Lebong, mediasergap.com – Tragedi duka terjadi di Kabupaten Lebong, Bengkulu, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Tiga pelajar kelas XI IPA 5 SMAN 01 Lebong meninggal dunia setelah hanyut di aliran Air Maceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.
Peristiwa ini bermula ketika delapan pelajar mengunjungi lokasi tersebut untuk berlibur. Namun dalam kejadian tersebut, tiga pelajar tidak berhasil menyelamatkan diri. Ketiganya diketahui bernama Aulia Febriyani, Hanifa Al Maq, dan Al Fahri Rahmadhan.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun bergerak cepat memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga korban.
Atas arahan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd, langsung mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas kepergian para pelajar. Kehadiran kami juga mewakili Bapak Gubernur Bengkulu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Zulhendri.
Selain itu, pemerintah bersama pihak terkait juga menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Masing-masing keluarga korban menerima santunan sebesar Rp5 juta dari Baznas serta Rp500 ribu dari MKKS SMA/SMK.
“Bantuan ini merupakan wujud empati dan kepedulian. Semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga,” tambahnya.
Menanggapi peristiwa ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu menegaskan pentingnya peningkatan edukasi keselamatan bagi pelajar, terutama di tengah kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.
Seluruh sekolah SMA/SMK di Kabupaten Lebong diimbau untuk lebih aktif memberikan pemahaman kepada siswa terkait potensi bahaya di lingkungan alam, termasuk risiko di area sungai dan lokasi wisata alam.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Dengan kesiapsiagaan dan saling mengingatkan, kita dapat meminimalkan risiko di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” tutup Zulhendri. (Rel)
No comments:
Post a Comment