SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Festival Tao Toba JouJou 2026 kembali menghadirkan semarak hiburan dan geliat ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati Segmen V Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (6/8/2026) malam.
Tidak sekadar menjadi ruang hiburan, festival yang menggabungkan pertunjukan musik, kuliner lokal, dan pameran produk UMKM ini turut menghadirkan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan kepada masyarakat dan wisatawan.
Sejak pukul 19.00 WIB, kawasan waterfront yang berada tepat di tepian Danau Toba tersebut mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya area pertunjukan maupun stan UMKM yang menawarkan beragam produk dan kuliner khas daerah.
Kemeriahan semakin meningkat ketika Marsada Band tampil di atas panggung. Grup musik dengan sentuhan khas Batak tersebut berhasil menghibur ribuan penonton melalui sejumlah lagu andalannya.
Suasana semakin semarak dengan nyanyian bersama dan sorak-sorai penonton yang memenuhi kawasan Waterfront City Pangururan. Kehadiran Marsada Band menjadi salah satu daya tarik utama pada malam pertama penyelenggaraan Festival Tao Toba JouJou 2026.
Sebelumnya, Aruna Trio turut menghangatkan suasana dengan penampilan musik yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Perpaduan pertunjukan musik dengan pameran UMKM membuat festival ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan sekaligus mencicipi kuliner dan melihat berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang turut hadir bersama masyarakat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengunjung yang telah ikut menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang telah hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Kita buktikan bahwa Samosir adalah daerah berbudaya yang nyaman untuk dikunjungi,” ujar Ariston.
Menurutnya, kegiatan yang memadukan budaya, hiburan dan ekonomi kreatif tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal Samosir memiliki daya tarik yang mampu mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Samosir. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner, hingga sektor jasa lainnya,” tambahnya.
Ariston juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan keramahan dalam setiap kegiatan yang berlangsung di Samosir.
Menurutnya, suasana yang aman, nyaman dan bersih merupakan bagian penting dalam membangun citra Samosir sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba.
Festival Tao Toba JouJou yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pariwisata dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Di balik kemeriahan panggung dan riuh tepuk tangan penonton, terdapat peluang ekonomi yang ikut tumbuh. Pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memperluas pasar, produk dan kuliner lokal semakin dikenal, sementara meningkatnya aktivitas wisata turut mendorong pergerakan sektor perdagangan dan jasa.
Ketika musik menggema di tepian Danau Toba, Samosir tidak hanya tampil sebagai daerah dengan panorama alam yang indah, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat.
Festival Tao Toba JouJou 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Samosir tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, kreativitas pelaku UMKM serta berbagai atraksi yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan. (D/Smart)
No comments:
Post a Comment