Sumatera Selatan, mediasergap.com
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan komitmennya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan langkah pencegahan dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat provinsi yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Dalam arahannya, Kapolda meminta seluruh jajaran untuk mengubah pola kerja dengan tidak lagi menunggu munculnya titik api besar, melainkan melakukan langkah antisipatif sejak dini.
“Penanganan karhutla harus mengedepankan paradigma pencegahan. Deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta patroli rutin harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara kepolisian dan pemerintah daerah, dalam upaya pengendalian karhutla.
“Sinergi dengan pemerintah daerah, terutama Bupati dan Wali Kota, menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak 3.004 kegiatan patroli di wilayah rawan karhutla. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Polri dan pemerintah daerah untuk menjaga kualitas udara di Sumatera Selatan tetap baik serta melindungi aktivitas ekonomi masyarakat dari dampak kabut asap.
Melalui langkah preventif yang terukur dan kolaborasi yang kuat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan secara maksimal. (Rel)
No comments:
Post a Comment