BATU BARA (Sumut) mediasergap.com – Pembangunan saluran pengairan pertanian atau yang dikenal masyarakat sebagai proyek Tali Air di wilayah Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari warga. Masyarakat berharap pembangunan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis sehingga dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian dalam jangka panjang.
Berdasarkan pemantauan wartawan di lokasi pekerjaan, terdapat sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Salah satunya menyangkut papan informasi proyek yang menurut hasil pengamatan belum menampilkan secara lengkap sejumlah informasi teknis yang dibutuhkan masyarakat, seperti ukuran pekerjaan, panjang saluran, serta cakupan pekerjaan.
Keberadaan papan informasi proyek dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Dengan informasi yang lengkap, warga dapat mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta spesifikasi umum proyek yang sedang dikerjakan.
Selain itu, saat dilakukan pemantauan di lokasi, wartawan juga tidak melihat secara langsung petugas pengawas berada di area pekerjaan. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait, mengingat pengawasan memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan ketentuan kontrak.
Persoalan tenaga kerja juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga berharap pelaksanaan proyek pembangunan di wilayah mereka dapat turut memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat sepanjang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi pekerjaan.
Masyarakat menilai keberadaan proyek pemerintah di daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas, ketepatan pelaksanaan, transparansi, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Proyek saluran pengairan tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pertanian dan pengelolaan sumber daya air bagi masyarakat sekitar. Karena itu, kualitas konstruksi menjadi hal penting agar hasil pembangunan dapat bertahan dan berfungsi sebagaimana tujuan awal proyek.
Warga meminta Dinas terkait di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pihak kontraktor dan pengawas proyek melakukan evaluasi serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap proyek ini benar-benar dikerjakan dengan baik. Jangan sampai setelah selesai justru cepat rusak dan masyarakat yang dirugikan. Kami ingin pembangunan ini memberikan manfaat untuk pertanian dan masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut. Apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kekurangan atau ketidaksesuaian, warga meminta agar dilakukan perbaikan sesuai ketentuan sehingga kualitas pekerjaan tetap terjamin.
Di sisi lain, Pihak Kontraktor dan Instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai spesifikasi pekerjaan, sistem pengawasan, penggunaan tenaga kerja, serta progres pembangunan kepada masyarakat.
Insan Pers akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan memberikan ruang kepada pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun instansi terkait untuk menyampaikan penjelasan dan hak jawabnya. (Rel)
(copyright: mitramabesnews.com)
No comments:
Post a Comment