Media Sergap -->





Headline

Peringatan Wafat D.I. Panjaitan Jadi Momentum Kenalkan Sejarah kepada Generasi Muda

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu memimpin upacara peringatan hari wafat Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac Panjaitan (D.I. Panjaitan) di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/09/2026).

Upacara yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku” tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk mengenang jasa, perjuangan, dan pengorbanan D.I. Panjaitan dalam mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai inspektur upacara, Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu melakukan peletakan karangan bunga di monumen D.I. Panjaitan. Rangkaian penghormatan kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga bersama unsur Forkopimda dan keluarga besar D.I. Panjaitan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hot Mangaraja Panjaitan, yang merupakan putra D.I. Panjaitan, menyampaikan rasa bangga dan syukur karena perjuangan ayahnya terus dikenang dan diperingati setiap tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan secara virtual dalam rangkaian upacara peringatan wafat D.I. Panjaitan.

“Saya merasa bangga dan bersyukur bahwa perjuangan beliau tidaklah sia-sia. Beliau masih tetap diingat dan diperingati setiap tahunnya,” ujar Hot Mangaraja Panjaitan.

Menurutnya, pengorbanan D.I. Panjaitan memberikan pelajaran penting bagi generasi penerus mengenai pengabdian kepada bangsa dan negara serta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ia juga mengajak generasi penerus untuk mengambil nilai keteladanan dari sosok D.I. Panjaitan, khususnya semangat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

“Apabila ada seorang putra dari Lumban Tor, putra dari Kabupaten Toba yang rela mengorbankan nyawanya, sudah sepantasnya bagi kita mengingat pelajaran yang beliau tinggalkan agar kita memberikan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

Hot Mangaraja juga menyampaikan penghargaan dan rasa bangganya sebagai bagian dari Kabupaten Toba serta komitmennya untuk menjaga kehormatan tanah kelahiran dan nama baik orang tuanya.

Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mengajak keluarga besar D.I. Panjaitan dan seluruh pihak untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan serta melestarikan sejarah dan budaya yang diwariskan oleh para pahlawan.

“Kiranya kita bisa berkolaborasi bersama keluarga untuk mewujudkan impian yang bisa kita kolaborasikan,” kata Effendi saat berkomunikasi secara virtual dengan Hot Mangaraja Panjaitan.

Bupati berharap peringatan hari wafat D.I. Panjaitan dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Revolusi tersebut.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghormatan, penghargaan dan rasa cinta mendalam atas pengorbanan jiwa raga yang telah diberikan almarhum demi tetap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI,” ujar Effendi.

Effendi mengaku terharu sejak pertama kali hadir di lokasi hingga rangkaian upacara selesai. Menurutnya, keberadaan D.I. Panjaitan sebagai Pahlawan Revolusi merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Toba.

“Tidak semua daerah punya Pahlawan Revolusi. Karena itu, kalau bisa peringatan wafat ini bergulir setiap tahun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keteguhan dan keberanian D.I. Panjaitan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara menjadi bagian penting dari sejarah yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, keteladanan tersebut merupakan warisan berharga dari tanah Toba yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana kegiatan, Janner Sitorus dari Forum Martabe Sigurs (Formasi), dalam laporannya menyampaikan bahwa keberadaan Formasi salah satunya bertujuan mendorong kemajuan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah yang ada di daerah.

Pelaksanaan peringatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda penghormatan terhadap jasa pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah.

Arta Siagian dan Tumpal Panjaitan yang mewakili keluarga besar D.I. Panjaitan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Toba.

Peringatan hari wafat D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat menjaga persatuan, Pancasila, dan keutuhan NKRI.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Lubis, Pabung 0210/TU, Forkopimcam Silaen, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, serta undangan lainnya. (Ds)

Kunjungi STT Reformed Injili Lumbantor, Bupati Toba Buka Ruang Dukungan Pengembangan Pendidikan

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mengapresiasi keberadaan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Reformed Injili Lumbantor di Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat mengunjungi STT Reformed Injili Lumbantor, Rabu (30/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung aktivitas pendidikan sekaligus berdialog dengan pengelola, dosen, dan mahasiswa.

Bupati Effendi menyampaikan bahwa keberadaan STT Reformed Injili Lumbantor menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan teologi. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tersebut juga menjadi kebanggaan karena lahir dari inisiatif keluarga besar Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

“D.I. Panjaitan kan bukan hanya milik Toba. Jadi nanti kita lihat momennya, kalau ada kegiatan di sini kita bersama kepala daerah lain juga tahu bahwa ini ada dan didirikan oleh keluarga D.I. Panjaitan. Ini menjadi kebanggaan kita karena ini inisiatif dari keluarga besar,” ujar Bupati Effendi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Toba mendukung keberadaan dan pengembangan STT Reformed Injili Lumbantor sesuai dengan ketentuan serta kewenangan pemerintah daerah.

Bupati juga membuka ruang komunikasi dengan pihak pengelola STT untuk mengetahui berbagai kebutuhan dan hal-hal yang dapat dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dalam rangka mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan tersebut.

STT Reformed Injili Lumbantor berada di bawah naungan Yayasan Herman Opul Panjaitan (HOP) yang telah berdiri sejak 2003.

Saat ini, STT tersebut memiliki 21 mahasiswa yang berasal dari berbagai denominasi gereja. Sebagai sekolah pendeta berasrama, STT Reformed Injili Lumbantor menyelenggarakan pendidikan selama empat tahun dengan tujuan menghasilkan lulusan bergelar Sarjana Teologi.

Keberadaan lembaga pendidikan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pendidikan formal di bidang teologi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Dosen Bidang Akademik dan Humas STT Reformed Injili Lumbantor, Desman Boys Pandjaitan, mengapresiasi kunjungan Bupati Toba.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan keterbukaan Bupati dalam mendengarkan kebutuhan serta perkembangan STT Reformed Injili Lumbantor.

“Sangat kagum karena Pak Bupati mau datang dan Pak Bupati tadi menyuruh datang untuk berbicara apa yang bisa dibantu. Terima kasih karena sudah sangat terbuka,” kata Desman.

Kunjungan Bupati Toba disambut langsung Ketua STT Reformed Injili Lumbantor, Tulus Nasution, didampingi Yusuf Sumitro Pasaribu yang juga merupakan dosen di STT tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan sejumlah mahasiswa mengenai pengalaman selama mengikuti pendidikan di STT Reformed Injili Lumbantor.

Salah seorang mahasiswa, Arthur Richard Panjaitan (24), yang saat ini duduk di Semester 9, menyampaikan harapannya agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan studinya.

“Harapan saya semoga dapat menyelesaikan studi di sini dan mendapat pekerjaan yang mapan,” ujar Arthur.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Toba untuk melihat secara langsung keberadaan serta perkembangan lembaga pendidikan yang berada di wilayah Kabupaten Toba.

Pemerintah daerah berharap keberadaan STT Reformed Injili Lumbantor dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, kompetensi, serta nilai-nilai pelayanan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Hadir mendampingi Bupati Toba, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tumpal Panjaitan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rikardo Hutajulu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Harrizon Hutabarat, Kepala Bagian Prokopim Tri Sutrisno Samosir, serta Camat Silaen Lambok Silaen. (Ds)

Potensi Wisata Natolu Tali Didorong Jadi Destinasi Sejarah dan Budaya di Toba

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mendorong masyarakat Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, untuk terus mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya yang terdapat di kawasan Monumen Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Toba saat menghadiri peringatan hari wafatnya Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/09/2026).

Bupati menilai kawasan perkampungan keluarga D.I. Panjaitan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Toba. Karena itu, masyarakat dan keluarga besar D.I. Panjaitan diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menata dan mengembangkan kawasan tersebut.

“Kecamatan kita ini punya potensi wisata. Wisata sejarah atau wisata budaya yang akan kita kembangkan, silakan. Termasuk juga jika keluarga berkenan ini menjadi lokasi wisata sejarah atau budaya. Apa yang bisa disupport dari pemerintah supaya nanti jika sudah terjalin koordinasi dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan awal dalam waktu dekat,” ujar Bupati Effendi.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana potensi sejarah, budaya, dan lingkungan yang ada dapat dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Potensi pengembangan kawasan tersebut juga mendapat perhatian dari Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Sylvia Rosita Lubis.

Sylvia mengapresiasi keberadaan sejumlah bangunan yang telah dibangun keluarga besar D.I. Panjaitan, termasuk homestay yang berada di lingkungan perkampungan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada homestay yang luar biasa, bagus sekali. Sangat takjub sekali. Tadi kami dapat informasi homestay ini baru dibangun setahun yang lalu oleh keluarga besar almarhum Bapak D.I. Panjaitan,” ungkapnya.

Menurut Sylvia, keberadaan homestay tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata sejarah D.I. Panjaitan.

“Tidak mungkin kita biarkan homestay ini hanya berdiri saja, tetapi merupakan tugas kita juga untuk mempromosikannya sebagai destinasi dari Monumen D.I. Panjaitan dan homestay di lingkungan ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi penataan lingkungan yang dilakukan keluarga besar D.I. Panjaitan di Desa Natolu Tali.

Keasrian kawasan dengan keberadaan Ruma Batak dan Sopo Batak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Bangunan tersebut didominasi ornamen dan motif gorga Batak, dikelilingi pepohonan, serta berada di kawasan yang menyuguhkan pemandangan hamparan persawahan.

Perpaduan tersebut memberikan suasana yang nyaman bagi pengunjung sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai destinasi yang memadukan sejarah perjuangan bangsa, budaya Batak, dan keindahan alam pedesaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, yang mewakili keluarga D.I. Panjaitan, menjelaskan bahwa penataan kawasan perkampungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menata kembali kampung halaman keluarga Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Menurutnya, pembangunan monumen dan museum di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar, agar lebih mengenal sosok, profil, serta perjuangan D.I. Panjaitan sebagai salah satu Pahlawan Revolusi.

Selain fungsi edukasi, kawasan tersebut juga diarahkan untuk dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Di lokasi perkampungan ini saat ini tujuh rumah adat Batak telah selesai dibangun. Pada Oktober 2026 direncanakan pembangunan dan renovasi rumah keluarga. Semoga dapat dituntaskan secara bertahap,” kata Tumpal.

Pengembangan kawasan Natolu Tali diharapkan dapat memperkuat pelestarian nilai sejarah dan budaya sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Toba.

Dengan dukungan pemerintah, keluarga besar D.I. Panjaitan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya yang memperkenalkan warisan Batak dan kisah perjuangan Pahlawan Revolusi kepada generasi mendatang. (Ds)

Pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 17 Medan Rp 2.496.000.000 Dipertanyakan, Media Menyoroti Sebab Volume Tak Dicantumkan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com – Pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 17 Medan dengan anggaran sebesar Rp. 2.496.000.000 perlu dipertanyakan, sebab saat awak media ini melakukan pemantauan dilokasi revitalisasi sekolah tidak ada dicantumkan volume pekerjaan oleh perusahaan pelaksana pekerjaan sehingga ada dugaan terjadinya penyelewengan disebabkan spesifikasi tidak sesuai dengan perjanjian. 

Persoalannya bukan hanya mengenai informasi volume yang tidak dicantumkan. Kondisi fisik pengerjaan pun patut dipertanyakan. Pada sejumlah bagian, hasil pekerjaan sepertinya terlihat kurang rapi sehingga memunculkan pertanyaan apakah pelaksanaan pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut telah dikerjakan sesuai standar teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Dengan anggaran Rp. 2,496.000.000 pekerjaan revitalisasi sekolah SMP Negeri 17 Medan setiap bagian bangunan patut dikerjakan sesuai memenuhi ukuran, mutu, spesifikasi dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan sebagaimana uang negara yang telah dikucurkan tentu diinginkan mutu pekerjaan patut menghasilkan pekerjaan yang terukur, berkualitas dan profesional. 

Dengan tidak dicantumkannya volume pekerjaan di papan informasi dilokasi pekerjaan tentu membuat masyarakat bahkan media insan Pers bertanya tanya apa sebab sehingga timbul dugaan kecurangan, padahal informasi volume pekerjaan sangat penting agar publik mengetahui keterbukaan transparansi anggaran yang telah dikucurkan oleh pemerintah dengan hasil pekerjaan yang bermutu.

Papan informasi pekerjaan seharusnya bukan sekadar formalitas namun harus mampu memberikan transparansi yang akuntabel kepada masyarakat terlebih orangtua siswa SMP Negeri 17 Medan, sebab pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut menggunakan anggaran uang negara dalam jumlah besar.

Pantauan awak media di lokasi pekerjaan juga menemukan hasil pengerjaan yang kurang memuaskan, jika nantinya kualitas pekerjaan revitalisasi gedung sekolah diduga tiidak sesuai spesifikasi maka sudah seharusnya aparat yang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap "Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 17 Medan. (Roni K)

Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Wali Kota Tebing Tinggi Tegaskan 4 Komitmen Penting

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota Tebing Tinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat menghadiri peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Jalan Pendidikan, Rabu (30/09/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota memaparkan empat komitmen utama Pemko Tebing Tinggi. Komitmen pertama adalah memberikan dukungan penuh terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai program prioritas nasional. Kedua, Pemko Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus memperkuat akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi di seluruh fasilitas layanan kesehatan, puskesmas, serta rumah sakit di wilayah Kota Tebing Tinggi.

Lebih lanjut, komitmen ketiga diwujudkan melalui instruksi kepada seluruh jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Dinas Kesehatan, para camat dan lurah, hingga Penyuluh KB (PLKB) selaku ujung tombak di lapangan untuk terus gencar melakukan edukasi dengan sasaran remaja, calon pengantin, dan Pasangan Usia Subur (PUS). Sementara komitmen keempat adalah mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader untuk bersama-sama menghilangkan stigma negatif masyarakat tentang kontrasepsi.

"Mari kita sampaikan bahwa ber-KB itu adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan ibu dan masa depan anak," ujar Wali Kota.

Wali Kota juga mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk menjadikan momen peringatan ini sebagai pengingat akan pentingnya perencanaan dalam sebuah keluarga. 

"Jadikan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini sebagai pengingat bahwa satu ibu yang selamat berarti satu keluarga yang utuh. Satu kehamilan yang direncanakan berarti satu generasi yang lebih berkualitas. Mari kita wujudkan Kota Tebing Tinggi sebagai kota yang peduli pada kesehatan ibu dan anak, melalui keluarga yang terencana," ungkap Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Dinas PPKB Kota Tebing Tinggi, Dedi Parulian Siagian, melaporkan bahwa Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 September merupakan momentum berharga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Momentum ini dimeriahkan melalui program pelayanan KB gratis yang berlangsung secara serentak mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026.

"Pelayanan KB yang diberikan terdiri dari Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu IUD, implan, Medis Operasi Pria (MOP), dan Medis Operasi Wanita (MOW), serta metode kontrasepsi jangka pendek yaitu pil, suntik, dan kondom," ujar Kadis PPKB.

Kadis PPKB memaparkan bahwa capaian pelayanan KB gratis di Kota Tebing Tinggi sejauh ini menunjukkan hasil memuaskan. Untuk peserta KB baru dengan target 181 orang telah tercapai sebanyak 478 orang atau 264,09 %. Adapun peserta KB MKJP dari target 124 orang telah tercapai 118 orang atau 95,16 %, serta peserta KB pasca-persalinan dari target 202 orang telah tercapai 204 orang atau 100,99 %.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan biaya transportasi secara simbolis kepada para akseptor KB, sesi foto bersama, serta peninjauan langsung oleh Wali Kota bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke ruangan tempat pelaksanaan pemberian kontrasepsi implan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane drg. Lili Marliana, Para Camat atau yang mewakili, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, para tamu undangan, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Diduga Belum Miliki PBG, Bangunan 2 Lantai di Medan Tembung Berdiri dan Makan Jalan serta Diatas Parit Jalan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com — Pembangunan bangunan Dua lantai di Jalan Tempuling/Simpang Dahlia, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, menuai sorotan. Bangunan tersebut disebut akan digunakan sebagai rumah kos dengan 14 kamar.

Saat ini, pembangunan tersebut sudah rampung hingga pengecoran lantai dua. Namun, hingga kini tidak terlihat papan atau informasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang ditempel di lokasi, sehingga memunculkan dugaan bangunan tersebut belum dilengkapi perizinan sebagaimana mestinya.

Tak hanya soal perizinan, posisi bangunan juga menjadi perhatian karena diduga berdiri di atas parit yang berada rapat dengan jalan utama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait fungsi drainase, aspek teknis pembangunan, serta pemanfaatan area di sekitar fasilitas umum.

Ironisnya, bangunan tersebut disebut berada di akses keluar-masuk Kantor Lurah Sidorejo Hilir. Kondisi itu membuat warga mempertanyakan bagaimana proses pembangunan yang cukup mencolok tersebut dapat berjalan hingga dua lantai tanpa terlihat adanya pengawasan dari aparatur setempat.

Sorotan pun mengarah kepada pihak kelurahan dan kepala lingkungan (kepling). Bukan hanya soal apakah pembangunan tersebut diketahui, tetapi juga apakah status PBG, lokasi bangunan, serta aspek teknisnya pernah diperiksa sejak pekerjaan dimulai.

Jika pembangunan memang belum mengantongi PBG, Pemko Medan diminta segera melakukan pemeriksaan dan memberikan kejelasan kepada masyarakat. Publik juga berhak mengetahui apakah bangunan tersebut sesuai ketentuan dan tidak mengganggu fungsi parit maupun akses jalan di kawasan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan Jhon Ester Lase saat  dikonfirmasi wartawan mediasergap.com Senin (28/09/2026) melalui pesan WhatsApp ya hingga berita ini dipublikasikan tidak ada keterangan. (M)

Pemkab Toba Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan Melalui Wacana Pembentukan PPLD

TOBA (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mewacanakan pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLD) sebagai wadah pembinaan atlet muda berprestasi sekaligus upaya memperkuat sistem pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Toba.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaring, membina, dan mengembangkan potensi atlet pelajar sejak usia dini sehingga memiliki kesempatan untuk meningkatkan prestasi secara lebih terarah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, menyampaikan hal tersebut di sela-sela pelaksanaan Turnamen Olahraga dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kabupaten Toba, Selasa (29/09/2026).

Menurut Donny, kegiatan olahraga yang digelar dalam rangka Haornas tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melihat sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial dari kalangan pelajar.

Turnamen yang berlangsung pada 28–29 September 2026 di Kompleks Perkantoran Bupati Toba tersebut diikuti pelajar tingkat SD dan SMP. Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, antara lain mini soccer, bola voli, margala, atletik, catur, dan senam.

Dari berbagai pertandingan tersebut, para pelajar yang memiliki kemampuan dan potensi olahraga diharapkan dapat teridentifikasi untuk kemudian mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Donny menjelaskan, kegiatan olahraga pelajar yang saat ini masih dikemas dalam bentuk festival diharapkan ke depan dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan berkesinambungan.

Salah satu upaya yang tengah diwacanakan adalah pembentukan PPLD. Menurutnya, keberadaan PPLD akan membutuhkan landasan hukum yang jelas, baik melalui Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda).

Dengan adanya payung hukum tersebut, pemerintah daerah dapat memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung pembinaan atlet pelajar secara berkelanjutan.

"Dengan begitu, nantinya kita bisa memprogramkan penganggaran melalui APBD sehingga pembinaan atlet tidak terputus," ujar Donny, didampingi Kepala Bidang Olahraga, Tridarma Simanjuntak.

Apabila terealisasi, PPLD nantinya diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi pelajar yang memiliki prestasi maupun potensi di bidang olahraga. Pembinaan akan diarahkan pada sejumlah cabang olahraga yang menjadi unggulan Kabupaten Toba.

Menurut Donny, sistem pembinaan yang berkelanjutan penting dilakukan agar atlet pelajar yang telah berhasil menunjukkan prestasi dalam berbagai kompetisi tidak berhenti pada satu ajang pertandingan saja, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing.

"Namun, kita mungkin akan fokus pada cabang olahraga unggulan. Dengan demikian, bibit-bibit atlet yang terjaring dalam kegiatan seperti ini tidak terabaikan," katanya.

Wacana pembentukan PPLD tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemkab Toba untuk membangun pembinaan olahraga yang dimulai dari lingkungan pelajar. Melalui proses penjaringan, pembinaan, dan pendampingan yang lebih terarah, potensi atlet muda diharapkan dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kabupaten Toba di berbagai tingkatan. (Ds)

Dari Toba ke Panggung Nasional, Keindahan Tenun Lokal Tampil di Kriyanusa 2026

JAKARTA, mediasergap.com — Kekayaan wastra Kabupaten Toba kembali mendapat ruang di panggung nasional. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemerintah Kabupaten Toba turut memperkenalkan keindahan tenun lokal dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Nusantara yang menjadi bagian dari rangkaian Pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta.

Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, tampil mengenakan busana berbahan tenun khas Toba dalam parade yang menghadirkan beragam karya wastra dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Dengan balutan busana tenun yang anggun, Ny. Astita Effendi Napitupulu memperlihatkan keindahan dan karakter khas tenun Toba di hadapan para peserta dan undangan. Busana yang dikenakan juga menjadi representasi karya para pengrajin tenun binaan di Kabupaten Toba.

Keikutsertaan Kabupaten Toba dalam parade tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peragaan busana, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kerajinan dan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Beragam wastra daerah yang ditampilkan dalam parade tersebut turut mendapat perhatian dari para tokoh nasional. Hadir memberikan apresiasi, Ibu Tri Tito Karnavian bersama jajaran anggota Seruni (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia) Kabinet Merah Putih.

Dukungan terhadap keikutsertaan Kabupaten Toba juga terlihat dari kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Toba. Turut hadir mendampingi dan memberikan semangat kepada Ketua Dekranasda Toba, di antaranya Ibu Wakil Bupati Toba, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba, serta sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Toba lainnya.

Partisipasi Kabupaten Toba dalam Parade Wastra Nusantara Kriyanusa 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas promosi produk kerajinan lokal, khususnya tenun Toba.

Melalui Dekranasda, Pemkab Toba terus mendorong pengembangan dan promosi produk kriya daerah sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para penenun dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan hasil karya mereka.

Kehadiran tenun Toba di panggung nasional diharapkan semakin membuka peluang bagi produk kerajinan lokal untuk dikenal dan diapresiasi di tingkat yang lebih luas, sekaligus mendorong para pelaku industri kriya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan mengembangkan pasar.

Dengan demikian, tenun Toba tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar nasional hingga mancanegara. (Ds)

Satresnarkoba Polres Binjai Bekuk Empat Terduga Bandar Narkoba, Sita Sabu dan Ekstasi

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengungkapan tiga kasus narkotika dengan mengamankan empat pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di lokasi berbeda.

Keempat terduga masing-masing berinisial J (35), AP (28), MR (18), dan E (37). Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 5,42 gram serta 7 butir ekstasi dengan berat netto 3,51 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menjelaskan, "terduga J (35) ditangkap pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 13.45 WIB di Jalan Ahmad Yani, Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Dari tangan J, petugas menyita satu paket sabu seberat bruto 3,62 gram, plastik klip kosong, satu unit handphone Vivo warna merah, serta satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 tanpa nomor polisi," terangnya Senin  (28/09/2026).

Selanjutnya, ucap Kasat, AP (28) diamankan di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur. Dari lokasi tersebut, petugas menyita lima paket sabu seberat bruto 1,80 gram, satu pipet modifikasi skop, dan satu bungkus plastik klip transparan.

Sementara itu, MR (18) dan E (37) ditangkap pada Selasa (22/09/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara. Petugas menyita satu plastik klip berisi tujuh butir ekstasi warna hijau dan kuning seberat netto 3,51 gram, satu unit handphone Samsung warna ungu, serta satu unit sepeda motor Yamaha Aerox 155 warna ungu dengan nomor polisi BK 5837 RBM.

Keempat terduga beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Dan keempat terduga dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana,” tegas AKP Ismail Pane.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Masyarakat diminta menjauhi narkotika, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian dengan layanan 110 apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” tegas Kapolres. (RS)

Hari Hak Tahu Sedunia Jadi Momentum Perkuat Transparansi Pemerintahan

MEDAN (Sumut) mediasergap.com – Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik terus diperkuat melalui peringatan Hari Hak Tahu Sedunia sekaligus kegiatan asistensi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Kantor Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Senin (28/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi badan publik untuk memperkuat pemahaman dan komitmen dalam memberikan akses informasi kepada masyarakat secara terbuka, mudah, akurat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika se-Sumatera Utara, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Abdul Harris Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Keterbukaan informasi harus diwujudkan dengan menyediakan informasi publik yang mudah diakses, akurat, dan sesuai ketentuan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Sekretaris Diskominfo Sumatera Utara, Achmad Yazid Matondang, mengatakan peringatan Hari Hak Tahu Sedunia tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh badan publik dalam membangun pemerintahan yang terbuka.

“Peringatan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun pemerintahan yang transparan,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, menyampaikan bahwa peringatan Hari Hak Tahu Sedunia menjadi momentum untuk terus mendorong akses universal masyarakat terhadap informasi publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Masyarakat perlu mendapatkan ruang yang memadai untuk memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita berharap Hari Hak untuk Tahu Sedunia ini semakin mendorong akses universal terhadap informasi publik yang transparan, partisipatif dan akuntabel,” ujar Tumpal.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya menjadi kewajiban badan publik dalam menyediakan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan tersedianya informasi publik yang mudah diakses dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengetahui program, kebijakan, serta pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.

Melalui kegiatan asistensi tersebut, badan publik di Sumatera Utara diharapkan semakin konsisten meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan informasi publik.

Penguatan keterbukaan informasi juga diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sekaligus mendukung terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang semakin transparan, responsif, dan akuntabel.

Bagi Pemerintah Kabupaten Toba, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan membangun kepercayaan publik melalui penyediaan informasi yang terbuka, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport