DLH SUMUT HARUS MENINJAU GERUSAN TANAH KE JALINSUM YANG DIAKIBATKAN PEMBEKOAN BUKIT BULU SOMA LABURA | Media Sergap -->

DLH SUMUT HARUS MENINJAU GERUSAN TANAH KE JALINSUM YANG DIAKIBATKAN PEMBEKOAN BUKIT BULU SOMA LABURA

 📆 Minggu, 27-November-2022 [15.30]

DLH SUMUT HARUS MENINJAU GERUSAN TANAH KE JALINSUM YANG DIAKIBATKAN PEMBEKOAN BUKIT BULU SOMA LABURA


Labura • Sumut » mediasergap ⚖️🇮🇩

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhan Batu Utara sebaiknya harus segera meninjau kembali disebabkan adanya keluhan warga masyarakat akibat adanya dampak terduga aksi pembekoan tanah diperbukitan oleh seorang oknum pengusaha nakal di titik Jalan lintas sumatera (Jalinsum) Bulu soma Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan Labura.

Aksi pengerukan bukit yang dilakukan pengusaha nakal ini sangat dikecam dan sudah cukup lama meresahkan warga setempat serta para pengguna jalan lainnya.

Akibat aksinya yang semau gue dalam melakukan pembekoan areal tanah perbukitan disebut miliknya mengakibatkan hasil dari pembekoan dengan menggunakan alat berat hasil limbah dari tanahnya berulang turun longsor menggenangi air di seputaran jalan lintas hingga menjadi lumpur yang sangat menghalangi kelancaran arus lalu lintas bagi pengguna jalan di seputaran lokasi tersebut. Akibatnya, sering sekali terjadi kemacetan dan antrian panjang.

Masalah lain yang timbul akibat turunnya limbah tanah korekan tersebut sangatlah berdampak besar bagi perbaikan - perbaikan jalan di daerah itu baik peningkatan badan jalan maupun paret normalisasi yang sebentar saja sudah terjadi penumpasan oleh Tanah korekan bukit.

Salah seorang pedagang pekan yang berulang menggunakan jalan tersebut dan sedang melintas menuju pekan Minggu di kampung pajak Iskandar koto mengeluhkan hal ini, Minggu (27/11/2022), bukan saya saja tapi rata rata para pedagang pekan yang melewati akses jalan ini dalam mengangkut barang dagangan baik yang menggunakan pick up, becak atau kereta sangatlah kesal melihat kondisi badan hingga bahu jalan selalu dipenuhi lumpur tanah bukit.

Kami para pedagang kecil sering terhambat bila ingin berjualan ke pekan akibat melimpahnya lumpur tanah liat yang berjatuhan dari atas bukit itu, kami rasa karena di keruk Beko.

Dulu sebelum adanya Beko yang menggali tanah bukit kemacetan jarang terjadi paling karena air lintasan banjir yang cukup besar itupun sebentar tapi sekarang tumpukan tumpukan lumpur tanah dijalinsum ini sering jadi penghalang pengangkutan barang jualan kami ditambah perbaikan jalan lintas inipun di nilai kurang bermutu hingga mudah rusak, kesal pedagang.

Mengecam pembekoan sepihak pengusaha pemilik Bukit ini, seorang aktifis Lingkungan Desa Terang Bulan juga sebagai Waket Organisasi Perkumpulan Pedang Keadilan Perjuangan Labura, Ervin N. Dasopang memaparkan di Aek kanopan Minggu (27/11/2022) melihat besarnya keluhan baik masyarakat maupun warga pelintas atas permasalahan dampak dari pengorekan yang menggunakan alat berat Beko dari lahan tanah perbukitan disamping jalinsum milik seorang oknum pengusaha nakal ini maka agar tercapai solusinya kita berharap supaya pihak instansi baik dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi maupun Kabupaten Labura harus meninjau ulang lokasi pengerukan tanah dengan alat berat Beko tersebut sebab dampak masalah yang di timbulkannya cukup besar baik bagi masyarakat setempat maupun  para pengguna jalan lintas ini.

Yang paling riskan dari dampak hasil kerukanl tanah yang turun ke jalinsum sangat berpengaruh merusak proyek provinsi baik itu proyek Normalisasi yang sudah terlihat ditutupi tanah liat yang terbawa air dan menumpat serta mengganggu kelancaran arus air bila curah hujan tinggi.

Nah, kami sebagai warga Negara dan masyarakat disini sangat senang dan mendukung bila ada program kucuran pemerintah untuk perbaikan dan peningkatan pembangunan jalinsum di Bulu soma ini tapi kami harap sebaiknya sebelum dilaksanakannya proyek tersebut sepatutnya di tinjau kembali sekeliling lokasi tersebut atau lakukan pengkajian ulang dampak dari pemanfaat pembangunannya,karena yang di gunakan uang negara agar jangan mubaziir seperti hasil proyek selama ini.

Serta penting juga di lakukan Survey ke lokasi galian tanah bukit milik pengusaha yang informasinya berencana membangun pabrik sawit di bukit itu  melihat hal ini legalitas  ijin penggaliannya sangat kami ragukan, tegas Dasopang.

Menanggapi sikap dan tindakan Dlh Provinsi dan Labura atas dampak buruk dari penggunaan alat berat Beko di tanah Bukit Bulu soma ini namun belum dapat di hubungi. (YAns)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini