Diduga Dianiaya Oknum TNI, Tiga Anak di Medan Marelan Alami Kekerasan Brutal Tanpa Bukti Pencurian
MEDAN, mediasergap.com – Dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang rasa keadilan publik. Tiga bocah dilaporkan menjadi korban kekerasan brutal yang diduga dilakukan oleh seorang oknum TNI bersama ayahnya di Gang Manaf, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa memilukan ini bermula saat ketiga anak tersebut melintas di depan rumah terduga pelaku. Tanpa bukti yang jelas, mereka tiba-tiba diinterogasi dan dituduh mencuri tebu serta jambu. Meski telah membantah dan bahkan meminta agar rekaman CCTV diperiksa untuk membuktikan kebenaran, oknum TNI tersebut justru merespons dengan emosi tak terkendali.
Menurut keterangan saksi, pelaku mengancam akan menebas kepala para korban sambil membawa sebilah parang. Ketakutan, ketiga anak tersebut melarikan diri ke jalan raya dan beruntung sempat diselamatkan oleh seorang penjaga pom bensin mini yang menyembunyikan mereka di dalam kamar mandi.
Namun aksi kekerasan tak berhenti sampai di situ. Orang tua dari oknum TNI tersebut diduga ikut melakukan pengejaran. Saat ketiga anak keluar dari persembunyian untuk mencari angkutan umum, mereka kembali ditemukan. Salah satu korban dilaporkan dipukul dari arah belakang hingga diseret kembali ke pekarangan rumah terduga pelaku.
Di lokasi tersebut, kekerasan kembali terjadi. Para korban dipukul berulang kali di bagian kepala dan ditendang, tidak hanya oleh oknum TNI, tetapi juga oleh ayahnya. Ironisnya, meski warga sekitar sempat melerai dan meminta bukti pencurian, pelaku tidak mampu menunjukkan satu pun barang bukti yang membenarkan tuduhan mereka.
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari masyarakat karena melibatkan tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh Aparat Negara bersama keluarganya. Publik menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum, HAM, serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut menjadi sorotan tajam dan menimbulkan desakan agar Aparat Penegak Hukum serta Institusi TNI bertindak tegas, transparan, dan profesional dalam menangani dugaan penganiayaan tersebut.
Masyarakat berharap tidak ada impunitas, terlebih ketika korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan, bukan justru menjadi sasaran kekerasan. (Tim)

No comments:
Post a Comment