Media Sergap - Teroris Media Sergap: Teroris - All Post -->


Showing posts with label Teroris. Show all posts
Showing posts with label Teroris. Show all posts

Polres Dumai Gelar FGD Penanggulangan Terorisme. Aan Sentosa: "Paham Radikal Rusak Keutuhan NKRI"

mediasergap.com | DUMAI - Kepolisian Resort Dumai menggelar Focus Group Discusion (FGD) dengan mengangkat tema Pencegahan, Penanggulangan Paham Radikalisme dan Terorisme di Wilayah Kota Dumai, pada Kamis (2/9/2021) bertempat di Gedung Citra Waspada Mapolres Dumai jalan Sudirman Kota Dumai.

Hadir pada kegiatan tersebut Tim Divhumas Polri dipimpin Kabag Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divhumas KBP Bagas Uji Nugroho S.I.K, Kabid Humas KBP Sunarto, Wakapolres Dumai KP Sany, Ketua NU Kota Dumai, KH. Anshori, Ketua Muhammadiyah Kota Dumai, Syawir Kasim, Ketua Persatuan Muballigh Dumai (PMD) Kota Dumai, H. Salamudin, Ketua HIMNI Kota Dumai, Fatizato Harefa, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Jawa Sumatera (IKJS) Kota Dumai, H. Sugiman, Sekjen LAMR Kota Dumai, Jailani, Perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Dumai, Abdul Rahim, Perwakilan IKMBD, Erwin Siahaan, Perwakilan IBKGD, Luhut Harianja, Perwakilan FKUB Kota Dumai, Zulkifli Hasibuan, KNPI Kota Dumai, Bahtra, hadir pula mantan napiter A’an Sentosa dan Rangga Respati.

Kombes Bagas dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada undangan serta menjelaskan tujuan kegiatan untuk meningkatkan pantauan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Dumai.

“Persoalan teroris bukan hanya tugas dari Kepolisian tapi juga tanggung jawab kita bersama dari pemerintah dan seluruh warga untuk mendengar dan mencari informasi,”ujar Bagas.

Bagas berpesan agar keluarga mengawasi putra putri dalam menggunakan sosial media, agar tidak sampai ikut menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya (Hoax). Menurutnya, teroris tidak memandang agama, teroris melakukan aktifitasnya untuk kepentingan kelompok bertujuan menyebakan teror.

“Forum ini penting diikuti untuk menambah pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme,” ujarnya.

Makmun Radyid dalam materinya menyampaikan virus radikalisme berwujud dalam bentuk mindset dan pola pikir, serta orang yang terpengaruh paham Radikal merasa tidak bersalah dan berpaham yang diamalkan tersebut, adalah yang paling benar dan tidak menerima masukan dari orang lain baik dari ajaran agama dan pemikiran.

“Ada 2 (dua) pilar dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yakni pencegahan dan kemitraan. Aspek ini bisa dilakukan siapapun tidak harus BNPT dan Polri, namun membutuhkan kolaborasi di dalam menjaga keutuhan NKRI. TNI - Polri tidak bisa mempertahankan NKRI tanpa kolaborasi antara seluruh elemen bangsa,” papar Makmun.

Mantan narapidana terorisme (napiter) Aan Sentosa mengingatkan dan mengajak masyarakat Dumai agar tidak bergabung dengan teroris.

“Saya mengingatkan agar jangan sampai kita terpengaruh terorisme, mari kita jaga keutuhan NKRI. Paham radikal dan teroris dapat merusak kehidupan dan keutuhan Bangsa kita ini,” pesannya.

Rangga (27) yang juga mantan napiter menegaskan bahwa teroris bukan Islam dan Islam bukan Teroris. 

“Saya tegaskan bahwa teroris bukan Islam, dan Islam bukanlah teroris, mari bersama memerangi terorisme dan paham radikal yang dapat merusak kehidupan dan keutuhan Bangsa kita ini,” harapnya.

Usai menggelar FGD, KBP Bagas berkesempatan melepas pemberangkatan bantuan sosial 200 paket sembako bagi masyarakat Kota Dumai yang terdampak covid-19.(Yos/red)

Giat Ops Bina Waspada Lancang Kuning 2021, Polres Kuansing Adakan Penyuluhan Sosialisasi Radikalisme

mediasergap.com | TELUK KUANTAN - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, Polri sejak tanggal 09 Agustus 2021 lalu, secara serentak melaksanakan Operasi Bina Waspada 2021.

Operasi ini untuk lebih memantapkan bahwa Indonesia tetap berideologi yaitu Pancasila.

Polres Kuansing, Polda Riau dalam melaksanakan operasi ini dilaksanakan dengan cara pendekatan atau himbauan dan penyuluhan terhadap tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat, yang diberi Sandi Operasi Bina Waspada Lancang Kuning 2021.

Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata S.I.K,. M.Si, selaku Kepala Operasi di wilayah Hukum Polres Kuansing, melalui Kabag Ops Kompol Erde Dianto S.H, saat dihubungi, Senin (16/08/21), membenarkan bahwa saat ini masih dan sedang berjalan Operasi Bina Waspada di wilayah Kabupaten Kuansing yang dilaksanakan oleh personil Polres Kuansing.

"Operasi tersebut dilaksanakan oleh personil gabungan sebanyak 25 personil, dan terdiri dari 4 satuan tugas (deteksi, binluh, multimedia dan ban ops)," terang Kabag Ops

Tujuan dari operasi tersebut antara lain untuk mendeteksi atau mencegah adanya paham-paham yang bertentangan dengan Ideologi Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan yaitu deteksi terhadap paham yang mengarah pada radikal, memberikan edukasi himbauan, penyuluhan baik langsung terhadap tokoh atau kelompok maupun melalui media massa, agar tidak terpengaruhi dengan faham radikal ujaran kebencian anti Pancasila," tutup Kompol Erde.(Yos/red)

Bupati, Kapolres & Forkopimda Patroli Bersama Pantau Pengamanan Perayaan Paskah

Bupati, Kapolres dan Forkopimda Sergai disertai para tokoh agama, pemuda, ormas patroli pengamanan perayaan Paskah. (Foto: ist)

mediasergap.com | SERGAI - Bupati Sergai H.Darma Wijaya didampingi Kapolres AKBP Robinson Simatupang dan unsur Forkopimda melakukan patroli ke gereja-gereja untuk memantau langsung dari dekat pengamanan pelaksanaan ibadah Paskah, Jum'at (02/04/21) malam.

Di sela-sela kegiatan patroli tersebut, Bupati H. Darma Wijaya mengatakan bahwa, kegiatan patroli bersama Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini, merupakan bentuk sinergitas antara Pemerintah, TNI/Polri bersama tokoh Agama, tokoh Pemuda dalam menjaga kerukunan umat beragama di Serdang Bedagai. 

"Sinergitas ini harus kita jaga dan kedepannya lebih ditingkatkan lagi, untuk itu kita harus mampu menjamin kenyamanan umat Kristiani dan umat beragama lainnya menjalankan ibadahnya baik di Gereja, Vihara atau Kuil," pungkas Bupati.

Sementara Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang menjelaskan, kalau kegiatan patroli bersama Forkopimda ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Serdang Bedagai yang melaksanakan ibadah rangkaian peringatan perayaan hari Paskah. 

"Ciptakan rasa aman, Polres Sergai bersama Forkopimda melakukan pemantauan sekaligus patroli ke gereja-gereja bersama tokoh Agama, dan Ormas," jelas AKBP Robin.

Kapolres menambahkan, ini merupakan wujud kerukunan umat beragama di Sergai, bersama Ormas Ansor, NU, Pemuda Pancasila, IPK, dan Pemuda Batak Bersatu memgamankan kegiatan keagamaan.

Dalam kesempatan ini Bupati, Kapolres dan Forkopimda Sergai dalam melakukan patroli tersebut, juga memberikan bantuan 500 masker dan 50 handsanitizer pada Gereja HKBP Sei Rampah, Gereja GPDi Sei Rampah, Gereja HKBP Perbaungan dan Gereja GKPS Perbaungan.

Turut serta dalam patroli tersebut, Dandim 0204/DS diwakili Pabung (Perwira Penghubung), Mayor M. Siahaan, Kajari Sergai, Donny Haryono Setyawan, para Kepala OPD, Kakankemenag Sergai Zulkifli Sitorus, Ketua MUI diwakili Ustad M. Siregar, Ketua FKUB Irfan Elfuadi Lubis, serta Para Ketua Ormas dan Tokoh Agama Kabupaten Sergai.(andy/red)

Pangdam I/BB Bersama Kapoldasu Pantau Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Medan

mediasergap.com | MEDAN - Menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi umat Nasrani yang melakukan ibadah Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Medan.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM., bersama Kapoldasu Irjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak memantau secara langsung pada Kamis (01/04/21) malam WIB.

Pangdam I/BB yang didampingi Asintel Kasdam I/BB, Waasops Kasdam I/BB, Aster dan Dandim 0201/BB serta PJU Poldasu.

Pangdam menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama, untuk menjamin keamanan saudara kita khususnya umat kristiani yang saat ini sedang menjalankan Ibadah. 

Pangdam I/BB dan Kapoldasu, juga menghimbau kepada masyarakat Sumut tidak usah takut dan khawatir. Karena TNI-Polri terus bersinergi untuk menciptakan kondusifitas di Sumatera Utara.

"Kita terus bekerjasama, dalam hal ini TNI - Polri dalam menjaga keamanan kondusifitas wilayah Sumatera Utara, kita akan terus  melakukan pengamanan secara ketat untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga dan selalu mempedomani protokol kesehatan," himbaunya.(AVID/r)

Gelar Rapat Sistem Pengamanan. Ini Arahan Kapolres Sergai!

Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang pimpin rapat Sistem Pengamanan Makopolres.(foto: ist)

mediasergap.com | SERGAI - Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robinson Simatupang pimpin rapat sistem Pengamanan Mako, guna mengantisipasi kejadian penyerangan teroris di Kabupaten Sergai, bertempat di ruang kerja Kapolres, Rabu (31/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang menyampaikan, agar Personel Polres Sergai selalu siaga dan memonitor Sitkamtibmas (situasi keamanan, ketertiban masyarakat), untuk mengantisipasi kejadian, kalau ada teroris ke Makopolres, sehingga kejadian akibat penyerangan teroris tidak terulang di Kabupaten Sergai.

Kepada Satuan Intelkam (Intelijen dan Keamanan), Kapolres meminta  Sat Intelkam agar meningkatkan deteksi dini, untuk mengantisipasi kejadian, misalnya penyerangan ke Makopolres dan laksanakan pulbaket (mengumpul bahan keterangan) terkait jaringan teroris di wilayah hukum Sergai.

Selain itu, Kapolres juga memerintahkan kepada Sat Sabhara agar memasang rompi anti peluru dan perkuat buddy sistem (tanggung jawab bersama), manakala terjadi penyerangan oleh kelompok teroris ke Polres Sergai. 

"Kepada Personil Piket Satfung (Satuan Fungsi) agar memonitor situasi melalui CCTV, untuk mengontrol gerak-gerak yang mencurigakan," pinta AKBP Robin.            

Menyoal kebersihan lingkungan kantor, Kapolres juga berpesan agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan serta tetap mematuhi Protokol Kesehatan agar terhindar dari Penularan Virus Corona (Covid - 19).

Kapolres juga mengingatkan PJU ( Pejabat Utama) Polres Sergai,terkait Program Prioritas Kapolri (PRESISI) dan Commander Wish Kapolda Sumatera Utara yaitu Bidang Operasional - mengutamakan pencegahan (Perkuat Fungsi Deteksi Dini, Deteksi Aksi, Preemtif, Preventif, Hukum Sebagai Ultimum Remidium),kata Kapolres mengakhiri.

Para PJU Polres Sergai yang hadir diantaranya, Wakapolres Sergai Kompol Syofian, Kabag Ops Kompol T. Manurung, Kasat Intelkam Polres Serdang Bedagai AKP LB. Sihombing, dan Kasat Sabhara AKP Abdul Rahman.(andy/red)

Kapolres Sergai Perintahkan Seluruh Pintu Keluar Masuk Mako Harus Diperketat

mediasergap.com | SERGAI - Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Robinson Simatupang, mengeluarkan instruksi kepada seluruh personel Mapolres Sergai jajaran, supaya memperketat pengamanan markas komando (Mako).

Pengamanan itu diutamakan di pintu-pintu masuk dan keluar seluruh markas polisi, baik Polres, Polsek maupun Pos bantuan. Instruksi tersebut dikeluarkan Kapolres saat memantau penjagaan markas Senin (29/3/2021). “Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah berjalan selama ini, agar diperketat dan dilaksanakan dengan benar,” tegas AKBP Robinson kepada personel Polisi yang piket.

Selain memperketat pengamanan Mako, lanjut AKBP Robinson lagi, juga memerintahkan personelnya untuk memperketat pemeriksaan terhadap masyarakat yang memasuki mako Polres.

Masih kata Kapolres, Polres Sergai telah melaksanakan pengamanan rumah ibadah, yang ada di wilayah hukum Polres Sergai. "Selama ini kita sudah terapkan SOP dalam pengamanan rumah ibadah. Sampai saat ini, situasi masih kondusif,” jelas AKBP Robinson.

"Jangan lengah, pintu keluar masuk setiap kantor polisi harus diperketat," sambung AKBP Robinson lagi.

Perwira berpangkat dua bunga melati di pundak ini mengimbau kepada masyarakat Sergai, agar tidak panik terkait peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu. "Mari kita saling menjaga tolenransi umat beragama di Kabupaten Sergai ini," tutup AKBP Robinson. (ndy/fit)

Daniel Chaniago, Sang Aktor Bom Makassar Berada di Afghanistan

Ledakan yang diduga bom bunuh diri di dekat Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021). [SS/Twitter Via The Straits Times]

mediasergap.com | JAKARTA - Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri), menyatakan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dituding bertanggung jawab atas peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/03/21) kemarin.

Polri pun menyebutkan, Saefullah alias Daniel alias Chaniago, otak dari pemboman di Makassar tersebut.

Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pelaku bom bunuh diri merupakan jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Ini diungkapkan sang Jenderal tersebut, saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar Minggu (28/3/2021) malam.

Menurut mantan Kabagreskrim Mabes Polri itu, dua pelaku bom bunuh diri tersebut berkaitan dengan 19 teroris JAD yang ditangkap di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"Pelaku ini merupakan jaringan JAD (berkaitan) dengan 19 anggota JAD yang ditangkap kemarin," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sosok Daniel, Sang Aktor JAD

Jamaah Ansharut Daulah (JAD) adalah organisasi teroris yang berafiliasi ke ISIS. Di balik organisasi itu ada seorang yang menjadi mastermind-nya atau dalangnya.

Mabes Polri mengungkap masih mengejar seorang terduga teroris bernama Saefullah alias Daniel alias Chaniago.

Penjaga perpustakaan Ponpes Ibnu Mas'ud itu, bahkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, baru-baru ini mengatakan, Saefullah mengendalikan dan memberi perintah kepada sejumlah terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. Salah satunya kepada terduga teroris N atau Novendri yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat.

Saefullah, menurut kacamata Polri, mengarahkan N untuk mengirim uang kepada Mujahidin Indonesia Timur (MIT). "N ini ada pengendalinya. Mastermind-nya saat ini atas nama Saefullah alias Daniel alias Chaniago. Yang bersangkutan sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88 sebagai mastermind," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat ini, Daniel, diduga berada di satu wilayah di Khorasan Afghanistan."Kenapa ada di situ, (karena) pasca-kekalahan ISIS di Suriah, Al Baghdadi langsung pecah kekuatannya. Saat ini kekuatan ISIS sudah mengarah ke suatu daerah, yaitu di Khorasan Afghanistan. Ini daerah abu-abu, daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh satu pemerintah, itu sebabnya mereka kuat di situ," Jenderal Polisi Bintang Satu tersebut.

Selain itu, Saefullah, mengontrol beberapa pelaku yang ada di Indonesia. Antara lain tersangka Yoga dari JAD Kalimantan Timur yang ditangkap Juni 2019 lalu.

Yoga sendiri berperan menggantikan Andi Baso, sebagai jembatan penghubung antara kelompok ISIS atau JAD di Indonesia dan Filipina.

Menurut Dedi, Saefullah berencana mengirimkan uang kepada Yoga untuk membeli senjata di Filipina, untuk nantinya dikirim ke Indonesia.

Saefullah, juga disebut sebagai orang yang mengatur perjalanan Muhammad Aulia beserta 11 orang Indonesia lain yang berencana berangkat ke Khorasan Afghanistan.

Namun, mereka dideportasi dari Bangkok dan kemudian ditangkap Densus 88 di Bandara Kualanamu, Medan.

Mabes Polri mengatakan, Saefullah alias Daniel alias Chaniago, mastermind kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia, mendapatkan aliran dana dari luar negeri guna melakukan aksi terorisme.

Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Saefullah mendapatkan aliran dana dari 12 oknum berbeda, yang ditransfer dari lima negara berbeda pula. "Saudara Saeful ini menerima beberapa aliran dana. Ini aliran dana dari negara Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," ujar Dedi.

Ia menyebut, Saefullah, Etercatat mulai mendapatkan aliran dana tersebut dalam kurun waktu Maret 2016 hingga September 2017.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, adapun dana yang terkumpul $ 28.921.89 atau Rp 413.169.857 yang ditransfer melalui Western Union."Seluruhnya terkumpul Rp413.169.857,-. Mereka menggunakan sistem aliran dana western union," ujar Brigjen Dedi.

Inilah Nama-nama Pengirim Dana Kepada Saefulah

1.Yahya Abdul Karim dari Trinidad & Tobago (4 kali);

2. Fawaaz Ali dari Trinidad & Tobago;

3. Keberina Deonarine dari Trinidad & Tobago;

4. Ahmed Afrah dari Maldives;

5. Ricky Mohammed dari Trinidad & Tobago (2 kali);

6. Ian Marvin Bailey dari Trinidad & Tobago;

7. Pedro Manuel Morales Mendoza dari Venezuela;

8. Mehboob Suliman dari Jerman;

9. Simouh Ilyas dari Jerman;

10. Muslih Ali dari Maldives;

11. Furkan Cinar dari Trinidad & Tobago;

12. Jonius Ondie Jahali dari Malaysia.

Dua Orang Terkait Bom Bunuh Diri

Sebelumnya, nama seorang Honorer di DPRD Sulsel,Adi Kurniawan, viral dan menjadi perhatian usai ledakan bom bunuh diri di Makassar, Minggu (28/03/21) kemarin.

Pasalnya, sepeda motor matic yang dipakai terduga pelaku meledakkan bom di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolallido Makassar, itu atas nama kerabatnya.

Sepeda motor itu dibeli atas nama Hasniawati, yang merupakan kakak kandung Adi.

Berdasarkan keterangan Adi, ternyata sepeda motor matic bernomor polisi (Nopol) DD 5984 MD itu ditarik Debt Collector pada 2015 lalu.

Sementara identitas bomber, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar mulai terkuak.

Polisi memastikan pelakunya berjumlah 2 orang. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Hal itu berdasarkan hasil Tim Inafis dan DVI dan Puslabfor Polda Sulsel terhadap jenazah keduanya. "Yang satu itu yang laki-laki masih menempel di motornya. Yang lebih parah lagi kondisinya ini yang perempuan," ujar Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan.

Pun demikian, polisi belum merilis siapa identitas kedua pelaku. "Sudah dilakukan penelitian oleh tim Inafis dan DVI, siapa kedua pelaku ini. Mudah-mudahan dalam waktu singkat kita bisa sampaikan identitas kedua pelaku," ujarnya.

Petugas polisi berjaga di lokasi dugaan bom diri di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). FOTO ANTARA / Abriawan Abhe / foc. (FOTO ANTARA / ABRIAWAN ABHE)

Terkait 20 Anggota JAD Diamankan Densus 88/AT Mabes Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar masih terkait dengan 20 kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diamankan tim Densus 88 Anti-teror pada 6 Januari lalu.

Hal itu diungkapkan Listyo Sigit, saat meninjau lokasi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021) malam.

"Mereka (dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar) adalah bagian dari kelompok (teroris) beberapa waktu yang lalu. Ada kurang lebih 20 orang dari kelompok JAD yang kita amankan. Mereka bagian dari itu," ujar Listyo Sigit kepada para kru media.

Kepolisian RI, lanjut sang Jenderal Polisi itu, sejauh ini Densus 88/AT Mabes Poplri telah berhasil mengidentifikasi identitas salah satu pelaku pengeboman di Gereja Katedral Makassar."Kami sudah mendapatkan laporan bahwa terkait dengan identitas pelaku. Kita sudah mendapatkan dengan inisial L," ujar Listyo.

Pelaku L ini, kata Listyo, merupakan bagian dari puluhan anggota JAD yang ditangkap Tim Densus 88 Anti-teror pada bulan Januari.

Selain itu, Listyo, juga mengungkapkan bahwa kelompok teroris JAD ini pernah terlibat serangkaian aksi teror yang terjadi di Jolo, Filipina, pada 2018 silam."Yang bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku (teroris) yang beberapa waktu lalu telah kita amankan," katanya.

"Kelompok ini tergabung atau terkait dengan kelompok yang pernah melaksanakan kegiatan operasi di Jolo, Filipina 2018," sambung Jenderal Listyo lagi.

Setelah berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku, kepolisian selanjutnya akan melakukan tes DNA.

Menurut Listyo,itu diperlukan untuk mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaan secara ilmiah. "Inisial pelaku sudah kita dapatkan dan saat ini sedang kita tindaklanjuti untuk melaksanakan pemeriksaan terkait dengan DNA yang bersangkutan untuk bisa kita pertanggung jawabkan secara ilmiah," pungkas Listyo.

Balas Dendam & Amaliyah

Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar mengatakan, jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS selalu menyasar gereja seperti di Surabaya, Jawa Timur, pada 2018 dan Jolo, Filipina, pada 2019.

Al Chaidar menduga, serangan tersebut merupakan balas dendam kelompok JAD atas penangkapan puluhan anggotanya dan tewasnya dua orang dari kelompoknya oleh Densus 88 Antiteror Polri pada awal Januari lalu di Makassar. "Jadi, daripada tertangkap atau tewas, maka mereka segera melakukan serangan amaliyah," ujar Al Chaidar, kepada salah satu media online nasional, Minggu (28/03/2021) kemarin.

"Mereka menyasar gereja karena mereka kelompok Wahabi Takfiri yang christophobia atau tidak menyukai orang-orang non-Muslim," sambung Al Chaidar lagi.

Senada dengan Al Chaidar, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Syauqillah, juga menduga pelaku pengeboman di Gereja Katedral Makassar terkait dengan kelompok JAD yang kerap menyasar tempat ibadah. Namun demikian, aksi itu tidak semata dilakukan atas dasar balas dendam tapi sebagai "amaliyah (aksi) menjelang bulan Ramadan".

"Mereka mengganggap bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat karena di bulan-bulan inilah amal dilipatgandakan. Ini bulan yang sakral untuk kelompok itu," ujar Muhammad.

Tindakan pengeboman jelang bulan Ramadan, katanya, juga pernah terjadi pada 2019 lalu di pos pengamanan Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kelompok JAD Tersebar di 19 Provinsi

Muhammad Syauqillah dan Al Chaidar, sepakat bahwa jumlah anggota kelompok JAD di Sulawesi Selatan masih cukup banyak kendati puluhan orangnya telah ditangkap Densus 88 Antiteror.

Sehingga tidak menutup kemungkinan akan adanya serangan lanjutan."Melihat persebaran jumlah mereka, akan ada serangan lain di pelbagai tempat dan kemungkinan di tempat-tempat yang ada Gereja Katedralnya apakah di Medan, Palembang, dan sebagainya," imbuh Al Chaidar.

Dia juga mengatakan perekrutan kelompok JAD di Indonesia sangat cepat dan jumlahnya berkali lipat.

Ia mencontohkan, jika dahulu dalam satu bulan mereka bisa merekrut dua hingga tiga simpatisan baru, maka sekarang mencapai puluhan orang.

Karena itulah, Al Chaidar, menilai penangkapan besar-besaran yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri hanya merepotkan aparat keamanan tapi tak cukup efektif membendung masifnya apa yang disebut sebagai ideologi trans-nasional Wahabi Takfiri.

Yang harus segera dilakukan pemerintah, katanya, adalah mengintensifkan gerakan kontra wacana ideologi trans-nasional Wahabi di Indonesia.

Caranya melibatkan ahli keagamaan dari pelbagai universitas. Sebab, berdasarkan pengamatannya, sel aktif kelompok JAD saat ini sudah menyebar di 19 provinsi dari sebelumnya hanya di 18 provinsi.

"Pemerintah dalam hal ini sepertinya tidak punya imajinasi untuk membendung ideologi itu. Padahal banyak ahli keagamaan seperti di UIN, UI, UGM yang memiliki kemampuan untuk counter-discourse. Kalau penangkapan-penangkapan terus enggak akan habis-habis," ujarnya. (bbs/fit)

Kapolda Sumut Imbau Masyarakat Hati-hati Salurkan Sumbangan di Kotak Amal

mediasergap.com | MEDAN - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati hati dalam menyalurkan dana sumbangan (sedekah) ke dalam kotak amal. 

"Saat ini ada beberapa kotak amal terindikasi bahwa sumbangan dana sedekah dari masyarakat itu diduga digunakan untuk pendanaan terorisme. Dan inilah yang terus di dalami oleh Tim Densus 88 Anti Teror di Sumut," terang Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Sabtu (27/03/21).

Hadi mengungkapkan, anjuran bersedekah itu telah di sampaikan para ulama dan memang diharuskan oleh seluruh agama baik itu Islam, nasrani maupun agama lainnya membantu fakir miskin serta kaum dhuafa. 

"Namun dari hasil penyelidikan Tim Densus 88 Anti Teror yang melakukan serangkain operasi di sejumlah daerah di Sumatera Utara menemukan dugaan tentang keberadaan kotak amal yang dananya digunakan untuk kepentingan jaringan terorisme," ungkapnya.

"Oleh karena itu, Polda Sumut dan Densus 88 Anti Teror mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati hati memberikan dana sedekah melalui kotak amal yang tidak jelas keberadaan serta peruntukannya. Jangan sampai dana sedekah yang diberikan malah jadikan sebagai sumber pendanaan jaringan terorisme," sambung Kombes Hadi. 

Mantan Wadirlantas Polda Kalteng ini juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga situasi kondusif dengan meningkatkan kewaspadaan, kepedulian di lingkungan masing masing.

"Harus mulai menimbulkan kepekaan kembali kepada lingkungan kita. Dulu ada 1x24 jam wajib lapor, silahkan peran itu digunakan lagi. 1x24 jam tamu wajib lapor kepada RT ataupun RW se-tempat," ujarnya. 

Menurutnya, tujuan di hidupkan kembali sistem pengamanan lingkungan untuk mengetahui setiap keberadaan tamu yang datang ke suatu wilayah ataupun lingkungan.

"Ini merupakan upaya upaya preventif yang bisa dilakukan masyarakat dalam mencegah bahaya terorisme maupun bahaya bahaya lainnya," pungkas Hadi. 

Diberitakan sebelumnya, Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menyita 500 kotak amal saat melakukan penggrebekan rumah terduga teroris di Jalan Persatuan Desa Helvetia Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (26/03/21).

Diduga ratusan kotak amal yang disita personil anti teror Mabes Polri itu disinyalir di gunakan untuk pembiayaan gerakan radikalisme jaringan terorisme di Sumatera Utara. (riz/red)

Densus 88 AT Amankan 8 Terduga Teroris dari Sumut

mediasergap.com | MEDAN - Hingga hari ini, Jumat (19/03/21), tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, telah mengamankan 8 orang terduga teroris dari Sumatera Utara, Jumat (19/3/2021). 

Setelah dua orang terduga teroris diamankan di Tanjungbalai, Jumat (19/3/2021) tadi pagi, tim Densus 88 bergerak cepat melakukan pengembangan ke Kota Medan. Hasilnya, enam orang terduga teroris diamankan dari Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, membenarkan  penangkapan terduga teroris tersebut.

"Untuk kegiatan tadi pagi, teman-teman dari Densus 88 mengamankan terduga teroris sebanyak delapan orang. Dari Tanjungbalai 2 orang, Medan 6 orang," ujar Kombes Hadi, Jumat (19/3/2021) siang.

"Sekarang lagi didalami, diinterogasi mendalam yang dilakukan teman-teman Densus 88," katanya.

Disinggung soal jaringan teroris, Kabid Humas Polda Sumut tersebut belum menjabarkan dari kelompok mana jaringan teroris yang tengah diamankan petugas.

"Untuk jaringannya atau kelompok mana, masih terus didalami oleh petugas," katanya.

Untuk pengembangan para pelaku, sambung Kombes Hadi Wahyudi, tergantung pihak Densus.

"Untuk yang diamankan, tergantung pihak Densus apakah di sini (Medan) atau langsung dibawa ke Jakarta. Untuk para pelaku, masih di Medan," pungkasnya.

Sebelumnya, dua orang terduga teroris di Kota Tanjungbalai diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Jumat (19/3/2021) pagi.

Berdasarkan keterangan seorang yang tak ingin disebutkan namanya, terdapat dua orang yang telah diamankan. "Dua orang. Dua-duanya memakai baju warna gelap," kata warga itu. 

Ia menambahkan, keduanya diamankan di Polres Tanjungbalai. Namun satu orang telah dibawa keluar. "Satu masih di dalam. Yang satu lagi tadi dibawa keluar menggunakan mobil plat BM," ujarnya.

Satu orang terduga teroris saat ini masih dilakukan pemeriksaan di ruang Pidum Polres Tanjungbalai.

Seorang pria tersebut terpantau mengenakan baju gamis berwarna hijau gelap, dan memiliki janggut panjang. Matanya ditutup menggunakan lakban hitam.

Ia digiring oleh dua orang petugas Densus 88 Antiteror yang berpakaian preman.

Selain penggiring, terlihat juga beberapa personel Densus 88 di sekitar Polres Tanjungbalai. (bbs/fit)