Rp.8,37 Miliar APBD Dipertanyakan, Banggar Temukan Ketidaksinkronan Alkes RSUD Amri Tambunan | Media Sergap -->




Rp.8,37 Miliar APBD Dipertanyakan, Banggar Temukan Ketidaksinkronan Alkes RSUD Amri Tambunan

DELI SERDANG (Sumut) mediasergap.comPengadaan dua alat kesehatan di RSUD Amri Tambunan yang bersumber dari APBD Deli Serdang Tahun Anggaran 2025 kini menjadi perhatian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Deli Serdang.

Nilainya mencapai Rp8,373 miliar. Rinciannya, alat sterilisasi direalisasikan Rp3,34 miliar dan alat laser untuk penanganan batu ginjal Rp5,033 miliar.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan satu pertanyaan utama yang kini hendak dijawab Banggar: apakah Rp8,373 miliar itu telah dibelanjakan dengan harga yang wajar dan untuk alat yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen pengadaan?

Pertanyaan itu muncul setelah Banggar melakukan peninjauan langsung ke RSUD Amri Tambunan, Selasa (15/9/2026), dalam rangka menelusuri pelaksanaan APBD 2025.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Deli Serdang sekaligus Koordinator Banggar, H. Hamdani Syahputra, S.Sos., M.H., bersama Wakil Ketua DPRD Kuzu Serasi Tarigan, S.E., serta anggota Banggar Dr. Misnan Al Jawi, S.H., M.H., Drs. H. Abdul Rahman dan H. Dwi Andi Syahputra Lubis.

Setelah melihat langsung peralatan dan mencermati spesifikasinya, Banggar menyatakan menemukan hal yang dinilai belum sinkron antara nilai anggaran dengan kondisi dan spesifikasi alat.

"Di RSUD Amri Tambunan kita temukan ada yang tidak sinkron. Misalnya anggaran alat sterilisasi harganya Rp3,4 miliar dan laser untuk batu ginjal Rp5,033 miliar. Setelah kita cek fisik dan spesifikasi, nilainya diduga tidak sesuai. Ini akan kita dalami lagi," ujar Hamdani.

Pernyataan tersebut belum merupakan kesimpulan adanya kerugian negara. Namun, temuan awal itu menjadi dasar bagi Banggar untuk meminta pengujian lebih lanjut terhadap kewajaran harga.

Yang perlu dibuktikan bukan sekadar apakah alatnya ada, melainkan apakah harga yang dibayar sebanding dengan spesifikasi, teknologi, kapasitas dan nilai pasar alat tersebut.

Untuk menjawabnya, Banggar berencana meminta ahli melakukan penghitungan kewajaran harga. Dokumen pengadaan juga menjadi bagian yang perlu ditelusuri, mulai dari spesifikasi teknis, HPS, penawaran penyedia, kontrak hingga barang yang diterima rumah sakit.

"Kita akan panggil ahli untuk menghitung kewajaran harga. Dan kita akan rekomendasikan BPK untuk audit ulang. Jika ada indikasi kerugian negara, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai mekanisme," tegas Hamdani.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima jajaran manajemen RSUD Amri Tambunan. Direktur RSUD Amri Tambunan dr. Erlinda Yani, MKM, disebut sedang menjalankan kegiatan di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebelum menuju RSUP H. Adam Malik.

Wakil Direktur Bagian Administrasi Umum RSUD Amri Tambunan, dr. Evy Yanti Hutagalung, kemudian memberikan penjelasan mengenai pagu dan realisasi anggaran kedua alat tersebut.

Namun, persoalan yang kini dibawa Banggar bukan berhenti pada berapa pagu dan berapa anggaran yang telah direalisasikan. Penjelasan yang paling ditunggu adalah dasar kewajaran harga Rp3,34 miliar untuk alat sterilisasi dan Rp5,033 miliar untuk laser batu ginjal.

Apakah spesifikasi yang dibeli memang setara dengan nilai tersebut? Apakah terdapat harga pembanding yang dapat menjelaskan besarnya belanja? Dan apakah seluruh proses pengadaannya telah berjalan sesuai ketentuan?

Jawaban atas pertanyaan itulah yang akan menentukan apakah temuan Banggar sebatas persoalan administratif atau terdapat persoalan lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Banggar menyatakan pendalaman akan dilakukan bersama ahli dan direkomendasikan untuk diaudit kembali oleh BPK. Hasil pemeriksaan nantinya yang akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya ketidakwajaran maupun kerugian negara.

Sementara itu ,Direktur Rumah Sakit Amri Tambunan saat dikonfirmasi Wartawan media ini Kamis (16.09.2026) melalui pesan WhatsApp ya hingga berita ini dipublikasikan tidak ada memberi keterangan. (M)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini