Media Sergap -->


Headline

TP PKK Toba Perkuat Tertib Administrasi melalui Transformasi Digital

TOBA (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba terus mendorong penguatan tata kelola organisasi dan tertib administrasi Tim Penggerak (TP) PKK hingga tingkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan administrasi sekaligus pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelaksanaan program yang lebih efektif, transparan, dan terarah.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Evaluasi Desa Binaan TP PKK Kabupaten Toba kategori Tertib Administrasi yang dilaksanakan oleh Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Desa Simanobak, Kecamatan Silaen, Jumat (14/8/2026).

Evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat penerapan tertib administrasi sekaligus berbagai inovasi yang dikembangkan TP PKK Kabupaten Toba bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para kader PKK.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi digital melalui kolaborasi TP PKK Kabupaten Toba dengan Institut Teknologi Del (IT DEL). Kerja sama tersebut melahirkan sejumlah aplikasi yang dirancang untuk mendukung pendataan, administrasi organisasi, hingga pelaporan kegiatan PKK.

Aplikasi pertama adalah SIEDA (Sistem Informasi Elektronik Dasawisma) yang digunakan untuk mendukung pendataan Dasawisma. Saat ini, pemanfaatannya difokuskan pada desa-desa binaan Kabupaten Toba tahun 2026 dan telah tersedia dalam versi Android.

Selanjutnya terdapat SIDONGAN (Sistem Informasi Dokumen Organisasi Agenda dan Naskah) yang dikembangkan sebagai aplikasi resmi untuk membantu pengelolaan administrasi surat-menyurat, dokumen, agenda, serta arsip pengurus TP PKK Kabupaten Toba.

Sementara itu, SIPANCA (Sistem Informasi Pelaporan Kecamatan) dimanfaatkan untuk mendukung pelaporan kegiatan Ketua TP PKK Kecamatan. Melalui sistem ini, aktivitas kunjungan dan pembinaan ke desa dapat tercatat secara digital sehingga pelaksanaan program lebih mudah dipantau dan dievaluasi.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran dalam memperkuat tertib administrasi dan mendorong transformasi digital di lingkungan TP PKK.

“Saya berharap seusai evaluasi ini, budaya tertib administrasi benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap pelaksanaan program PKK di Kabupaten Toba. Karena organisasi yang kuat dimulai dari tata kelola yang baik, dan tata kelola yang baik dimulai dari administrasi yang tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Sintong P. Napitupulu melalui Kepala Dinas PMD PPA Kabupaten Toba, Melati Silalahi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan arahan Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara.

“Kami sangat mengharapkan arahan, masukan, dan bimbingan dari Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Apa pun catatan yang diberikan pada hari ini akan kami terima sebagai bahan pembelajaran dan motivasi untuk terus berbenah,” katanya.

Menurutnya, evaluasi bukan hanya menjadi sarana penilaian, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan masukan guna meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program PKK di Kabupaten Toba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Silaen Lambok Tiurma Silaen beserta jajaran, TP PKK Kecamatan Silaen, Pemerintah Desa Simanobak, kader PKK, perwakilan OPD, pihak IT DEL, Kepala Desa se-Kecamatan Silaen, Kepala Puskesmas Silaen, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Melalui evaluasi dan penguatan inovasi tersebut, Pemkab Toba berharap tertib administrasi tidak berhenti sebagai bagian dari penilaian, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten hingga tingkat desa.

Dengan dukungan teknologi digital dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, TP PKK Kabupaten Toba diharapkan semakin mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang modern, tertib, dan adaptif dalam mendukung program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. (Ds)

Dua Jam Tanpa Layar, Inovasi Jonggi Manulus Perkuat Kedekatan Keluarga

TOBA (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Toba terus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam membangun pola asuh anak dan remaja yang adaptif di tengah perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Evaluasi Desa Binaan TP PKK Kabupaten Toba kategori Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang dilaksanakan di Desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian, Jumat (14/8/2026).

Desa Jonggi Manulus menjadi salah satu desa yang berhasil lolos ke tahap evaluasi kategori PAAREDI dan mendapat penilaian dari Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara.

Berbagai program inovatif telah dikembangkan di desa tersebut sebagai upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja. Program-program tersebut tidak hanya mendorong anak menjadi cerdas dan berkarakter, tetapi juga membekali mereka agar mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah **Pojok Curhat**, sebuah ruang bagi anak dan remaja untuk menyampaikan berbagai kegelisahan maupun persoalan yang mereka hadapi. Melalui program ini, anak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendampingan dari psikolog sehingga persoalan yang dihadapi dapat ditangani secara tepat.

Selain itu, Desa Jonggi Manulus juga menerapkan program **Dualala (Dua Jam Tanpa Layar)**. Melalui program tersebut, setiap keluarga menyediakan waktu khusus selama dua jam, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, tanpa menggunakan telepon seluler maupun perangkat digital lainnya.

Waktu tersebut dimanfaatkan untuk membangun kembali komunikasi dan kedekatan antaranggota keluarga. Orang tua dapat mendampingi anak belajar, sementara anak memiliki ruang untuk bercerita, berdiskusi dan berinteraksi secara langsung bersama keluarga.

“Ini telah kita jalankan di desa kita. Setiap keluarga harus punya waktu untuk saling bercerita, saling bicara. Orang tua juga punya waktu untuk menemani anaknya belajar. Jadi selama dua jam, anak tidak boleh pegang handphone dan alat teknologi lainnya. Waktu dua jam itu sepenuhnya dimanfaatkan oleh setiap keluarga untuk bersama,” ujar Ketua TP PKK Desa Jonggi Manulus, Ny. Nia James Immanuel Manurung.

Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melalui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny R. Simamora, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak dan remaja.

Menurutnya, kehadiran telepon genggam, internet, media sosial, permainan daring serta berbagai sumber informasi memberikan peluang besar bagi anak untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.

Namun demikian, perkembangan tersebut juga perlu diiringi dengan pendampingan yang tepat agar anak dapat terhindar dari berbagai risiko, seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan di dunia maya, penggunaan gawai secara berlebihan, hingga berkurangnya komunikasi langsung antara anak dan orang tua.

“Karena itu jawaban kita adalah mempersiapkan agar anak mampu menggunakan teknologi dengan cerdas, aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak perlu dibangun sejak dini. Dalam hal ini, keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam memberikan pendampingan, sementara sekolah, pemerintah dan masyarakat turut memperkuat ekosistem yang ramah dan aman bagi tumbuh kembang anak.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu melalui Ketua Bidang I, Lila Wanrus Tamba, ST., M.Si., mengingatkan agar PAAREDI tidak berhenti sebagai program kegiatan maupun pemenuhan administrasi semata.

“PAAREDI harus hidup di dalam keluarga, harus hidup di tengah masyarakat kita. Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan satu anak. Tanggung jawab itu adalah milik semua orang tua,” tegasnya.

Menurutnya, pola asuh anak di era digital membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Setiap program yang dijalankan hendaknya mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi kebiasaan positif yang tumbuh dalam kehidupan keluarga.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Toba berharap penguatan pola asuh anak dan remaja dapat terus berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Toba. Kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, keluarga, sekolah dan masyarakat menjadi kekuatan bersama dalam menciptakan generasi yang berkarakter, percaya diri, cerdas, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen program PAAREDI oleh pengurus TP PKK Kabupaten Toba yang didampingi pengurus TP PKK Kecamatan dan Desa kepada Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara.

Dokumen tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program PAAREDI di Desa Jonggi Manulus, sekaligus menggambarkan berbagai upaya dan inovasi yang telah dilakukan masyarakat desa dalam membangun lingkungan keluarga yang lebih kuat di tengah era digital. (Ds)

Pemkab Samosir Siap Selaraskan Pembangunan Daerah dengan Arah Kebijakan Nasional

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penting sekaligus semangat bagi Pemerintah Kabupaten Samosir untuk terus bergerak, memperkuat pembangunan, serta menyelaraskan program daerah dengan arah kebijakan Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menjalankan berbagai program strategis nasional melalui sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Pusat, DPRD, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan secara efektif, sekaligus memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong, Pemkab Samosir akan terus memperkuat pembangunan di berbagai sektor, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong hadirnya berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Samosir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat persatuan dan kolaborasi dalam melanjutkan pembangunan.

“Mari bersama melanjutkan pembangunan untuk Samosir yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera.” (D/Smart)

Sambut HUT ke-81 RI, PW Pemuda Muslim Sumut dan AJMI Bagikan Ribuan Bendera di Medan

MEDAN (Sumut) mediasergap.comPimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara bersama Aliansi Jurnalis Muslim Indonesia (AJMI) membagikan ribuan bendera Merah Putih kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di kawasan persimpangan Mall Manhattan, Kota Medan. Pembagian bendera dilakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk turut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih.

Ketua AJMI, Ryan Sinaga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan insan pers untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“Pembagian ribuan bendera ini merupakan bagian dari kepedulian kami dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI. Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujar Ryan.

Ryan menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut, Dr. Suasana Nikmat Ginting, tidak dapat hadir karena memiliki kegiatan lain yang tidak dapat diwakilkan.

Sementara itu, Sekretaris PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos., mengatakan pembagian bendera tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemuda Muslimin Indonesia Sumut untuk ikut mengambil peran dalam membangun semangat kebangsaan.

“Momentum kemerdekaan ini harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat memperkuat persatuan dan rasa cinta Tanah Air. Pembagian bendera ini sederhana, tetapi memiliki makna yang besar karena mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghormati simbol negara,” kata Chaerul Umam.

Ia juga mengapresiasi sinergi bersama AJMI dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan media sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi gerakan bersama. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa,” ujarnya.

Pembagian ribuan bendera Merah Putih di persimpangan Mall Manhattan ini mendapat perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat turut memasang dan mengibarkan Merah Putih menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut dan AJMI berharap semangat kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga diwujudkan melalui semangat persatuan, kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Rn)

Kapolres Binjai Cek Kesiapan Mako Polsek Sei Bingai, Perkuat Disiplin dan Pelayanan Prima

BINJAI (Sumut) mediasergap.com Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus pengecekan Markas Komando (Mako) Polsek Sei Bingai, Selasa (11/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kedatangan Kapolres Binjai bersama rombongan disambut Kapolsek Sei Bingai IPTU Welman Harico Sitompul, S.H., M.H., bersama jajaran personel. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres meninjau sejumlah fasilitas Mako, di antaranya area parkir, ruangan unit, hingga ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan personel berada dalam kondisi siap mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan yang cepat, humanis, profesional, dan responsif kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres Binjai menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan tugas. Kebersihan dan ketertiban lingkungan Mako juga harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana kerja yang nyaman sekaligus mendukung pelayanan publik yang optimal.

Kapolres turut mengingatkan personel agar senantiasa menjunjung tinggi etika dalam berinteraksi dengan masyarakat serta memberikan perhatian serius terhadap setiap laporan maupun pengaduan yang disampaikan.

“Setiap laporan dan pengaduan masyarakat harus diterima dan ditangani dengan baik. Personel harus senantiasa disiplin, profesional, serta memberikan pelayanan dengan sikap yang humanis dan sesuai dengan prosedur,” ujar Kapolres.

Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan internal agar seluruh personel senantiasa disiplin, profesional, dan hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pengecekan Mako tersebut berakhir sekitar pukul 23.10 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Melalui kegiatan pembinaan dan pengecekan secara langsung tersebut, Polres Binjai terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan personel dan kualitas pelayanan kepolisian yang Presisi, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (Roni K)

Perkuat Keterbukaan Informasi, Pemko Tebing Tinggi Paparkan Strategi PPID dalam Monev KIP 2026

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus memperkuat komitmen terhadap transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan informasi publik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebing Tinggi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Dari Keterbukaan Informasi Menuju Kepercayaan Publik”, kegiatan tersebut diikuti sejumlah pemerintah daerah di wilayah Sumatera Utara dan dibuka oleh Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Dedi Ardiansyah.

Dari Pemko Tebing Tinggi, kegiatan tersebut diikuti Plt. Asisten Pemerintahan Siti Masitah, Kepala Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi Ghazali Rahman, serta jajaran staf Dinas Kominfo.

Dalam sesi pemaparan, Ghazali Rahman menjelaskan sejumlah strategi yang dilakukan Pemko Tebing Tinggi dalam memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sekaligus meningkatkan kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi publik.

Menurutnya, pelayanan informasi terus dikembangkan melalui berbagai sarana, baik secara tatap muka maupun melalui kanal digital. Langkah tersebut dilakukan agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat ditemukan dan diakses masyarakat secara lebih mudah.

“Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkomitmen memperkuat PPID, mempermudah akses informasi, serta mengembangkan pelayanan informasi melalui sarana tatap muka dan kanal digital agar informasi semakin mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat,” ujar Ghazali.

Tidak hanya memperluas akses, Pemko Tebing Tinggi juga memberikan perhatian terhadap kualitas dan akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Pemutakhiran data secara berkala, evaluasi pelayanan, serta penguatan pengelolaan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK) menjadi bagian dari langkah yang terus dilakukan.

Pemko Tebing Tinggi juga mendorong inovasi pelayanan agar proses memperoleh informasi publik semakin sederhana, cepat, dan responsif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kesiapan tersebut mendapat respons positif dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara. Dedi Ardiansyah mengapresiasi pemaparan dan kesiapan Kota Tebing Tinggi dalam tahapan Monev KIP 2026. “Dari pemaparan yang telah disampaikan, Kota Tebing Tinggi sudah memenuhi ketiga unsur penilaian tersebut,” kata Dedi.

Meski memberikan apresiasi, Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi keterbukaan informasi, khususnya dalam pengelolaan dan pemutakhiran situs web resmi pemerintah daerah.

Menurutnya, kanal digital pemerintah merupakan salah satu pintu utama bagi masyarakat, baik di dalam maupun di luar daerah, untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, informasi yang disajikan perlu diperbarui secara berkala dan memenuhi ketentuan mengenai informasi publik yang wajib diumumkan.

Selain ketersediaan informasi secara umum, kelengkapan dokumen serta penyediaan informasi berkala dan informasi serta-merta juga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan layanan informasi publik.

Menanggapi masukan tersebut, Pemko Tebing Tinggi menyatakan siap melakukan penguatan secara berkelanjutan. Evaluasi yang diberikan dalam Monev KIP menjadi bagian penting untuk memperbaiki kualitas pengelolaan informasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Melalui penguatan PPID, optimalisasi kanal digital, pemutakhiran informasi, dan pengembangan inovasi pelayanan, Pemko Tebing Tinggi terus mendorong keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Keterbukaan informasi publik diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban pemerintah, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat akuntabilitas, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan. (Ajs)

Perkuat Penanggulangan TBC, Pemko Tebing Tinggi Dorong Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kota Tebing Tinggi memperkuat langkah percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor. Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC Tahun 2026 di Ruang Mawar, Balai Kota Tebing Tinggi, Kamis (13/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri para camat serta pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Forum ini menjadi momentum untuk memastikan penanganan TBC tidak berhenti pada penyediaan data dan laporan, tetapi berlanjut pada tindakan konkret hingga tingkat lingkungan.

Dalam arahannya, Sekda Erwin menegaskan bahwa penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Menurutnya, persoalan TBC tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan hingga kepala lingkungan (kepling).

“Kalau namanya Tim Percepatan, berarti ini harus kita lakukan dengan percepatan. Jangan lagi ada perlambatan, kita harus melakukan langkah nyata,” tegas Sekda.

Sebagai langkah awal, Sekdako meminta dilakukan pemetaan data penderita dan terduga TBC secara lebih rinci hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan lingkungan. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi camat, lurah, kepling, dan puskesmas dalam menentukan intervensi serta melakukan pemantauan terhadap kontak erat.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, terdapat 137 kasus positif TBC dan sekitar 808 orang berstatus terduga TBC di Kota Tebing Tinggi. Sekda meminta data tersebut segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis dan penanganan sesuai prosedur, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat.

Percepatan pemeriksaan terhadap kelompok sasaran juga harus diikuti dengan kepastian pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Dalam hal ini, peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dinilai penting untuk membantu memastikan pasien disiplin menjalani pengobatan dan tidak menghentikan terapi sebelum waktunya.

Penanggulangan TBC juga membutuhkan perhatian terhadap faktor lingkungan. Sekda mengingatkan pentingnya upaya memperbaiki kondisi permukiman, mengurangi kepadatan, serta memastikan sirkulasi udara yang sehat.

Karena itu, sejumlah OPD, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkimtah, Dinas Pemadam Kebakaran, serta perangkat daerah lainnya, diminta mengambil bagian sesuai tugas dan kewenangannya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan TBC.

“Jangan sampai rapat ini hanya menghasilkan tabel dan laporan. Kita harus tahu apa yang sudah dikerjakan, apa yang belum, dan apa tindakan berikutnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pelaku UMKM pangan lokal Nurul Azni turut memperkenalkan produk susu kambing berpasteurisasi hasil olahannya. Produk tersebut disebut dapat menjadi salah satu pilihan asupan nutrisi tambahan bagi penderita TBC. Namun, pemanfaatannya tetap bersifat pendukung dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diberikan tenaga kesehatan.

Mengakhiri rapat, Sekda meminta seluruh anggota tim segera memperkuat koordinasi dan menindaklanjuti hasil pemetaan data di lapangan. Setiap perangkat daerah diharapkan memiliki peran dan tindak lanjut yang jelas, sehingga upaya penanggulangan TBC dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan terukur.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, serta menekan penyebaran TBC di Kota Tebing Tinggi.

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Ghazali Rahman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herry Aryanto, Kepala BPKPD Sri Imbang Jaya Putra, Kepala DPMPTSP Nina Zahara, Inspektur Muhammad Fachri, Camat Padang Hilir Melly Rahmayanti, Camat Tebing Tinggi Kota Henci Siregar, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Tebing Tinggi lainnya. (Ajs)

Semarak HUT ke-81 RI di Samosir, Wabup Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Persatuan

Samosir (Sumut) mediasergap.com Semangat kemerdekaan mewarnai Kota Pangururan. Derap langkah peserta gerak jalan, yel-yel penuh semangat, serta irama marching band pelajar menggema di sejumlah ruas jalan, Kamis (13/8/2026), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk melepas Lomba Gerak Jalan Tingkat Instansi se-Kabupaten Samosir yang dirangkaikan dengan Lomba Marching Band Tingkat SD se-Kecamatan Pangururan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kompleks Rumah Dinas Bupati Samosir dan berakhir di Segmen V Water Front City Pangururan.

Ratusan peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan Polres Samosir mengikuti lomba gerak jalan dengan menampilkan kekompakan barisan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan. Di sepanjang rute, penampilan marching band pelajar SD turut menarik perhatian dan antusiasme masyarakat.

Wakil Bupati Ariston mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat persatuan sekaligus mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan. “Dalam mengikuti lomba, tunjukkan semangat. Semangat kemerdekaan, semangat kebersamaan, sekaligus menghargai perjuangan para pahlawan sebagai bagian dari proses kita memperingati HUT RI ke-81,” ujar Ariston.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh kegembiraan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga semangat kemerdekaan hingga mencapai garis finis. “Dari awal sampai finis mari kita ikuti dengan hikmat, tetapi juga dengan penuh kegembiraan dan semangat kemerdekaan,” katanya.

Khusus kepada para pelajar peserta marching band, Ariston menyampaikan apresiasi atas keberanian, semangat, dan antusiasme yang ditunjukkan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam rangkaian peringatan kemerdekaan merupakan pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri dan semangat kebersamaan.

“Adik-adik sekalian, tetap semangat. Ini merupakan momen istimewa untuk memeriahkan kemerdekaan dan menjadi pengalaman berharga untuk melangkah ke depan. Penilaian tentu dilakukan secara objektif, untuk itu tampilkan yang terbaik agar bisa menjadi juara,” ujarnya.

Ariston menegaskan, nilai utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata meraih kemenangan, tetapi bagaimana setiap peserta mampu memaknai kemerdekaan melalui sikap disiplin, kekompakan, sportivitas, dan kebersamaan. “Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita bersama-sama memaknai kemerdekaan. Kekompakan, disiplin, sportivitas dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini merupakan nilai-nilai yang perlu terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari dan dalam membangun Kabupaten Samosir,” kata Ariston.

Menurutnya, semangat tersebut perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian, gotong royong, dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Samosir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Samosir Rina SN Tarigan, Danramil Pangururan, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, Asisten II Hotraja Sitanggang, Camat Pangururan Robintang Naibaho, serta sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Samosir.

Semarak gerak jalan dan marching band menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Samosir. Selain memeriahkan momentum kemerdekaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menanamkan sportivitas, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Tanah Air dan pembangunan daerah. (D/Smart)

Pemkab dan DPRD Toba Perkuat Sinergi Anggaran untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

BALIGE (Sumut) mediasergap.com Pemerintah Kabupaten Toba bersama DPRD Kabupaten Toba menyepakati dan menandatangani Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 serta KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Toba yang digelar di Gedung DPRD Toba, Balige, Kamis (13/8/2026).

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Toba, Robinson Sibarani, dalam rapat tersebut menyampaikan hasil pembahasan antara Banggar DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Toba.

Untuk plafon anggaran sementara perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pendapatan daerah berkurang sebesar Rp.738.555.550,26. Sementara itu, belanja daerah bertambah sebesar Rp.6.200.847.339,43 dan pembiayaan bertambah sebesar Rp.6.939.402.889,69.

Sementara untuk plafon anggaran sementara APBD Tahun Anggaran 2027, pendapatan daerah setelah pembahasan ditetapkan sebesar Rp.1.176.799.128.920, belanja sebesar Rp.1.178.799.128.920, dan pembiayaan sebesar Rp.2.000.000.000.

Robinson menyampaikan, terdapat sejumlah catatan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dan pembahasan anggaran selanjutnya.

"Dengan catatan, pertama, masih dimungkinkan adanya perubahan anggaran pada saat pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 bersama TAPD. Kedua, untuk kegiatan atau subkegiatan baru yang tidak terdapat dalam RKPD Tahun Anggaran 2027, agar dibuat berita acara kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Toba dengan DPRD Kabupaten Toba mengenai penambahan kegiatan atau subkegiatan baru pada KUA-PPAS yang tidak terdapat dalam RKPD Tahun Anggaran 2027," ujar Robinson.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Toba Thomson Manurung, didampingi Ketua DPRD Franshendrik Tambunan dan Wakil Ketua Henry Tambunan. Seluruh anggota DPRD yang hadir menerima dan menyetujui hasil pembahasan untuk selanjutnya dituangkan dalam Nota Kesepakatan.

Usai penandatanganan, Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Toba atas kerja sama, masukan, serta pembahasan yang konstruktif hingga tercapainya kesepakatan tersebut.

Menurut Bupati Effendi, pembahasan KUA-PPAS tidak hanya menjadi bagian dari proses penyusunan anggaran, tetapi juga merupakan langkah penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan daerah berjalan secara efektif, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan rancangan KUA-PPAS, antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan retribusi; penyusunan target pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah yang berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan; serta efisiensi dan optimalisasi anggaran dengan berpegang pada prinsip money follows program dalam penyusunan belanja daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Toba juga terus mendorong sinergi dan keselarasan dengan prioritas pembangunan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga eksistensi pengelolaan keuangan daerah yang baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang tuntas dan berkelanjutan melalui perencanaan dan penganggaran yang baik," kata Effendi.

Bupati juga menginstruksikan seluruh pimpinan perangkat daerah agar segera mempersiapkan dokumen perencanaan dan penganggaran secara tepat waktu dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.

"Pada kesempatan ini saya menginstruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar segera menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 dan perubahan RKA Tahun Anggaran 2026 agar tetap berpegang pada prinsip peningkatan efisiensi, efektivitas, transparan dan akuntabel," ujar Effendi Napitupulu.

Kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Toba tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Toba. (Ds)

Wabup Samosir: Jabatan Adalah Amanah, Buktikan dengan Kerja Nyata dan Integritas

Samosir (Sumut) mediasergap.comPemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir yang dilaksanakan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk di Lobby Lantai II Kantor Bupati Samosir, Kamis (13/08/2026).

Turut hadir Staf Ahli Bupati Rudi SM. Siahaan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, serta Kepala BKPSDM Kabupaten Samosir Marsyn Simbolon.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 202 Tahun 2026 tanggal 12 Agustus 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS dari dan dalam Jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir. Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Erwin CS. Sidabutar sebagai Camat Simanindo dan Belman Sidabukke sebagai Sekretaris Kecamatan Pangururan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur pemerintahan, melainkan amanah dan kepercayaan yang harus diwujudkan melalui kinerja serta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik membuktikan loyalitas bukan hanya melalui ucapan, tetapi melalui kualitas kerja, integritas, sikap, dan tindakan nyata. “Loyalitas tidak cukup dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata. Itu yang akan kami lihat dan nilai ke depannya,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan pejabat pemerintah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pejabat di Tingkat Perangkat Daerah maupun Kecamatan harus mampu memahami kondisi masyarakat, bergerak cepat, responsif, serta hadir memberikan solusi. “Harus bisa seperasaan dengan masyarakat. Ketika ada persoalan di tengah masyarakat, harus cepat direspons dan diberikan perhatian,” ujarnya.

Khusus kepada Camat Simanindo, Ariston menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Simanindo dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian dan sektor pariwisata Kabupaten Samosir, sekaligus menjadi salah satu pintu masuk wisatawan.

“Pelayanan selama ini harus lebih baik ke depan. Simanindo memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan. Kenyamanan masyarakat dan wisatawan harus menjadi perhatian,” katanya.

Selain itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi yang efektif, serta memperkuat kolaborasi dan kerja sama tim.

Ariston menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kekompakan dan sinergi seluruh jajaran. “Mulai saat ini tugas dan tanggung jawab sudah ada di depan mata. Jaga komitmen, etika, dan tanggung jawab dalam berorganisasi. Perkuat kerja sama tim dan tunjukkan kinerja terbaik,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari dinamika organisasi pemerintahan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kinerja aparatur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan pemerintah yang semakin cepat, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Dengan semangat kerja nyata, kolaborasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Samosir yang semakin efektif dan berkualitas. (D/Smart)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport