-->




Pertahankan TPP “Pendamping Desa”, Gus Menteri: ‘Harus Berpengetahuan Luas dan Serbaguna’

 Pertahankan TPP “Pendamping Desa”, Gus Menteri: ‘Harus Berpengetahuan Luas dan Serbaguna’


🗓️ Kamis, 24-Agust-2023_🕙 18.45 WIB


mediasergap.com | Jakarta ⚖️🇮🇩

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan, Pendamping Desa harus memiliki pengetahuan luas, ketrampilan serbaguna, serta mampu beradaptasi dengan perubahan Desa. Hal ini, agar Pendamping Desa dapat terus dibutuhkan oleh masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Gus Menteri itu pada acara Refreshment Training Partisipasi Pegiat Desa Tahun Anggaran (T.A) 2023 di Bandung, Jawa Barat. 

Pada kesempatan itu, Gus Menteri di dampingi oleh Kepala Sensus (Kapsus) Persentase Penduduk Miskin di Daerah Tertinggal Transmigrasi (PPMDT) M. Yusra serta Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda. "Satu Pendamping Lokal Desa (PLD) seharusnya bisa menangani lebih dari satu Desa. Kalau bicara segmen, tidak mungkin itu dilaksanakan sehingga maka harus generalis, karena kewilayahan," ungkap Gus Menteri dikutip dari Siaran Pers yang diterima Kompas.com, Kamis (24/08/2023).

Menurutnya, Pendamping Desa tidak hanya bertugas di satu segmen atau masalah saja, tetapi juga di Aspek Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, seperti Infrastruktur, Pelayanan Sosial Dasar, Pengembangan Ekonomi, Pemanfaatan Sumber Daya Alam, Teknologi dan lainnya. "Pendamping Desa harus berpengetahuan luas, supaya generalis," imbuh Gus Menteri.

Gus Menteri juga menekankan, Pemberdayaan Masyarakat Desa tidak boleh dibatasi pada satu bidang atau masalah tertentu. Sehingga upaya pemberdayaan harus mencakup berbagai Aspek Kehidupan di Desa.

"Tugas dan Fungsi (Tusi) Kementerian Desa (Kemendesa) sebagai Pemberdaya Masyarakat Desa harus menyeluruh dan total," tutur Gus Menteri. Menurutnya, Pendamping Desa juga harus bertugas meningkatkan fasilitas dan perkembangan desa serta memperhatikan tantangan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). 

Kemendes PDTT diminta Gaet Investasi dan Tak Andalkan APBN untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi “Pemberdayaan itu tidak akan pernah selesai, apalagi kalau dikaitkan dengan target sasaran utama Dana Desa. Dua hal yang sangat penting yakni pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM, dan ini gak akan pernah selesai," paparnya. 

Seperti halnya dengan Amerika dan Jepang yang pernah mengalami fluktuasi ekonomi dan penurunan sumber daya manusia (SDM) dalam beberapa dekade terakhir. Gus Menteri menyebutkan, persoalan masyarakat di Bidang Stabilitas Ekonomi dan SDM tidak bisa dipastikan normal. "Amerika Serikat yang merupakan Negara maju, perekonomiannya hampir mengalami collapse. Tak hanya itu, saat ini Jepang kesulitan mencari generasi baru, karena perkawinan sudah jarang terjadi," tegasnya. 

Muhaimin usul Kementan dilebur ke Kemendesa PDTT, Begini Alasannya Gus Menteri menambahkan, fasilitas kehidupan di Desa, semakin lengkap, salah satunya oleh peningkatan status perkembangan desa melalui Indeks Desa Membangun (IDM) yang mengalami peningkatan yang signifikan dari 2015-2023 Sesuai Data Desa Mandiri, penambahan desa meningkat hingga 11.456 Desa dari 174 Desa. Lain hal, Desa Maju juga meningkat hingga 23.035 Desa dari 3.608 Desa "Hari ini Desa-Desa di Indonesia sudah hampir mencapai 12.000 Desa yang mandiri," tuturnya. (By. Redaksi)

(Sumber: ©Kompas.com)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini