MEDAN (Sumut) mediasergap.com – Dunia jurnalistik selama ini dikenal sebagai profesi yang menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan, dan kepedulian sosial. Namun di tengah dinamika tersebut, muncul sebuah refleksi yang mengundang perhatian banyak pihak: sejauh mana solidaritas sesama insan pers hadir ketika salah seorang rekan seprofesi sedang menghadapi ujian berat dalam kehidupannya.
Nama Leo Sembiring atau yang akrab dikenal sebagai Leo Depari bukanlah sosok asing di kalangan wartawan Kota Medan dan Sumatera Utara. Mantan wartawan Posmetro Medan yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Media Online Fradvy Indonesia itu selama ini dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan masyarakat serta mengangkat isu-isu yang dinilai penting untuk diketahui publik.
Kini, sosok yang selama ini kerap menuliskan perjuangan dan harapan masyarakat tersebut tengah menghadapi persoalan hukum yang menjadi perhatian keluarga dan kerabat dekatnya.
Menurut keterangan pihak keluarga, peristiwa ini berawal dari dugaan pencurian yang terjadi di usaha toko ponsel milik keluarga. Dalam peristiwa tersebut, dua orang pekerja yang baru bergabung sekitar dua minggu diduga membawa sejumlah barang dan modal usaha setelah membongkar brankas toko.
Seiring berjalannya proses hukum, keluarga mengaku terkejut ketika salah satu anggota keluarga ditetapkan sebagai tersangka, sementara Leo Sembiring tercantum dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat ini, seluruh proses tersebut masih berlangsung dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk menanganinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak keluarga juga menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan perkara tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas jurnalistik Leo yang selama ini aktif memberitakan berbagai persoalan di wilayah Kecamatan Pancur Batu. Meski demikian, dugaan tersebut merupakan pandangan dari pihak keluarga dan belum terbukti secara hukum.
Di balik proses hukum yang sedang berjalan, terdapat sisi kemanusiaan yang turut menjadi perhatian. Keluarga mengaku harus menjalani hari-hari yang penuh kecemasan dan ketidakpastian. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah disebut harus menghadapi berbagai pertanyaan dan komentar dari lingkungan sekitarnya terkait kondisi yang sedang dialami ayah mereka.
Situasi tersebut menghadirkan keprihatinan tersendiri, terutama bagi mereka yang mengenal Leo sebagai seorang jurnalis yang selama ini aktif membantu menyuarakan aspirasi masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, ia dikenal sering hadir di tengah warga untuk mendengarkan keluhan dan mengangkat persoalan yang dianggap membutuhkan perhatian publik.
Karena itu, sejumlah pihak menilai bahwa momentum ini dapat menjadi pengingat penting tentang arti kebersamaan dan solidaritas di kalangan insan pers. Bukan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama rekan yang sedang menghadapi cobaan.
Perlu ditegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Seluruh pihak wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Di sisi lain, apabila terdapat kekhawatiran mengenai proses atau prosedur hukum sebagaimana yang disampaikan pihak keluarga, maka hal tersebut dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia agar mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan bagi semua pihak.
Lebih dari sekadar sebuah perkara hukum, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa terdapat manusia, keluarga, dan harapan yang sedang diuji oleh keadaan. Kepedulian, empati, dan dukungan moral merupakan nilai yang selalu relevan untuk dijaga, terlebih dalam lingkungan profesi yang selama ini mengedepankan kebersamaan dan rasa kemanusiaan.
Sebab pada akhirnya, setiap orang dapat berada pada situasi yang berbeda-beda dalam perjalanan hidupnya. Dan ketika masa sulit datang, kehadiran sahabat, rekan, serta dukungan moral sering kali menjadi kekuatan yang sangat berarti. (Rel)
(Sumber: ©srikandinews.com)

No comments:
Post a Comment