-->

Anak Perusahaan Sinar Mas Group "Kambinghitamkan" Warga sebagai Perusak Tanaman DAS

mediasergap.com | LABURA - Pihak PT MP Leidong West Indonesia Kebun Kanopan Ulu menuding bahwa kerusakan tanaman di Daerah Aliran Sungai (DAS), serta lokasi lahan konservasi tersebut dilakukan oleh warga di sekitar kebun.

Hal ini dikatakan Manager PT MP Leidong West Indonesia Meidi Tilaar melalui Kepala Lingkungan Hidup dan RSPO Kebun Kanopan Ulu Ona Suharto yang mengatakan bahwa tanaman di areal DAS serta lokasi lahan konservasi dirusak warga sekitar kebun PT MP Leidong West Indonesia.

"Taulah zaman sekarang banyak warga yang keluar masuk ke areal kebun merusak tanaman-tanaman itu, sehingga tak ada bekas tanaman kami, yang tinggal hanya sedikit akibat di rusak warga luar kebun," ujar Ono Suharto saat ditemui awak mediasergap.com, Senin (19/07/21) di kantor kebun.

Ono mengatakan sejak dulu di pinggiran Sungai Aek Kanopan sudah ada tanaman sawit, tapi sekarang tidak ditanami lagi dengan pohon sawit yang baru.

"Tapi kita rawat dengan melakukan penanaman pohon-pohon mahoni dan bambu-bambu di pinggiran alur sungai, cukup banyak yang sudah kita tanami pohon pohon,"

Lebih lanjut Ono memaparkan, kita tau persis, gak mungkin karyawan kebun sini yang mencabuti, mereka patuh-patuh dan baik-baik, yang pasti ini masyarakat dari luar yang sengaja merusak tanaman di DAS ini, tapi belum ada yg tertangkap tangan.

Manager PT MP Leidong West Indonesia Meidi Tilaar (kanan).

Menurut informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa PT MP Leidong West Indonesia kebun Kanopan Ulu merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group,  perkebunan komoditi kelapa sawit memiliki luas areal berkisar 1400 Ha, berlokasi di Desa Kanopan Ulu, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura, Sumut, diduga telah mencaplok dan merusak lahan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Alam seputaran Sungai Aek Kanopan di pinggiran kebun Kanopan Ulu, yang menanami lahan tersebut dengan tanaman pohon sawit sejak puluhan tahun lalu, padahal menurut informasi yang dperoleh, areal tersebut di luar dari HGU PT MP Leidong West Indonesia.

Perihal perusakan DAS ini pun telah dilaporkan kepada instansi terkait baik Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Pertanian & Perkebunan.

Sementara Sekretaris Jenderal LSM Sidik Perkara Labura, Munir Nasution yang mengikuti perkembangan masalah ini, mengatakan tak pantas pihak perusahaan berbicara keji begitu, masyarakat dijadikan kambinghitam yang merusak tanaman pohon hutan yang mereka akui sudah banyak ditanami.

"Ini dalih busuk yang mencemari nama baik masyarakat seputaran kebun, yang tidak tahu menahu, kok tanpa bukti dituding sudah merusak tanaman kebun Kanopan Ulu," kata Munir, Senin malam (19/07/21), di Aek Kanopan.

Munir memgungkapkan, kita sudah ke lokasi DAS yang dirambah kebun ini, kondisi lahan sudah porak poranda mereka buat, bahkan demi kepentingan ekonomi pihak kebun telah terjadi pengerukan tanah di dekat sungai yang mereka gunakan sebagai  penampung wadah stock air, untuk  penyiraman puluhan ribu batang bibit sawit di areal pembibitan mereka. 

"Jelas ini menambah bukti materi kerusakan DAS yang mereka buat, kenapa tega kali menuding warga yang telah merusak tanaman DAS, ini hanya sebagai pengelabuan, saya yakin memang ada yang mereka tanam, tapi hanya beberapa batang saja untuk delik formalitas mereka, biar disebut sudah merawat Daerah Aliran Sungai dan Konservasi yang nyata telah mereka rusak dan saat ini sudah makin ribut akibat ada laporannya ke dinas terkait," ujar Munir lagi.

Kami minta Anak Perusahaan Sinar Mas Group ini jangan semena-mena menuding masyarakat bila tidak ada bukti, jika warga  tahu tuduhan ini pasti mereka keberatan dan akan mendemo kebun ini, yang disebut menjadi biang kerusakan Sungai Aek Kanopan jika terjadi banjir ada 4 (empat) perumahan yang selalu menanggung akibat  dari kerusakan DAS dan lahan konservasi yg dibuat kebun Kanopan Ulu ini.

"Sejak kebun ini dipegang Manager Meidi Tilaar perusahaan ini makin parah dan sangat berhitung pelit untuk memberi bantuan kepada masyarakat tetangga kebun yg menerima Dampak banjir setahun tiga kali.

Sebelum mengakhiri komentarnya, Munir meminta instansi Dnas Lingkungan Hidup harus serius menangani kasus perusakan DAS ysudah dilaporkan ini sudah berapa banyak kerugian materi warga,.

"Untuk itu, kami  bersama KNPI Kualuh Hulu  akan  terus memantau masalah ini, "tegas Sekjend Siddik. (yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini