Media Sergap - All Post -->





Samosir Tampilkan Pesona Budaya Batak di Toba Caldera Culture Festival 2026

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Kabupaten Samosir kembali menjadi ruang perjumpaan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026.

Rangkaian festival yang berlangsung selama empat hari tersebut ditutup di kawasan Water Front City (WFC) Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu (27/09/2026), dengan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 yang diikuti sekitar 2.000 peserta. Kehadiran para peserta tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi paduan suara, tetapi sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk mengenal secara langsung keindahan alam, sejarah dan kekayaan budaya Batak di Pulau Samosir.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, panitia penyelenggara, sponsor serta seluruh peserta yang telah berkontribusi terhadap suksesnya penyelenggaraan kegiatan.

“Selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, awal peradaban bangsa Batak. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Ekraf, seluruh panitia dan sponsor serta peserta sehingga acara ini dapat berlangsung sukses,” ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, penyelenggaraan festival berskala internasional tersebut memberikan ruang bagi Kabupaten Samosir untuk semakin memperkenalkan potensi daerah, khususnya kekayaan budaya Batak yang menjadi salah satu identitas utama kawasan Danau Toba.

Ia menyebut Kabupaten Samosir memiliki sembilan kecamatan, 127 desa dan enam kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 145.000 jiwa.

Kekuatan Samosir, kata Vandiko, tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan sejarah dan budaya masyarakat Batak.

Salah satu kawasan yang memiliki nilai penting dalam sejarah dan tradisi Batak adalah Pusuk Buhit. Karena itu, ia mengajak para peserta dan tamu festival untuk mengunjungi kawasan tersebut dan mengenal lebih dekat sejarah serta kebudayaan Batak.

“Kalau ingin mengetahui lebih luas tentang budaya Batak, silakan datang ke Pusuk Buhit. Lihat bagaimana sisa peradaban bangsa Batak,” katanya.

Penyelenggaraan TCCF 2026 juga memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat. Meningkatnya kunjungan peserta dan wisatawan selama festival turut membuka peluang bagi pelaku UMKM, kuliner, akomodasi, transportasi serta ekonomi kreatif.

Vandiko berharap kegiatan tersebut dapat kembali dilaksanakan di Kabupaten Samosir pada tahun-tahun mendatang.

Ia juga meminta dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk pengembangan Dewan Kesenian Samosir serta puluhan komunitas dan sanggar seni yang berkembang di daerah tersebut.

“Samosir telah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif untuk subsektor seni pertunjukan. Kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung 63 komunitas dan sanggar seni yang ada di Samosir melalui program-program yang tersedia,” ujar Vandiko.

Vandiko juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk ikut memperkenalkan Kabupaten Samosir melalui jejaring masing-masing.

Ia berharap pengalaman positif selama berada di Samosir dapat menjadi bagian dari promosi pariwisata dan budaya daerah.

“Mohon kami dibantu untuk promosi di daerah masing-masing. Kalau ada yang kurang-kurang dari Kabupaten Samosir, mohon jangan disampaikan di media sosial, tetapi disampaikan kepada kami untuk kami perbaiki di masa mendatang,” harapnya.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TCCF 2026.

Menurutnya, Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, memiliki potensi talenta ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan hingga tingkat nasional dan internasional.

Ia menilai kegiatan seperti SICC memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah karena aktivitas festival tidak hanya dirasakan oleh peserta kompetisi, tetapi juga oleh pelaku UMKM, kuliner, akomodasi dan transportasi.

“Event ini memberikan multiplier effect ekonomi dan mengangkat nama Samosir semakin dikenal, tidak hanya secara nasional tetapi juga di dunia,” kata Teuku Riefky.

Ia menyebut kawasan Danau Toba memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang telah memperoleh pengakuan melalui status UNESCO Global Geopark.

Menurutnya, pengakuan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekaligus memastikan potensi kawasan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Teuku Riefky juga menyampaikan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu dari 15 lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendorong berbagai program pengembangan talenta kreatif di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir.

“Kami ingin Sumatera Utara melahirkan semakin banyak talenta yang membanggakan daerahnya dan menjadi kekuatan baru musik Indonesia di panggung dunia,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memperkenalkan Danau Toba melalui kekayaan alam, kreativitas dan karya seni yang dimiliki.

“Biarkan dunia mengenal Danau Toba dari alamnya, merasakan Toba dari kreativitasnya dan mendengar Toba dari karya serta suara anak-anaknya,” ujar Teuku Riefky.

Penutupan TCCF 2026 berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan budaya Batak dan penampilan seruling massal dari SMP Negeri 1 Pangururan.

Lagu “O Tano Batak” turut menggema di tepian Danau Toba melalui penampilan Maria Calista. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari pesan kecintaan terhadap tanah kelahiran, budaya dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan masyarakat Batak.

Penutupan festival ditandai dengan penyerahan piagam, medali dan piala kepada para pemenang SICC 2026.

Suasana semakin meriah ketika Menteri Ekonomi Kreatif bersama para peserta meneriakkan yel-yel “From Toba to the World – Gema Toba.”

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon dan jajaran Forkopimda juga menyerahkan ulos kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Nasip Simbolon menyebut pemberian ulos merupakan bentuk penghormatan dan tanda cinta masyarakat Samosir kepada para tamu.

“Ulos ini sebagai tanda cinta dan penghormatan. Semoga memberikan kehangatan dan kesehatan di mana pun Bapak Menteri menjalankan tugas,” kata Nasip.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Terang Dewi Susantri Ujung, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung festival.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap identitas budaya bangsa.

Partisipasi peserta dari berbagai daerah dan negara, katanya, menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu melampaui batas wilayah dan bahasa.

“Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang beridentitas budaya dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain menghadirkan kegiatan seni dan budaya, rangkaian TCCF 2026 juga diisi dengan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Dalam rangkaian festival dilakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan nila sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba.

Ketua Steering Committee Toba Caldera Culture Festival, Mora Nasution, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkenalkan Samosir kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.

Menurutnya, musik dan paduan suara menjadi medium yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara serta membuka jejaring baru bagi Samosir.

“Dalam pelayanan dan kebutuhan teknis di lapangan, kami merasakan besarnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta kerja bersama Pemerintah Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah,” kata Mora.

Ia berharap SICC dapat terus berkembang dengan menjangkau lebih banyak kelompok paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Para peserta dan juri internasional yang telah datang ke Samosir diharapkan dapat membawa cerita mengenai keindahan, budaya dan pengalaman mereka selama berada di Pulau Samosir ke jejaring masing-masing.

Ke depan, penyelenggara juga membuka peluang pengembangan TCCF dengan menghadirkan berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya.

“Ke depan, kegiatan ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Bukan hanya paduan suara, tetapi subsektor ekonomi kreatif lainnya juga akan kami sentuh, tentunya yang menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas generasi muda daerah,” ujarnya.

Berakhirnya Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum bagi Kabupaten Samosir untuk terus memperkuat peran sebagai ruang perjumpaan budaya, seni, pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus membuka jejaring promosi yang lebih luas bagi Kabupaten Samosir, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada masyarakat nasional dan dunia. (D/Smart)

Pererat Toleransi dan Kerukunan, Kapolres Binjai Sambangi Kuil Sri Mariamman

BINJAI (Sumut) mediasergap.com — Dalam upaya mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan antarumat beragama, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas dengan umat Hindu Kota Binjai di Kuil Sri Mariamman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (25/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sekira pukul 19.30 WIB tersebut dilaksanakan bertepatan dengan ritual peribadahan umat Hindu Kota Binjai. Kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, tertib, dan khusyuk.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Binjai didampingi Waka Polres Binjai Kompol Sofian Helmi Nasution, S.H., M.H., Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retnosari, S.H., M.Tr.A.P., Kasi Propam Polres Binjai AKP Kusuma Hadi, serta Kasat Binmas Polres Binjai AKP Cristin M. Panjaitan.

Pendeta Kuil Sri Mariamman Binjai, Siwa Kumar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah umat Hindu menjadi bentuk nyata perhatian dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras.

Sementara itu, Kapolres Binjai menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan ritual peribadahan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.

Kapolres Binjai juga mengajak seluruh umat Hindu Kota Binjai untuk terus menjaga toleransi, kerukunan, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan suasana Kota Binjai yang aman, damai, dan harmonis.

“Kehadiran kami malam ini adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus memastikan seluruh umat Hindu Kota Binjai dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Polres Binjai berkomitmen untuk terus mengayomi dan melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” disampaikan Kapolres Binjai.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Binjai berharap hubungan yang harmonis dengan seluruh tokoh agama dan elemen masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta Kota Binjai yang aman, kondusif, toleran, dan penuh kerukunan. (Roni Kurniawan)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan”

Jakarta (Sumut) mediasergap.com - Penggerebekan' Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dilakukan Ombudsman RI, menyisakan pro kontra di tengah masyarakat. Di saat lembaga itu merasa sukses melakukan tugasnya, namun sisi lain banyak pandangan negatif terhadap tindak tanduk para komisionernya yang seolah berlinduk di bawah kata sidak (inspeksi mendadak).

Tokoh masyarakat Rajamin Sirait secara tegas juga mengatakan bahwa Ombudsman RI _offside_ dalam kasus Lapas Kelas IIA Cibinong. Karena apa yang dilakukan sudah melampaui tupoksinya.

"Fungsi Ombudsman itu kan pelayanan publik, seluruh kerjanya berdasarkan pengaduan masyarakat, ditelaah dibicarakan dulu dengan pihak yang berwenang, ada dugaan yang menjadi temuan mereka, bukan seolah memposisikan dirinya sebagai polisi, jaksa bahkan seperti hakim yang seenaknya memvonis bahwa setiap temuan mereka sesuai fakta. Ini yang saya sebut _offside_," tegasnya di Jakarta, Minggu  (27/9/2026).

Bahkan, kata dia, petugas kepolisian saja dalam melakukan penggeledahan harus ada izin atau pendampingan. "Dan kalau Ombudsman mengatakan itu sidak, dari mana jalannya instansi lain melakukan sidak ke instansi lain. Memang bisa rumah tangga kita disidak rumah tangga lain. Anehkan," imbuhnya.

Parahnya lagi, lanjut Rajamin, seolah-olah tugasnya membongkar sesuatu yang dianggap aib dianggap sebuah kesuksesan. "Ya indikasi itu bisa kita lihat dengan langkah Ombudsman yang mengamuk, nendang pagar dan sengaja membawa wartawan serta secara sengaja menyebarkan video temuan mereka di lapangan ke medsos untuk mendapatkan framing bahwa mereka berhasil," sebutnya.

Dalam hal ini, Rajamin juga meminta Ombudsman untuk menghentikan ego sektoral seolah-olah mereka lembaga super-bodi yang bisa berbuat semaunya.

"Ombudsman harusnya memahami bahwa tugas pelayanan di pemasyarakatan ini tidak gampang dan orang yang ditahan juga bukan orang sembarangan. Pahami juga emosonal para warga binaan. Jangan seperti orang budeg. Kementerian Imipas jelas mengatakan bahwa di dalam Undang-undang memang ada dijelaskan tentang Lapas Terbuka, proses asimilasi. Dan Menteri sudah mengatakan ada investigasi dan jangan ombudsman menyebut temuannya yang masih prematur itu merasa paling benar," ujar Rajamin.

Pria asal Medan ini juga mengaku curiga bahwa ada motif lain dan seperti _by order_ dalam aksi ombudsman tersebut.

"Semoga kecurigaan saya tidak benar. Tapi saya tetap berpesan, semoga apa yang dilakukan Ombudsman tidak disusupi dan ditunggangi dengan kepentingan lain. Lihat juga hal positif yang dilakukan Imipas khususnya terkait ketahanan pangan dan bagaiman disitu manusia dimanusiakan kembali," kata Rajamin.

"Janganlah ingin besar tapi menginjek kepala orang lain. Ombudsman itu digaji negara dengan tugas pokok yang sudah jelas, bukan seperti yang mereka lakukan di Lapas Cibinong," tutupnya.

Ombudsman Jangan Merasa Paling Bersih

Senada juga diungkapkan Ketua Umum Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Teuku Yudhistira. Ia turut mempertanyakan indikasi adanya motif tertentu di balik dari aksi Ombudsman RI di Lapas Cibinong.

Menurutnya, sesama abdi negara, Kementerian dan Lembaga seharusnya saling terbuka untuk membenahi persoalan-persoalan atas nama kepentingan negara.

"Bukan tidak membenarkan adanya sidak, memang itu jelas diatur dalam undamg-undang. Tapi seharusnya, sebagai abdi negara kita harus tahu langkah-langkah yang lebih baik untuk memecahkan persoalan, bukan membuat opini hingga masyarakat menjadi gaduh dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah, tetapi kita harus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah di tengah persoalan politik global dan politik eekonomi global," ucapnya.

Bahkan, ia menilai, sidak Ombudsman RI di Lapas Cibinong seperti menendang pagar dan dobrak tidak seharusnya dilakukan.

"Semua ada jalurnya dan langkahnya, saya kira, pihak lapas juga tidak akan mengahalangi mereka untuk sidak, dan saya kira personel lapas juga tahu undang-undang yang mengatur terkait sidak Ombudsman," jelasnya.

Ia juga menekankan, dalam memecahkan persoalan di tengah publik dan negara ini, jangan merasa seperti orang paling benar.

Harusnya, lanjut Yudhis, sebelum bertindak berkaca terlebih dahulu, apakah komisioner itu orang-orang benar di dalamnya.

"Rekrutmen komisionernya saja patut dipertanyakan. Kalau memang benar, ketua Ombudsman yang baru dilantik 6 hari, kok bisa ditangkap Kejaksaan Agung, karena kasus suap. artinya apa, jelas bahwa track record komisonernya juga harus dipertanyakan," tegas Yudhis. 

Di sisi lain Yudhis juga meminta Komisi XIII juga tidak langsung melakukan justifikasi atas apa yang menjadi temuan Ombudsman itu. 

"Dan tanya juga, apakah seluruh anggota Komisi XIII DPR RI itu orang bersih semua? Ada tidak di antara mereka yang tidak ikut bermain proyek di pemasyarakatan. Ayo kita buktikan sama-sama.  Dan kalau memang ombudsman mau membantu perubahan di pemasyarakatan, berani gak mereka membongkar fakta soal keterlibatan oknum wakil rakyat bermain proyek di lapas dan rutan," sebutnya.

Yudhis juga  menekankan agar Ombudsman juga bersikap dewasa dan tidak seolah-olah melempar bola panas setelah Menteri Imipas mencopot Kalapas dan 4 pejabat Lapas Cibinong. "Artinya, bila temuan Ombudsman itu tidak benar, maka lembaga tersebut perlu memberikan klarifikasi secara terbuka juga,"  pungkas Yudhis. (Ajs/Tim)

SMA Santo Mikael Akan Dikembangkan, Program Berasrama Disiapkan sebagai Sekolah Unggulan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan, yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Samosir.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom saat menerima audiensi Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, bersama rombongan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Sabtu (26/09/2026).

Audiensi tersebut membahas rencana pengembangan pendidikan melalui pendirian sekolah menengah atas unggulan dengan sistem berasrama, termasuk dukungan pemerintah daerah serta proses perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Bupati Vandiko menyambut baik inisiatif Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph. Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan unggulan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Samosir.

“Kami tetap membuka diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya. Puji Tuhan, ada SMA unggulan yang akan hadir di Samosir. Ternyata doa dan cita-cita kita disambut baik Tuhan dengan kedatangan Pastor yang akan mendirikan sekolah SMA unggulan,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk membantu proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Intinya kami siap mendukung, Amang Pastor. Untuk perizinan seperti PBG, kita akan bantu sesuai ketentuan. Kalau ada kendala, kita siap berkoordinasi. Ini sudah menjadi sesuatu yang kita idam-idamkan dan cita-citakan. Pemerintah bersama DPRD tentu akan mendukung sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Vandiko menilai, pengembangan sekolah unggulan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda Samosir agar memiliki kompetensi, karakter, kemandirian dan daya saing.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph juga menjelaskan bahwa SMA Santo Mikael Pangururan yang selama ini berjalan sebagai sekolah reguler akan tetap dipertahankan. Sementara itu, SMA Plus Berasrama akan dikembangkan sebagai program pendidikan unggulan dengan sistem, fasilitas dan pengelolaan tersendiri.

Pastor Fridolinus Simanjorang menjelaskan, pendirian SMA Plus Berasrama merupakan bentuk komitmen yayasan untuk hadir dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“SMA Santo Mikael tetap menjadi reguler, dan kita membuat sekolah unggulan khusus yang kita pisahkan. Intinya kami ingin hadir untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” jelas Pastor Fridolinus.

Ia menyampaikan, sekolah tersebut nantinya akan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir dengan komposisi tertentu. Dengan demikian, keberadaan sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membuka kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

Selain mengembangkan prestasi akademik, SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan diarahkan untuk membentuk lulusan yang cerdas, beriman, rendah hati, berintegritas, mandiri serta memiliki semangat melayani.

Yayasan juga berencana menjadikan Samosir dan Danau Toba sebagai bagian kuat dari identitas sekolah. Dalam pengembangannya, SMA Plus tersebut ditargetkan dapat tumbuh menjadi salah satu sekolah unggulan di Sumatera Utara dan secara bertahap diarahkan menjadi boarding school Katolik berstandar nasional.

Rencana pendirian sekolah unggulan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Samosir.

Kehadiran sekolah dengan sistem berasrama diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat serta mendukung lahirnya generasi muda Samosir yang memiliki kompetensi, karakter dan integritas untuk berkontribusi bagi daerah maupun Indonesia.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal bagi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar untuk mempersiapkan rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan.

Pemkab Samosir selanjutnya akan mendukung dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga rencana pendirian sekolah tersebut dapat dipersiapkan secara baik, terarah dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Dari Toba ke JICC, Produk Kriya Lokal Diperkenalkan ke Pasar Nasional

JAKARTA, mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kriya, melalui keikutsertaan dalam pameran kerajinan berskala nasional Kriyanusa 2026.

Kriyanusa 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berlangsung pada 26–30 September 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Keikutsertaan Kabupaten Toba menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai produk unggulan hasil karya perajin lokal kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Dukungan terhadap pengembangan produk kriya daerah juga ditunjukkan Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, yang hadir secara langsung meninjau sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan yang ditampilkan pada stan Kabupaten Toba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap karya para perajin dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Melalui keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026, Pemkab Toba berupaya memperluas ruang promosi dan pemasaran bagi produk kriya lokal. Pameran nasional ini menjadi kesempatan bagi para perajin untuk memperkenalkan kualitas dan karakter produk Toba sekaligus membuka peluang terbentuknya jejaring pasar dan kemitraan baru.

Produk kriya Toba memiliki kekayaan nilai budaya dan identitas lokal yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, fasilitasi promosi dan perluasan pasar menjadi salah satu langkah penting agar produk perajin lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing.

Pemkab Toba berharap keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM dan perajin, baik dalam aspek promosi, pemasaran maupun pengembangan jaringan usaha.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong perajin Toba “naik kelas”, sehingga mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional maupun peluang pasar internasional.

Selain menjadi ruang promosi produk, kehadiran Kabupaten Toba di Kriyanusa 2026 juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Toba kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Pemkab Toba mengajak masyarakat, khususnya warga dan diaspora Toba yang berada di kawasan Jabodetabek serta para pecinta produk kriya nusantara, untuk mengunjungi stan Kabupaten Toba selama pelaksanaan Kriyanusa 2026 di JICC.

Dukungan terhadap produk lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk mencintai, menggunakan, mempromosikan, dan membuka pasar bagi karya para perajin Toba.

Dengan semakin luasnya ruang promosi dan pemasaran, produk kriya Toba diharapkan semakin dikenal, bernilai ekonomi, serta mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya lokal. (Ds)

Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan, Terduga Pencuri 20 Tandan Sawit Diamankan

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan jajaran Satreskrim Polres Binjai melalui pengungkapan kasus pencurian buah kelapa sawit.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MFS alias Lebo alias Amat (23) yang diduga mencuri buah kelapa sawit milik korban RS (53) dengan nilai kerugian sebesar Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah)

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 25 Agustus 2026 yang lalu, di kebun milik korban RS (53) yang berada di Jalan Gunung Sinabung, Kecamatan Binjai Selatan. Terduga pelaku diduga mengambil sebanyak 20 tandan buah sawit dengan menggunakan sepeda motor tanpa nomor polisi (TNKB) dan ditangkap oleh petugas pada hari Rabu (23/9/26) pukul 17.00 wib.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur A.W. Purba, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan terduga pelaku beserta barang buktinya satu unit sepeda motor telah diamankan di Satreskrim Polres Binjai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," jelas Kasat Reskrim.

Kapolres Binjai mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.

Polres Binjai menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya," tegas AKBP Bimo Moernanda. (Rina)

Harmoni Suara Dunia Bergema di Samosir, SICC 2026 Dorong Pariwisata

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Suasana tepian Danau Toba di Kabupaten Samosir semakin semarak dengan penyelenggaraan Samosir International Choir Competition (SICC) 2026. Hari pertama perlombaan berlangsung di Hotel Marianna Resort Convention and Center, Jumat (25/09/2026), dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan para peserta menggema di tengah panorama Danau Toba. SICC 2026 menjadi salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni, musik dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan berbagai negara.

Pada hari pertama, perlombaan diikuti peserta dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir sebanyak 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra sebanyak 14 tim.

Setiap penampilan dinilai oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta mengikuti babak penyisihan untuk memperoleh hasil terbaik sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC 2026 menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis event dan budaya. Kehadiran kompetisi bertaraf internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Kabupaten Samosir dan kawasan Danau Toba kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Penyelenggaraan event internasional juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi. Kehadiran peserta, pendamping dan wisatawan memberikan ruang bagi pelaku UMKM, kuliner, akomodasi, transportasi, ekonomi kreatif serta berbagai sektor jasa untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas kunjungan selama event berlangsung.

Sejak pagi, kawasan Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Aktivitas tersebut turut menciptakan suasana wisata yang dinamis sekaligus memperlihatkan potensi Samosir sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan seni, budaya dan pariwisata bertaraf internasional.

Melalui TCCF 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara kegiatan, pelaku pariwisata, pelaku UMKM, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus memastikan event yang diselenggarakan di Samosir memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.

Kabupaten Samosir sebagai bagian penting dari kawasan Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik dan pariwisata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada dunia.

Penyelenggaraan SICC 2026 juga menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir, sekaligus menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara.

Dengan hadirnya event berkelas internasional tersebut, Samosir terus mendapatkan ruang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu destinasi wisata dan penyelenggaraan event di kawasan Danau Toba. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting agar pertumbuhan aktivitas pariwisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kompetisi Samosir International Choir Competition 2026 selanjutnya akan terus berlangsung hingga memasuki tahapan penentuan juara. Masyarakat dan wisatawan dapat mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menikmati berbagai potensi wisata, seni dan budaya yang ditawarkan Kabupaten Samosir selama pelaksanaan TCCF 2026. (D/Smart)

Pemkab Samosir Dukung Penataan Kawasan Monumen Toga Gultom

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Kerinduan untuk memiliki sebuah monumen yang menjadi penanda sejarah dan identitas Toga Gultom mulai diwujudkan. Di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, pembangunan Monumen Toga Gultom ditandai dengan pematokan pondasi oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS) Padot M. Gultom, Jumat (25/09/2026).

Pematokan pondasi tersebut menjadi tanda dimulainya kembali pembangunan monumen yang diharapkan tidak hanya menjadi sebuah bangunan fisik, tetapi juga merepresentasikan sejarah, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Momentum tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kebersamaan. Tokoh agama, panitia pembangunan, penasihat dan pengurus DPP PTGS, serta masyarakat turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan monumen tersebut.

Turut hadir dari jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, Camat Onan Runggu serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pembangunan Monumen Toga Gultom. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari kerinduan yang telah lama dinantikan dan diharapkan dapat direalisasikan dengan baik.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, saya menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan doa yang digelar hari ini sebagai tanda dilanjutkannya pembangunan, kita berharap kerinduan untuk melihat tugu ini berdiri dapat segera terealisasi dengan baik,” ujar Vandiko.

Vandiko juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap penataan kawasan monumen, termasuk pematangan lahan dan pembangunan akses jalan yang diperlukan.

“Kami siap mensupport untuk pematangan lahan dan jalan, namun serah terima aset harus jelas,” kata Vandiko.

Ia menegaskan, kejelasan status dan proses serah terima aset menjadi hal penting agar dukungan pemerintah dalam penataan kawasan dapat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati berharap pembangunan Monumen Toga Gultom dapat berjalan lancar dan nantinya menjadi bagian dari kawasan yang tertata dengan baik, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta seluruh pomparan Toga Gultom yang datang berkunjung.

Ketua PTGS Padot M. Gultom mengatakan, pembangunan Monumen Toga Gultom memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.

“Pembangunan monumen ini bukan sekadar membangun sebuah bangunan atau monumen. Ini merupakan simbol sejarah, identitas, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di seluruh dunia,” ujarnya.

Menurut Padot, keberadaan monumen nantinya diharapkan menjadi pengingat bagi generasi penerus mengenai sejarah dan asal-usul leluhur, sekaligus mempererat tali persaudaraan seluruh pomparan Toga Gultom.

Ia menargetkan pembangunan Monumen Toga Gultom dapat diselesaikan pada Maret 2027 dan dilanjutkan dengan peresmian pada April 2027.

“Target kita bersama adalah pembangunan dapat diselesaikan pada bulan Maret 2027 dan peresmiannya April 2027. Pembangunan monumen ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan dan warisan bagi generasi mendatang,” kata Padot.

Untuk mewujudkan target pembangunan tersebut, Padot mengajak seluruh pomparan Toga Gultom untuk mengambil bagian melalui semangat gotong royong dan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh pomparan Toga Gultom untuk mengambil bagian melalui donasi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan monumen merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menghadirkan warisan yang dapat dikenang oleh generasi mendatang.

“Pembangunan ini merupakan kasih kepada leluhur dan warisan kepada generasi mendatang. Sebagai tanda nyata Toga Gultom mampu bersyukur dan memberikan warisan yang bermakna. Apa yang kita berikan hari ini akan dikenang anak cucu kita,” pungkasnya.

Pematokan pondasi menjadi langkah awal dalam melanjutkan pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat kebersamaan, monumen tersebut diharapkan dapat menjadi penanda sejarah, simbol persatuan dan ruang yang mempererat ikatan persaudaraan pomparan Toga Gultom dari generasi ke generasi. (D/Smart)

Jaga Kerukunan dan Kamtibmas, Kapolres Binjai Jalin Silaturahmi dengan FKUB

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Binjai, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.15 WIB, bertempat di Kantor FKUB Kota Binjai, Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua FKUB Kota Binjai Hamidan, Kepala Kesbangpol Kota Binjai Ruslianto, Kasat Lantas IPTU Giri, Kasi Propam AKP Kusuma Hadi, Sekretaris FKUB Syahrial, serta sejumlah anggota FKUB dari berbagai unsur agama.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus FKUB menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Binjai sekaligus menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama dalam memelihara kerukunan serta keamanan di Kota Binjai. Koordinasi dengan Polres Binjai selama ini juga dinilai berjalan baik, termasuk dalam menyikapi permasalahan narkoba dan aksi geng motor.

Kapolres Binjai menyampaikan agar sinergi dan koordinasi antara Polres Binjai dan FKUB terus dipertahankan serta ditingkatkan. Polres Binjai juga terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan terhadap peredaran narkoba serta pembinaan generasi muda melalui sosialisasi di sekolah guna menekan aktivitas geng motor. (Roni Kurniawan)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Toba Caldera Culture Festival Dorong Samosir sebagai Ruang Perjumpaan Budaya dan Pariwisata

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Alunan tagading mengiringi pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 di Water Front City (WFC) Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (24/09/2026). Festival yang memadukan seni, budaya, pariwisata dan kreativitas tersebut resmi dimulai dengan pemukulan tagading oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan air menari, salah satu ikon pariwisata Samosir. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari penyambutan para dewan juri nasional dan internasional yang hadir dalam Samosir International Choir Competition (SICC).

Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan juri dari berbagai daerah dan negara, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung menyematkan ulos kepada para dewan juri.

Penyematan ulos menjadi simbol penghormatan dan keakraban sekaligus memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Batak kepada para peserta dan tamu mancanegara yang hadir di Kabupaten Samosir.

Toba Caldera Culture Festival 2026 menghadirkan Samosir International Choir Competition yang diikuti peserta dan official dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Kegiatan tersebut diperkirakan menghadirkan lebih dari 2.000 peserta dan official dan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Hotel Marianna, Kabupaten Samosir.

Mewakili Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh juri dan peserta SICC yang telah hadir di Kabupaten Samosir.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban orang Batak, kepada para juri dan peserta lomba paduan suara internasional,” ujar Marudut.

Marudut juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan panitia penyelenggara yang telah memilih Kabupaten Samosir sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan bagi Samosir untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah sekaligus memperkuat posisi Samosir sebagai bagian penting dari kawasan pariwisata Danau Toba.

“Kami sangat bangga karena dipercaya sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan kompetisi paduan suara dan vokal solo. Event ini tentunya sangat mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Samosir. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Afif Nasution yang mendukung penuh pelaksanaan event di Samosir,” kata Marudut.

Marudut menyampaikan bahwa pelaksanaan Toba Caldera Culture Festival sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata, didukung infrastruktur yang berkualitas.

Ia juga mengapresiasi kreativitas generasi muda yang mampu mempertemukan beragam suara, kreativitas dan latar belakang budaya dalam satu kegiatan.

Menurutnya, kegiatan berskala nasional dan internasional seperti SICC dapat memberikan ruang promosi bagi Kabupaten Samosir sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pelaksanaan event yang keren dan berkualitas seperti ini tentunya akan menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Samosir dan menambah length of stay wisatawan di Samosir. Kami berharap dapat menjadi event tetap di Samosir,” ujarnya.

Harapan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keberlanjutan kegiatan budaya dan pariwisata yang dapat mempertemukan masyarakat, pelaku seni, generasi muda, pelaku usaha dan wisatawan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung mengatakan Samosir International Choir Competition menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

“Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah. Kawasan ini merupakan rumah bagi warisan budaya yang hidup, tumbuh bersama masyarakatnya dan terus diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Dewi.

Menurutnya, berbagai kekayaan budaya Batak, mulai dari gondang, ulos, tarian, musik, cerita rakyat hingga tradisi masyarakat, merupakan bagian dari identitas yang dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Dewi menilai Toba Caldera Culture Festival memiliki arti penting karena mempertemukan kreativitas, tradisi, pendidikan, pariwisata dan partisipasi masyarakat dalam satu panggung.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai budaya yang berkembang di kawasan Danau Toba diharapkan semakin dikenal dan diapresiasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah dan negara.

Ia menambahkan, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas destinasi wisata.

Dengan budaya yang terus dirawat, masyarakat memiliki ruang untuk berkarya, pelaku usaha lokal memperoleh peluang untuk berkembang, sementara generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal dan membangun kebanggaan terhadap budaya daerahnya.

Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menghadirkan festival tersebut.

“Kehadiran penampilan paduan suara, keterlibatan universitas, penyematan ulos kepada dewan juri hingga berbagai rangkaian acara menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan lintas daerah,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini semakin mengangkat nama Danau Toba di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti sebanyak 33 peserta dengan 58 penampilan, serta 70 vokal solo yang terbagi dalam beberapa kategori.

Ia berharap dukungan masyarakat dan pemerintah dapat terus diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Kami sungguh berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan seluruh pemerintah untuk bisa mendukung acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 turut dihadiri Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho, Forkopimda, pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Samosir, serta dewan juri nasional dan internasional.

Dewan juri internasional yang hadir di antaranya Marcus Lee dari Singapura, Jurgis Cabulis dari Latvia, Susanna Saw dari Malaysia dan Prof. Mark Anthony Carpio dari Filipina. Sementara dewan juri dari Indonesia di antaranya Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak dan Maria Calista.

Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Samosir sebagai ruang perjumpaan seni, budaya dan pariwisata. Melalui SICC, peserta dari berbagai daerah dan negara tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung kekayaan budaya Batak serta keindahan kawasan Danau Toba.

Dengan perpaduan seni, budaya dan pariwisata tersebut, kegiatan diharapkan dapat menjadi ruang interaksi yang memperluas jejaring, memperkenalkan kekayaan budaya lokal, sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta dan wisatawan selama berada di Kabupaten Samosir. (D/Smart)