tersebut justru memantik kemarahan warga. Sebab, apa yang mereka lihat setiap hari seolah dianggap tidak pernah terjadi. Fakta di depan mata dibantah, sementara aktivitas ilegal terus berjalan tanpa hambatan.

Janji penindakan tegas serta kerja sama dengan tokoh agama dan adat kini terdengar tak lebih dari omong kosong yang diulang-ulang tanpa realisasi. Di lapangan, praktik perjudian tetap hidup, tetap ramai, dan tetap berjalan seolah hukum hanya pajangan. Tidak ada efek jera, tidak ada tindakan nyata yang ada hanya pembiaran yang makin terang benderang.

Situasi ini bukan lagi sekadar kelalaian, tapi sudah mengarah pada dugaan pembiaran yang disengaja. Ketika aktivitas ilegal berlangsung terbuka namun dianggap “tidak ada”, publik berhak curiga: ada apa sebenarnya di balik diamnya aparat? Siapa yang sedang dilindungi? Dan sampai kapan sandiwara ini terus dipertontonkan?

Hal ini menjadi sorotan publik terhadap integritas di institusi kepolisian yang dianggap telah runtuh, ditandai dengan tercorengnya keadilan, kebenaran, dan kejujuran yang semestinya menjadi pondasi utama penegakan hukum.

Terpisah prihal tersebut,jika kondisi ini terus dibiarkan maka ini bukan lagi soal lemahnya penegakan hukum ini adalah kegagalan total. Hukum dipermainkan, kepercayaan publik dihancurkan, dan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan justru dipertanyakan keberpihakannya. Jangan salahkan masyarakat jika pada akhirnya menilai: hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas dan di Patumbak, hukum seolah benar-benar kehilangan taringnya. (M)

HSF 2026 Resmi Dimulai, Horja Bius Mangase Taon Angkat Tradisi Sakral Batak

HSF 2026 Resmi Dimulai, Horja Bius Mangase Taon Angkat Tradisi Sakral Batak

Samosir, mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar event Horja Bius Mangase Taon sebagai bagian dari Horas Samosir Fiesta (HSF) di Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang ditandai dengan pemukulan gondang sebagai simbol dimulainya rangkaian acara adat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, Camat Ronggurnihuta, serta Ketua LAB Pantas M. Sinaga.

Horja Bius Mangase Taon merupakan event perdana dalam rangkaian HSF yang diselenggarakan bersama Bius Salaon Sitolu Hae Horbo. Kegiatan ini menampilkan berbagai ritual adat yang sarat makna dan nilai filosofis.

Adapun rangkaian kegiatan yang ditampilkan antara lain Tomu-tomu di Toguan Paborhat Boni, Paborhat Pangase, Martulaktulak, Manggalangi Pargoci/Panuturi, Mamona Gondang, Martabat Tabar, hingga talk show bertema “Filosofi Ulos”.

Selain itu, event ini juga diramaikan dengan pagelaran seni budaya oleh pelajar se-Kecamatan Ronggurnihuta sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.

Ritual Horja Bius Mangase Taon sendiri merupakan tradisi leluhur masyarakat Batak yang dahulu dilaksanakan untuk mengusir bala atau penyakit, sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 April 2026, dan turut menampilkan prosesi sakral mangalahat horbo yang menjadi salah satu daya tarik utama.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam melestarikan warisan leluhur.

“Budaya merupakan kekayaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Saya bersyukur masih banyak kelompok seni yang aktif, ini menjadi kebanggaan yang tidak terukur,” ujar Ariston.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta mendorong promosi budaya Samosir ke Tingkat Nasional.

“Kita harus melestarikan budaya dengan bahu-membahu. Peran tokoh adat sangat penting dalam mendidik generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya,” tambahnya.

Selain itu, Ariston juga mendorong pembangunan gedung teater sebagai sarana pertunjukan seni budaya di Kabupaten Samosir.

Ia berharap lembaga adat mampu menyatukan seluruh tokoh adat sebagai kekuatan utama dalam menjaga kelestarian budaya, sekaligus mendorong terbentuknya desa adat yang kuat seperti di daerah wisata Bali.

“Perlu kreativitas dan idealisme agar Samosir semakin makmur, sejahtera, dan bersatu menuju arah yang lebih baik,” tutupnya. (Ds)

Wabup Samosir Lantik Sejumlah Pejabat, Dorong Terobosan dan Pelayanan Berkualitas

Wabup Samosir Lantik Sejumlah Pejabat, Dorong Terobosan dan Pelayanan Berkualitas

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, berfoto bersama para pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat, 10/04/2026 (Foto: IST)

Samosir, mediasergap.com - Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, melantik sejumlah Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (10/04/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala BKPSDM Saut Marasi Simanihuruk, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 94 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam Jabatan Administrator dan Pengawas.

Adapun beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Agustianto Sitinjak sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Samosir, Darwan Purba sebagai Camat Ronggur Nihuta, Junita Sinaga sebagai Camat Nainggolan, Yen Rumensa Malau sebagai Kepala Bagian Hukum, Tino Luhut Uli Nainggolan sebagai Kepala Bagian Umum, Oslando Harady Parhusip sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta beberapa Pejabat lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pejabat yang dilantik merupakan individu terpilih yang telah melalui proses panjang dan mendapatkan rekomendasi serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara.

“Saudara merupakan orang-orang yang dianggap cakap dan mampu. Oleh karena itu, harus bekerja dengan sungguh-sungguh serta segera menyesuaikan irama dan mekanisme kerja yang berlaku guna mewujudkan Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ariston.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang terarah, inovatif, serta penguasaan tugas pokok dan fungsi di masing-masing jabatan. Selain itu, Ariston mengingatkan agar seluruh pejabat meningkatkan koordinasi dan segera melaporkan setiap kendala yang dihadapi guna memperoleh solusi yang tepat.

“Kami akan terus melakukan evaluasi. Buatlah terobosan-terobosan baru tanpa menabrak aturan. Tingkatkan koordinasi dan komunikasikan setiap hambatan yang ada,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap berpegang teguh pada core values ASN “BerAKHLAK”, yang mencakup berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. (D/Smart)

Dorong Swasembada Pangan, Samosir Kembangkan Bawang Putih Berbasis Dukungan Pemerintah Pusat

Dorong Swasembada Pangan, Samosir Kembangkan Bawang Putih Berbasis Dukungan Pemerintah Pusat

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyerahkan bantuan bibit bawang putih dan traktor roda empat kepada kelompok tani di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Jumat, 10/4/2026 (Foto: IST)

Samosir, mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Samosir menyerahkan bantuan bibit bawang putih dan traktor roda empat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 kepada Kelompok Tani. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Jumat (10/4/2026).

Penyerahan bantuan ini menjadi langkah nyata Pemkab Samosir dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas bawang putih yang menjadi salah satu prioritas nasional. 

Bupati Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat melalui program Asta Cita Presiden RI, yang salah satunya menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional.

“Ini bukan program biasa, ini atensi langsung dari Presiden. Ketahanan pangan, khususnya bawang putih menjadi prioritas. Tidak semua daerah bisa menanam bawang putih, dan di Sumatera Utara hanya beberapa daerah yang dinilai cocok, termasuk Samosir,” ujar Vandiko.

Ia menjelaskan, Kabupaten Samosir bahkan dinilai sebagai daerah paling potensial setelah dilakukan kajian oleh Kementerian Pertanian. Hal itu terungkap saat dirinya melakukan kunjungan ke kementerian dan mendapat tantangan langsung dari Menteri Pertanian untuk menjadikan Samosir sebagai daerah pengembangan bawang putih nasional.

“Saya ditantang, sanggup tidak Samosir mendukung ketahanan pangan bawang putih. Saya jawab sanggup. Bahkan sebelum saya pulang dari Jakarta, bantuan langsung dikirim berupa traktor dan bibit bawang putih sebanyak 16 ton untuk 20 hektare,” katanya.

Vandiko pun meminta para petani yang menerima bantuan agar serius dalam mengelola program ini. Menurutnya, keberhasilan uji coba ini akan menentukan masa depan Samosir sebagai sentra bawang putih di Sumatera Utara, bahkan nasional.

“Kalau ini berhasil, Samosir bisa jadi penghasil bawang putih di Sumatera Utara. Tapi kalau gagal, peluang ini bisa dialihkan ke daerah lain. Jadi saya minta ini benar-benar dikerjakan dengan serius,” tegasnya.

Ia juga memastikan pendampingan dari dinas ketahanan pangan,  pertanian dan perikanan serta pengawasan langsung dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa Samosir dipilih langsung oleh Kementerian Pertanian sebagai lokasi pengembangan bawang putih dalam rangka mewujudkan swasembada nasional.

Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada dua kelompok tani yakni Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo. Masing-masing kelompok menerima bantuan untuk lahan seluas 10 hektare dengan total bibit sekitar 8 ton per kelompok.

“Selain bibit, juga diberikan dua unit traktor roda 4 untuk mempercepat pengolahan lahan. Targetnya, satu hektare bisa menghasilkan hingga 20–30 ton buah segar,” jelas Tumiur.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi telah melalui kajian tenaga ahli hortikultura dari Kementerian Pertanian dengan sejumlah syarat, di antaranya ketinggian minimal 1.000 meter di atas permukaan laut serta hamparan lahan minimal 10 hektare dalam satu kawasan.

Program ini juga akan mendapat pendampingan intensif dari kementerian, termasuk penugasan tenaga pendamping lapangan serta pelaksanaan sosialisasi teknis kepada kelompok tani.

“Penanaman untuk program ini ditargetkan mulai April dan paling lambat minggu ketiga sudah harus selesai ditanam. Kami juga sudah menyiapkan pendamping di lapangan,” tambahnya.

Penerima bantuan, Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo, Hotber P. Turnip, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami akan berusaha maksimal agar program ini berhasil,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Lamtana, Feriadi Sitio. Ia optimistis program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Samosir.

“Kami siap bekerja keras agar hasilnya maksimal. Ini kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup petani,” katanya.

Dalam kesempatan itu, kelompok tani juga menyerahkan hasil pertanian berupa kopi luak dari Desa Maduma kepada Bupati dan Wabup sebagai bentuk apresiasi. (Ds)

WFH di Samarinda, Disiplin ASN Diperketat

WFH di Samarinda, Disiplin ASN Diperketat

SAMARINDA. mediasergap.comWali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun menegaskan komitmennya dalam menjalankan arahan kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi energi melalui penerapan pola kerja Work From Home (WFH). Sikap patuh ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Jumat (10/4/2026) sore di Arutala Ballroom Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Samarinda.

Dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Wali Kota, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM dan Sekretaris Daerah, Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si tersebut, Andi Harun menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda berencana menerapkan WFH setiap hari Jumat, mulai 17 April 2026. Kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan pusat, sekaligus langkah konkret mendukung penghematan energi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa WFH bukan berarti libur. Seluruh pegawai tetap wajib bekerja sebagaimana biasa, hanya lokasi kerja yang dipindahkan dari kantor ke rumah. Bahkan, kedisiplinan tetap dijaga, termasuk kewajiban mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan hari kerja. 

“Ini WFH, bukan WFA (Work FRom Anywhere, Red). Pegawai tetap harus berada di rumah selama jam kerja dan tidak boleh meninggalkan tempat untuk urusan non-dinas,” tegasnya.

Andi Harun juga menekankan pentingnya responsivitas pegawai terhadap arahan atasan. Seluruh ASN diwajibkan selalu siaga, termasuk memastikan komunikasi tetap aktif dan siap hadir apabila dibutuhkan sewaktu-waktu. Untuk pengawasan, presensi dilakukan secara daring sebanyak tiga kali sehari—pagi, siang, dan sore—yang terintegrasi dengan sistem GPS guna memastikan kehadiran sesuai lokasi.

Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari hukuman disiplin hingga pemotongan tunjangan. Bahkan, untuk pelanggaran berat seperti manipulasi lokasi menggunakan perangkat ilegal, akan berujung pada pencopotan jabatan hingga pemberhentian dengan tidak hormat.

“Jangan coba-coba bermain dengan aturan ini. Sekecil apa pun pelanggaran, akan terdeteksi. Ini soal integritas dan tanggung jawab sebagai aparatur,” ujarnya tegas.

Melalui kebijakan ini, Andi Harun berharap seluruh jajaran Pemkot Samarinda dapat menunjukkan kedisiplinan dan loyalitas dalam menjalankan tugas, sekaligus menjadi contoh dalam mendukung kebijakan nasional. Ia meminta kepada para pimpinan OPD untuk segera menyosialisasikan aturan tersebut di lingkungan kerja masing-masing.

“Kita mulai Jumat depan, lalu kita evaluasi secara menyeluruh. Saya harap ini dijalankan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. (Rel)

(Sumber: ©Kominfo Samarinda)

Gerakan Nyata Pelestarian, Bupati Samosir Ajak Semua Pihak Jaga Ekosistem Danau Toba

Gerakan Nyata Pelestarian, Bupati Samosir Ajak Semua Pihak Jaga Ekosistem Danau Toba

Samosir, mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pusuk Buhit melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar 1.000 bibit ikan di Danau Toba serta menanam 1.000 pohon di kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan dan Pusuk Buhit, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pesanggrahan, depan Rumah Dinas Bupati Samosir ini dihadiri Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Danramil Pangururan, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi, serta Mahasiswa KKN Quality.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Pusuk Buhit yang dinilai sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem Danau Toba.

“Penebaran bibit ikan dan penanaman pohon ini menjadi bukti komitmen kita menjaga keseimbangan ekosistem. Harapan kita, upaya ini tidak berhenti di generasi sekarang, tetapi terus berlanjut dan menjadi contoh bagi masyarakat luas,” ujar Vandiko.

Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, hingga para perantau. Jika ekosistem Danau Toba terjaga, maka sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, juga akan ikut meningkat.

“Danau Toba harus tetap menjadi sumber kehidupan. Jika lingkungannya terjaga, wisatawan akan datang dan masyarakat yang bergantung pada danau ini dapat meningkatkan pendapatan,” katanya.

Vandiko juga menekankan pentingnya penggunaan bibit ikan yang sesuai dengan spesies endemik Danau Toba agar tidak merusak keseimbangan ekosistem.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Effendy Naibaho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari soft launching gerakan penanaman 10 juta pohon. Selain itu, pihaknya juga melakukan penebaran bibit ikan dan penanaman pohon secara simbolis.

“Kegiatan ini bertujuan menjaga Danau Toba dan lingkungannya dengan semangat ‘Suan Unang Taba’, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut didukung oleh Yayasan Si Raja Batak dan ormas PBB.

Sementara itu, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi mengatakan pihak gereja juga akan ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui rencana penanaman pohon pada 18 April mendatang di kawasan Pusuk Buhit.

“Danau Toba dan Samosir adalah rumah kita bersama. Kalau alam tidak aman, kita juga tidak akan aman,” ujarnya.

Kapolres Samosir AKBP Rina Tarigan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah serius dalam upaya konservasi Danau Toba, terutama di tengah menurunnya populasi ikan. “Kami berkomitmen untuk mendukung penuh upaya konservasi dan bersinergi menjaga kelestarian Danau Toba,” katanya. (Ds)

(Sumber: ©Kominfo Samosir)

Sekdako Tebing Tinggi Pimpin Rapat Kerja TPID, Bahas Langkah Konkret Pengendalian Inflasi l

Sekdako Tebing Tinggi Pimpin Rapat Kerja TPID, Bahas Langkah Konkret Pengendalian Inflasi l

Tebing Tinggi, mediasergap.comSekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, memimpin langsung Rapat Kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di Ruang Mawar, Lantai 3 Gedung Balai Kota, Jumat (10/4/2026).

Rapat koordinasi ini merupakan upaya memperkuat langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Rakor difokuskan pada penguatan sinergi lintas instansi serta penyusunan langkah konkret pengendalian inflasi.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen kunci yang tergabung dalam TPID, mulai dari unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Bank Indonesia, Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), serta lembaga vertikal yang tergabung dalam TPID Kota Tebing Tinggi.

Dalam arahannya, Sekdako menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Rapat ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi pengendalian inflasi dan pelaksanaan tugas-tugas TPID, serta untuk menyusun langkah konkret ke depan,” ujar Sekdako.

Beberapa poin utama yang menjadi pembahasan dalam rakor tersebut antara lain, penyusunan peta jalan (roadmap) pengendalian inflasi Kota Tebing Tinggi tahun 2025–2027, perkembangan perekonomian daerah, dan evaluasi terhadap capaian Indeks Harga Konsumen (IHK). Selain itu, turut dibahas hasil monitoring Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atas pelaksanaan kinerja TPID serta pembahasan optimalisasi penggunaan APBD untuk intervensi pasar.

Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang responsif, terutama dalam mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan. Selain pengendalian inflasi, rapat juga menyentuh strategi peningkatan pendapatan daerah tahun 2026 sebagai penopang ketahanan fiskal kota.

Melalui kerja sama yang solid antar instansi dan lembaga vertikal, Pemko Tebing Tinggi optimistis dapat mempertahankan laju inflasi yang terkendali demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. (Ajs)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport