Aneh! Proyek Swakelola di Desa Kuala Beringin Dijadikan Dua Anggaran. Para Pekerja dari Kabupaten Asahan | Media Sergap -->



Aneh! Proyek Swakelola di Desa Kuala Beringin Dijadikan Dua Anggaran. Para Pekerja dari Kabupaten Asahan

mediasergap.com | LABURA – Aneh! Proyek swakelola pembangunan drainase di Dusun I Kampung Selamat Desa Kuala Beringin, Kec. Kualuh Hulu, Kab. Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut yang anggarannya diambil dari Dana Desa TA 2021 ini dibuat menjadi 2 anggaran. Ada apa, apa ada?

Hal ini terungkap saat awak media, Jumat (21/01/22) melakukan investigasi ke lokasi, terlihat 2 spanduk proyek swakelola desa yang tertera 1 jenis pekerjaan dan lokasi yang sama dengan anggaran berbeda.

Pada spanduk yang satu menyebutkan pembuatan bangunan drainase paret beton di lingkungan rumah penduduk Dusun I Kp. Selamat sepanjang 106 meter dengan pagu Rp.76.650.000.

Dan di spanduk lainnya menyebutkan pembangunan drainase sepanjang 52 meter di Dusun I Kp Selamat Desa Kuala Beringin dengan pagu Rp.37.550.000.

Penggunaan dana desa menjadi 2 anggaran ini diduga karena akibat kepiawaian dan kecerdikan sosok Kepala Desa Edi Mansur Pane mampu meracik pelaksanaan satu kegiatan proyek menjadi dua judul kegiatan anggaran. Belum lagi terlihat di lokasi proyek, penggunaan batu bata bekas yang diambil dari parit warga sekitar.

Seperti diketahui melalui papan informasi bahwasanya sistem kegiatan ini dilakukan melalui Swakelola padat karya yang wajib menggunakan pekerja warga setempat.

Namun kenyataannya, kebijakan Kades Edi  sangat mengecewakan masyarakat, sebab para pekerjaan ini diberikan kepada pihak ketiga yakni diserkan kepada orang luar daerah yakni pekerja dari Kabupaten Asahan.

Dan keputusan Kades Edi Mansur Pane ini  dianggap memang sebagai tindakan sengaja yang tidak berpihak kepada ekonomi warganya. Hal ini pun menjadi pergunjingan tak Sodap di lingkungan masyarakat Desa Kuala Beringin bahkan melebar ceritanya ke desa tetangga yaitu Desa Pulo Dogom dan Londut.

Ada beberapa kelompok warga yang mengecam unsur kesengajaan kades ini, yang dituding sengaja mengganjal dan  menutup peluang peningkatan dan penambahan ekonomi warga desanya yang terus diabaikan setiap ada pelaksanaan swakelola proyek dana desa (DD) seperti proyek tahun anggaran 2021 ini.

Naifnya lagi, saat dikonfirmasi Senin (17/01/22) tentang keterlambatan penyelesaian proyek, dan diduga cacat mutu ini. Kades Edi Mansur Pane dalam celotehannya mengatakan, karena kelangkaan semen dan musim hujan sehingga kegiatan ini jadi molor dan proses pekerjaannya terhambat.

Diprediksi laporan pertanggung jawaban hasil kegiatan ini diyakini telah mulus dilaporkan selesai kepada Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Labura, yang saat itu masih dipimpin Sofyan Yusma yang dinilai tertutup, sehingga kalangan banyak menduga usai  kepemimpinannya di DPMD banyak  meninggalkan borok pada laporan dan kegiatan proyek desa desa di Kabupaten Labura.

"Kita sudah ke lapangan, hasil kerja itu bagus, kalaupun terlambat dan masih dikerjakan di luar tahun anggaran karena semen langka dan musim hujan. Kalau tak cocok, nanti inspektorat turun di bulan tiga. Dan jika ada temuan kita kembalikan uang nya ke Negara," ketus Edi di halaman kantor Desa Kuala Beringin.

Dari hasil investigasi lapangan mediasergap.com, Jumat (21/01/21) di lokasi kegiatan proyek anggaran Desa Kuala Beringin, terlihat dan ditemui aktifitas pelaksanaan pekerjaan proyek tembok penahan yang diduga campuran semennya serta besi yang digunakan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) alias dugaan dimainkan.

Bahkan pembutan balok atas campuran material pengecorannya hanya menggunakan pasir dan semen tanpa campuran kerikil. Selain itu volume  pemasangan lebar dinding  tidak merata bahkan ditemui masih ada  menggunakan batu bata bekas yang lama.

Ketika hal ini ditanya kenapa menggunakan besi 8 ml dan cincin 4 ml untuk balok atas penahan dinding paret, dan campuran semen pasirnya tidak menggunakan kerikil 

Salah seorang tukang yang mengaku bernama Andre mengatakan, kalau kami hanya kerja pak disini ada 6 orang sedang yang 3 orang lagi menyiapkan tembok di Kp Baru.

"Masalah material  tanya sama bos la, masalah besi 8 yang digunakan, kami gak tau, tapi itu yang dihantar, itulah yang kami pasangkan, memang jalinan besinya cuma segi tiga bukan segi empat yang datang," ungkap Andre kepada awak mediasergap.com, Jumat (21/01/22).

Andre pun menyebutkan, kalau papan untuk cor cukup mungkin kerjaan ini lebih cepat siapnya. "Untuk lebih jelas lagi, tanya kepala tukang saja pak," jelas Andre.

Ketika hal ini ingin dikonfirmasikan kepada TPK, hingga berita ini ditayangkan belum dapat di hubungi.(yans/red)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini