Toba (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kabupaten Toba menunjukkan komitmennya dalam membangun penataan Pasar Balerong Balige secara humanis dan partisipatif dengan menerima langsung aspirasi para pedagang dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Data Kantor Bupati Toba, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah daerah dan para pedagang guna mencari solusi terbaik dalam mewujudkan kawasan Pasar Balige yang lebih tertata, nyaman, dan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Plh Sekda Kabupaten Toba Eston Sihotang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni DP Lubis, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Sofian Sitorus, Plt Kepala Satpol PP Saut Sihombing, Kepala Bidang Pasar Joni Hutajulu, serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.
Dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan, para pedagang menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan lapak yang memadai agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih optimal. Pada prinsipnya, para pedagang mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Toba dalam menata kawasan pasar dan memindahkan aktivitas perdagangan dari luar pasar ke area dalam pasar, selama kebutuhan tempat berjualan dapat terpenuhi dengan baik.
Salah seorang pedagang, Turman Simanjuntak, mengusulkan agar pedagang sementara diberikan kesempatan berjualan di area parkir dalam pasar sambil menunggu penyediaan lapak yang sesuai. Ia juga berharap pemerintah dapat meninjau kembali pemanfaatan sejumlah ruangan di pasar guna menambah kapasitas tempat berjualan.
Aspirasi juga datang dari perwakilan pedagang kaki lima hari Onan atau pasar tumpah setiap Jumat, Sahat Siahaan. Ia menyampaikan harapan sekitar 40 pedagang yang selama ini berjualan di Terminal Mini Balige agar tetap diberi ruang berjualan khusus pada hari Jumat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menegaskan bahwa penataan Pasar Balige merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan kawasan kota yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kebijakan ini merupakan salah satu upaya agar Kota Balige, termasuk kawasan pasar, dapat tertata dengan lebih baik. Penataan ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan pendapatan para pedagang di Pasar Balige,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Toba akan menjadikan seluruh aspirasi pedagang sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan penataan pasar ke depan. Pemerintah berharap penataan yang dilakukan dapat meningkatkan kenyamanan pembeli sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan dan pendapatan pedagang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Joni Hutajulu menjelaskan bahwa penataan pasar dilakukan demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama. Pemerintah, kata dia, telah menyediakan fasilitas di dalam pasar dan berharap seluruh pedagang dapat mendukung kesepakatan bersama agar aktivitas jual beli terpusat di area pasar.
“Kami berharap tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar Pasar Balige dan apabila masih ditemukan, mari kita saling mengingatkan karena pada prinsipnya kita sudah memiliki kesepakatan bersama. Pemerintah juga sudah menyediakan fasilitas di dalam pasar agar aktivitas perdagangan dapat terpusat dan lebih tertata,” jelasnya.
Melalui dialog yang berlangsung kondusif tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba bersama para pedagang menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun Pasar Balige yang lebih tertib, nyaman, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ds)


No comments:
Post a Comment