Potensi Wisata Natolu Tali Didorong Jadi Destinasi Sejarah dan Budaya di Toba | Media Sergap -->





Potensi Wisata Natolu Tali Didorong Jadi Destinasi Sejarah dan Budaya di Toba

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mendorong masyarakat Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, untuk terus mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya yang terdapat di kawasan Monumen Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Toba saat menghadiri peringatan hari wafatnya Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/09/2026).

Bupati menilai kawasan perkampungan keluarga D.I. Panjaitan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Toba. Karena itu, masyarakat dan keluarga besar D.I. Panjaitan diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menata dan mengembangkan kawasan tersebut.

“Kecamatan kita ini punya potensi wisata. Wisata sejarah atau wisata budaya yang akan kita kembangkan, silakan. Termasuk juga jika keluarga berkenan ini menjadi lokasi wisata sejarah atau budaya. Apa yang bisa disupport dari pemerintah supaya nanti jika sudah terjalin koordinasi dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan awal dalam waktu dekat,” ujar Bupati Effendi.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana potensi sejarah, budaya, dan lingkungan yang ada dapat dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Potensi pengembangan kawasan tersebut juga mendapat perhatian dari Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Sylvia Rosita Lubis.

Sylvia mengapresiasi keberadaan sejumlah bangunan yang telah dibangun keluarga besar D.I. Panjaitan, termasuk homestay yang berada di lingkungan perkampungan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada homestay yang luar biasa, bagus sekali. Sangat takjub sekali. Tadi kami dapat informasi homestay ini baru dibangun setahun yang lalu oleh keluarga besar almarhum Bapak D.I. Panjaitan,” ungkapnya.

Menurut Sylvia, keberadaan homestay tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata sejarah D.I. Panjaitan.

“Tidak mungkin kita biarkan homestay ini hanya berdiri saja, tetapi merupakan tugas kita juga untuk mempromosikannya sebagai destinasi dari Monumen D.I. Panjaitan dan homestay di lingkungan ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi penataan lingkungan yang dilakukan keluarga besar D.I. Panjaitan di Desa Natolu Tali.

Keasrian kawasan dengan keberadaan Ruma Batak dan Sopo Batak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Bangunan tersebut didominasi ornamen dan motif gorga Batak, dikelilingi pepohonan, serta berada di kawasan yang menyuguhkan pemandangan hamparan persawahan.

Perpaduan tersebut memberikan suasana yang nyaman bagi pengunjung sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai destinasi yang memadukan sejarah perjuangan bangsa, budaya Batak, dan keindahan alam pedesaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, yang mewakili keluarga D.I. Panjaitan, menjelaskan bahwa penataan kawasan perkampungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menata kembali kampung halaman keluarga Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Menurutnya, pembangunan monumen dan museum di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar, agar lebih mengenal sosok, profil, serta perjuangan D.I. Panjaitan sebagai salah satu Pahlawan Revolusi.

Selain fungsi edukasi, kawasan tersebut juga diarahkan untuk dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Di lokasi perkampungan ini saat ini tujuh rumah adat Batak telah selesai dibangun. Pada Oktober 2026 direncanakan pembangunan dan renovasi rumah keluarga. Semoga dapat dituntaskan secara bertahap,” kata Tumpal.

Pengembangan kawasan Natolu Tali diharapkan dapat memperkuat pelestarian nilai sejarah dan budaya sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Toba.

Dengan dukungan pemerintah, keluarga besar D.I. Panjaitan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya yang memperkenalkan warisan Batak dan kisah perjuangan Pahlawan Revolusi kepada generasi mendatang. (Ds)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini