Samosir (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi keluarga almarhum Jonius Taripar Sidabutar di rumah duka, Rabu (1/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, hadir langsung mewakili Pemerintah Kabupaten Samosir. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus pengganti karangan bunga.
"Kami hadir untuk menunjukkan bahwa pemerintah turut berdukacita dan selalu peduli kepada masyarakat. Dalam setiap persoalan hidup, kita diajak untuk bersandar kepada Tuhan sebagai tempat mengadu," ujar Ariston.
Ia juga mengajak keluarga agar tetap tabah menghadapi cobaan dan menyerahkan setiap pergumulan kepada Tuhan. Menurutnya, di balik setiap peristiwa kehidupan terdapat rencana Tuhan yang harus diterima dengan penuh keteguhan iman.
Selain memberikan penghiburan, Ariston menyampaikan perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap salah seorang anggota keluarga nantinya dapat memperoleh kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Ia juga meminta jajaran perangkat daerah untuk memberikan perhatian lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan melalui program bedah rumah apabila masih diperlukan.
Terkait berkembangnya informasi yang mengaitkan meninggalnya almarhum dengan kondisi ekonomi keluarga, Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Berdasarkan data Pemerintah Daerah, keluarga almarhum telah menerima berbagai program bantuan sosial, di antaranya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2026, Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan atau BPJS Gratis yang masih aktif, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra periode September–Desember 2025, Bantuan Pangan Tahun 2025, Program Bedah Rumah Tahun 2021, serta Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2021 hingga 2023. Pada tahun 2026, keluarga tersebut juga masih tercatat sebagai penerima BPNT.
Dengan adanya berbagai program bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan bahwa kebutuhan dasar keluarga telah mendapat perhatian melalui program perlindungan sosial pemerintah. Karena itu, informasi yang menyebutkan bahwa almarhum meninggal akibat himpitan ekonomi dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan rasa empati kepada keluarga yang sedang mengalami musibah.
Sementara itu, ayah almarhum, Tunggul Sidabutar, didampingi istrinya, boru Sihombing, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Samosir.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Terima kasih atas perhatian pemerintah," ujar Tunggul.
Hal senada disampaikan ibu almarhum, boru Sihombing. Ia membantah anggapan bahwa putranya meninggal dunia karena persoalan ekonomi.
"Itu tidak benar karena himpitan ekonomi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini keluarganya masih menerima bantuan dari pemerintah, termasuk BPNT sebesar Rp.600 ribu yang terakhir diterima pada Februari 2026. (D/Smart)
No comments:
Post a Comment