mediasergap.com | LAMPUNG - Betapa menderitanya para pejuang bangsa kita dahulu. Dengan penuh pengorbanan, darah dan air mata. Banyaknya nyawa yang hilang untuk mencapai kemerdekaan dan mengibarkan simbol negara Bendera Merah Putih.
Tapi saat ini, semua pengorbanan pahlawan kita itu seakan tiada arti.
Dengan melihat bendera sobek dan berkibar di Sekolah Dasar Negeri 01 Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.
Saat ini, bangsa kita sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19. Sehingga seluruh elemen masyarakat bahu membahu bersama pemerintah untuk bersatu melawan pandemi Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan yang menjadi standar untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona yang menghantui dunia itu.
Namun sebaliknya, jangan hanya gara gara pandemi Covid-19 ini kita sebagai warga negara Indonesia menyepelekan atau tidak memperhatikan hal-hal yang sangat fatal. Apalagi simbol Negara yaitu Bendera Merah Putih tidak diperhatikan.
Awak media tanpa sengaja melihat Bendera Merah Putih berkibar di tiang bendera SDN1 Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, yang berkibar dalam keadaan sobek dan tidak layak untuk digunakan ataupun dikibarkan.
Sungguh miris melihat situasi ini. Padahal, para pendahulu Bangsa mengorbankan nyawa hanya untuk mengibarkan Bendera Merah Putih. Persoalan simbol negara ini tidak bisa kita anggap remeh karena ada Undang Undang RI No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera Merah Putih, terutama bagian huruf c yang berbunyi "Dilarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
Kepala SDN 01 Bukit Kemuning yang berinisial RS, enggan untuk memberikan keterangan terkait Bendera robek tersebut. (can/fit)


No comments:
Post a Comment