Keluarga di pinggir sungai. (Foto: ist)
mediasergap.com - MEDAN - Dono, kakek Hatta Cika Hawa Rozaka (15), korban tenggelam yang ditemukan di Kampung Mandailing, mengatakan cucunya masih sempat bermain bola sebelum terseret Sungai Babura yang meluap.
“Ada tujuh orang main bola di lapangan Baronet,” kata Dono, di rumah duka, Rabu (29/7) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sehari sebelum Hatta ditemukan, Dono sang kakek, menerangkan korban tenggelam persis di sebelah lapangan Baronet yang posisinya berdekatan aliran Sungai Babura. Selesai main bola, cucunya dan 6 orang temannya sore itu akan menuju pulang ke rumah masing masing.
Tapi saat menuju ke rumah di Jalan Starban Ujung Lingkungan 11 Kelurahan Polonia, beberapa temannya mengajak pulang lewat jembatan pajak sore.
“Sudah diajak pulang dari jembatan pajak sore aja,” kata Dono.
Namun, menurut temannya, Hatta tetap lewat dari sungai. Bahkan oleh temannya korban sempat dilarang karena tidak pandai berenang.
“Sempat tangannya ke atas minta tolong,” terang sang kakek.
Sebelumnya, jasad Hatta Cika Hawa Rozaka, remaja yang tenggelam di Sungai Babura, ditemukan mengapung di Kampung Mandailing Sungai Babura, Kamis (30/7) pagi.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung persisnya di pinggir sungai sekira jam 07.00 WIB.
“Tadi pagi jam 7, ditemukan di Kampung Mandailing,” kata salah satu keluarga korban di rumah duka, Kamis (30/7) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dono kakek korban
Hatta merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara yang tenggelam pada Selasa malam (28/7) menjelang magrib.
Pihak keluarga yang masih dalam suasana berduka, belum bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah korban dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Karya Sehati Starban Ujung Kelurahan Polonia Kecamatan Polonia.
“Jam satu tadi dikebumikan di TPU Jalan Wakaf (Jalan Karya Sehati),” kata pihak keluarga. (riz)


No comments:
Post a Comment