Pesta Panen Raya Sendayan 2026: JPKP Pekuat Pendampingan Petani dan Gagas Penanaman Pohon di 15 Kilometer Bantaran Sungai Pelawi | Media Sergap -->





Pesta Panen Raya Sendayan 2026: JPKP Pekuat Pendampingan Petani dan Gagas Penanaman Pohon di 15 Kilometer Bantaran Sungai Pelawi

Langkat (Sumut) mediasergap.com - Pesta Panen Raya Sendayan Tahun 2026 menjadi momentum penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) terhadap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan dukungan pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI berupa empat unit traktor bajak roda empat dan empat unit mesin panen combine harvester. Bantuan ini merupakan wujud dukungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melalui Kementerian Pertanian RI. Alat dan mesin pertanian tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, mempercepat panen, mengurangi beban kerja petani, serta mendorong peningkatan hasil produksi, sehingga turut memperkuat kemandirian petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Langkat.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat dan perwakilan Perum Bulog Sumatera Utara. Kehadiran unsur pemerintah dan pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi untuk mendukung petani, pengelolaan hasil panen, dan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Ketua Umum JPKP, Maret Samuel Sueken, menegaskan bahwa JPKP siap memperluas pendampingan kepada kelompok tani di seluruh Indonesia agar memperoleh akses informasi dan kesempatan mengajukan bantuan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pendampingan tidak boleh berhenti pada satu kegiatan atau satu wilayah, melainkan harus mendorong penguatan kelompok tani, mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan, dan memfasilitasi komunikasi dengan instansi pemerintah yang berwenang.

“JPKP siap hadir dan mendampingi para petani di seluruh Indonesia. Kami ingin membantu kelompok tani memperoleh informasi, pendampingan administrasi, dan fasilitasi yang diperlukan untuk mengakses program bantuan pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku. Petani harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” tegas Maret Samuel Sueken.

Samuel juga menambahkan, pendataan yang akurat dan terstruktur merupakan langkah awal yang penting. Data mengenai kondisi lahan, kebutuhan alat dan mesin pertanian, sarana produksi, serta kendala yang dihadapi petani harus menjadi dasar penyusunan usulan bantuan agar lebih tepat sasaran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua DPW JPKP Sumatera Utara, Rudy Chairuriza Tanjung, S.H., menyatakan bahwa program pendampingan kelompok Tani akan terus dikembangkan ke seluruh wilayah Sumatera Utara. DPW JPKP Sumut akan mendorong pendataan petani dan kelompok tani secara bertahap, mulai dari tingkat desa dan kecamatan hingga kabupaten/kota, untuk memetakan kebutuhan alat dan mesin pertanian, sarana produksi, pengembangan komoditas, serta kendala produksi dan pemasaran hasil panen.

“Pendampingan ini tidak boleh berhenti hanya pada satu kegiatan atau satu daerah. Kami akan melanjutkan program ini ke seluruh wilayah Sumatera Utara dengan mendorong pendataan petani dan kelompok tani secara terarah. Data yang akurat akan menjadi dasar untuk menyampaikan aspirasi dan memfasilitasi usulan bantuan kepada instansi pemerintah yang berwenang,” ujar Rudy.

Secara khusus, Rudy meminta Ketua DPD JPKP Kabupaten Langkat, Joni Tanjung, untuk terus melakukan pendataan petani dan kelompok tani di seluruh Kabupaten Langkat, meliputi identitas kelompok tani, luas dan kondisi lahan, komoditas yang dibudidayakan, kebutuhan alat dan mesin pertanian, serta kendala yang dihadapi. Hasil pendataan tersebut akan menjadi bahan koordinasi dan penyampaian usulan kepada instansi terkait sesuai persyaratan dan mekanisme program pemerintah.

“Saya meminta Ketua DPD JPKP Langkat, Bapak Joni Tanjung, agar terus turun ke lapangan, berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah desa, serta menyusun data kebutuhan petani secara faktual. Kita ingin aspirasi petani dapat terinventarisasi dengan baik dan diperjuangkan melalui jalur yang benar,” tambahnya.

Rudy menegaskan, JPKP akan menjalankan fungsi pendampingan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, tanpa menjanjikan bahwa bantuan pasti diperoleh. Prioritasnya adalah membantu petani memahami prosedur, menyiapkan kebutuhan administrasi, dan menyampaikan usulan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Selain sektor pertanian, JPKP bersama masyarakat juga merencanakan penanaman pohon di sepanjang 15 kilometer bantaran Sungai Pelawi dengan bibit yang bersumber dari bantuan BPDAS Wampu–Sei Ular. Sebagai langkah awal, dalam rangkaian Pesta Panen Raya Sendayan 2026 dilakukan penyerahan secara simbolis 10 bibit durian Musang King dari BPDAS Wampu–Sei Ular, sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pengembangan tanaman produktif yang bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Penanaman pohon di bantaran sungai ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga vegetasi, konservasi tanah dan air, serta kelestarian ekosistem sungai. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lahan, jenis tanaman yang tepat, dan koordinasi dengan pihak berwenang agar manfaat ekologisnya terjaga. Bagi JPKP, peningkatan produksi pertanian dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan, sebab ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh alat pertanian dan hasil panen, tetapi juga oleh keberlanjutan sumber daya alam yang menopangnya.

Melalui Pesta Panen Raya Sendayan 2026, JPKP menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kelompok tani, memetakan kebutuhan masyarakat, memfasilitasi penyampaian aspirasi, serta mendorong koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut melalui pendataan petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pemanfaatan bantuan secara bertanggung jawab, dan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat.

“Pembangunan pertanian bukan hanya tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga memastikan petani semakin sejahtera, bantuan pemerintah dapat diakses sesuai ketentuan, dan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” pungkas Rudy Chairuriza Tanjung. (M)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini