mediasergap.com | JAKARTA - Keseriusan Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, sebagai pucuk pimpinan tertinggi Polri diuji untuk melakukan pembersihan oknum-oknum nakal yang arogan.
Bagaimana tidak, akhir-akhir ini aksi penembakan bak di film-film Koboy, kerap dilakukan oknum polisi nakal yang masih aktif berdinas.
Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit seolah diuji dengan perangai anak buahnya sendiri.
Tidak hanya di dalam tugas, penembakan menghebohkan ini membuat gempar masyarakat sipil di seluruh penjuru Indonesia.
Sebab, polisi sekarang sudah tidak berfikir lagi melakukan penembakan jika dalam kondisi mabuk karena sudah dipengaruhi miras dan juga narkotika.
Terakhir, kejadian naas ini terjadi di Pekanbaru, Riau.
Pelaku penembakan adalah salah seorang oknum Polisi yang berdinas di Padang Panjang. Sementara yang menjadi korban penembakannya adalah seorang wanita malam yang hendak diboking.
Oknum anggota polisi, Bripda AP (24), menembak seorang wanita yang merupakan teman kencannya di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (13/03/21), sekitar pukul 03.21 WIB.
Peristiwa itu terjadi di depan tempat hiburan malam di Jalan Kuantan Raya, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.
Bripda AP, merupakan polisi yang bertugas di Polres Padang Panjang, Sumatera Barat.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, pelaku awalnya memesan seorang wanita untuk kencan lewat aplikasi MiChat.
Lalu, dua wanita datang menghampiri AP, yakni RO dan DO.
Mereka bertemu di tempat hiburan malam tersebut. Kemudian, RO dan DO pergi membeli alat kontrasepsi (kondom). "Akan tetapi, Bripda AP merasa mau ditipu selanjutnya mengejar ke bawah," sebut Sunarto dalam keterangan tertulisnya kepada media, Sabtu (13/03/21).
Pukul 03.15 Wib, Bripa AP melihat DO di pintu keluar basement. AP lalu mengajak DO pergi bersama untuk membeli alat kontrasepsi.
Penembakan di Jakarta
Polda Metro Jaya menangkap Bripka CS, yang diduga telah menembak tiga orang hingga tewas di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/02/21) pagi lalu.
Tiga korban tewas itu yakni seorang anggota TNI berinisial S, serta dua pegawai kafe berinisial FSS dan M. Satu pegawai kafe lainnya, H, mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. "Tindakan kekerasan dan penembakan dilakukan Bripka CS, tadi pagi sekitar jam 04.00 Wib di Cengkareng, Jakarta Barat," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.
Irjen Fadil menjelaskan, tersangka pelaku sudah diperiksa secara maraton oleh penyidik. Penyidik mendapatkan dua alat bukti setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.
"Kepada tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini juga dan ditemukan dua alat bukti berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP," ucap Fadil, usai kejadian.
Fadil, sebelumnya menyebutkan, dari tiga korban tewas ditembak, satu di antaranya anggota TNI aktif yang berdinas di satuan elit Angkatan Darat yaitu Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat (Kostrad).
Irjen Fadil menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman serta Pangkostrad terkait kasus tersebut. "Kami sudah melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan Pangdam Jaya selaku penanggung jawab keamanan garnisun Ibu Kota. Kedua, juga berkoordinasi dengan Pangkostrad sebagai atasan korban," tutur Fadil.
Penembakan di Solok
Sekelompok orang tak dikenal menyerang Kantor Polsek Sungai Pagau, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Akibat penyerangan tersebut, kaca di Polsek Pagau pecah.
Peyerangan tersebut diduga sebagai aksi balasan terhadap penembakan seorang DPO penjudi.
DPO Judi itu ditembak di depan anak dan istrinya. Bahkan, video tewasnya seorang pria di Solok Selatan ini akhirnya viral di medias sosial.
Aksi tersebut juga membuat banyak orang bersimpati hingga pegiat HAM pun turun tangan.
Polisi Tembak Istri dan Bunuh diri
Seorang anggota Polri berpangkat Aiptu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri usai menembak istri dan anaknya sendiri.
Peristiwa ini terjadi di kediaman korban yang beralamat di Jalan Tirtamulya, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, sekira pukul 11.00 Wib siang.
Sebelum melakukan aksi nekat tersebut, korban yang diketahui berdinas di Polsek Tebet, Jakarta Selatan, sempat cekcok dengan istrinya berinisial CR.
Entah setan mana yang merasuki tubuhnya, Teguh nekat menodongkan senjata api kepada istrinya dan saat itu langsung dihadang oleh anaknya berinisial RK yang juga merupakan anggota Polri berpangkat Bripda.
Senjata api tersebut pun meletus sebanyak tiga kali, dan mengenai istri serta anaknya hingga tersungkur tak berdaya.
Setelahnya, Teguh pun memilih untuk mengakhiri hidup dengan mengarahkan senjata api tersebut ke bagian mulutnya. Sebutir timah panas pun tepat menembus hingga ke bagian lehernya.
Tentunya ini menjadi ujian serius di masa kepemimpinan Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Sejumlah anak buahnya melakukan aksi di luar kewajaran. Aksi-aksi tak terpuji yang dilakukan para anggota Polri itu pun sudah viral di media sosial. (bbs/fit)

No comments:
Post a Comment