Media Sergap - Dana Desa Media Sergap: Dana Desa - All Post -->


Showing posts with label Dana Desa. Show all posts
Showing posts with label Dana Desa. Show all posts

Diduga Anggaran Proyek Swakelola di Desa Kuala Beringin Di-mark-up. Ketua TPK Bakal Jadi "Kambing Hitam"

mediasergap.com | LABURA – Proyek rabat beton di Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2021 diduga di-mark-up oleh Kades Edi Mansur Pane sebagai pengguna dan penanggung jawab anggaran bersama Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Sulaiman Napitupulu sebagai orang kepercayaan Kades dalam pengelolaan proyek.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, Sulaiman bakal menjadi "kambing hitam" oleh Kades pada proyek Swakelola di Desa Kuala Beringin ini yang di nilai kalangan cacat mutu, baik mekanisme, pemberdayaan hingga penggunaan materialnya disinyalir banyak tidak sesuai bestek. Dan proyek asal jadi ini pun berlangsung mulus dan melewati tahun anggaran.

Hal ini terindikasi adanya kesepakatan terselubung yang sebelumnya telah dibangun atas proyek desa ini, sehingga terjadilah pembiaran dalam pelaksanaan pengerjaannya yang diketahui ada beberapa item kejanggalan pekerjaan yang dinilai sangat sembrono dalam pelaksanaan proyek dana desa ini.

Ada rasa kecurigaan oleh warga, kalau proyek ini jauh jauh hari sebelumnya diduga sudah ada niat untuk dikorupsi secara berjamaah. Baik pengerjaan tembok penahan tanah di Dusun IV  Kp. Baru dengan panjang kegiatan cuma 30 meter yang menelan anggaran Rp.107.848.000.

Begitu juga dengan pembangunan drainase rabat beton dilaksanakan di satu titik, namun dipoles menjadi dua anggaran yakni drainase di Dusun I Kp. Selamat sepanjang 106 meter senilai Rp.76.650.000. dan 51 meter senilai Rp.37.550.000.

Melihat mekanisme pekerjaan dan penggunaan materialnya yang dilakukan atas proyek proyek ini, sejumlah warga di lokasi proyek sangat kecewa dan meragukan mutu bangunan tersebut, yang tidak bertahan lama secara utuh.

Hasil investigasi di lapangan oleh mediasergap.com pada Minggu (30/01/22) terlihat beberapa pekerjaannya sudah selesai di titik proyek baru menimpa jalan yang lama.

Saat Kades Kuala Beringin Edi Mansur Pane, Selasa (01/02/22) dikonfirmasi via WhatsAppnya tidak memberikan jawaban alias bungkam.

Ketika hal mekanisme dan adanya informasi dari masyarakat tentang kejanggalan dan dugaan Mark-up pada proyek Rabat beton ini, Ketua TPK Sulaiman Napitupulu melalui WA nya Selasa (01/02/22) hanya menjawab dengan balasan, pekerjaan sudah selesai dan sesuai bestek.

Sementara Wakil Ketua Tim Investigasi LSM Sidik Perkara Sumut, Bambang Pridilianto S,P, menilai kalau pelaksanaan 4 paket proyek swakelola di Desa Kuala Beringin ini, kami sudah mengetahui bentuk dan kejanggalan kejanggalannya dalam pekerjaan tersebut.

"Tak perlu lagi kita ungkap ke publik apa temuannya. Yang pasti akan kita sampaikan saja melalui surat resmi lembaga ini hasil temuan tersebut. Agar Ketua TPK tahu dampak dan resiko kalau memainkan dana desa dengan melakukan kecurangan pada pelaksanaan proyek uang rakyat tersebut sangat beresiko tinggi," ujar Bambang pada awak media, Rabu (02/02/22).

Bambang pun mengungkapkan, kita prediksi Ketua TPK Sulaiman dkk bakal jadi Kambing hitam pada kasus proyek dana desa ini. Apalagi kita tahu sang Kades yang cukup piawai ini akan mencalonkan diri lagi pada pertarungan Pilkades yang sudah diambang pintu.

"Melihat buruknya pengelolaan ini, terkesan ada upaya Kades menambah pundi pundinya untuk tambahan bekal bermain pada pilkades yang sebentar lagi berlangsung. Pastinya dalam Minggu ini kita buat laporan hasil temuan ini ke instansi terkait," tegas Bambang mengakhiri. (yans/red)

10 Perangkat Desa Talang Leak II Dilantik dan Disumpah. Ini Harapan Kades Aprildo!

mediasergap.com | LEBONG – Kades Talang Leak II, Aprildo, melantik dan mengambil sumpah 10 perangkat desa di Balai Desa Talang Leak II, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Prop. Bengkulu, Senin (17/01/22).

Ke 10 perangkat desa yang diambil sumpahnya tersebut antara lain:

1. Arian Arta Utama sebagai Sekretaris Desa;

2. Ernita Purwanti sebagai Kaur Keuangan;

3. Supransori sebagai Kaur Perencanaan;

4. Reniyulyasari sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum;

5. Cristian Noper sebagai Kasi Pelayanan;

6. Depis Kastira sebagai Kesejahteraan;

7. Roget Karnedi sebagai Pemerintahan;

8. Hilza Mahendra sebagai Kadus I

9. Guntur Pamukas sebagai Kadus II

10. Syahmiludin sebagai Kadus III.

Kades Talang Leak II Aprildo dalam kata sambutannya mengatakan, perangkat desa yang dilantik dan disumpah adalah orang-orang terpilih yang diharapkan bisa memegang amanah. 

"Sepuluh perangkat desa yang dilantik ini merupakan orang-orang yang dipilih sebagai panutan masyarakat dan bisa bekerja sesuai harapan masyarakat serta bisa saling bekerjasama untuk kemajuan desa," ujar Kades. 

Lebih lanjut Kades pun mengungkapkan bahwa, gaji perangkat desa yang hari ini dilantik dan disumpah sudah setara dengan golongan IIA.

"Gaji kalian perangkat desa ini sudah setara dengan golongan IIA. Jadi diminta agar bekerja untuk kepentingan warga," tegas Kades Aprildo.

Acara pengambilan sumpah 10 perangkat Desa Talang Leak II ini dihadiri, Camat Bingin Kuning Karter Jaya, KUA Bingin Luning Nursyat G, Babinsa Sertu Beni Iriansyah, Bhabinkantimmas Aipda Eko Suprianto, Ketua BPD Bingin Kuning, Mahat Jaya dan sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Talang Leak II. (Madi/red)

Berbakat Ngibul, Ketua TP PKK Desa Kuala Beringin Samarkan Nama Aslinya

mediasergap.com | LABURA – Mulai terkuak, ternyata watak asli sosok istri Kades Desa Kuala Beringin yakni Ketua Tp PKK  kedoknya mulai ketahuan punya bakat  ngibul (suka berbohong, red).

Hal ini terbukti saat beberapa media yang meminta keterangan informasi kepadanya tentang kucuran dana pemberdayaan dan biaya pembuatan taman Toga yang dikelolanya.

Secara reflek dan terlatih sang Ketua TP PKK yang juga istri Kepala Desa Kuala Beringin, entah apa pasalnya  sengaja menyamarkan nama aslinya Ny Rika menjadi Muftahul Jannah. 

Pengakuan nama palsu ini diucapkannya didepan anggota ibu PKK saat istirahat usai membenahi taman obat keluarga di halaman kantor Kepala Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kepada beberapa wartawan yang meminta keterangan dana kegiatan PKK, Senin (17/01/22).

Ketika Ketua TP PKK atau ibu kades ini ditanya tentang anggaran dana pembuatan taman obat keluarga (Toga)  kenapa berjudul digotongroyongkan, sementara anggaran untuk itu ada kan buk?

"Kalau anggaran ini mungkin ada di pemberdayaan desa, tanya saja sama pak Kades," ujar ibu kades.

Saat diulang memastikan kucuran dana pembelian material dan perbaikan taman tersebut Ketua TP PKK menguatkan,  mungkin ada lah dananya, pak.

Ia pun menerangkan, memang selama ini kami setiap dua bulan sekali melakukan gotong royong dengan ibu-ibu PKK disini,  namanya orang banyak mau datang kemari apalagi disini akan dilaksanakan MTQ. Jadi harus diindahkanlah  dan akan selesai sebelum dilaksanakannya MTQ.

Ketika ditanya nama asli dan lengkap namanya, Ketua TP PKK Desa Kuala Beringin ini menjawab dengan lincah dan cepat menangkis konfirmasi wartawan. "Memang saya sebagai Ketua TP PKK disini, nama saya Muftahul Jannah sambil melirik anggota anggotanya yang tersenyum dan tertawa mendukung bualan bu kades yang akhirnya ketahuan ternyata bernama Ny Rika..

Mengomentari aksi bual Ketua TP PKK Desa Kuala Beringin Ny Rika, Wakil Ketua tim investigasi LSM Sidik Perkara B. Pridilianto S.Pd, mengatakan, tidak wajar Ketua TP PKK tertutup soal anggaran taman yang dikelolanya, dan disebutnya mungkin ada.

"Transparan saja apakah itu menggunakan dana desa atau dana MTQ. Jangan bilang mungkin ada sebab Ketua TP PKK desa juga sebagai pengguna anggaran juga," sebut Pridilianto.

Mengenai akhlak dan sikapnya yang memalsukan dan mengaburkan keberadaan dirinya sebagai istri kades dan Ketua TP PKK, Pridilianto mengutarakan, itu tidak pantas, sebab ia juga figur publik yang harus beretika dan terbuka bila dimintai informasi resmi dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran kegiatan dana desanya.

"Yang pasti kita mengecam ketertutupan dan pengelabuan identitas nama sebenarnya yang dipalsukan bu kades ini. Nama saja dipalsukan apalagi nanti tentang anggaran yang digunakannya untuk pemberdayaan kepada masyarakat desa baik itu dana Posyandu, hingga pengadaan keperluan ibu hamil dan obat obatan vitamin anak anak Balita bisa saja terindikasi adanya pengelabuan juga disini," ujarnya.

"Kita harap  bu kades dapat menunjukkan sikap yang jujur agar informasi kepada masyarakat bisa jelas, terang dan tegas melihat hal ini, kita akan segera mintakan nanti laporan pertanggung jawaban (LPJ) tentang dana pemberdayaan yang di gunakan TP PKK Desa Kuala Beringin ini TA 2020 dan 2021," tegas B. Pridilianto S.Pd. penuh curiga. (Yans/red)

Pj Kades Simandulang Merangkul Warga untuk Bersama Membangun Desa

mediasergap.com | LABURA – Meskipun sebagai Pj Kades Desa namun antusias masyarakat berhadir dalam Musrembang sebagai bentuk dukungan atas program  kinerja  kepala desa Simandulang kecamatan Kualuh Leidong Labura  Ridwan Juhdi dalam kebersamaan membangun desa.

Seperti diketahui desa ini terletak di daerah pesisir pantai timur Labura  yang  mayoritas penduduknya hidup sebagai Nelayan dan petani.

Dalam acara Musyawarah rembuk pembangunan desa (Musrembang), Pj Kades Ridwan Juhri merangkul dan mengajak warga agar bersinergi dan bersama dalam membangun desanya.

Hal ini di ungkapkan Pj Kades dalam acara Musrembang Desa Simandulang yang dilangsungkan  di Aula kantor desa Selasa (11/01/22) yang dihadiri oleh seluruh kepala dusun, BPD, perangkat desa dan berbagai lelemen masyarakat setempat.

Dalam acara terlihat juga hadir sekretaris Kecamatan Kualuh Leidong, Kasi Pem, Kasi Trantib, Babinkamtibmas,  serta instansi dinas pendidikan.serta seluruh kepala sekolah dasar negeri.

Selama kepemimpinan Pj. Kepala Desa Ridwan Juhri, Desa Simandulang program pembangunan pembangunan insfratrukturnya berjalan cukup pesat di segala sektor, baik jalan jalan transportasi angkutan hasil produksi petani banyak yang sudah diperbaiki, begitu juga sektor perikanan terlihat banyak kemajuan.

Kemajuan Ini dapat ditinjau dari dusun dusun di Desa Simandulang khususnya untuk Dusun Lorong Gori dan Dusun Sei Puyuh seperti tahun  lalu sudah berhasil melakukan  bercocok tanam dua kali dalam satu tahun.

Wajar desa ini pesat berkembang seperti diketahui bahwasanya Pj kepala Desa Ridwan Juhri bukan saja diketahui sebagai sosok yang ulet, namun beliau juga termasuk salah satu penerima piagam Penghargaan sebagai Kepala Desa terbaik se Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya Ridwan mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bersedia untuk hadir dalam mengikuti jalan-nya Musrembang Desa Simandulang.

Beliau juga berjanji bahwa nantinya seluruh aspirasi dan usulan yang dihasilkan dalam hasil  Musrembang Desa, akan memperjuangkan nya pada Musrembang Kecamatan yang akan berlangsung pada bulan Februari 2022 mendatang,

"Untuk itu, apabila nantinya ada yang tidak terwujud saya berharap kepada masyarakat untuk bersabar, mungkin untuk tahun tahun berikutnya akan kita coba usulkan kembali," pintanya.

Pada tahun 2021 yang lalu, lanjut Ridwan, kita banyak melakukan pembangunan pembangunan di sektor jalan jalan, memang kami akui pembangunan itu sedikit terlambat kendala yang pasti adalah jalan untuk transportasi yang cukup menjadi hambatan dalam pengangkutan material material proyek desa. Namun hal itu terjadi akibat rusaknya jalan yang tidak dapat dilewati untuk membawa bahan bahan bangunan, sehingga pembangunan di desa kita sedikit terlambat,

"Saya atas nama Pj Kepala Desa mohon maaf kepada seluruh elemen yang hadir, serta mengucapkan terimakasih atas pengertian nya dan saya berjanji akan menyelesaikan kegiatan berikutnya secepat mungkin dan marilah bergandeng tangan serta saling mendukung dalam membangun desa kita Simandulang ini," pungkas Pj Kades Ridwan. (Yans/red)

Dengan Anggaran Rp 295.265.200, Pembangunan JUT di Desa Punggu Pedaro Rampung Dikerjakan

mediasergap.com | LEBONG – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 600 meter di Desa Pungguk Pedaro, yang menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD)/Dana Desa tahun anggaran 2021 sebesar Rp 295.265.200 telah rampung dikerjakan.

Hal ini terungkap saat Pemdes Pungguk Pedaro bersama tim Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Kamis (30/12/21) di kantor Desa Pungguk Pedaro.

Selain kegiatan monev, Pemdes Pungguk Pedaro juga melaksanakan MusrenbangDes tahun anggaran 2022 yang direncanakan akan mengerjakan pembagunan irigasi dan jembatan.

Dalam monev tersebut, tim kecamatan turun langsung mengecek ke lokasi pembangunan fisik JUT yang memiliki panjang 600 meter, lebar 2 meter, ketebalan rabat beton 15 cm ini sudah rampung dikerjakan keseluruhannya.

Kepada mediasergap.com, Kades Pungguk Pedaro, Suardu Thabrani, HB mengatakan, dengan selesainya pembangunan jalan usaha tani tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana transportasi pada kawasan pertanian sehingga ulmempelancarkan mobilitas alat, mesin pertanian, pengangkutan hasil produksi  pertanian.

"Diharapkan dengan selesainya pembangunan jalan usaha tani ini dapat menjadi sarana transportasi bagi masyarakat yang mengangkut hasil produksinya. Dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, selain itu JUT ini bisa menjadi tempat wisata tani bagi warga sekitar," ujar Suardi Thabrani. (Madi/red)

Degan selesainya pembagunan jalan usaha tani diharapkan ada asas mempaat nya

Bupati Lebong Resmi Lantik 15 Kades Terpilih Hasil Pilkades 2021

mediasergap.com | LEBONG – Secara resmi hari ini, Rabu (29/12/21) Bupati Lebong Kopli Ansori melantik 15 orang kepala desa (Kades) terpilih dalam Pilkades gelombang 3 tahun 2021, dari ke-15 kades yang dilantik tersebut terdapat 1 orang Kades pergantian antar waktu (PAW). 

Acara pelantikan dilaksanakan di pendopo rumah dinas (Rumdin) Bupati yang turut dihadiri Wakil Bupati Lebong Fahrurrozi, Ketua DPRD Lebong, Kajari Lebong, Dandim 0409 RL dan Wakapolres Lebong, para Asisten dan staf ahli Bupati dan sejumlah kepala OPD dan Camat.

Pelantikan 15 kades hasil Pilkades serentak gelombang 3 berdasarkan SK Bupati Nomor 446 tahun 2021. Sementara pelantikan PAW Kades Talang Donok Kecamatan Topos berdasarkan SK Bupati Lebong nomor 445 tahun 2021 atas nama Yanto. 

Inilah ke-15 kepala desa yang dilantik Bupati Lebong, Kopli Ansori hasil Pilkades gelombang 3 tahun 2021.

1. Desa Sukau Kayo : Reky Ansa SE

2. Desa Kampung Dalam : Irawan

3. Desa Ladang Palembang : M. Yusup

4. Desa Sukau Margo : Rody Aman

5. Desa Embong : Hendri

6. Desa Semelako II : Rison Pansori

7. Desa Tanjung Bungai I : Edi Munandar

8. Desa Kutai Donok : Viki Anuari

9. Desa Turan Tiging : Anton Sugiarto

10. Desa Talang Leak II : Aprildo

11. Desa Air Kopras : Subhan Sani, SP

12. Desa Tambang Sawah : Zulkarnain

13. Desa Ketenong I : Zulkarnain

14. Desa Talang Ratu : Alfian

15. Desa Talang Baru I : Armaja Kartika

Bupati Kopli Ansori yang didampingi Wabup Fahrurrozi dalam sambutannya menyampaikan, ucapan selamat sudah dilantik, dan dirinya berkeyakinan para Kepala Desa yang dilantik merupakan orang-orang terpilih dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Tentunya menjadi Kades merupakan suatu amanah yang harus diemban dengan baik.

"Setelah selesai dilantik ini, kewenangan bapak sebagai Kades secara penuh di desa," ucap Bupati Kopli.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kopli mengingatkan para Kades yang baru dilantik untuk mempelajari, apa dan bagaimana tugas pokok dan fungsi seorang Kepala Desa. Karena menurutnya, tupoksi inilah yang menjadi landasan para Kades kedepannya dalam menjalankan program untuk mensejahterakan masyarakat. 

"Bahagia dan sejahtera kan Masyarakat yang bapak pimpin," pintanya.

Kemudian Bupati Kopli mengharapkan, segala bentuk program pemerintah itu, semua tujuannya bermuara untuk kemajuan di desa. Apalagi Kades juga diberikan wewenang untuk menyusun DD-ADD. Bahkan Kades itu menerima double program, pertama program Pemkab melalui APBD dan yang kedua program Pemdes itu sendiri melalui DD dan ADD.

"Para Kades yang sudah dilantik, saya tegaskan tidak ada lagi kubu-kubuan didesanya. Warga yang memilih maupun tidak memilih Kades semuanya adalah masyarakat dan warga Kades dan wajib disejahterakan," harap Bupati Kopli mengakhiri. 

Sementara Kades Air Kopras, Subhan Sani, SP mengatakan, siap melanjutkan program kerja pada Musrenbangdes yang sudah disusun dan dilaksanakan Pjs Kepala Desa sebelumnya.

"Saya akan melanjutkan program kerja pemerintah desa Air Kopras yang sudah disusun pada Musrenbangdes," kata Subhan  saat ditemui mediasergap.com seusai dilantik.(Madi/red)

JUT di Desa Manai Blau Rampung Dikerjakan

mediasergap.com | LEBONG – Jalan usaha tani (JUT) atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan.

Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) bervolume 200 meter di Desa Manai Blau Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu dan menelan dana dari APBD 2021 sebesar Rp149.352.000 ini telah rampung dikerjakan.

Hal ini terungkap saat Pemerintah Desa Manai Blau berserta tim Kecamatan Lebong Selatan, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (monev) terhadap hasil pengerjaan Jalan Usaha Tani beberapa waktu lalu.

Kades Manai Blau, Harmen, mengharapkan dengan selesainya pembangunan Jalan Usaha Tani ini dapat meningkatkan perekonomian dan bisa menjadikan Wisata Tani bagi warga sekitar.

"Dengan selesainya pembangunan Jalan usaha tani ini diharapkan proses mobilisasi alat-alat dan pertanian juga produk pertanian akan lebih lancar sehingga dapat mengurangi ongkos produksi (ongkos angkut) dan harga komoditi pertanian menjadi lebih baik, sehingga menjadikan perekonomian warga di Desa Manau Blau ini bisa meningkat," ujar Kades saat ditemui awak media Minggu (26/12/21).

Turut hadir juga Bripka Hartawan sebagai Bhabinkamtibmas, Serka Waluyo dari Babinsa Kecamatan Lebong Selatan, BPD Manau Blau beserta perangkat dan Tokoh masyarakat.(Madi/red)

Jalan Lingkungan Sepanjang 210 Meter di Desa Tik Jeniak Sudah 100% Dikerjakan

mediasergap.com | LEBONG – Tim  Kecamatan Lebong Selatan bersama Pemerintah Desa Tik Jeniak, Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terkait realisasi penggunaan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa tahun anggaran 2021.

Kegiatan monev fokus pada pemantauan, monitor sejauh mana realisasi ADD dan DD yang digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan.

Adapun hasil di lapangan, kegiatan fisik jalan lingkungan, panjang rabat 51 meter lebar 3 meter badan jalan 159 meter lebar 3 meter, total panjang keseluruhan 210 meter membentang membelah Desa Tik Jeniak, sudah mencapai 100 persen.

Kepala Desa Tik Jeniak, Sugiono, menyampaikan, syukur Alhamdulilah kegiatan baik fisik maupun non fisik sejauh ini sudah terealisasi secara maksimal dan terlaksana dengan baik. Tinggal lagi nanti ada yang sedikit belum selesai itu akan segera kita selesaikan.

“Pembangunan jalan lingkungan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, sebab untuk memperlancar mobilitas pertanian, serta meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tik Jeniak,” ujar Kades kepada awak media via WhatsApp nya, Minggu (26/12/21).

Sugiono pun mengharapkan agar warga menjaga dan merawat apa yang telah di bangun ini, agar dapat dinikmati dalam jangka panjang. Sehingga nantinya menjadikan Desa Tik Jeniak yang lebih maju, dan sejahtera,” pinta Kades Sugiono mengakhiri.

Turut hadir juga Bripka Zulkipli sebagai Bhabinkamtibmas, Serka Waluyo dari Babinsa Kecamatan Lebong Selatan, BPD Tik Jeniak beserta perangkat dan Tokoh masyarakat. (Madi/red)

Anggaran ADD dan DD Tahun 2021 di Desa Talang Liak I Sudah Terserap 100%

mediasergap.com | LEBONG – Jelang akhir tahun, tim dari Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Prov. Bengkulu, Senin pagi (20/12/21) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke Desa Talang Liak I. 

Monev yang digelar tim kecamatan ini terkait melihat secara langsung serapan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021.

Kepala Desa Talang Liak I, Daruslan Efendi  melaporkan bahwa DD dan ADD tahun anggaran 2021 yang dikelolanya telah terserap 100 persen sesuai dengan APBDes yang sudah dirancang sebelumnya.

“Sudah 100 persen, meliputi insentif perangkat desa, penanganan Covid-19, pemberdayaan dan pengadaan fisik bangunan, semuanya sudah terlaksana 100 persen,” ungkap Daruslan Efendi.

Lebih lanjut, Kades juga menyampaikan, sejak dilanda wabah Covid-19, pihaknya sedikit kewalahan untuk mengatur keuangan desa, terutama untuk pembangunan fisik. Bagaimana tidak, banyak rencana pembangunan yang harus ditunda lantaran anggaran yang ada terpaksa dialihkan untuk penanganan Covid-19. "Namun demikian saya memastikan, pembangunan harus tetap berjalan dengan mengedepankan skala prioritas terutama yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat," akui Kades.

“Bagi yang belum bisa diakomodir tahun ini, mudah-mudahan tahun berikutnya akan kita upayakan, doakan saja Covid-19 cepat berlalu, mari kita dukung upaya pemerintah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan ikut vaksin,” pinta Kades Daruslan.

Sementara di tempat yang sama, Plt. Camat Bingin Kuning, Rika Natalina, SE., M.Ak, kepada awak media menyampaikan, dari hasil monitoring yang dilakukan oleh pihaknya, memang benar serapan anggaran DD ADD Desa Talang Liak I, sudah 100 persen. 

Rika pun menjelaskan, untuk pembangunan fisik, di tahun anggaran 2021 ini Pemdes Talang Liak membangun irigasi sepanjang 380 meter dengan serapan anggaran sekitar Rp.416  juta. Dari hasil pengecekan, menurutnya sudah sesuai seperti yang dilaporkan oleh pihak desa.

“Sudah kita cek dan evaluasi, hasilnya bagus dan realisasinya pun sesuai seperti yang dilaporkan,” ungkap Plt. Camat Bingin Kuning ini mengakhiri. (Madi/red)

Tim Monev Cek Langsung Pembangunan Badan Jalan di Desa Mangkurajo

mediasergap.com | LEBONG - Pemerintah Desa Mangkurajo berserta pihak Pemerintah Kecamatan Lebong Selatan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev), Kamis (02/12/21), terhadap proyek pembangunan jalan desa/pembuatan badan jalan desa, di Dusun 2 & 3 Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong yang beberapa waktu lalu dan telah selesai dikerjakan. 

Diketahui bahwa proyek bervolume 1.754 meter ini menggunakan Dana Desa Tahun 2021 senilai Rp.161.171.490.

Setelah tim monev mengecek langsung di lapangan pembangunan dan peningkatan jalan desa yaitu pembukaan badan jalan dipantau dalam tahap pengerjaan dan sudah terealisasi 1450 meter dengan lebar 4 meter dan gorong gorong belum terpasang 5 buah lagi dan sudah terpasang 10 buah. 

Turut hadir pada monev tersebut Kades Mangkurajo M. Syaeri, Sekdes Ahmad Taufik, Babinkamtibmas Bripka Hendra Yanto Babinsa Peltu Irwansyah, Kadus 1 Juhari, Kadus 2 Nahdizin, anggota BPD  Mangkurajo beserta perangkat dan Tokoh masyarakat lainnya. (Madi/red)

Gunakan Dana Desa Puluhan Juta, Tembok Penahan Banjir di Tanjung Pasir Jadi Sorotan

mediasergap.com | LABURA - Pengerjaan tembok penahan banjir sepanjang 44 meter di Dusun XX Tanjung Pasir Raya, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura yang menggunakan dana desa sebesar Rp.68.844.650 menjadi sorotan tajam publik.

Pasalnya, tembok penahan banjir sepanjang sekitar 44 meter ini dinilai terlalu besar dengan menggunakan anggaran desa.

Ditambah lagi mutu pekerjaan diduga banyak penyimpangan dalam meembangun tembok penahan banjir yang acuannya sudah pasti ada. Seperti penggunaan material besi yang ditemukan pada pemasangan besi tiang baloknya ada yang cuma dibuat 3 tiang besi saja.

Begitu juga pemasangan cincin besi menyalahi standar ukuran jarak antara cincin pengikat besi, begitu juga kedalaman pondasinya. Belum lagi masalah penggunaan campuran semen dan pasir yang diketahui asal taksir dan diaduk tidak sesuai pada campuran semennya.

Jelas pekerjaan yang menggunakan uang rakyat ini layak jadi sorotan dan masyarakat juga harus mengawasinya agar penggerogotan uang rakyat dapat terselamatkan.

Ketika masalah ini ingin ditanyakan kepada mandor tukang di lapangan, seorang tukang yang bernama Simon, Minggu lalu di lokasi kerja mengatakan, kalau mandor pekerjaan ini langsung dipegang pak kades Sartono.

"Soal jarak cincin besi memang bervariasi ada yang 25 cm jaraknya, dan ada juga yang sampai 30 cm. Kalau besi tiang yang cuma 3 (tiga) besinya, nanti akan kita sambung satu lagi sebab putus tadi, dan untuk campuran semennya kami memang main taksir saja sebab sudah biasa begitu," ungkap Simon.

Selanjutnya Simon mengatakan, soal lainnya nanti tanyakan saja sama pak Kades. "Sore nanti biasanya dia datang," ujarnya.

Ketika besaran anggaran dan mutu bangunan proyek yang menggunakan dana desa ini dikonfirmasikan kepada Kades Sartono via WhatsApp nya Senin (15/11/21) lalu, tidak membalas.

Sementara Sekretaris Jenderal LSM Sidik Perkara Kab. Labura M.Nasti memaparkan perihal pembangunan tembok penahan banjir menggunakan dana desa sebenarnya bakal banyak menuai masalah.

"Saya sudah melihat secara langsung  pengerjaannya yang tidak diawasi dengan baik dari konsultan maupun pihak tim pemdes, sehingga terkesan kerjanya asal jadi. Ditemui juga ada beberapa besi tiang yang seharusnya mengikat pada besi balok atas, namun tidak sampai terikat tapi langsung dicor sehingga ketahanan dari mutu pekerjaan sangat diragukan," ungkap Sekjend LSM Sidik Perkara ini, Jumat (19/11/21).

Masalah biaya, Nasti mengatakan, waduh saya menduga ada Mark up pada harga material dan upah kerja.

"Bayangkan, masa pekerjaan segitu biayanya mencapai Rp70 juta. Anak kecil saja bisa menghitungnya," ujar Nasti.

Menurut Nasti, kuat dugaan adanya kerjasama Kades dengan Konsultan dalam penggelembungan penggunaan anggaran.

"Makanya kita sudah membuatkan rinciannya untuk laporan ke pihak penegak hukum, agar masyarakat Tanjung Pasir mengetahui apa apa yang sebenarnya telah dilakukan kades mereka dalam hal penggunaan anggaran pada kegiatan fisik di desanya," tutup Nasti. (Yans/red)

Berdalih Salah Cetak. Kades: "Saya Serahkan Kepada Allah SWT"


mediasergap.com | LABURA
- Berdalih salah cetak, plank pengumuman proyek rehab jembatan rambin di Dusun X Kampung Selamat Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kab. Labuhanbatu Utara (Labura) Sumut.

Awalnya, pada plank proyek yang menelan anggaran Dana Desa TA 2021 senilai  Rp.155.290.000 bertuliskan volume 2x62 meter, setelah diberitakan mediasergap.com, volumenya berubah menjadi 1,8x62 meter.

Menurut hasil investigasi mediasergap.com di lapangan pada Minggu (14/11/21), beberapa warga merasa heran, karena bongkar pasangnya plank proyek rehab jembatan rambin di desa tersebut.

Selain itu, perlu diketahui besarnya anggaran, dan penggunaan material besi siku untuk landasan titi yang disambung-sambung.

Ketika hal bongkar pasangnya plank informasi dengan Volume yang berbeda, dan diduga adanya pembengkakkan anggaran ini dikonfirmasikan kepada Kades Sartono melalui WhatsApp nya, Minggu (14/11/21),  mengatakan, saya serahkan kepada Allah SWT.

"Karena kalau kita meminta tanggapan kepada manusia, nggak ada yang benar semua salah. Lebih banyak yang mencari kesalahan daripada kebenaran. Kalau masalah papan pengumuman proyek itu Salah Cetak," jawab sang Kepala Desa dengan tegas. (Yans/red)

Telan Anggaran Ratusan Juta, Rehab Titi Penyeberangan ke Desa Tanjung Pasir Diragukan Ketahanannya

mediasergap.com | LABURA - Rehabilitasi lantai Titi Rambin di Dusun X Tanjung Selamat Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura, Sumut dengan menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp.155.290.000 diprediksi diragukan ketahanannya, sebab mutunya sangat diragukan.

Pasalnya, perbaikan jembatan sepanjang 62 meter dan lebar 2 meter ini didapati menggunakan bahan besi siku +0,3x30 ml ini dengan cara mengikat dengan menggunakan las listrik.

Selain itu terlihat di beberapa landasannya menggunakan besi sambung-sambungan.

Hal ini sangatlah membahayakan bagi pengendara yang melintas dengan angkutan beban baik hasil sadapan karet, maupun hasil langsiran panen buah sawit para petani yang pilihannya memang harus melalui Titi Rambin ini sebagai salah satu sarana prasarana jalan penyeberangan para petani mengangkut hasil panen mereka di kampung itu.

Hasil pantauan awak media di lokasi proyek Sabtu (09/11/21) terlihat ada sekitar 6 orang pekerja sedang memperbaiki titi dan ditemui penggunaan besi siku  bahkan sisa potongan besi yang tidak layak pun dipakai juga untuk alas titi.

Ketika hal ini ditanyakan kepada salah seorang tukang yang mengaku bernama Supri mengatakan, biasa pak Kades sore hari datangnya, sebab kami kerja dibayar kobtanan. "Kami sudah hari ke 4 kerja disini ditaksir kerjaannya siap sekitar 2 hari lagi," jelas Supri.

Masalah kerjaan disini, lanjutnya, yah seperti yang bapak lihatlah, untuk pekerjaan yang di seberang sana arah kampung sudah siap +32 meter sisanya di seberang sini lagi dikerjakan mungkin 2 hari lagi dah siap.

Saat pekerjaan perbaikan Titi Rambin ini dikonfirmasikan kepada Kades Sartono Via WA nya, Jumat (12/11/21) tentang penggunaan besi siku yang disambung-sambung serta bengkaknya anggaran rehab tersebut, Sartono tidak membalas.

Ketika coba didatangi ke kantor Desa, Sartono tidak pernah ditemui.

Mengomentari hal ini Sekretaris Umum LSM Sidik Perkara Labura di Aek Kanopan, Jumat (12/11/21) mengatakan, melihat anggaran dan pengadaan material di lokasi kerja, kita sangat menilai kalau mutu kegiatan ini belakang hari bakal bermasalah, sebab seperti yang apa yang kita lihat semalam di lokasi kerja, tentang penggunaan bahan materialnya cuma dengan besi siku yang kecil bahkan banyak yang disambung-sambung jelas diragukan ketahanannya.

"Begitu juga tentang anggarannya, diduga di-markup. Masak pekerjaan sebatas mengganti lantai dan ngecet-ngecet galangan bawah saja, anggarannya begitu sangat fantastis. Hal ini akan tetap Kita pantau," tegas M Nasti serius.(Yans/red

Bhabinkamtibmas Polsek Dolok Merawan Laksanakan Pengamanan Pembagian BLT DD

mediasergap.com | TEBINGTINGGI - Bhabinkamtibmas Polsek Dolok Merawan Polres Tebing Tinggi monitoring serta  melaksanakan pengamanan terbuka pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa  (BLT DD), Sabtu  (23/10/21) pukul.14.30 WIB.

Kehadiran Bhabinkamtibmas Bripka LK Sinulingga untuk memastikan apakah  situasi dalam keadaan aman, lancar serta sesuai protokol kesehatan dalam pelaksanaan  pembagian BLT DD Tahap Ke X, XI dan XII yang berlangsung di Aula Kantor Desa Pabatu VI Kecamatan Dolok  Merawan Kabupaten  Serdang ,Bedagai.

Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi Iptu Agus Arianto, Sabtu (23/10/21) mengatakan bahwa pembagian BLT DD tersebut merupakan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Ada 30 KK penerima BLT DD tersebut dan pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar serta dengan mematuhi disiplin protokol kesehatan (proses)," jelas Agus. 

"Selain dari itu Personil juga memberikan himbauan tentang protokol kesehatan (proses)  dengan humanis agar masyarakat selalu mematuhi disiplin prokes guna memutus penularan Covid-19 dengan mentaati kebijakan pemerintah dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta  mengurangi mobilitas," tutup Iptu Agus Arianto. (Ajs/red)

Bupati H.Erik Adtrada Ritonga dan Wabup Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar Hadiri Milad Ke-XXV Wirid Yasin Akbar

mediasergap.com | LABUHANBATU - Bupati Labuhanbatu dr. H. Erik Adtrada Ritonga, M.K.M, dan Wabup Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar, S. Pd, M.M sangat berkeinginan mempersatukan kaum ibu-ibu dalam satu wadah Wirid Yasin, hal itu dikemukakan ketika menghadiri Milad ke 25 tahun Wirid Yasin Akbar Kecamatan Rantau Selatan Wilayah II di Mesjid Al Falah Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (12/10/21).

Bupati Labuhanbatu didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Erik Adtrada mengatakan, saya ingin seluruh ibu-ibu yang tergabung dalam Wirid Yasin di Labuhanbatu  ini bisa saling mengenal satu sama lain dalam wadah wirid Akbar. "Karena wirid adalah salah satu wadah yang tepat untuk bernaung para ibu-ibu dalam meningkatkan silaturahmi," ujar Bupati.

Turut hadir di lokasi Asisten I Drs Sarimpunan Ritonga, M. Pd, Asisten II Ikramsyah Nasution, Staf Ahli Bupati Supriyadi, ketua PKK Labuhanbatu NY. dr. Hj. Maya Hasmita Erik Adtrada Ritonga, Sp.OG, M.KM, Camat Ransel Azhar Rambe,  Ketua Wirid Yasin Akbar Hj.Farida Lubis, Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat dan para tamu undangan. (Bay/red)

Terkait LPj ADD/DD, Ketua DPRD Labura Sikapi Surat LSM Sidik Perkara

mediasergap.com | LABURA - Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) H Indra Surya Bakti Simatupang SH MKn menyikapi surat dari LSM Sidik Perkara Labura, terkait permintaan data usulan dan laporan pertanggungjawaban penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2019 sampai 2021 pada beberapa desa di Kabupaten Labura, Sumut.

Dalam isi surat permintaan data usulan  menyebutkan item aliran pengadaan seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta penyaluran dana melalui Posyandu yang terindikasi adanya penyimpangan dalam hal peruntukkannya dan kriteria serta jumlah penerima bantuan.

Indra Surya Bakti Simatupang sangat mengapresiasi, sebab dinilai sebagai bentuk turut berperan dalam mengawasi penyimpangan aliran dana kepada masyarakat arus bawah yang berada di desa.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh apa yang dimaksud dari surat LSM Sidik Perkara yang telah membantu dan peduli dengan keinginan masyarakat, khususnya dalam hal mengontrol penggunaan dana desa yang diperuntukan untuk BLT bagi masyarakat perkebunan yang diduga adanya penyimpangan dalam penyalurannya," ujar Indra.

Indra menyebutkan, begitu juga tentang penyaluran melalui system posyandu kepada anak anak, ditambah lagi tentang kurang efektifnya keberadaan Bumdes. "Ini kerja yang bagus untuk lebih meringankan kami sebagai anggota DPRD ini agar lebih terbantu mendapat tambahan informasi nantinya," sebut Indra saat dihubungi via handphone selulernya, Kamis (30/09/21).

Lanjut Indra, soal surat dari lembaga itu telah saya disposisikan melalui nota dinas ke komisi yang membidanginya agar segera ditindaklanjuti.

Sementara Wakil Ketua LSM Sidik Perkara Labura Bidang Pemerhati Desa dan Pendidikan Bambang Pridilianto S,Pd mengatakan saat ini kita memang sedang menyoroti penggunaan anggaran dana desa, dan sudah memasukkan surat permintaan keterbukaan informasi data laporan penggunaan hingga pertanggungjawaban dari beberapa desa perkebunan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Labura.

"Awalnya memang cuma di Desa Kebun Berangir saja, namun karena tidak adanya sikap tranparansi dan selalu berkelit dari piha Kadis PMD Drs. Sofyan Yusma dan Kepala Desa Supri Arianto, maka timbul rasa curiga kita yang tinggi, dan muncullah niat untuk lebih dalam lagi untuk mengembangkan penyelidikan penggunaan anggaran kepada desa-desa Perkebunan lainnya," ujar Bambang, kepada awak media, Kamis (30/09/21) di Aek Kanopan.

Menurutnya, jika lembaga masyarakat ingin meminta informasi tentang LPj dana desa kepada pejabat publiknya, maka pejabat yang berhubungan dengan itu tidak boleh menyembunyikannya atau tidak melayani permintaan tersebut.

"Apalagi saat ini keterbukaan informasi publik suatu keharusan apalagi yang menyangkut atau berhubungan dengan penggunaan uang negara. Masyarakat boleh mengetahui seperti yang diatur dalam UU informasi publik No 14 tahun 2008 dan peraturan turunannya," ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, jika pejabat publik tersebut tetap tidak mau memberikan informasi kepada masyarakat bisa diadukan ke Komisi Informasi Publik Sumut.

"Maksud tujuan kita memintakan data ini ke Dinas PMD Pemkab Labura serta beberapa tembusan termasuk ke DPRD agar mudah menyelaraskan data informasi hasil temuan yang ada. Sehingga kita bisa menyelamatkan uang rakyat dari gerogotan oknum-oknum kepala desa yang nakal," jelasnya.

"Yang pasti kita, sangat berterima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Labura yang telah menanggapi dan memberi atensinya kepada kami dalam laporan secara resmi ini," ucap Bambang mengakhiri. (Yans/red).

Data Penerima BLT-DD Kebun Berangir Diduga Fiktif. Kades Menghindar, Dinas PMD Berkelit

mediasergap.com | LABURA - Desa Perkebunan Berangir Kecamatan Na IX X Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut adalah salah satu desa dimana warganya mayoritas menjadi karyawan perkebunan di PTPN IV Kebun Berangir, dan seharusnya sudah mendapat jaminan kesejahteraan. Namun, para karyawan tersebut mendapat bantuan pemerintah melalui kucuran dari Bantuan Langsung Tunai - Dana Desa (BLT-DD).

Sejak Desa Kebun Berangir dipimpin Kepala Desanya Supri Arianto, pendataan warga yang menerima BLT-DD banyak menuai masalah dan penuh misteri.

Menurut informasi yang dihimpun,  pendataan dan penyaluran BLT-DD terindikasi penuh rekayasa dan tidak transparan terhadap jumlah penerima BLT- DD, sebab pendataan dilakukan sendiri oleh Kades Supri Arianto beserta kroni kroninya, tanpa musyawarah desa terlebih dahulu. Sehingga isu yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menerima BLT-DD kuat dugaan fiktif alias rekayasa.

Kades Kebun Berangir Supri Arianto bersama istri (kiri). Kedua pelaku asusila (kanan). (Foto: ist)

Kita ketahui, bahwa di antara kroni-kroni tersebut terdapat anak kandung Kades Supri Arianto bernama Retno Shinta Dewi menjabat Kaur Keuangan Pemdes yang tertangkap basah oleh warga saat berbuat mesum dengan Azharil Mukhtar Ritonga sebagai Kasi Kesejahteraan di ruangan kantor desa.

Saat hendak dikonfirmasi, Kepala Desa Supri Arianto selalu menghindar dari awak media ketika akan dimintai keterangannya tentang kucuran BLT-DD tersebut.

Hal ini pun diperburuk sikap Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Labura yang enggan memberikan data valid terkait BLT yang diminta melalui surat resmi oleh salah satu LSM bersama media.

Ketika informasi adanya dugaan rekayasa jumlah data penerima BLT-DD Kebun Berangir ini dimintakan kepada Kabid Pemdes Amril Hasim SE di ruangannya Senin (27/09/21) mengatakan bahwa buat saja surat permintaan secara resmi kepada Kadis PMD. "Nantinya akan kita sampaikan kepada pak Kadis tentang permintaan itu," ujar Amril. 

Saat awak media menemui Kadis PMD Drs Sofyan Yusma melalui Kasi Pengelolaan Keuangan Desa M.Sianipar menyampaikan, bahwa data yang bisa diberikan hanya sebatas data jumlah global sebanyak 93 KPM penerima BLT-DD dengan total Rp. 334.800.000.   .

"Hanya rekap begini yang boleh diberikan, sebab memo yang disebut Kadis lihat dan pelajari, kalau mau rincian siapa-siapa yang menerima itu harus ada persetujuan lanjutan dari pak Kadis, data itu ada tapi kami dilarang membocorkannya," kata Sianipar, Rabu (29/09/21) kepada awak media di ruangan kerjanya Kantor DPMD Labura

Sianipar pun menyebutkan, nanti pemerintahan desa bisa komplen sama kami kalau dipublikasikan.

"Sebaiknya minta saja langsung ke Desa Kebun Berangir, sebab mereka yang berhak memberi data data dokumen mereka, kami di sini cuma sebagai pencatat saja," kilah Sianipar.

Sementara Kades Kebun Berangir Supri Arianto hendak dikonfirmasi dugaan penerima fiktif BLT-DD ini di kantornya  tidak pernah bisa ditemui. Dan ketika janji bertemu kepada awak media melalui pesan WhatsApp nya pada Selasa (28/09/21) lalu, sang Kades pun ingkar janji dan menghindar. (Yans/red)

Dana BLT-DD Desa Kapal Merah Cair, Ibu Kades Tuai Pujian dari Warga

mediasergap.com | BATU BARA - Sejumlah masyarakat di Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara, Sumut menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk bulan Januari, Februari dan Maret di tahun 2021, Kamis (16/09/21).

Penyaluran BLT -DD berjalan sesuai visi & misi pemeritah pusat memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebanyak 72 KK yang berhak mendapat dana BLT-DD mendapat Rp.300.000 per bulan.

Kepala Desa Kapal Merah Ibu Pindawaty, mengatakan dalam penyaluran BLT – DD Januari, Februari dan Maret 2021 baru bisa terealisasi sekarang, karena adanya kesulitan pemdes waktu itu, seluruh warga penerima manfaat BLT – DD diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. “Bagi para penerima harus menerapkan Protokol kesehatan dengan  Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker," ujarnya.

"Dengan adanya program BLT – DD ini mampu membantu prekonomian  masyarakat. Jangan setelah dapat uang ini langsung dibelikan barang barang yang gak penting," pinta Kades.

Dijelaskan Pindawaty, bahwa anggaran BLT – DD itu bersumber dari Dana Desa Tahun 2021 sebesar Rp. 21.600.000 Per bulan, karena ini tersalur langsung 3 bulan, jadi total keseluruhannya bulan Januari, Februari, Maret Rp.64.800.000 untuk 72 Kepala Keluarga,

Imam Safii sebagai perwakilan masyarakat yang menerima bantuan BLT-DD berterima kasih kepada kepala desa karena telah berjuang terus untuk masyarakat Desa Kapal Merah tanpa lelah.

Dalam kegiatan pembagian BLT-DD tersebut juga dihadiri 8 Orang Kepala Dusun, Kaur Desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Konsultan Desa, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat.(Dani/red)

Diduga Mark Up Dana Desa Kebun Berangir, LSM Sidik Perkara Siap Laporkan ke APH

mediasergap.com | LABURA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sidik Perkara Labura, berencana akan melaporkan  Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Kebun Berangir Kecamatan Na IXX, Kab. Labuhanbatu Utara (Labura) yang disinyalir melakukan penggelembungan (Mark Up) anggaran pada pembelian peralatan pesta maupun pengadaan alat transportasi jenis mobil Truck Colt Diesel PS 100 Tahun 2005 bekas. 

Sekretaris Jenderal LSM Sidik Perkara Labura, M. Nasti mengatakan, bahwa, lembaganya sudah memantau dan melakukan investigasi perihal pengadaan yang diverifikasi oleh TPK Desa.

"Kami sudah memantau dan menginvestigasi tentang pengadaan usulan yang diduga tidak diverifikasi secara benar oleh TPK nya yang juga anak Kades Ratna Shinta dewi, yang pada saat ini dirinya menjabat sebagai Kaur keuangan," terang M. Nasti kepada awak media, Selasa (14/09/21) di Aek Kanopan.

Ia pun menyebutkan, disinyalir adanya rekayasa dan penggelembungan anggaran dana sebesar kurang lebih Rp. 476.350.000,- dalam pembelian peralatan usaha Bumdes yang diketahui belum bermanfaat dan tidak memberikan hasil," imbuhnya.

"Kami akan minta nanti Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) usulan pengadaan Bumdes Desa Kebun Berangir ini ke DPMD Labura, bila data lengkap pasti kita akan tindak lanjuti hasil temuan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) ke APH (Aparat Penegak Hukum)," ujar M Nasti. 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peralatan pesta dan truk colt diesel yang dibeli dari anggaran dana desa tahun 2019 sebesar Rp.278.350.000 dan anggaran dana desa tahun 2020 sebesar Rp.200 juta yang dikelola pihak Bumdes belum juga mendapatkan hasil keuntungan apapun.

Sebelumnya Ketua Bumdes Berangir, Sukandar yang juga karyawan pabrik kamis (09/09/21) di kediamannya menerangkan, memang kami telah menerima kucuran dana desa untuk Bumdes tahun 2019 dan 2020 nilainya sekitar ratusan juta

"Saya lupa kalau tidak pakai buku, beberapa item yang saya tahu, dana tersebut dibelikan mobil truk bekas dan peralatan pesta. Sejak tahun 2019 hingga kini baru empat kali saja kami sewakan karena saat masa pandemi Covid-19 tidak bisa terlalu banyak digunakan dalam semua kegiatan," terang Sukandar.

Sukandar pun menjelaskan, barang-barang peralatan pesta ada di gudang samping rumah Kades (Kepala Desa) kalau mobil truk ada di gudang rumah Kadus (Kepala Dusun) belakang pabrik Kebun.

"Sebenarnya saya hanya mau transparan kepada DPMD dan pak kades saja," ketus Sukandar.

Ketika awak media mencoba mengklarifikasi perihal penggunaan anggaran ke Ratna Shinta Dewi, Kaur Keuangan yang juga anak Kepala Desa Supri Arianto namun tidak diperoleh keterangan, sebab Ratna menghindar dari kedatangan awak media di kediamannya, Jumat (10/09/21) lalu. (Yans/red)

Miris! Kondisi Plank Kantor Desa Perkebunan Berangir Menyedihkan

mediasergap.com | LABURA - Miris! Melihat kondisi plank Kantor Desa Perkebunan Berangir, Kecamatan Na IX X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang dipimpin Supri Arianto sangat memprihatinkan, sebab plank tersebut tidak terawat dan hanya terbuat dari banner baliho yang sudah terlihat kupak kapik.

Hal ini terpantau saat mediasergap.com melakukan investigasi di lokasi Kantor Desa, Jumat (10/09/21). Terlihat, kondisi plank Kantor Desa di depan gerbang masuk sudah kupak kapik tak terurus, bahkan di dinding bangunan depan pintu kantor juga masih menggunakan banner baleho biasa.

Tidak sepantasnya seorang Kades membiarkan keberadaan plank yang merupakan identitas kantor pemerintah desa dalam kondisi kupak kapik. Apalagi posisi plank tersebut terpampang di jalan lintas yang setiap hari dilalui masyarakat.

Ketika hal ini hendak dikonfirmasi kepada Supri Arianto, Kepala Desa Perkebunan Berangir di kantor desa, namun kades tak dapat dijumpai hanya para staff kantor desa yang ditemui.

"Pak Kades lagi urusan luar, bapak buat lah daftar di buku tamu, biar nanti disampaikan ke pak Kades kedatangan bapak dari media," ucap salah seorang staff saat ditemui mediasergap.com, Jumat (10/09/21).

Sementara, salah seorang warga yang tak ingin namanya disebut mengatakan bahwa keadaan plank kantor desa memakai Baleho dan sudah lama koyak koyak, sehingga menjadi pergunjingan warga sekitar. 

"Kan malu juga desa kita yang anggaran dana desa cukup besar, hanya untuk memperbaiki plank Kantor Desa saja gak becus mereka, gimana lagi hal-hal lain.  Menurut infonya banyak penggunaan  anggaran di sini kabarnya menuai masalah, begitupun untuk lebih pastinya bapak tanya saja langsung sama pak Kades," terang warga yang sebagai buruh harian lepas di kebun sambil cepat-cepat berlalu.(Yans/red)