SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat komitmen dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas hortikultura, khususnya bawang putih.
Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman bawang putih yang dilakukan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, S.E, M.M, bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., beserta jajaran di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Hortikultura, atas perhatian, kunjungan, dukungan serta bantuan yang terus diberikan bagi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Samosir.
“Terima kasih atas kunjungan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian beserta jajaran dan berbagai bantuan yang telah diberikan selama ini kepada Kabupaten Samosir. Masyarakat Samosir mayoritas adalah petani dan menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Karena itu, kami berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat terus ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan program swasembada pangan, khususnya komoditas bawang putih,” ujar Ariston.
Menurutnya, pengembangan bawang putih sejalan dengan arah pembangunan nasional dan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Kepada kelompok tani, Ariston berpesan agar memanfaatkan seluruh bantuan yang diberikan secara optimal serta melaksanakan budidaya bawang putih dengan sungguh-sungguh.
“Semoga penanaman bawang putih ini berjalan dengan baik. Bantuan yang sudah diberikan kiranya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat nyata bagi para petani. Pemerintah Kabupaten Samosir melalui program Bupati dan Wakil Bupati Samosir sangat serius dalam mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Samosir,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule mengatakan, pengembangan bawang putih di Indonesia saat ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih sebagai salah satu langkah penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada.
“Kalau benih kita tersedia, kita bisa swasembada. Produksi awal hingga tiga tahun ke depan kita fokus kepada benih. Apa yang kita lakukan sekarang fokus ke benih agar kita cepat swasembada,” jelas Taufiq.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan kawasan bawang putih dengan melibatkan petani secara langsung. Hasil produksi yang diperuntukkan sebagai benih nantinya akan didorong untuk memenuhi kebutuhan pengembangan bawang putih di berbagai daerah.
Kementerian Pertanian, kata Taufiq, telah mengalokasikan pengembangan bawang putih sekitar 5.000 hektare yang tersebar di sekitar 17 Provinsi. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperluas areal pengembangan bawang putih secara bertahap.
“Kita membutuhkan benih yang berkualitas. Jangan sampai benih yang diproduksi justru menjadi konsumsi. Di Sumatera Utara saat ini sekitar 500 hektare lebih yang tersebar di tujuh Kabupaten, sementara di Samosir sekitar 160 hektare,” ungkapnya.
Taufiq menilai Kabupaten Samosir memiliki potensi besar untuk pengembangan bawang putih, terutama karena kondisi geografis dan wilayah dataran tinggi yang mendukung.
Ia berharap Samosir dapat mengambil peran strategis dalam mendukung program nasional tersebut, mengingat kebutuhan bawang putih di Indonesia masih sangat besar.
“Kita berharap Kabupaten Samosir bisa membantu program nasional ini. Ke depan petani harus bisa mandiri, seperti yang sudah dilakukan di negara-negara seperti India dan Cina,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Dr. Tumiur Gultom mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Samosir sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan bawang putih.
Saat ini terdapat dua lokasi sentra pengembangan bawang putih, yakni di Pulau Samosir dan kawasan Pulau Sumatera yang masuk dalam wilayah Kabupaten Samosir.
Untuk kawasan di Pulau Sumatera, pengembangan diarahkan pada kawasan KPT pertanian hingga Desa Hutagalung yang berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Pakpak Bharat. Sementara lokasi pengembangan lainnya berada di Kecamatan Simanindo.
Tumiur menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan selama ini. Ia juga menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Samosir apabila ke depan Kementerian Pertanian menambah kuota bantuan benih bawang putih hingga mencapai 200 hektare.
Kepada para petani, Tumiur mengingatkan agar proses penanaman dilakukan sesuai dengan teknis budidaya yang dianjurkan dan tidak ditumpangsarikan dengan tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan bawang putih.
“Selama 2–3 tahun kita dibantu fasilitas berupa benih dan alsintan. Ke depan kita harus bisa swasembada benih bawang putih. Mari kita sambut program ini dengan bekerja sungguh-sungguh. Semoga Kabupaten Samosir dapat menjadi sentra bawang putih ke depannya,” ujarnya.
Pengembangan bawang putih di Kabupaten Samosir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi dan mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan pengembangan kawasan secara berkelanjutan, peningkatan produktivitas, ketersediaan benih berkualitas, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian, petani diharapkan semakin mandiri dan memiliki sumber pendapatan yang lebih baik.
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama kelompok tani berkomitmen untuk terus memperkuat pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari upaya membangun sektor pertanian yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Kabupaten Samosir dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Dr. Muhammad Agung Sanusi, S.P., M.Si., Tenaga Ahli Bidang Food Estate Kementerian Pertanian Dr. Van Basten Panjaitan, Kepala Bapenda Kabupaten Samosir Besron Sitanggang, Camat Harian Hartono Manik, Ketua Kelompok Tani Saur Tani Sahala Situmorang beserta anggota kelompok tani. (Ds)
No comments:
Post a Comment