BALIGE (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Toba terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Toba di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Balige, Selasa (04/08/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
"Perlindungan anak harus menjadi budaya dan bukan hanya sekadar program. Anak adalah harta paling berharga bagi setiap orang tua dan masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama," tegas Effendi.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga, untuk memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPA) Kabupaten Toba, hingga tahun 2026 masih tercatat 31 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Toba untuk terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
"Saya berharap bukan hanya pemerintah daerah, tetapi seluruh stakeholder, termasuk organisasi yang bergerak di bidang perempuan dan anak, dapat bersama-sama berkolaborasi dengan PMDPPA untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak," ujarnya.
Selain kekerasan terhadap anak, Bupati juga menyoroti masih adanya praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Ia mendorong lahirnya regulasi yang dapat memperkuat upaya pencegahan bullying di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua dalam memantau perkembangan anak.
"Orang tua harus peka apabila melihat perubahan perilaku anak di rumah. Perkembangan anak harus terus dipantau, baik saat berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah," katanya.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Toba juga diisi dengan berbagai kegiatan yang mendorong tumbuh kembang dan apresiasi terhadap kreativitas anak, antara lain penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan serta penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari pemenuhan hak identitas anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, Kodim 0210/TU, Polres Toba, Pengadilan Negeri Balige, Ketua TP PKK Kabupaten Toba sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu, Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Toba Ny. Riama Audi Murphy, para staf ahli bupati, para asisten, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap semakin tumbuh kesadaran kolektif seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan, sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal sebagai generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa.
Versi ini lebih menonjolkan sudut pandang pembangunan dengan menekankan komitmen pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia, tanpa mengubah fakta-fakta utama dalam rilis asli. (Ds)
No comments:
Post a Comment