-->




Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen, Diduga Tak Mampu Bongkar Lokasi Judi, “Namun Terkait Pembongkaran Rumah Alm Simorangkir Menjadi Garda Terdepan”

 Kapolres Binjai AKBP Rio Alexander Panelewen, Diduga Tak Mampu Bongkar Lokasi Judi, “Namun Terkait Pembongkaran Rumah Alm Simorangkir Menjadi Garda Terdepan”


📆 Kamis, 16-Mei-2024_🕑 13.37 WIB

Binjai - Sumut [mediasergap.com] ⚖️🇮🇩

Ditengah maraknya Judi dan Narkoba di Wilayah Hukum Polres Binjai, dianggap seakan Kapolres Binjai tidak mampu untuk menumpasnya, bahkan Judi dan Narkoba ini diduga sudah memiliki atensi atau setoran bulanan.

Dilain sisi saat menonton Eksekusi Rumah Alm. Simorangkir oleh Polres Binjai ada seorang lelaki berbisik disampingnya, “bagaimana lokasi barak dan judi kalian Bang kenapa ya kalian lebih bebas tak pernah di Eksekusi apalagi yang di Brahrang itu cukup terang-terangan masa rumah begini saja beraninya Polres Binjai ini kan Bang ? pungkas seorang lelaki yang sedang nonton Eksekusi, kalau kami kan sudah ada setoran Bang mana ada berani orang di Binjai ini buka judi selain Si X Bos kami,” kata lelaki berbaju hitam saat itu.

Mendengar hal itu pihak media konfirmasi kepada Kapolres AKBP Rio Alexander Panelewen, S.I.K, bungkam saat dikonfirmasi terkait judi namun terkonfirmasi masalah pembongkaran rumah seorang Tukang Tempel Ban. Nanti saya cek ke Anggota Bang,” pungkasnya.

Dilain sisi dikonfirmasi kepada pemilik rumah atas pembongkaran rumahnya yang dimanfaatkan selama ini sebagai tempat tinggal dan tempat Usaha Tempel Ban. 

“Ya Bang margaku Siahaan ini rumah Mertuaku mendiang dari marga Simorangkir, namun kami tidak mengetahui kenapa kami tidak ada peringatan Pengadilan langsung main bongkar saja Rumah ini dan Usaha saya sebagai tukang Tempel Ban Sepeda Motor juga dihancurkan Bang,” pungkas Siahaan sebagai Menantu dari Ahli Waris.

“Semalam Pihak Organisasi Pejuang juga sudah datang makanya kami cat Rumah tersebut karena kami sudah di ijinkan, kami tidak ada Pengacara merekalah membantu untuk cat agar jangan di tumbang dulu dan agar ada pertimbangan sebelum Eksekusi karena baru semalam (Selasa, 14/05/2024) mereka mengetahui kronologis dari kami.” pungkas br. Simorangkir. 

Ditanya juga dimana tinggal setelah Eksekusi, pihak pemilik rumah yang tinggal selama ini menyatakan jika mereka sementara dapat kontrakan tinggal memakai tenda karena belum ada persiapan sebelumnya. 

“Ya Bang, kami tinggal di tenda plastik ini saja dulu  menunggu dapat tempat tinggal agar kami bisa nanti cari kontrakan baru. Masalah biaya Bang kami pinjam dululah entah kemana karena kami juga masih mau memperjuangkan anak kami yang masih Sekolah ini.” pungkas Siahaan dengan wajah sedih. (m)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini