-->

Dugaan Penyelewengan Beras Bansos, Ratusan Warga Tuntut Kades Penggalangan Mundur Dari Jabatannya

 Dugaan Penyelewengan Beras Bansos, Ratusan Warga Tuntut Kades Penggalangan Mundur Dari Jabatannya


TEBING TINGGI • SUMUT [mediasergap.com] ⚖️🇮🇩

Ratusan warga Desa Pengalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara bersama LSM PAKAR Kabupaten Serdang Bedagai mengelar aksi unjuk rasa di depan Mako Polres Tebing Tinggi, Kamis (29/2/2024).

Dalam orasinya, para pendemo  menuntut Kepala Desa Penggalangan, Boini, mundur dari jabatannya.karena dinilai tidak bertanggungjawab atas penyaluran beras bansos 

Informasi yang diterima awak media dari salah seorang pendemo mengungkapkan bahwa aksi ini dipicu atas adanya dugaan penyelewengan beras bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah pusat melalui Kantor Pos di awal Januari 2024 yang lalu.

Kenyataannya, beras yang seharusnya dibagi di Kantor Pos diambil alih oleh Pemerintah Desa Penggalangan untuk dibagikan kepada penerima bansos. 

Anehnya, warga yang seharusnya menerima beras bansos tersebut tidak kunjung dibagikan. Namun dibagikan kepada konstituen pendukung suami Kades Penggalangan inisial HH yang merupakan salah seorang Caleg dari Dapil V Kabupaten Serdang Bedagai.

Pantauan awak media sambil merekam video, ditengah aksi demo, salah seorang ibu bernama Surtana boru Manulang yang merupakan orator dalam aksi tersebut menerima telpon dari seseorang dengan kata-kata diduga pengancaman dan intimidasi.

Usai bertelepon dengan Kaur Desa, kepada awak media surtana Manulang menjelaskan bahwa dia baru saja menjawab panggilan telepon dari Kaur Desa Penggalangan bernama Irma.

Dalam telepon tersebut, Surtana Manulang mengaku diancam oleh Kaur Desa karena turut dalam aksi demonstrasi.

Dijelaskan Surtana, sebelum penyaluran beras bansos, Kaur Desa Irma menelpon saya untuk mengantarkan Kartu Keluarga ke rumah Kepala Dusun karena akan ada bantuan beras 10 kg dari pemerintah.

Tapi hingga saat ini saya belum menerima berasnya berbeda dengan warga yang lain seperti tebang pilih. Irma beralasan saya tidak bisa menerima bansos karena memiliki mobil angkutan (angkot) dan tidak mendukung suami Kades Boini inisial HH sebagai Caleg,," kesal Boru Manulang. 

Dijelaskan Surtana, beberapa hari yang lalu kami juga ada melakukan aksi di Kantor camat Tebing Syahbandar dan usai aksi ini ada sebagian warga yang dibagikan berasnya setelah ada di demo.

Apabila ada bantuan dari pemerintah, jangan tebang pilih. Jangan karena hanya memihak mendukung HH sebagai Caleg, jadi itu saja yang dibagi. Padahal beras itu merupakan beras bansos sehingga banyak warga yang  seharusnya sebagai penerima manfaat, tidak dibagikan pihak desa.

Saat adanya pengancaman oleh Kaur Desa kepada salah seorang pendemo ini ditanyakan kepada Boini selaku Kades Penggalangan melalui chat whatsapp, Boini menjawab "Nanti saya tanyakan dulu pak, saya lagi diluar. 

Ketika awak media kembali mencoba melakukan telepon langsung, Kades Boini ini tidak bersedia mengangkat telepon nya. (Ajs/Tim)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini