Pembagian Dana Kompensasi PT BGG Tidak Transparan | Media Sergap -->

Pembagian Dana Kompensasi PT BGG Tidak Transparan

mediasergap.com | LAHAT - Pembagian dana kopensasi dari PT Bumi Gempa Gempita (BGG) sebesar Rp480 juta yang diperuntukkan kepada warga Desa Tanjung Jambu Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, dinilai tidak transparan.

Karena menurut Radiman (60), warga Desa Tanjung Jambu, belum tau pasti apakah semua mastarakat yang menerimanya per KK.

"Karena sepengetahuan saya, hanya yang merasa memiliki tanah di Tebat Ayek Huse yang dapat satu juta. Sedangkan warga biasa hanya Rp200 ribu," ujar Radiman.

Dana itu, lanjut Radiman lagi, diserahkan langsung oleh ketua pengurus Tebat, Ismail (70), di rumah kepala desa yang juga dihadiri oleh kepala desa Tanjung Jambu, Ramodhon SE, Senin (18/1/2021) malam lalu.

Tapi menurutnya lagi, jumlah kepala keluarga (KK) yang hadir belum diketahui. Hanya kades yang mengetahuinya. "Kami masih menyelidiki berapa jumlah KK yang sudah menerima dana kopensasi tersebut. Sehingga, apakah klop dengan dana kompensasi Rp480 juta sudah tersalurkan semua," kata Radiman.

Senada dengan Radiman, Yanto (40), juga menyatakan hal demikian.

"Saya dapat Rp200 ribu, karena tak memiliki lahan dekat Tebat Huse itu.Kalau yang memiliki lahan dapat sejuta," kata Yanto.

"Kalau jumlah warga yang menerima dana kompensasi, saya tidak mengetahuinya. Hanya kades dan pengurus Tebat lah yang mengetahui nya pasti," kata Yanto lagi.

Sementara itu, Ramadhon SE, Kepala Desa Tanjung Jambu Merapi Timur, membenarkan pembagian dana tersebut diadakan di rumahnya. Pun begitu, Ramadhon, mengklaim tak mencampuri pembagian dana tersebut

"Pembagian dana kompensasi tersebut dilakukan di rumah saya. Saya pun ikut nenyaksikan. Tapi saya tak pernah ikut campur urusan pengurus Tebat itu," kata Ramadhon.

 Sementara itu, Andi, Humas PT BGG, yang bergerak di bidang tambang batubara itu menyatakan dana konpensasi tersebut diserahkan kepada Ismail, Ketua Tebat Ayek Huse. "Kami serahkan semua untuk peruntukan pemanfaatan desa Tanjung Jambu. Jadi, kami tak ada lagi urusan dengan warga setempat," ujar Andi, melalui sambungan telefon. (man/fit)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini