Perkuat Produksi Pangan, Dinas Pertanian Toba Tata Pola Tanam di 16 Kecamatan | Media Sergap -->




Perkuat Produksi Pangan, Dinas Pertanian Toba Tata Pola Tanam di 16 Kecamatan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Dinas Pertanian Kabupaten Toba terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui penataan pola tanam dan tertib tanam di seluruh wilayah Kabupaten Toba.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan Kabupaten Toba sebagai salah satu kawasan sentra pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas dan mengendalikan penyebaran hama serta penyakit tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, S.P., M.Si, mengatakan pengaturan pola tanam dan tertib tanam perlu segera diperkuat meskipun Kabupaten Toba selama ini dikenal sebagai salah satu daerah surplus beras.

Menurutnya, pola tanam yang terkoordinasi akan memberikan banyak manfaat bagi petani, mulai dari pengendalian hama dan penyakit, peningkatan produktivitas hingga penyaluran bantuan pertanian yang lebih tepat sasaran.

“Sesuai komitmen kami, bagaimana Kabupaten Toba ini kita kembalikan sebagai kawasan pertanian. Walaupun sebenarnya Toba merupakan daerah surplus padi, tetapi bagaimana pola tanam dan tertib tanam ini dapat diterapkan untuk mengurangi sebaran hama dan penyakit terhadap lahan pertanian kita,” ujar Lena di ruang kerjanya, Senin (14/09/2026).

Lena menjelaskan, penerapan pola tanam dan tertib tanam ke depan diharapkan tidak hanya menjadi program Dinas Pertanian, tetapi dapat diperkuat melalui aturan di Tingkat Desa.

Pemerintah Desa nantinya dapat mengatur jadwal tanam hingga jadwal panen sehingga kegiatan pertanian antarkelompok tani maupun antarwilayah dapat berlangsung lebih terkoordinasi.

Menurutnya, pola tanam yang tertib juga akan memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan dan penyaluran berbagai bantuan pertanian, seperti benih, pupuk serta sarana produksi lainnya.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi riil petani di lapangan.

Sebagai tahap awal, Dinas Pertanian Kabupaten Toba akan melaksanakan sosialisasi di 16 Kecamatan. Sosialisasi perdana dilakukan melalui empat tim yang menyasar Kecamatan Balige, Tampahan, Laguboti dan Lumban Julu.

“Harapan kami, setelah minggu ini kami melaksanakan sosialisasi di Tingkat Kecamatan, minggu depan kami akan turun ke lapangan, ke Desa-Desa, khususnya bagi kelompok tani yang bersedia melaksanakan pola tanam dan tertib tanam,” katanya.

Upaya mengembalikan Kabupaten Toba sebagai kawasan sentra pertanian juga terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Lena mengatakan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Toba semakin besar. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Karena itu, Dinas Pertanian bersama Bupati Toba terus mendorong dukungan Pemerintah Pusat dalam penyediaan sarana pengairan, terutama untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Pada 2026, Kabupaten Toba telah menerima bantuan pompa air secara bertahap. Sebanyak 60 unit disalurkan pada tahap pertama dan 70 unit pada tahap kedua. Dengan demikian, total 130 unit pompa air telah diterima Kabupaten Toba.

Selain itu, masih terdapat 70 unit pompa air yang siap didistribusikan kepada kelompok tani, terutama bagi petani yang mendukung program percepatan tanam dan peningkatan indeks pertanaman.

Dukungan terhadap penguatan sektor pertanian juga datang melalui pembangunan infrastruktur pengairan.

Komisi I DPR RI melalui Sabam Rajagukguk memberikan dukungan berupa 50 unit irigasi perpompaan dan 7 unit irigasi perpipaan.

Selain bantuan tersebut, terdapat pula dukungan untuk pengembangan lahan seluas 500 hektare yang dipersiapkan dalam rangka meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Toba.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Toba juga menyiapkan pembangunan 5 unit irigasi perpipaan dan 5 unit irigasi perpompaan di sejumlah lokasi.

Berbagai dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan petani dalam mengelola lahan, terutama dalam menghadapi keterbatasan ketersediaan air serta mendorong peningkatan intensitas tanam.

Sejalan dengan meningkatnya dukungan sarana dan prasarana pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Toba mengimbau seluruh kelompok tani agar memanfaatkan bantuan pemerintah secara efektif, efisien dan bertanggung jawab.

Saat ini terdapat 1.066 kelompok tani yang tersebar di 16 Kecamatan di Kabupaten Toba.

Lena menegaskan, berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh anggota kelompok tani dan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian pihak.

“Kami dari Dinas Pertanian sangat mengharapkan dan memohon agar bantuan yang telah kami distribusikan dapat kita pergunakan seefisien mungkin dan sama-sama dipergunakan sesama anggota kelompok tani,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh fasilitas yang diberikan pemerintah merupakan milik kelompok tani. Karena itu, setiap anggota memiliki hak untuk menggunakan sekaligus berkewajiban menjaga dan memelihara fasilitas tersebut.

“Siapa pun di dalamnya berhak untuk memakai, memelihara dan juga memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh negara,” pungkasnya.

Melalui penerapan pola tanam dan tertib tanam, penguatan infrastruktur pengairan, serta pemanfaatan bantuan secara bersama dan bertanggung jawab, Dinas Pertanian Kabupaten Toba optimistis pembangunan sektor pertanian dapat semakin terarah.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga Toba sebagai daerah surplus pangan, tetapi juga memperkuat fondasi pertanian yang produktif, berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. (Ds)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini