TOBA (Sumut) mediasergap.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan Kawasan Danau Toba yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang melalui Workshop Future Design – Imaginary Future Generations (IFG) di Kabupaten Toba, Kamis (17/09/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan BRIN melalui Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan, Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintah, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Toba.
Workshop ini merupakan bagian dari penelitian “Kajian Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kawasan Danau Toba”. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggali pandangan, aspirasi, serta harapan berbagai pemangku kepentingan mengenai kondisi dan arah pengelolaan Kawasan Danau Toba pada masa mendatang.
Melalui pendekatan Future Design, peserta diajak tidak hanya melihat kebutuhan pembangunan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana keputusan yang dibuat hari ini akan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang.
Sekretaris BAPPERIDA Kabupaten Toba, Sumiaty Sinaga, yang mewakili Kepala BAPPERIDA Maradu Napitupulu, menyampaikan bahwa pengembangan Kawasan Danau Toba diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kawasan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba sebagai kawasan strategis yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
“Kita semua menaruh harapan agar pengembangan Kawasan Danau Toba ini kelak menjadi motor penggerak ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat, namun tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi penting dalam merancang arah pembangunan kawasan agar peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil manfaat dari perkembangan kawasan.
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Didit Okta Pribadi, menjelaskan bahwa metode Future Design – Imaginary Future Generations (IFG) mengajak peserta untuk melihat pembangunan melalui perspektif masa kini dan generasi mendatang.
Pada tahap awal, peserta berperan sebagai generasi masa kini yang diminta memproyeksikan kondisi Kawasan Danau Toba pada tahun 2045.
Selanjutnya, peserta mengambil peran sebagai Imaginary Future Generations (IFG), yaitu representasi generasi yang hidup pada masa depan. Dari perspektif tersebut, peserta kemudian merumuskan visi kawasan sekaligus menyampaikan saran kebijakan kepada generasi saat ini.
Menurut Didit, perubahan perspektif tersebut dimaksudkan agar kepentingan generasi mendatang dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Pendekatan ini juga memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk membayangkan kondisi kawasan dalam jangka panjang, mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul, serta menyusun gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pengambilan kebijakan pada masa sekarang.
Kajian pembentukan KEK di Kawasan Danau Toba merupakan salah satu upaya untuk melihat kemungkinan pengembangan instrumen kebijakan yang dapat mendukung peningkatan aktivitas ekonomi kawasan.
Dalam konteks tersebut, pembentukan KEK dikaji antara lain dalam kaitannya dengan peluang mendorong investasi, menciptakan aktivitas ekonomi baru, memperkuat keterhubungan antarsektor, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi di Kawasan Danau Toba.
Kajian tersebut juga ditempatkan dalam kerangka perencanaan pembangunan pariwisata jangka panjang, termasuk Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Danau Toba 2024–2044, yang menjadi salah satu landasan arah pengembangan kawasan.
Melalui perencanaan jangka panjang tersebut, pengembangan Danau Toba diarahkan untuk memperkuat investasi, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan destinasi, serta meningkatkan daya saing pariwisata dan ekonomi kawasan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.
Workshop Future Design tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki kepentingan dan pengalaman dalam pengembangan Kawasan Danau Toba.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BRIN, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan, Camat Balige Partogi Tambunan, Tokoh Masyarakat, Pelaku Usaha, Tokoh Pemuda, LSM, Akademisi, Tokoh Agama, serta berbagai Pemangku Kepentingan lainnya.
Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam melihat masa depan Kawasan Danau Toba, sehingga arah pembangunan tidak hanya disusun berdasarkan kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan kawasan dan kepentingan generasi yang akan datang.
Melalui kajian dan dialog multipihak tersebut, Danau Toba diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kawasan yang memiliki daya saing ekonomi, membuka peluang bagi masyarakat, serta tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan nilai sosial budaya yang menjadi bagian penting dari kawasan. (Ds)
No comments:
Post a Comment