mediasergap.com | BATU BARA - Museum Daerah milik Kabupaten Batu Bara, diharapkan menjadi destinasi wisata sejarah bagi masyarakat dan wisatawan.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ilyas Sitorus SE M.Pd melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Hj Halimah S.Pd.I M.Si saat meninjau museum daerah, Kamis (28/1/21).
"Bahan-bahan yang ada di museum itu merupakan bahan yang disesuaikan dengan identik kita Batu Bara bercirikan dan bernuansakan Melayu," ujar Halimah.
Menurut Halimah, dengan adanya miniatur Istana Niat Lima Laras dan beberapa songket kebanggaan warga Batubara, berupa kain tenun, dengan tembikar, tikarnya, serta barang-barang antik lain nya seperti alat-alat rumah tangga.
"Selain itu, ada juga beberapa benda-benda seperti, tepak sirih, peralatan senjata, dan 12 eknis yang ada di Kabupaten Batu Bara. Museum ini sudah ada replika Kapal Harukiku Maru Tahun 1942 saat pasukan Jepang masuk ke Tanjung Tiram, mereka mengambil alih dan merebut kapal Belanda “ VarWaerwijk “ lalu mengganti namanya menjadi “Harukiku Maru“ dan kapal tersebut di produksi pada tahun 1910 oleh perusahaan Maatschappij Fijenoord Rotterdam," kata Halimah lagi.
Secara umum, kapal tersebut memiliki bobot 3.040 GT (Grosston), dan kapal Harukiku Maru memiliki dimensi ukuran panjang 99,15 meter, lebar 13,4 meter, serta tinggi 6,95 meter. Kapal ini berfungsi sebagai kapal angkut barang (Kargo) dengan tenaga pendorong yang dihasilkan oleh mesin Uap. (bbs/fit)

No comments:
Post a Comment