-->

Kadis Perizinan Labura: "Proyek Pengerjaan Kabel Telkomsel di Desa Tanjung Pasir Tanpa Izin"

mediasergap.com | LABURA - Proyek pengerjaan penanaman kabel PT Telkomsel yang dikerjakan PT. Narsi Sejahtera Utama (PT NSU) rekanan PT. Telkomsel diduga tanpa izin dari Dinas Perizinan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perizinan Terpadu M Asril Hasibuan bahwa proyek pengerjaan penanaman kabel PT Telkomsel di Jl. Wonosari, Desa Tanjung pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura belum mempunyai izin dari dinas perizinan.

"Proyek pengerjaan penanaman kabel PT Telkomsel sampai saat ini belum ada ijin apapun dari dinas kami," kata Asril Hasibuan, Senin siang (12/07/21).

Pengawas PT. NSU, Hendro melalui Affandi yang mengaku sebagai pengawas pengganti mengatakan bahwa segala perizinan pekerjaan ini sudah lengkap yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Kab. Labura.

"Mengenai izin-izin pekerjaan ini sudah kami lengkapi, bahkan Dinas PU sudah turun ke lapangan saat usulan pembuatan ijin, kita tidak berani melaksanakan pekerjaan ini kalau belum lengkap surat ijinnya. Kepala Desa dan pihak Perkebunan pun kita sudah permisi, sebab ada lokasi galian yang kena tanah kebun Labuhan haji, nanti akan saya WhatsApp kan kelengkapan surat ijinnya," ujar Affandi, Sabtu (10/07/21).

Secara terpisah di hari yang sama, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Labura Ali Armaya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp nya mengatakan, sudah ada izin nya itu, nggak mungkinlah saya bawa-bawa suratnya, sebab inikan hari libur, surat ijinnya ada di kantor.

Tak Ada Pengaman

Sementara sejumlah pengendara yang melintas di Jl. Wonosari, Desa Tanjung pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura harus hati-hati, karena lobang-lobang proyek pengerjaan penanaman kabel PT Telkom tak memiliki rambu-rambu pengaman untuk mengantisipasi kecelakaan.

Saat dikonfirmasikan kepada mandor pekerja PT. NSU, Budi, Sabtu (10/07/21) dengan polos mengatakan, kami sebatas pekerja pak, masalah pembatas kami kurang paham. "Tapi ada juga yang sudah kami pasang dan belum terpasang, kami kurang ngerti, biar lebih jelas bolehlah saya jumpakan," tuturnya.

Ketika ditanyakan, kenapa tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Mandor Budi menjawab dengan enteng, belum ada diberikan kepada saya.

Affandi sebagai pengawas pengganti PT. NSU, Affandi mengatakan, sebenarnya tali pengaman jalan itu sudah kami pasang semua. "Tapi besok paginya sudah pada hilang, kemungkinan besar diambilin anak-anak kampung sini. Begitupun nanti akan kita pasang ulang pengaman jalannya di setiap lobang cangkulan kabel," ungkap Affandi, (Yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini