mediasergap.com | SERGAI - Memasuki hari kelima, 5 desa di Kecamatan Sei Rampah, Kab. Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, masih terendam banjir.
Banjir yang disebabkan curah hujan cukup tinggi dan meluapnya sungai Bedagai yang berada persis di Desa Sei Rampah.
Masyarakat mendesak Bupati Serdang Bedagai, supaya mencari solusi agar Kecamatan Sei Rampah terbebas dari banjir. Pasalnya, dalam kurun waktu 3 bulan belakangan ini terjadi banjir cukup besar di Kabupaten Serdang Bedagai dengan merendam ribuan rumah warga.
“Kami tidak minta bantuan. Tapi bagaimana solusi Pemkab Serdang Bedagai agar banjir dapat diatasi,” kata Ani, warga Sei Rampah, Rabu (20/1) pagi tadi.
Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, sepertinya tak ambil pusing dengan banjir tersebut. Malahan, dia Soekirman-red) melempar tanggung jawab tersebut kepada Bupati terpilih.
“Saya kira ke BPBD dan Bupati baru saja agar lebih solutif, aplikatif dan relevan,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telefon.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Henri Suharto, mengaku masih sakit dan sedang berada di bandara sehingga belum bisa ke lokasi banjir. Namun, pihaknya sudah menurunkan perahu karet, mendirikan tenda darurat dan menyuplai beras untuk keperluan dapur umum.
“Baru sembuh, ini masih di bandara. Belum bisa tinjau banjir,” katanya melalui telepon seluler.
Menurutnya, mengatasi banjir di Serdang Bedagai dengan melakukan pengorekan sendimen sungai dan memperbaiki tanggul sungai yang jebol di beberapa lokasi di sepanjang aliran sungai Sibaro dan sungai Belutu.
“Supaya tidak banjir lagi, BWS Sumatera Utara agar mengorek sedimen sungai dan memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Kalau sudah terlaksana, maka banjir dapat diatasi,” kata Henri Suharto.(bbs/fit)

No comments:
Post a Comment