Media Sergap -->

Headline

Polres Deli Serdang Gagalkan Peredaran 50 Kg Sabu dan Ekstasi, Tiga Orang Diamankan

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com

Petugas Satres Narkoba Polresta Deli Serdang  menggagalkan peredaran narkoba kemasan durian di pintu keluar Tol Lubuk Pakam, Senin (20/4/2026) malam.

Penangkapan itu langsung dipimpin Kasatred Narkoba Kompol Dr Fery Kusnadi di Bel Merah  Lubuk Pakam, Rabu (20/4/2026) pukul 01.30 wib

Dalam penangkapan itu, sebanyak 50 kg , Ribuan Vape Liquid catrige, Ribuan Pil Ekstasi dan Ratusan Hapy water yang dibawa menggunakan mobil bersama tiga orang kurir.

Kasatresnarkoba Polresta Deli Serdang Kompol Dr Fery Kusnadi membenarkan telah menggagalkan penyelundupan narkoba di wilayah hukumnya.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini awalnya melakukan pembuntutan mobil Avanza yang dikenderai ketiga tersangka mulai dari Ledong, Tanjung Balai , Tol Kisaran sampai pintu Tol Lubuk Pakam pada Rabu (20/4/2026) pukul 01.30 wib.

“Penyergapan terhadap minibus Avanza berbuah manis. Puluhan bungkus narkotika sabu dalam kemasan durian, ratusan happy water, ribuan pod vaping, serta ribuan ekstasi diamankan dari tangan tiga pria,” ujar Kasat Narkoba Polres Deli Serdang, Kompol Dr Fery Kusnadi, Kamis (24/4/2026).

Dijelaskan, metode penangkapan dilakukan dengan cara takedown di titik kemacetan, yakni di pintu tol.

“Teknik ini memanfaatkan kondisi kendaraan berhenti statis untuk melakukan penyergapan cepat oleh personel taktis. Tujuannya, meminimalkan risiko kejar-kejaran berkecepatan tinggi yang dapat membahayakan pengguna jalan lain,” sebutnya.

Usai ditangkap, tiga pria bersama barang bukti narkoba dalam kemasan durian diamankan ke Polresta Deli guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita masih melakukan pemeriksaan mendalam. Pun begitu, ketiga pria yang ditangkap diduga kurir narkoba jaringan internasional,” imbuhnya. (Red)

Parit Depan Lapas Binjai Berubah Jadi “Selokan Limbah”: Bau Menyengat, Diduga Limbah Dapur Dibuang Tanpa Pengolahan

Binjai (Sumut) mediasergap.com

Pemandangan memprihatinkan terlihat di depan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai. Sebuah parit beton yang semestinya berfungsi sebagai saluran air kini diduga berubah menjadi jalur pembuangan limbah cair, yang kuat dugaan berasal dari aktivitas dapur di dalam lapas. Air yang mengalir tampak keruh keabu-abuan, berminyak di permukaan, serta mengeluarkan bau busuk menyengat yang sangat mengganggu lingkungan sekitar.

Dari pantauan di lokasi, aliran limbah terlihat keluar melalui pipa yang langsung bermuara ke parit terbuka tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Tidak tampak adanya sistem penyaringan, apalagi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang semestinya menjadi standar wajib bagi fasilitas dengan aktivitas produksi limbah cair. Kondisi ini mengindikasikan adanya pembuangan yang berlangsung terus-menerus, bukan kejadian sesaat.

Lebih ironis, aktivitas tersebut terjadi di ruang publik yang mudah dilihat masyarakat. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran terhadap potensi pencemaran lingkungan yang berlangsung secara terbuka, tanpa upaya pengendalian yang memadai. Situasi ini mencerminkan lemahnya pengawasan internal maupun eksternal terhadap pengelolaan limbah di fasilitas negara.

Secara aturan, setiap kegiatan yang menghasilkan limbah cair wajib memiliki sistem pengolahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembuangan limbah tanpa pengolahan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius. Jika dugaan ini benar, maka praktik yang terjadi di depan Lapas Binjai berpotensi masuk ranah pelanggaran hukum lingkungan.

Kondisi ini semakin menjadi sorotan karena Lapas Binjai berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, lembaga yang seharusnya menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap aturan. Namun, dugaan yang muncul justru sebaliknya: aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan diduga terjadi secara terbuka tanpa penanganan yang jelas.

Warga sekitar turut mengeluhkan kondisi tersebut. Bau menyengat dari aliran limbah mengganggu aktivitas sehari-hari, sementara kekhawatiran akan dampak kesehatan mulai meningkat. Limbah organik yang diduga berasal dari dapur berpotensi menimbulkan bakteri, mencemari lingkungan, hingga berdampak pada kualitas air tanah di sekitar area pemukiman.

Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini dikhawatirkan dapat memperburuk kualitas lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit. Apalagi aliran limbah terlihat terus berjalan tanpa henti, menunjukkan adanya aktivitas rutin yang tidak ditangani dengan sistem pengelolaan yang semestinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Binjai terkait dugaan pembuangan limbah tersebut. Tidak terlihat adanya langkah penanganan maupun klarifikasi atas kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan lingkungan. Peran Dinas Lingkungan Hidup pun dipertanyakan, apakah telah melakukan pengawasan secara berkala atau justru menunggu tekanan publik untuk bertindak.

Jika benar tidak terdapat IPAL yang berfungsi sebagaimana mestinya, maka persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan dugaan kegagalan manajemen lingkungan yang serius di dalam institusi negara. Setiap fasilitas dengan skala produksi limbah besar, termasuk dapur institusi, wajib memiliki sistem pengolahan yang sesuai standar sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

Warga berharap ada tindakan tegas dan cepat dari pihak terkait sebelum dampak pencemaran semakin meluas. Pembiaran terhadap kondisi ini dinilai bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mencoreng wibawa penegakan aturan itu sendiri.

Jika dugaan ini terus dibiarkan tanpa solusi, publik menilai bahwa yang sedang terjadi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga indikasi lemahnya tanggung jawab pengelolaan lingkungan di institusi yang seharusnya menjadi contoh kepatuhan hukum. (M)

Ukom PPTP Pemkab Toba Digelar, Wabup: Butuh Orang yang Tepat di Jabatan yang Tepat

Toba (Sumut) mediasergap.com

Pemerintah Kabupaten Toba melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Uji Kompetensi (Ukom) bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja para pejabat sekaligus memastikan penempatan jabatan sesuai dengan kompetensi masing-masing, guna mendukung visi pembangunan daerah, yaitu “Maju Daerahnya, Sejahtera Rakyatnya, dan Berkelanjutan Pembangunannya.”

Pelaksanaan Ukom diawali dengan penyerahan makalah oleh peserta pada 22 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan wawancara pada Jumat (24/4/2026) di Aula Sapa Raja, Balige.

Tim penguji dalam kegiatan ini terdiri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, AP., M.Si sebagai Ketua Panitia Seleksi, Chusnul Fanany Sitorus, S.STP sebagai Sekretaris, serta Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si, Prof. Dr. Efendi Napitupulu, M.Pd, dan Dr. Nenny Ika Putri Simarmata, M.Psi sebagai anggota.

Saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pejabat tinggi pratama untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Kami membutuhkan orang yang tepat untuk ditempatkan pada jabatan yang tepat, terutama dalam menghadapi keterbatasan anggaran dan kompleksitas permasalahan, serta untuk memastikan tercapainya visi-misi pembangunan Kabupaten Toba,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui Uji Kompetensi ini diharapkan dapat terwujud tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan profesional.

Adapun peserta yang mengikuti Uji Kompetensi antara lain:

  • Sofian Harianto Hasudungan Sitorus, S.T (Kepala Bappelitbangda)
  • dr. Freddi Seventry Sibarani, M.K.M (Kepala Dinas Kesehatan)
  • Verry Napitupulu, S.STP (Asisten Administrasi Umum)
  • Rikardo Hutajulu, S.Pd., M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga)
  • Sahat Manondang Manullang, S.P., M.M (Staf Ahli Bupati)
  • Joni Daniel Pandapotan Lubis, S.T., M.T (Asisten Perekonomian dan Pembangunan)
  • dr. Juliwan Hutapea (Kepala Dinas P2KB)
  • Darwin Sianipar, S.Pt., M.Si (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan)

Melalui pelaksanaan Ukom ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan birokrasi serta mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Ds)

Paskah Oikoumene 2026 Digelar di Pelosok Samosir, Bupati Tekankan Pelayanan hingga Daerah Terpencil

Samosir (Sumut) mediasergap.com

Perayaan Paskah Oikoumene Kabupaten Samosir Tahun 2026 berlangsung khidmat di Gereja Katolik St. Clara Silimapuluh, Desa Parsaoran, Kecamatan Sitio-tio. Suasana ibadah dipenuhi lantunan pujian dan koor dari berbagai denominasi gereja.

Pemilihan lokasi di daerah pelosok menjadi wujud komitmen Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, untuk menghadirkan pelayanan pemerintah secara langsung kepada masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

Acara yang berlangsung sederhana ini tetap menghadirkan suasana kebersamaan dan sukacita antara pemerintah dan masyarakat.

“Perayaan keagamaan harus menjangkau masyarakat di daerah terpencil agar kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung,” ujar Vandiko.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Tamba, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, para pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Samosir, Praeses Distrik VII Samosir Pdt. Rintalori Sianturi, serta tokoh agama.

Perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Kristus Bangkit, Memperbaharui Kemanusiaan Kita”, dengan subtema yang mengajak masyarakat menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi sesama. Khotbah disampaikan oleh RP. Venantius Sitohang, OFM Cap.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir juga memberikan bantuan sebesar Rp50 juta kepada Gereja St. Clara Silimapuluh. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Wakil Ketua DPRD.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk pembangunan fisik dan penguatan iman jemaat,” kata Vandiko.

Bupati Vandiko mengajak masyarakat memaknai Paskah sebagai momentum refleksi atas pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus. Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Karya keselamatan tidak selalu berbentuk materi, tetapi dapat diwujudkan melalui kasih, kepedulian, dan saling membantu antar sesama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah bersama FK3S untuk terus melaksanakan perayaan Paskah dan Natal di wilayah pelosok pada masa mendatang.

“Kami ingin hadir, bersekutu, serta memuji dan memuliakan Tuhan bersama masyarakat di daerah terpencil,” tambahnya.

Selain itu, Vandiko meminta seluruh ASN untuk mengobarkan semangat pembaharuan dalam bekerja agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama.

“Kami tidak hanya memperhatikan wilayah perkotaan, tetapi juga daerah terpencil di Samosir,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Tamba menilai pelaksanaan kegiatan di daerah terpencil merupakan langkah positif pemerintah. Ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur di wilayah Sitio-tio yang terus berjalan, termasuk perbaikan jalan dan pembangunan hotmix ruas Sihotang–Tamba.

“Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek iman dan rohani masyarakat,” katanya.

Sarhockel berharap, melalui pembangunan yang berkelanjutan, Kecamatan Sitio-tio tidak lagi menjadi daerah terisolasi. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan, termasuk dalam pembebasan lahan demi kemajuan daerah.

Ketua FK3S Pdt. Tulus Sianturi mengapresiasi dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat sehingga kegiatan berjalan lancar.

“Semangat Paskah harus dirasakan semua lapisan masyarakat, baik di kota maupun di desa,” ujarnya.

Camat Sitio-tio Josro Tamba bersama Kepala Desa Parsaoran turut menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan Paskah di wilayah mereka.

“Ini merupakan pertama kalinya perayaan Paskah dilaksanakan sejak Kecamatan Sitio-tio terbentuk. Kami sangat bersyukur dan terharu,” ungkapnya. (D/Smart)


DWP Tebing Tinggi Gelar Halalbihalal dan Syukuran Calon Jemaah Haji 2026

TEBING TINGGI (Sumut) mediasergap.com

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tebing Tinggi menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan Halalbihalal Idulfitri 1447 H serta syukuran calon jemaah haji tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Hj. Sawiyah, Jalan Dr. Sutomo, Rabu (22/4/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua DWP Kota Tebing Tinggi, Ny. Afrida Erwin Suheri Damanik, bersama jajaran pengurus, unsur pelaksana, serta seluruh anggota DWP se-Kota Tebing Tinggi. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan perdana pasca-Ramadan ini.

Dalam sambutannya, Ny. Afrida menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota.

“Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta meningkatkan peran aktif dan kreativitas seluruh unit DWP agar terus memberikan kontribusi nyata, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Momentum kegiatan ini turut diisi dengan syukuran bagi anggota DWP yang akan menunaikan ibadah haji. Suasana haru dan bahagia terlihat saat doa dipanjatkan bagi para calon jemaah.

“Kami turut berbahagia atas panggilan suci ini. Semoga ibu-ibu calon jemaah haji diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” kata Ny. Afrida.

Ia juga berpesan agar para calon jemaah turut mendoakan kemajuan organisasi DWP serta pembangunan di Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta dukungan moral bagi anggota yang akan menjalankan ibadah haji. (Ajs)

Perayaan Paskah Oikumene Samosir 2026 Berlangsung Khidmat, UMKM Lokal Turut Ramaikan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com

Perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Samosir Tahun 2026 berlangsung khidmat di Desa Parsaoran, Kecamatan Sitio-tio, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan Kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17.

Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat serta unsur Pemerintah Kabupaten Samosir. Suasana perayaan semakin semarak dengan kehadiran “Kedai Timus”, yakni warung kopi dadakan yang kerap muncul dalam berbagai kegiatan adat maupun pesta di wilayah Samosir.

Sejumlah Kedai Timus terlihat berdiri di sekitar lokasi acara, termasuk di halaman Gereja Katolik Stasi Santa Clara Silima Pulu. Para pemilik kedai memanfaatkan area rindang di bawah pepohonan untuk berjualan, sehingga pengunjung tetap nyaman bersantai meski cuaca cukup panas.

Tak hanya di sekitar gereja, warga setempat juga membuka kedai di depan rumah masing-masing. Pedagang keliling pun turut memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari rezeki.

Di sela-sela kegiatan ibadah, para pengunjung yang didominasi oleh pegawai Pemerintah Kabupaten Samosir tampak menikmati suasana santai sambil berbincang. Mereka menikmati berbagai hidangan sederhana seperti kopi, teh manis, serta mie gomak, kuliner khas Samosir.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni Rp5.000 untuk secangkir kopi dan Rp10.000 untuk satu porsi mie gomak.

Salah seorang pemilik Kedai Timus bermarga Sihombing mengaku penjualannya cukup baik selama acara berlangsung. Ia tampak sibuk melayani pembeli. “Lumayan,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, momentum perayaan ini juga dimanfaatkan oleh Koperasi Desa Merah Putih Parsaoran untuk mempromosikan produk lokal. Koperasi yang telah berdiri sekitar satu tahun tersebut membuka gerai yang menjual berbagai hasil bumi, seperti beras merah seharga Rp80.000 per 5 kilogram dan bawang merah Rp30.000 per kilogram.

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Parsaoran, Rahman Gultom, mengatakan pihaknya terus berupaya memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.

“Kita mencoba mempromosikan produk di daerah sini, produk asli Desa Parsaoran,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memanfaatkan berbagai kegiatan di tingkat desa hingga kabupaten sebagai sarana promosi produk lokal. (D/Smart)

 

Bupati Samosir Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

MEDAN (Sumut) mediasergap.com

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (22/4/2026).

Kehadiran Bupati Samosir didampingi Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Bapperida Rajoki Simarmata dan Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, bersama jajaran kepala dinas lainnya.

Kegiatan Musrenbang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, serta dihadiri Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, unsur Forkopimda, dan seluruh kepala daerah se-Sumatera Utara.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan Produktivitas, Investasi, dan Industrialisasi Berbasis Potensi Daerah”, Musrenbang RKPD Sumut 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara menegaskan enam fokus utama pembangunan daerah, yakni:

  • akselerasi pertumbuhan berkualitas,
  • peningkatan produktivitas,
  • peningkatan investasi,
  • pengembangan industri berbasis potensi daerah,
  • penguatan daya saing daerah, serta
  • pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa indikator pembangunan Sumatera Utara menunjukkan tren positif, meskipun pemerataan masih menjadi tantangan yang perlu ditingkatkan.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut mencapai 76,47, lebih tinggi dari rata-rata nasional 75,90. Ini menunjukkan kualitas SDM Sumut relatif baik,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk mengawal usulan prioritas daerah agar dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan tingkat provinsi.

Fokus usulan Kabupaten Samosir mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian, serta optimalisasi potensi pariwisata sebagai sektor unggulan daerah.

“Musrenbang RKPD merupakan tahapan awal perencanaan pembangunan. Karena itu, diperlukan sinkronisasi antara kebijakan pusat, provinsi, dan daerah agar setiap program prioritas dapat berjalan selaras dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Vandiko.

Lebih lanjut, Vandiko berharap kehadiran Kementerian Dalam Negeri dalam forum tersebut dapat memberikan dukungan strategis, baik dari sisi regulasi maupun penguatan anggaran. Ia juga menilai Musrenbang menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Samosir dalam Musrenbang ini diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan serta mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang terarah dan berkelanjutan. (D/Smart)

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Mafia BBM Subsidi di Musi Rawas, 12 Pelaku Diamankan

MUSI RAWAS (SUMSEL) mediasergap.com

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan mengungkap praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Musi Rawas.

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Tim Unit II Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus dalam operasi yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Operasi dipimpin langsung oleh Kasubdit IV, AKBP Ahmad Budi Martono, S.I.K., M.H., dengan menyasar lokasi ilegal di kawasan kebun sawit, Kelurahan Terawas, Kecamatan STL Ulu Terawas, yang berada tidak jauh dari Jalan Lintas Sumatera.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan tiga titik gudang penimbunan BBM ilegal. Sebanyak 12 orang pelaku berhasil diamankan dengan peran yang beragam, mulai dari sopir, kernet, pemilik gudang, hingga pekerja lapangan.

Dari lokasi kejadian, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan ton BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar, dan minyak tanah. Selain itu, turut diamankan lima unit kendaraan operasional, termasuk mobil tangki Pertamina, puluhan tedmon penampung, serta peralatan seperti mesin pompa dan selang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya serius dalam memberantas mafia BBM yang merugikan negara dan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku yang menyalahgunakan BBM subsidi. Praktik ini sangat merugikan negara dan berdampak luas terhadap masyarakat,” tegasnya.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan praktik penyelewengan BBM dengan modus pemindahan muatan di tengah perjalanan. Mobil tangki yang seharusnya menyalurkan BBM ke SPBU resmi diduga justru membongkar muatan di gudang ilegal untuk kemudian dicampur dengan minyak hasil sulingan masyarakat sebelum diedarkan kembali.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa seluruh tersangka saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara melalui Polri dalam melindungi kepentingan publik serta memastikan distribusi energi tepat sasaran,” ujarnya.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan BBM di lingkungan sekitar. (Rel)



Wakil Bupati Toba Sambut Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI

TOBA (Sumut) mediasergap.com

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyambut kedatangan rombongan Komisi X DPR RI dalam rangka kunjungan kerja reses di Kabupaten Toba, Rabu (22/4/2026).

Rombongan dipimpin Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, bersama Wakil Ketua sekaligus Ketua Tim Kunjungan, Kurniasih Mufidayati, serta para anggota. Turut mendampingi, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Riama Audi Murphy.

Kunjungan kerja reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas DPR RI di daerah, dengan fokus pada fungsi pengawasan, penganggaran, serta penyerapan aspirasi masyarakat terkait kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, perpustakaan, riset, dan inovasi.

Dalam agenda kunjungan, rombongan meninjau sejumlah lokasi, di antaranya SMP Negeri 1 Balige, Yayasan TB Soposurung, Makam Pahlawan Sisingamangaraja XII, serta menggelar rapat di Museum TB Silalahi Center.

Wakil Bupati Toba dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Toba memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan ekonomi.

“Kami berharap dukungan, sentuhan tangan, dan pemikiran Bapak dan Ibu agar sekolah di Kabupaten Toba semakin baik dari segi sarana, prasarana, dan penataan lingkungan, termasuk SMP Negeri 1 Balige yang merupakan sekolah tertua di Balige,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba akan menyiapkan perencanaan teknis dan rencana anggaran pembangunan sekolah untuk diajukan ke pemerintah pusat, serta berharap dukungan Komisi X DPR RI dalam realisasinya.

Selain itu, Wakil Bupati turut mendorong agar rencana pembangunan perpustakaan daerah di SMP Negeri 1 Balige dapat menjadi prioritas dan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi pemaparan dan jawaban yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Toba.

“Seluruh masukan dan permohonan telah kami catat. Kami meminta anggota tim untuk mendalami setiap informasi yang disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPR RI dalam mendorong peningkatan kualitas pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Toba.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Toba, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta pejabat terkait lainnya. (Ds)

Pemkab Toba Dorong Penguatan Pendidikan, Sampaikan Aspirasi ke Komisi X DPR RI

TOBA (Sumut) mediasergap.com

Pemerintah Kabupaten Toba menyampaikan sejumlah aspirasi strategis, khususnya di sektor pendidikan, kepada Komisi X DPR RI dalam kunjungan reses Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (22/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, di SMP Negeri 1 Balige, didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba Ny. Riama Murphy Sitorus serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menegaskan komitmen masyarakat Toba terhadap pendidikan dengan mengutip filosofi Batak, “Anakhon hi do hamoraon di ahu” yang berarti anak adalah harta paling berharga.

“Semiskin apa pun kami, pendidikan anak tetap menjadi prioritas. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat,” ujar Wakil Bupati.

Di SMP Negeri 1 Balige, rombongan Komisi X DPR RI meninjau langsung kondisi ruang belajar dan berdialog dengan siswa. Sejumlah siswa menyampaikan kebutuhan perbaikan sarana, seperti atap, meja, dan jendela kelas yang sudah mengalami kerusakan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Yayasan TB Soposurung dan Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, sebelum rombongan menuju Museum TB Centre untuk agenda makan siang dan rapat bersama Pemkab Toba serta perwakilan masyarakat.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, berbagai aspirasi disampaikan, termasuk usulan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Ketua DPRD Toba, Franshendrik Tambunan, dalam forum tersebut turut menyoroti pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap kenaikan gaji guru, termasuk tenaga pengajar tingkat TK dan PAUD.

Secara konkret, Pemerintah Kabupaten Toba menyerahkan enam proposal pembangunan kepada Komisi X DPR RI, meliputi:

  • Pembangunan Gedung Olahraga,
  • Peningkatan Akses Pendidikan,
  • Rehabilitasi Gedung Sentra Pemuda,
  • Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan,
  • Revitalisasi Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII,
  • Eksplorasi Warisan Peradaban Batak di Eropa untuk Produksi film Raja Sisingamangaraja XII.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengusulkan perlunya pembentukan badan koordinasi terpadu untuk pengelolaan kawasan Danau Toba agar lebih optimal dan terarah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Tim Reses, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, menyampaikan komitmen untuk mendorong langkah konkret, khususnya di sektor pendidikan.

“InsyaAllah akan ada renovasi untuk SMP yang tadi kami kunjungi. Selain itu, program seperti PIP juga akan kami dorong agar lebih menjangkau siswa, termasuk peningkatan angka partisipasi kuliah,” ungkapnya.

Kegiatan reses ini turut dihadiri sejumlah anggota Komisi X DPR RI, di antaranya dr. Sofyan Tan, Bonnie Triyana, Denny Cagur, Melly Goeslaw, serta mitra kerja dari berbagai kementerian dan lembaga.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Toba. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport