Parit Perkotaan Dipenuhi Sampah, Kinerja Disperkim LH Batu Bara Jadi Sorotan
BATU BARA, mediasergap.com – Kinerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, sorotan datang dari warga Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, yang mengeluhkan kondisi selokan dan parit perkotaan yang dipenuhi tumpukan sampah.
Pantauan awak media di lapangan menunjukkan, parit-parit di kawasan perkotaan Indrapura tampak dipenuhi sampah rumah tangga dan plastik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersumbat, menimbulkan bau busuk menyengat, serta memicu genangan air setiap kali hujan turun.
Seorang tokoh pemuda setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya penanganan dari instansi terkait. Ia menilai, pembersihan parit yang dulunya rutin dilakukan kini jarang terlihat.
“Sekarang parit di kota ini hampir tidak pernah dikorek lagi, Bang. Padahal dulu, pada masa almarhum Pak Azhar menjabat sebagai Kadis, parit sering dibersihkan. Makanya dulu kalau hujan turun, Indrapura aman dari banjir dan genangan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, kondisi parit yang kotor dan tersumbat bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan dan kenyamanan warga.
Adapun sejumlah dampak buruk akibat parit yang tidak dibersihkan antara lain:
- Menjadi sarang penyakit
- Menyebabkan pencemaran lingkungan
- Menimbulkan banjir dan genangan air
- Menghasilkan bau busuk yang menyengat
Menyikapi kondisi tersebut, awak media mengimbau masyarakat agar berkoordinasi dengan pihak Kelurahan serta Disperkim LH Kabupaten Batu Bara. Warga diharapkan dapat mendorong keterlibatan kepala lingkungan (Kepling) dan petugas kebersihan di Kecamatan Air Putih di bawah koordinasi koordinator lapangan (Korlap) untuk turun bersama melakukan gotong royong pembersihan parit.
Namun apabila upaya koordinasi tersebut tidak mendapat respons, masyarakat diminta tidak ragu menyampaikan laporan langsung kepada Bupati Batu Bara agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat terkait.
Sementara itu, **Budi Ansyah Ilham HRP, S.H.**, selaku pengamat lingkungan sekaligus praktisi hukum, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pembiaran sampah di selokan perkotaan berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan yang serius.
“Selokan yang dipenuhi sampah plastik dan limbah rumah tangga, jika dibiarkan terus-menerus, dapat menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya bagi warga di sekitarnya. Di antaranya Demam Berdarah akibat nyamuk, Leptospirosis akibat bakteri, Gastroenteritis, gangguan pencernaan, hingga penyakit cacing,” jelas Budi.
Ia menekankan perlunya penanganan segera dengan mengangkut sampah dari parit dan selokan guna mencegah merebaknya penyakit di tengah masyarakat.
Namun demikian, Budi juga mengingatkan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
“Masyarakat juga harus disiplin, jangan membuang sampah sembarangan dan patuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Ikut layanan kebersihan dan taat membayar retribusi kebersihan adalah bagian dari kewajiban warga, sekaligus upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batu Bara,” pungkasnya. (Biro BB)

No comments:
Post a Comment