TOBA (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan kawasan wisata berbasis kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengajuan dua proposal dalam program Kampung Kreatif Sumut Berkah.
Dua proposal yang diajukan Pemkab Toba tersebut masing-masing mengusung konsep pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS) Asahan sebagai ruang wisata, plaza pedestrian dan pusat ekonomi kreatif masyarakat di Kelurahan Parparean III, Kecamatan Porsea, serta pembangunan objek wisata di Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige.
Pemaparan kedua proposal tersebut disampaikan Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus di hadapan Tim Penilai Provinsi Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026), yang berlangsung di Lantai IV Kantor Bupati Toba.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menjelaskan berbagai potensi serta faktor pendukung yang dimiliki kedua lokasi tersebut. Menurutnya, kawasan DAS Asahan di Kelurahan Parparean III memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan sejumlah fasilitas publik serta berada di jalur lintas.
"Kalau yang di Porsea, itu sangat dekat kantor polisi dan rumah sakit. Artinya, dari sisi keamanan dan kenyamanan sangat mendukung. Itu juga berada di tepi jalan lintas, akan menjadi ikon yang baru," ujar Audi Murphy.
Sementara untuk lokasi di Desa Lumban Gaol, Pemkab Toba melihat adanya peluang pengembangan kawasan wisata yang dapat terintegrasi dengan aktivitas pariwisata dan akomodasi yang sedang berkembang di wilayah tersebut.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa pembangunan hotel yang saat ini sedang berlangsung di Desa Lumban Gaol menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan objek wisata di kawasan tersebut.
"Jadi nanti tamu hotel itu akan punya tempat bersantai, tempat untuk dikunjungi di sekitar hotel," katanya.
Audi Murphy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas hadirnya program Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dinilai dapat membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan potensi daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kolaborasi Sumut Berkah ini tentu akan memberi dampak ekonomi masyarakat. Kabupaten Toba sangat siap untuk program ini, mulai dari ketersediaan lokasi hingga pengelolaan," ujarnya.
Sementara itu, LO Tim Penjaringan Program Sumut Berkah, Eko Irawan, menyampaikan bahwa Kabupaten Toba memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan program tersebut.
Menurutnya, kesiapan Pemkab Toba terlihat dari pemaparan yang disampaikan, termasuk kejelasan konsep pengembangan, masterplan hingga rencana anggaran biaya (RAB).
"Tadi dari apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati, masterplan-nya sudah jelas, RAB-nya sudah jelas, semua sudah bagus. Jadi sangat berpeluang," kata Eko.
Melalui pengajuan dua proposal tersebut, Pemkab Toba berharap pengembangan kawasan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan sehingga kawasan wisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya. (Ds)
No comments:
Post a Comment