Polsek Helvetia Belum Amankan Maling Yang Terekam CCTV, “Ketua DPP LSM SERGAP” : Kita Menduga Ini Spesialis Komplotan Pembobol Rumah Kosong | Media Sergap -->

Polsek Helvetia Belum Amankan Maling Yang Terekam CCTV, “Ketua DPP LSM SERGAP” : Kita Menduga Ini Spesialis Komplotan Pembobol Rumah Kosong

 📆Kamis, 04-Agustus-2022 [09.19]

Polsek Helvetia Belum Amankan Maling Yang Terekam CCTV, “Ketua DPP LSM SERGAP” : Kita Menduga Ini Spesialis Komplotan Pembobol Rumah Kosong


Medan • Sumut » mediasergap ⚖️🇮🇩

Aksi maling yang viral di media sosial yang diketahui terjadi di Wilayah Hukum Polsek Medan Helvetia, dan sempat diunggah akun Facebook bernama Rina Ana selaku korban, pada Minggu (20/06/2022) lalu, hingga akhirnya pihak Polsek Medan Helvetia memanggil korban untuk membuat laporan secara resmi, yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : STTLP/327/VI/2022/SU/Polsek Medan Helvetia/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara, pada tanggal 24 Juni 2022. Namun hingga lebih kurang satu bulan kasus tersebut dilaporkan pelaku belum juga diamankan.

Terkait belum diamankannya pelaku, korban yang bernama Sarinah Siregar warga Jalan Kelambir V No.162, Gang Anisa Lala, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia mengaku sangat kecewa dengan kinerja pihak Polsek Medan Helvetia.

"Sudah secara resmi saya laporkan kasus tersebut ke Mapolsek Helvetia, sekira satu bulan lebih yang lalu, namun sejauh ini Pihak Polisi belum mengamankan pelaku. Padahal sudah jelas pelaku orang yang saya kenal karena memang tetangga saya dan saat melakukan aksinya pelaku juga terekam CCTV", ungkap korban.

"Rumah saya itu memang posisinya lagi kosong, karena rencananya mau saya renovasi, jadi dengan leluasa pelaku membongkar rumah saya dan mengambil semua barang yang ada didalam rumah", tambahnya.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah barang milik Koban hilang yakni, Rak piring beserta piringnya, gelas, mangkuk-mangkuk, sendok. Pintu besi, besi stenlis pegangan tangga, Stemer alat Salon untuk krembat, Stemer alat Salon untuk Facial, tempat tidur cuci rambut, ambal 3, tikar 1, sperangkat cctv beserta decoder, mesin pompa air Sanyo, meja kantor, kursi plastik, lampu listrik yang ada di dalam rumah ada 6 buah, perkakas kunci, westafel tempat cuci piring beserta pipanya, mesin cuci, dispenser air minum, dan lain - lainnya. "Kalau ditaksir saya mengalami kerugian hingga Rp.25 Juta", jelas korban.

Korban juga mengaku sudah menyerahkan barang bukti kepada polisi, diantaranya rekaman cctv, kwintasi barang yang hilang, dan pemeriksaan para saksi-saksi.

Terkait tindak lanjut kasus tersebut, Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Heri Edrino Sihombing, yang dikonfirmasi wartawan lewat WhatsApp telpon selulernya pada Selasa (02/08/2022), tidak menjawab sama sekali.

Sementara itu Jefri yang mengaku selaku Juru Periksa (Juper) dalam kasus tersebut mengatakan, pihaknya masih menetapkan yang diduga pelaku sebagai saksi dan akan segera dipanggil melalui surat panggilan.

"Sesuai hasil gelar perkara, diduga pelaku akan segera kita panggil masih sebagai saksi, rencananya Minggu depan hari Selasa sudah kami layangkan surat panggilannya", jelasnya lewat telpon seluler, Selasa (02/08/2022).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP LSM SERGAP yang juga sekaligus Wakil Pimpinan Umum Media Online SERGAP, Oliver Sirait.,SH yang dimintai komentarnya, mengaku heran dengan penanganan kasus tersebut.

"Loh, kok bisa pelaku yang sudah jelas aksinya terekam cctv, dan orang yang dikenal oleh korban karena memang masih Jiran tetangga, belum juga diamankan oleh Pihak Polisi ?", ucap Oliver Sirait.,SH.

Padahal, lanjutnya, akibat aksi tersebut korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Jadi saya menduga, pelaku bermain tidak sendirian, karena barang korban yang dicurinya cukup banyak, jadi Polisi harus tanggap akan kasus ini dan segera menangkap pelaku sebagai upaya mengungkap komplotannya", ujar Oliver.

Oliver menjelaskan, pihaknya menduga para pelaku ini memang spesialis pembobol rumah kosong.

"Seharusnya Pihak Polisi jeli dengan kasus ini, pencurian yang dilakukan pada malam hari sesuai pasal 363, sudah pasti direncanakan. Kalau dilihat dari barang korban yang hilang, kita menduga pelaku tidak sendirian, ini komplotan yang memang sudah mempersiapkan diri dan waktu yang tepat untuk mengeksekusi targetnya, jadi tidak tepat kalau Polisi hanya melayangkan surat panggilan untuk memanggil diduga pelaku, sehingga menjadi tanda tanya besar bagi kita dan sudah pasti membuat korban kecewa", tegasnya. (Pemred)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini