-->




Dirut PTPN III Harus Bongkar Sindikat Terorganisir di PTPN III Perkebunan Klaji

 Dirut PTPN III Harus Bongkar Sindikat Terorganisir di PTPN III Perkebunan Klaji


🗓️ Sabtu, 10-Juni-2023_🕙 09.20 WIB


mediasergap.com | Labura» Sumut ⚖️🇮🇩

Sudah saatnya Direktur Utama (Dirut) BUMN Perkebunan Nusantara III (Holding) Muhammad Abdul Ghani mengutus Tim Satuan Pemeriksa Internal ataupun SEVP OP2 Kantor Direksi (Kandir) PTPN III Medan untuk segera mungkin turun kelapangan lokasi perkebunan dibawah Naungan Distrik Dlab 3 yakni Kebun Labuhan Haji (Klaji) Areal di Desa Perkebunan Labuhan Haji dan Hanna Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumut karena dugaan telah terjadi Konspirasi terselubung dalam melakukan tindak kejahatan di dalam Perusahaan Perkebunan Milik Negara.

Turunnya Tim Sidak Direksi dimaksud agar mampu membongkar kejahatan ini, sebelum masa depan Kebun ini makin terancam maka periksa secara serius dan ungkap tentang adanya dugaan kelompok Sindikat Terorganisir yang sangat tersusun rapi di dalam tubuh Kebun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTPN III Klaji ini.

Kuat dugaan kelompok ini kerap bermain dalam menyelewengkan buah hasil sawit produksi Kebun Negara.

Kelompok terorganisir ini di duga juga sudah cukup lama dalam menyelewengkan harta milik Negara dengan peran masing-masing, mereka menyusup sebagai Virus perusak Perusahaan Negara ini.

Diprediksi gerombolan ini beraksi dengan mata rantai Tim spesialis mulai dari Pemanen, Transportasi, Buruh Muat, serta Pelaku Unsur dalam dari Karyawan, Mandor, Asisten hingga Askep yang diduga kuat sebagai motor penggerak permainan dengan target hasil produksi buah sawit  perkebunan BUMN ini secara kontinyu.

Nekatnya kelompok ini dalam melakukan penyelewengan hasil dari buah tanaman kebun disebabkan adanya dugaan keterlibatan para petinggi kebun yang sudah setali tiga uang atas permainan penyimpangan yang sangat merugikan Perusahaan Negara ini.

Aksi nekat sindikat ini disinyalir sudah cukup lama dalam melakukan permainan jahat di dalam kebun melalui dugaan pencurian buah sawit kebun bahkan petinggi Afdeling berdalih Perintah Perusahaan untuk menyelamatkan buah mentah hasil cipingan proyek Tanaman Ulang (TU) yang diduga di campur dengan hasil buah tandan segar kebun namun di angkut dan di selewengkan ke Pabrik luar PKS milik Swasta.

Hasil Investigasi Tim Media bersama LSM beberapa hari telah menemukan penyimpangan hasil sawit kebun Negara di salah satu Afdeling dan di buang ke beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Swasta, dan hal ini juga di akui Operator pembawa angkutan yang enggan disebutkan namanya saat ketahuan menyimpangkan buah dari PTPN III Klaji Pimpinan Manager Sangap Harianja dengan sosok Askep marga D.F Sitepu, “ia Bang muatan ini memang buah dari Kebun PTPN Labuhan Haji.

Kami hanya membawa truck untuk transportasi  pengangkutan dan mengantarkan buah sawit ini yang kami muat dari salah satu Afdeling di Perkebunan PTPN III Klaji. Saya hanya menjalankan perintah kerja Bang,

Soal Pabrik yang di tuju biasanya bukan kemari tapi yang berlokasi di Daerah Asahan, soal berapa kali sudah mengangkut buah sawit dari Perkebunan Klaji yah tentu mencapai puluhan kali.

Kalau buah sawit yang kami bawa ini semalam sore di muatnya namun karena sudah malam lagian capek kali maka saya gudang kan dulu baru pagi ini kami antar ke Pabrik itupun antri. Kalau masalah DO penjualannya mungkin nanti ada orang kebun yang ngambil. Saya kurang tau itu,” jelas Supir polos dan jujur.

Ketika hal penyimpangan produksi kebun ini disampaikan kepada Pimpinan Kebun Manager Klaji di ruang Kantor Besar Kebun Sangap Harianja, Senin (04/06/2023), tidak memberi keterangan apapun apalagi merespon hal laporan temuan ini.

Begitu juga General Manager (GM) Distrik Dlab III M. Sidik saat dikonfirmasi dan di beritahu via whats appnya tentang adanya pencurian buah oleh kelompok terorganisir dalam tubuh perkebunan Klaji hanya membalas singkat, “silahkan komunikasikan dengan Kabid Umum.” Dan Kabid Umum memberi jawaban waktu diberi tahu ingin dikunjungi menyampaikan hal ini di Kantor Distrik Aek Nabara Edi Lesmana menerangkan dalam Minggu ini saya belum bisa Pak, kebetulan lagi Diklat di Medan, “untuk sementara komunikasi ke APK Klaji dulu,” pesan Kabid Umum Lesmana.

Munir Nasution Sosok Penggiat dan Pemerhati BUMN Perkebunan PTPN di Labuhanbatu Raya dan juga sebagai Sekretaris Jendral DPD LSM Sidik Perkara Labuhanbatu Raya di damping Waket Kornas Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) D. Marpaung angkat bicara secara senada Sabtu (10/06/2023) "persoalan permainan penyimpangan hasil kebun Negara bukanlah perkara main-main tapi ini satu musibah besar bagi nasib masa depan  BUMN PTPN III yang kita prediksi tentu dugaan permainan jahat seperti ini sudah berjalan cukup lama dilakukan oleh sindikat yang terkordinir dan tersusun sangat rapi bahkan mereka sudah menjadi Virus di dalam kebun mengolah apa yang bisa di olah hingga menggerogoti apa yang bisa mereka gerogoti untuk memperkaya diri secara bersama, untuk itu pihak Direksi jangan hanya sebatas menerima laporan secara Administrasi saja tapi lakukan peninjauan lapangan secara Investigasi rutin sebab nasib Kebun Klaji ini sudah dikatagorikan terancam.

Maka mari kita secara bersama untuk berusaha menyelamatkan nasib masa depan Perusahaan Perkebunan Negara Klaji ini dari bandit-bandit berdasi yang bersembunyi dalam lingkaran Jabatan di Perkebunan Negara BUMN di bawah naungan Distrik Dlab III, dan kita akan laporkan hal ini ke Kementrian BUMN dan juga Aparat Penegak Hukum agar para sindikat di Klaji ini di basmi secara serius.

Dengan dirugikannya Perkebunan Klaji tersebut maka sama saja mereka telah merugikan Keuangan Negara bahkan telah mengancam nasib dari masa depan Perusahaan PTPN III ini, maka untuk itu kita akan menyurati pihak Kementrian BUMN dan Kantor Direksi.

Kita minta agar pihak Direksi jangan lagi mengabaikan hal ini, pembasmian kelompok ini harus sesegera mungkin dilakukan jangan ada pihak yang ikut menutup-nutupi permainan di kebun Negara ini apalagi sampai ikut membeckingi penjahat Perusahaan Perkebunan Negara,

Kita bicara fakta dan punya bukti yang kuat bila sudah lengkap maka dipastikan akan membuat laporannya ke Penegak Hukum,” tegas Munir bersama D.Marpaung kepada Media Sergap dan beberapa rekan wartawan lain. (ST)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini