mediasergap.com | MUARA ENIM - Kini proyek rehap jembatan yang disebut-sebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muara Enim, melalui Dinas PUPR Muara Enim, diduga pengerjaanya maupun hasilnya dari pelaksana proyek tersebut terkesan asal-jadi.
Pasalnya, awal rehap pembangunan jembatan itu kaki penyanggah jembatan masih memakai yang lama dan tidak diganti yang baru.
Selain itu proyek rehap jembatan tersebut, tidak terlihat papan proyek namun disebut-sebut dari kegiatan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun 2020.
Marsidi (43), warga sekitar mengungkapkan, keberadaan proyek rehap jembatan di Desa Embacang Kelekar, Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim, tidak jelas dan tidak transparan kepada publik.
"Harus jelas pada publik terkait apapun aktivitas proyek menggunakan anggaran dari mana," ungkap Marsidi.
"Sangat diragukan pembangunan rehap jembatan ini dan patut dipertnyakan serta patut mendapat pemeriksaan karena diduga pekerjaannya asal poles yang penting cantik warna cat tanpa memperhatikan tahannya Jembatan itu," cetus Marsidi lagi.
"Sepintas memang cantik jembatan ini karena didominan oleh warna cat namun perlu diketahui hampir rata-rata rehap jembatan tersebut masih menggunakan bahan atau material yang lama," terangnya lagi.
Pantauan media, jembatan tersebut kini telah digunakan warga.
Hengki, kontraktor pembangunan jembatan tersebut belum memberikan komentar. Dia enggan mengangkat ponselnya saat kru media ini menghubunginya. (man/fit)

No comments:
Post a Comment