Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba Gelar Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos 2025
BALIGE, mediasergap.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba kembali menggelar Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos Kabupaten Toba 2025 yang berlangsung di Kompleks Tugu D.I Panjaitan, Balige, pada 29–30 November 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan daerah yang bertujuan mengangkat kekayaan budaya ulos sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
Tahun ini, sebanyak 46 penjahit dan desainer dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Toba turut ambil bagian. Para peserta menampilkan ragam kreasi busana etnik modern dengan memadukan unsur tradisional ulos dan sentuhan desain kontemporer. Nuansa budaya Batak Toba tampak kuat mewarnai setiap karya yang dipamerkan, baik dalam pemilihan motif maupun interpretasi artistik peserta.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui Pj. Sekda Toba, Paber Napitupulu. Dalam sambutannya, Paber menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting dalam merawat tradisi dan memajukan kreativitas daerah.
“Pemerintah Kabupaten Toba memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang terus berkomitmen melestarikan budaya ulos. Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun sehingga menjadi wadah bagi para desainer lokal untuk berkembang dan berdaya saing,” ujar Paber Napitupulu.
Ia juga menambahkan bahwa ulos memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan menjadi identitas masyarakat Batak Toba. Karena itu, pengembangan inovasi dalam penggunaan ulos sangat penting untuk memperkuat sektor pariwisata dan industri kreatif di Kabupaten Toba.
“Kita ingin ulos tidak hanya dipandang sebagai produk tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan kreativitas para peserta, kita dapat menunjukkan bahwa ulos mampu bersaing dalam dunia fashion modern,” tambahnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rusti Hutapea, M.Pd, turut menyampaikan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang bagi para penjahit dan desainer muda dalam mengekspresikan kemampuan mereka.
“Minat masyarakat untuk berkreasi dengan ulos semakin meningkat. Ini adalah sinyal positif bagi perkembangan industri kreatif. Kami akan terus mendorong kegiatan serupa agar Toba menjadi pusat inspirasi busana etnik berbasis budaya lokal,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat menyaksikan penampilan karya busana etnik, sesi penilaian dari dewan juri profesional, hingga pameran produk UMKM yang berfokus pada wastra ulos. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, terutama dari kalangan muda yang ingin mengenal lebih dekat seni dan filosofi yang terkandung dalam setiap helai ulos.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap kecintaan masyarakat terhadap ulos semakin meningkat, sekaligus mendorong ulos menjadi salah satu ikon budaya yang mampu memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan identitas budaya Batak Toba. (Ds)


No comments:
Post a Comment