mediasergap.com | LABURA – Mulai terkuak, ternyata watak asli sosok istri Kades Desa Kuala Beringin yakni Ketua Tp PKK kedoknya mulai ketahuan punya bakat ngibul (suka berbohong, red).
Hal ini terbukti saat beberapa media yang meminta keterangan informasi kepadanya tentang kucuran dana pemberdayaan dan biaya pembuatan taman Toga yang dikelolanya.
Secara reflek dan terlatih sang Ketua TP PKK yang juga istri Kepala Desa Kuala Beringin, entah apa pasalnya sengaja menyamarkan nama aslinya Ny Rika menjadi Muftahul Jannah.
Pengakuan nama palsu ini diucapkannya didepan anggota ibu PKK saat istirahat usai membenahi taman obat keluarga di halaman kantor Kepala Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kepada beberapa wartawan yang meminta keterangan dana kegiatan PKK, Senin (17/01/22).
Ketika Ketua TP PKK atau ibu kades ini ditanya tentang anggaran dana pembuatan taman obat keluarga (Toga) kenapa berjudul digotongroyongkan, sementara anggaran untuk itu ada kan buk?
"Kalau anggaran ini mungkin ada di pemberdayaan desa, tanya saja sama pak Kades," ujar ibu kades.
Saat diulang memastikan kucuran dana pembelian material dan perbaikan taman tersebut Ketua TP PKK menguatkan, mungkin ada lah dananya, pak.
Ia pun menerangkan, memang selama ini kami setiap dua bulan sekali melakukan gotong royong dengan ibu-ibu PKK disini, namanya orang banyak mau datang kemari apalagi disini akan dilaksanakan MTQ. Jadi harus diindahkanlah dan akan selesai sebelum dilaksanakannya MTQ.
Ketika ditanya nama asli dan lengkap namanya, Ketua TP PKK Desa Kuala Beringin ini menjawab dengan lincah dan cepat menangkis konfirmasi wartawan. "Memang saya sebagai Ketua TP PKK disini, nama saya Muftahul Jannah sambil melirik anggota anggotanya yang tersenyum dan tertawa mendukung bualan bu kades yang akhirnya ketahuan ternyata bernama Ny Rika..
Mengomentari aksi bual Ketua TP PKK Desa Kuala Beringin Ny Rika, Wakil Ketua tim investigasi LSM Sidik Perkara B. Pridilianto S.Pd, mengatakan, tidak wajar Ketua TP PKK tertutup soal anggaran taman yang dikelolanya, dan disebutnya mungkin ada.
"Transparan saja apakah itu menggunakan dana desa atau dana MTQ. Jangan bilang mungkin ada sebab Ketua TP PKK desa juga sebagai pengguna anggaran juga," sebut Pridilianto.
Mengenai akhlak dan sikapnya yang memalsukan dan mengaburkan keberadaan dirinya sebagai istri kades dan Ketua TP PKK, Pridilianto mengutarakan, itu tidak pantas, sebab ia juga figur publik yang harus beretika dan terbuka bila dimintai informasi resmi dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran kegiatan dana desanya.
"Yang pasti kita mengecam ketertutupan dan pengelabuan identitas nama sebenarnya yang dipalsukan bu kades ini. Nama saja dipalsukan apalagi nanti tentang anggaran yang digunakannya untuk pemberdayaan kepada masyarakat desa baik itu dana Posyandu, hingga pengadaan keperluan ibu hamil dan obat obatan vitamin anak anak Balita bisa saja terindikasi adanya pengelabuan juga disini," ujarnya.
"Kita harap bu kades dapat menunjukkan sikap yang jujur agar informasi kepada masyarakat bisa jelas, terang dan tegas melihat hal ini, kita akan segera mintakan nanti laporan pertanggung jawaban (LPJ) tentang dana pemberdayaan yang di gunakan TP PKK Desa Kuala Beringin ini TA 2020 dan 2021," tegas B. Pridilianto S.Pd. penuh curiga. (Yans/red)
No comments:
Post a Comment