Mahasiswi ITBI Medan Diduga Dilecehkan Oknum Pimpinan Kampus, Korban Syok dan Lapor Polisi
MEDAN, mediasergap.com – Dunia Pendidikan Tinggi kembali tercoreng. Seorang Mahasiswi Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia (ITBI) Medan diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Oknum Pimpinan Kampus. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan kampus ITBI, Komplek ITB Indonesia, Jl. Sei Batang Hari No. 84A, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, pada Kamis (22/01/2026).
Informasi dugaan pelecehan ini diungkap oleh seorang rekan korban yang tinggal satu indekos dan meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, korban mengalami syok berat pascakejadian dan hanya mampu mengirimkan pesan singkat yang menyatakan dirinya telah menjadi korban pelecehan.
“Korban hanya diam dan terlihat sangat syok. Dia mengirim pesan kepada saya bahwa dirinya dilecehkan di Kampus,” ungkap rekan korban.
Berdasarkan penuturan tersebut, dugaan pelecehan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, saat korban berada di dalam sebuah ruangan tertutup dan hanya berdua dengan terduga pelaku yang disebut-sebut merupakan Rektor ITBI Medan, Dr. David JM Sembiring.
“Korban mengaku diraba pada bagian tubuhnya. Ia sempat menghindar karena tidak pernah menyangka seorang Pimpinan Kampus berani melakukan perbuatan seperti itu,” lanjutnya.
Peristiwa ini dinilai semakin memprihatinkan karena terjadi di ruang yang seharusnya menjadi zona aman bagi Mahasiswa, bukan justru tempat lahirnya rasa takut dan trauma. Akibat kejadian tersebut, korban yang masih dalam kondisi psikologis terguncang akhirnya menempuh jalur hukum.
Didampingi kuasa hukumnya, korban telah melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut ke Polrestabes Medan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Laporan sudah dibuat dan korban didampingi Pengacara,” tegas rekan korban.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Dr. David JM Sembiring membantah seluruh tudingan pelecehan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut pertemuan tersebut hanya sebatas komunikasi biasa.
“Saya tidak melakukan pelecehan. Saya hanya bercerita dan curhat soal kisah cinta. Itu bukan hanya ke satu orang, banyak yang tahu,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Kepolisian masih mendalami laporan korban, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran atas dugaan pelecehan yang telah menimbulkan keguncangan di lingkungan akademik tersebut.
Kasus ini menyedot perhatian publik dan memunculkan desakan agar Aparat Penegak Hukum bertindak tegas, transparan, dan berpihak pada korban, demi memastikan kampus benar-benar menjadi ruang aman dari kekerasan seksual. (Tim)

No comments:
Post a Comment