MEDAN –
Pengerjaan bahu jalan di ruas Medan–Deli Tua menuai sorotan. Pengecoran yang semestinya memperkuat badan jalan justru diduga dikerjakan tanpa tulangan besi ,dan diduga dikerjakan asal jadi . Parahnya, papan informasi proyek juga tak terlihat di lokasi.
Dengan tidak adanya terpampang papan proyek dilokasi sebagai Informasi Publik kepada Masyarakat dengan memakai Uang Negara Proyek ini diduga kuat menjadi sarat Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sehingga Aparat Penegak Hukum (APH) diminta akan segera mengaudit pengerjaan tersebut .
Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya. Proyek siapa? Berapa anggarannya? Dari mana sumber dananya? Siapa kontraktornya dan siapa pengawasnya? Semua menjadi tanda tanya karena informasi dasar proyek tidak terpampang.
Seorang warga sekitar turut mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui setiap pekerjaan yang menggunakan uang negara, termasuk sumber anggaran, nilai proyek dan kualitas pekerjaannya.
“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi kalau pakai uang rakyat, harus jelas proyeknya siapa, anggarannya dari mana dan bagaimana kualitasnya. Jangan tiba-tiba dikerjakan tanpa informasi,” ujar warga.
Dugaan pengecoran tanpa besi juga menjadi perhatian warga. Jika memang sesuai spesifikasi teknis, warga meminta pihak terkait menjelaskannya secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Kalau memang sesuai aturan, jelaskan. Kalau sesuai spesifikasi, tunjukkan dasar teknisnya. Jangan biarkan masyarakat hanya melihat beton dicor tanpa tahu pertanggungjawabannya.
Sebab pembangunan menggunakan uang rakyat bukan ruang untuk bermain-main. Buka anggarannya, buka pelaksananya, buka spesifikasinya dan jelaskan pengawasannya.
Jangan sampai proyek sudah selesai, tetapi ketika kualitasnya dipersoalkan semua pihak memilih cuci tangan.
Hingga berita ini dipublikasikan belum ada dapat dikonfirmasi dari pihak PUPR Sumatera Utara.(M)

No comments:
Post a Comment