-->




Dugaan Aksi Konspirasi Terselubung di Tubuh BUMN PTPN III Klaji Ancam Masa Depan Perusahaan Negara

 Dugaan Aksi Konspirasi Terselubung di Tubuh BUMN PTPN III Klaji Ancam Masa Depan Perusahaan Negara


🗓️ Rabu, 14-Juni-2023_🕙 07.41 WIB


mediasergap.com | Labura» Sumut ⚖️🇮🇩

Berbagai Elemen mengkhawatirkan tentang adanya indikasi aksi Konspirasi terselubung di dalam tubuh BUMN PTPN III Perkebunan Negara Labuhan Haji (Klaji) lokasi areal Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) mengancam nasib buruk masa depan Perusahaan Negara ini.

Aksi hitam ini di duga kuat turut melibatkan Petinggi Kebun, bahkan informasinya permainan kotor ini telah berlangsung cukup lama tanpa hambatan. Menurut sumber kelompok para pelaku sejak awal sudah dikemas sebagai kelompok yang terorganisir dan terkoordinir rapi hingga nekat bermain api di Kebun milik Negara ditambah dugaan restu dari oknum-oknum pemegang tampuk kekuasaan di lingkaran perkebunan tersebut. 

Menurut sumber yang layak dipercaya lagi sebelumnya, untuk posisi Jabatan strategis ini telah disetel perencanaannya oleh Aktor Intelektual merekrut oknum-oknum spesialis melalui sistem dugaan jual beli Jabatan Direkrut untuk di dudukkan menjabat di Kebun Negara tersebut dengan, tenggang waktu masa kedudukan yang cukup lama bertahan di Kebun tersebut.

Mereka diberi kepercayaan menjabat bukan karena prestasi tapi karena Misi. Sudah barang pasti, mulusnya permainan sindikat terkordinir ini dalam beraksi menyelewengkan hasil buah sawit Perusahaan tentu tidak terlepas dari peran Aktor Intelektual dari Petinggi Kebun.

Diduga kuat mulai dari Manager perkebunan Sangap Raja Oloan Harianja, Askep R.F Sitepu dan Asisten Afdeling V Brahma Tarigan tentu sangat mengetahui hal ini namun disayangkan bila saja mereka ternyata sudah setali tiga uang dalam hal indikasi permainan dan penggerogotan Keuangan Negara (KKN) di Perusahaan Perkebunan Milik Negara (BUMN) dimana di tempat inilah mereka mengabdi serta menghidupi keluarga.

"Yah, Sepak terjang kelompok yang di koordinir secara rapi ini sepertinya memang melibatkan orang dalam dan tentu tanpa tenggang rasa harus segera di basmi oleh Pihak Dirut PTPN III Muhamad Abdul Ghani agar kerugian Pemasukan Keuangan Perusahaan Negara yang cukup besar tidak berkelanjutan di gerogoti penjahat-penjahat berdasi, harap Pemerhati Kebun BUMN Labura.

"Berawal dari monitoring Tim terhadap proyek tanaman ulang selama beberapa hari di Perkebunan Klaji ini akhirnya di temui adanya pengutipan buah sawit mentah hasil reflanting kemudian di cipping di Areal Afdeling V Klaji dari beberapa blok dengan keluasan ratusan hektar.

Dan buah-buah mentah tersebut dikumpul di depan Kantor Afdeling V dan Halaman Komplek Perumahan karyawan kemudian di brondol oleh tenaga harian kebun dan di muat ke salah satu truk dan kuat dugaan ada yang main samping dikirim ke pabrik swasta, papar Sekretaris Jenderal LSM Sidik Perkara Labura M.Nasti, kepada Media.

Saat masalah buah mentah ini ingin di konfirmasikan kepada Mandor buah Subari namun Krani Kantor Sitompul yang memberi keterangan kepada Tim Media beberapa waktu yang lalu di Kantor Afdeling “pengutipan buah mentah itu memang dari tanaman tumbangan (Reflanting) Proyek TU yang di ciping ini Perintah Perusahaan dan sudah berlangsung selama beberapa hari, sedang buahnya dibawa ke PKS Aek Nabara dan di Sumut," jelas Krani Sitompul.

Menerangkan Asisten Afdeling V Brahma Tarigan di salah satu Cafe Kampung Banjar Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Labura saat mengundang Tim Media bertemu.

Brahma Tarigan menjelaskan "masalah buah mentah itu hasil dari Areal Tanaman Reflanting memang buah yang ada kami ambil seperti pohon karet tua di areal Afdeling V walau belum di tumbang tapi hasilnya tetap di sadap begitu juga buah hasil cipingan itu tentu buahnya tetap di ambil untuk menambah produksi Perusahaan tapi jumlahnya tidaklah sampai ratusan ton seperti yang di beritakan di bawah itulah hasil yang di ambil, kami hanya menjalankan perintah atasan yaitu Pak Askep dan ini ada titipan dari Pak Askep untuk kawan-kawan," sambil Asisten Brahma menyodorkan coba memberi yang disebutnya bantuan dana yang sudah di isi dalam amplop putih untuk rekan wartawan namun pemberian tersebut di tolak oleh Media.

Hasil penelusuran monitoring Tim Media selama beberapa hari di seputaran areal tanaman ulang Afdeling V Klaji akhirnya menemukan fakta tentang dugaan penyelewengan hasil produksi buah sawit kebun Negara yang di bawa ke PKS-PKS milik Swasta dan memergoki angkutan buah dari PTPN III Klaji yang di masukkan ke salah satu PKS Swasta. Setelah memergoki Media mengkonfirmasi supir angkutan tersebut.

“Ia Bang, ini memang buah sawit yang saya muat dari Afdeling V kebun Klaji dan Asisten pun tahu tentang muatan ini. Biasa kami antar ke PKS di Asahan kalau banyaknya sudah ada sekitar puluhan truck yang kami angkut dan antar ke PKS di Asahan itu.

Tapi muatan kali ini di bawa ke PKS ini itupun Abang lihatlah antri juga, kalau soal DO hasil penimbangan sawitnya biasanya nanti ada orang kebun yang mengambilnya,” jelas supir dengan jujur.

Pantauan rutin Tim Media tentang dugaan penyelewengan sawit milik BUMN PTPN III Kebun Klaji ini di Konfirmasikan kepada Manager Sangap Raja Oloan Harianja, sebagai Pimpinan Kebun namun disayangkan ia tak memberi respon.

Begitu juga GM Distrik Dlab 3 M.Sidik saat di chating via Whats appnya belum menanggapi hal ini serius hanya melempar masalah yang disampaikan untuk konfirmasi ke Kabid Umum yang hanya menjawab,” kami sedang Diklat Bang.

Sangat mengecam hal ini Pengamat sosial dan hukum Sumatera Utara  Zakaria Rambe, SH “bila benar tentu ini pengkhianatan terhadap Perusahaan Milik Negara (BUMN) dimana tempat mereka bekerja dan menggantungkan hidupnya.

Perbuatan menjijikkan untuk memperkaya diri secara pribadi adalah prilaku yang buruk. sudah sepatutnya Management Top BUMN ini harus ambil peduli dan memecat oknum-oknum pekerja pengkhianat ini.

Bila tidak maka di khawatirkan penilaian dari berbagai elemen dari masyarakat atas masalah yang berlangsung dianggap keterlibatannya sampai ke atas dan memang beginilah rupanya wajah BUMN kita saat ini, papar Zakaria kesal.

Menanggapi dugaan aksi Konspirasi terselubung yang di duga kuat melibatkan para Petinggi BUMN PTPN III Kebun ini Wakil Ketua Kordinator Nasional Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Darwin Marpaung dan Sekjend DPD LSM Sidik Perkara Labura M. Nasution di Kota Aek Kanopan secara bersama, Senin (11/06/2023), menyebut keras “melihat sepak terjang dari permainan sindikat di dalam Kebun PTPN III Klaji ini,” kuat dugaan para Petinggi atau Penguasa seperti Manager, Askep, Asisten hingga Mandor buah dan Pengusaha angkutan di duga sudah bersepakat setali tiga uang dalam aksi memainkan Produksi Kebun Negara BUMN PTPN III Klaji.

Kalau ini terungkap jelas mereka sendiri yang menabur kotoran pada periuk mereka, tentu Negara tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi kejahatan yang terkordinir ini sebab orang yang sudah di percaya dan diberi lagi gaji, berbagai tunjangan dan bonus dari Perusahaan Negara tapi tetap berkhianat dan tidak amanah dalam menjalankan tugasnya maka mereka ini termasuk musuh Negara yang menyusup menjadi Virus tersembunyi di tubuh BUMN (Hacking Virus) maka harus di proses dan ditindak tegas aksi jahat mereka bila bersalah jangan hanya sebatas Mutasi Jabatan saja seperti kasus KKN Manager Kebun di Sumut Rudi Sinaga yang tak berdampak efek jera akibat di Hukum Mutasi kedudukan saja, pungkas Petinggi Lembaga Swadaya Masyarakat kesal dan melanjutkan lagi.

Kita sudah kumpulkan bukti-bukti untuk melaporkan oknum-oknum para perusak masa depan Perusahaan Negara itu, bila lengkap maka akan kita surati dulu para petinggi BUMN nya seperti Kementrian BUMN yang saat ini di Pimpin oleh Bapak Erick Tohir, BA, M.BA dan juga Dirut PTPN III, M.Abdul Ghani untuk mengetahui apa respon mereka terkait hal ini, setelah itu baru kita laporkan mereka yang terlibat kepada pihak berwajib (A.P.H) agar permainan ini terhenti dan di proses sesuai Hukum yang berlaku di Negara kita ini," sebut M. Nasution di dampingi Darwin Marpaung serius.

(Tim)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini