mediasergap.com - SERGAI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara mendadak menutup jalan umum Kampung Keling menuju Sri Rejo di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah. Penutupan jalan umum dengan tumpukan bahan material dari pasir batu (sirtu) tersebut dengan dalih pergantian bantalan kereta api, Senin (24/8/2020).
Penutupan jalan pada saat padat arus lintas tersebut mengakibatkan pengguna jalan yang mau ke kantor dan para emak-emak yang mau berbelanja ke Pasar Sei Rampah jadi terhambat.
Akibatnya para pengguna jalan tersebut harus memutar mencari jalan alternatif lain yang jarak tempuhnya menjadi lebih jauh.
"Kenapa tidak di hari libur kerja saja mereka memperbaiki bantalan rel ini, kan kemarin hari liburnya cukup panjang dan kenapa harus hari kerja?Kalau pihak PU memperbaiki jalan selalu malam hari, karena siang hari jalanan padat kendaraan, Apa karena pemborong takut mengeluarkan uang lembur malam, sehingga kepentingan warga dikesampingkan," keluh seorang emak-emak karena harus memutar kendaraannya cukup jauh.
Bahkan, seorang warga yang berjualan di dekat perlintasan Kereta api mengatakan sangat terkejut, karena badan jalan di jalur perlintasan itu ditimbun dengan batu material sehingga seluruh jalan tertutup.
"Kalau jalan pintas memang tidak ada, kalau mau memutar cukup jauh, hampir 5 kali lipat jauhnya," ucap pedagang yang merasa dirugikan akibat tertutupnya akses jalan tersebut.
Saat ditanyakan kepada Personil Lantas Polres Sergai dan Babinsa dari Koramil 10/SR yang berjaga di lokasi mengatakan, baru tahu tadi pagi saat apel. Dan memang benar, banyak warga yang kecewa dan mengupat.
"Kami baru tahu tadi pagi saat apel. Tapi cobalah tanya sama pemborong atau pimpinan proyek mereka, tadi pagi ada disini naik mobil Avanza silver," kata seorang Babinsa yang berjaga di lokasi
Ketika hal ini ditanyakan kepada salah seorang pekerja yang mengatakan, kami hanya terima perintah kerja saja pak, coba bapak tanya sama pimpinan kami.(sabah/bit)

No comments:
Post a Comment