Simalungun (Sumut) mediasergap.com - Kondisi jalan lintas Perdagangan menuju Kota Siantar kini semakin memprihatinkan. Berdasarkan pantauan lapangan, ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah hingga menyulitkan, bahkan nyaris tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah perbaikan yang signifikan, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Padahal, kerusakan jalan tersebut bukan persoalan baru. Warga menyebut kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun tanpa penanganan serius.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait komitmen Pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang layak. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas justru berubah menjadi hambatan bagi aktivitas warga.
Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi dan permohonan perbaikan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada realisasi yang nyata di lapangan.
“Sudah sering kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami jadi bertanya, sebenarnya pemerintah ini hadir atau tidak untuk masyarakat?” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Kondisi jalan yang rusak parah tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga berdampak pada distribusi hasil pertanian warga yang menjadi sumber utama perekonomian setempat. Biaya transportasi meningkat, risiko kecelakaan bertambah, dan aktivitas ekonomi pun terhambat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya infrastruktur yang rusak, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah.
Warga pun berharap perhatian serius dari Pemerintah, termasuk Presiden RI, Prabowo Subianto, agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Perbaikan jalan dinilai mendesak demi keselamatan pengguna jalan, kelancaran distribusi barang, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sudah saatnya Pemerintah berhenti berdiam diri dan mengambil langkah konkret. Jalan rusak selama satu dekade bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan cerminan lemahnya komitmen dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat. (Tim)
No comments:
Post a Comment