DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.com - Dugaan praktik perjudian jenis dadu putar di belakang Warung Pak Kulit, Desa Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menuai keresahan warga. Selain mengeluhkan dampak ekonomi terhadap keluarga, sejumlah warga juga mempertanyakan efektivitas razia yang disebut dilakukan ketika lokasi perjudian sudah kosong.
Sejumlah ibu rumah tangga mengaku semakin tertekan sejak aktivitas perjudian tersebut diduga beroperasi. Mereka merasa kondisi ekonomi keluarga kian mencekam dan mempertanyakan apakah penindakan yang dilakukan benar-benar menyentuh aktivitas perjudian hingga ke pengelolanya.
“Sejak tempat judi itu beroperasi, ekonomi kami semakin mencekam, Bang. Kami ibu-ibu rumah tangga yang merasakan dampaknya. Bayangkan saja, masa melakukan razia malam hari sementara lokasi sudah dikosongkan?” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Ia juga melontarkan kritik keras terhadap pola penindakan yang dinilainya tidak memberikan kepastian bagi masyarakat.
“Kalau razia hanya sandiwara demi pencitraan dan menunjukkan seolah-olah ada kinerja, ngapain judi dilarang kalau semuanya berproses aman? Kami masyarakat kecil yang merasakan dampaknya. Kalau memang ada pihak yang melindungi, siapa yang berani mengusutnya? Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil, tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang diduga punya beking,” tegasnya.
Tak hanya mempersoalkan razia, beredar pula informasi mengenai dugaan setoran uang mingguan yang dikaitkan dengan oknum di lingkungan Polsek, Danintel, hingga Polda. Informasi tersebut belum terverifikasi dan memerlukan pembuktian. Namun, dugaan itu perlu ditelusuri secara serius agar jelas apakah terdapat aliran uang dan keterlibatan pihak tertentu dalam aktivitas perjudian tersebut.
Penindakan tidak boleh berhenti pada razia ketika lokasi sudah kosong. Aparat terkait perlu mengungkap siapa pengelola perjudian, memeriksa kapan dan bagaimana aktivitas itu berlangsung, serta menjelaskan hasil penindakan yang telah dilakukan. Informasi mengenai dugaan setoran mingguan juga harus ditelusuri melalui keterangan saksi dan bukti transaksi apabila tersedia.
Jika ditemukan bukti bahwa pihak tertentu menerima uang atau melindungi aktivitas perjudian, proses hukum harus menjangkau setiap orang yang terbukti terlibat, tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun institusinya. Sebaliknya, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut harus diberi kesempatan menyampaikan klarifikasi agar persoalan ini terang berdasarkan fakta.
Kritik warga Patumbak menjadi tantangan bagi aparat untuk membuktikan bahwa penegakan hukum bukan sekadar kegiatan seremonial. Masyarakat membutuhkan hasil yang jelas: apakah perjudian benar-benar dihentikan, apakah pengelolanya telah ditindak, dan apakah dugaan aliran uang kepada pihak tertentu telah diperiksa.
Warga tidak membutuhkan razia yang hanya terlihat di permukaan. Mereka menuntut penindakan nyata terhadap aktivitas perjudian dan pengusutan tuntas setiap dugaan keterlibatan pihak yang melindunginya.
Yang mirisnya lagi permainan mulai pukul13.00 wib sampai pukul 17.00 Wib permainan dilakukan dibawah pohon kelapa sawit belakang gubuk kedai pak kulit .Selanjutnya mulai pukul 17.00Wib sampai pukul 20.00 Wib berpindah ke gubuk belakang kedai pak kulit.
Kapolsek Patumbak saat dikonfirmasi Wartawan melalui pesan WhatsAppnya terkait judi Dadu putar tersebut warung pak kulit tersebut lebih memilih bungkam sampa berita ini dimuat kemedia inin. (M)


No comments:
Post a Comment