Suka Duka Roy Bangun Sang Jurnalis, Dari Bergaji Dollar Hingga Incaran Sniper | Media Sergap -->

Suka Duka Roy Bangun Sang Jurnalis, Dari Bergaji Dollar Hingga Incaran Sniper

mediasergap.com | MEDAN - Kalau mendengar nama Sastroy Bangun S.Sos, para kuli tinta di Kota Medan pasti langsung menerawang dengan keenerjikannya saat melakukan peliputan di lapangan sebagai seorang jurnalis.

Pria kelahiran Kabanjahe, 10 Februari 1980, itu, ternyata menyimpan segudang suka duka pengalamanan sebagai wartawan, mulai dari perolehan gaji yang dibayar dengan US Dollar hingga nyaris menjadi bidikan senjata api sniper yang diduga suruhan seoarang penguasa.

Wartawan yang ingin menggali tentang siapa sosok ayah satu anak itu sebenarnya, akhirnya berhasil mewawancarainya secara eksklusif, setelah membuat janji di acara penutupan Uji Kopetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut pimpinan H Hermansyah, yang di gelar di Grand City Hall Jalan Balai Kota Medan, Kamis (25/02/21).

Dengan ciri khas mengenakan seragam Waspada Online Hitam, pria yang akrab dipanggil Roy tersebut, secara gamblang menuturkan rasa kebanggannya menjadi seorang jurnalis dengan seabrek pengalaman yang telah dijalaninya.

"Saya bangga dan nyaman sebagai seorang wartawan bang, dengan profesi ini saya bisa banyak mengenal orang, berinteraksi dengan semua kalangan mulai dari tokoh dan pejabat penting yang selama ini kita lihat di tivi tivi, hingga kalangan yang berstatus sosial di bawah garis kemiskinan, " ujar jebolan Sekolah Tingggi Ilmu Pembangunan itu.

Pria yang gemar mengumbar senyum itu, mengawali karirnya sebagai jurnalis ketika ia diterima sebagai wartawan di salah satu harian terbitan Medan. Karirpun kian menanjak ketika dirinya "dipinang" oleh owner perusahaan media online yang berkedudukan di negeri Sultan Deli ini.

Tanpa terbilang lama, karena kecekatannya ia pun dilirik dan di rekrut seorang jenderal kepolisian di Jakarta dan dipercayakan sebagai seorang juru bicaranya.

"Saat itu masa masa keemasan sebagai seorang jurnalis aku rasakan bang dimana  aku mengantongi gaji yang dibayar dengan US Dolar, yang kalau di rupiahkan, mencapai 600 juta perbulannya," sebutnya.

Roy Bangun sebenarnya ingin banyak bercerita tentanh kisah kejurnalistikannya, namun karena singkatnya waktu yang ada, dimana dirinya harus menjalani kepesertaan UKW, pertemuan dan wawancara itu akhirnya berakhir, dan ia berjanji akan menyambung pengalaman kewartawanannya pada waktu dan tempat berbeda. (AVID)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini