Gunakan Uang Negara, Proyek Renovasi RS Sri Pamela Mambangmuda Tanpa Papan Informasi | Media Sergap -->



Gunakan Uang Negara, Proyek Renovasi RS Sri Pamela Mambangmuda Tanpa Papan Informasi

mediasergap.com | LABURA – Proyek renovasi beberapa ruangan di Rumah Sakit Sri Pamela yang berlokasi di perkebunan Mambangmuda Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labura, Sumut, diduga proyek siluman, sebab pada lokasi pengerjaan proyek tersebut tidak memasang papan informasi sesuai aturan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan uang Negara.

Hasil investigasi dan pantauan awak media di lokasi pelaksanaan proyek, Selasa (25/01/22), setelah melapor kepada petugas Satpam yang mengaku bernama Dedi, dilanjutkan iringan seorang oknum petugas jaga bernama Dedi Lesmana mengatakan, tidak bisa sembarang masuk pak, buat daftar tamu biar saya temani ke dalam, dan tidak diperbolehkan mengambil foto apapun di lokasi kerja, sebab saya belum melaporkan hal ini kepada pihak kontraktornya.

Saat masalah kegiatan proyek ini dikonfirmasikan kepada oknum yang mengaku Mandor kerja bernama Irwansyah yang mengatakan, kita mengerjakan bangunan renovasi beberapa ruangan di sini sesuai bestek yang ada.

"Konsultan juga tadi pagi datang memberi arahan kerja. Masalah plank proyek lagi dicetak, mungkin besok sudah siap dan langsung di pasang," ungkap Irwansyah.

Irwansyah pun menjelaskan, kalau pelaksanaan awal kegiatan sekitar tanggal 13 Januari 2022 sudah masuk pekerja, dan besoknya sudah dimulai pembongkaran ruang lama. "Targetnya + 4 bulan pekerjaannya harus sudah siap," jelas mandor Irwansyah.

Perihal hal ketertutupan informasi dan dilarangnya wartawan mengambil foto kegiatan di lokasi kerja renovasi ini.

Wakil Ketua Tim Investigasi LSM Sidik Perkara Bambang Pridilianto S,Pd merasa kesal dan angkat bicara, seharusnya pihak RS Sri Pamela maupun rekanan pemborong, jangan tertutup terhadap pelaksanaan pekerjaan renovasi beberapa ruangan yang bernilai sekitar milyaran rupiah dengan kucuran dana Negara.

*Apalagi tidak adanya plank proyek sebagai bentuk tranfaransi kegiatan agar dapat diketahui publik," kesal Bambang, Rabu (26/01/22) saat ditemui awak media di Aek Kanopan.

Anehnya lagi, lanjut Bambang, entah apa sebabnya seluruh objek kegiatan dipagari dengan menggunakan plastik hitam, sehingga pelaksanaan pekerjaan, sehingga sulit dipantau bila terjadi penyimpangan penyimpangan pada pekerjaannya.

"Yang pasti kita akan terus memantau kegiatan yang tertutup ini," tegas Bambang (yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini