TOBA (Sumut) mediasergap.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Toba dari sektor penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) hingga November 2026 telah mencapai sekitar 70 % dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan Dinas PUTR Kabupaten Toba yang lebih mengutamakan pemanfaatan alat berat untuk membantu masyarakat dibandingkan penggunaan yang berorientasi komersial. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan bencana.
Kepala Bidang Peralatan dan Pengujian Dinas PUTR Kabupaten Toba, Maju Simangunsong, menjelaskan bahwa tidak seluruh aktivitas operasional alat berat secara langsung menghasilkan PAD, mengingat sebagian besar penggunaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
"Sebenarnya fokus utama kita adalah untuk bantuan kepada masyarakat, bukan untuk komersial. Tidak setiap kali alat kerja langsung otomatis menghasilkan PAD. Alat kita lebih banyak bekerja untuk bantuan kepada masyarakat, termasuk penanganan bencana," ujar Maju Simangunsong, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Dinas PUTR Kabupaten Toba mengoperasikan sejumlah peralatan berat untuk mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur serta pelayanan kepada masyarakat.
Adapun armada yang tersedia terdiri dari 8 unit ekskavator, dengan kondisi 1 unit rusak berat, 1 unit rusak ringan, dan 1 unit rusak sedang. Selain itu, terdapat 2 unit motor grader, 1 unit buldoser, 3 unit backhoe loader, serta 2 unit trado yang digunakan untuk mendukung mobilisasi alat berat.
Keberadaan armada tersebut menjadi salah satu pendukung pelaksanaan pekerjaan infrastruktur dan penanganan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Toba.
Dengan mengutamakan fungsi pelayanan publik, pemanfaatan alat berat milik pemerintah daerah diharapkan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan PAD melalui kegiatan penyewaan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. (Dosi)
