Inovatif! Program PEROLIS di Lapas Labuhan Bilik Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Labuhan Bilik, mediasergap.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Bilik terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang inovatif dan bermanfaat. Salah satu program yang saat ini tengah dikembangkan adalah PEROLIS, sebuah kegiatan pembinaan yang berfokus pada pengolahan limbah bekas menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna.
Program PEROLIS dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Lapas Labuhan Bilik dalam memberikan keterampilan praktis kepada WBP selama menjalani masa pidana. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilatih untuk memanfaatkan limbah bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang lebih bermanfaat. Inovasi ini tidak hanya memberikan pembelajaran teknis kepada WBP, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas serta kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian diberikan pelatihan secara bertahap mengenai proses pengolahan limbah hingga menjadi bahan bakar alternatif. Proses tersebut meliputi pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, hingga tahap akhir berupa hasil bahan bakar yang dapat dimanfaatkan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas Lapas guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala Lapas Labuhan Bilik menyampaikan bahwa program PEROLIS merupakan salah satu bentuk inovasi pembinaan yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi WBP. Selain memberikan keterampilan baru, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir produktif dan kreatif di kalangan warga binaan.
“Melalui program PEROLIS ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh WBP ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah secara bijak sehingga dapat memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Lebih lanjut, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Labuhan Bilik dalam mendukung upaya pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif. Dengan memanfaatkan limbah bekas sebagai bahan baku, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat.Antusiasme para WBP yang mengikuti program ini juga terlihat cukup tinggi. Mereka mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat dan ketertarikan, mengingat keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan di dalam Lapas.
Dengan hadirnya program PEROLIS, Lapas Labuhan Bilik tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan secara administratif, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan, Lapas Labuhan Bilik berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang berkualitas bagi WBP, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif. (Roni K)
(Sumber: ©Humas Lapas Labuhan Bilik)


No comments:
Post a Comment